PENGARUH BEBAN KENDARAAN BERLEBIHAN TERHADAP KERUSAKAN UMUR RENCANA JALAN (STUDI KASUS RUAS JALAN GUNUNG SERIANG TANJUNG SELOR)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari beban berlebih (overloading) terhadap umur rencana perkerasan jalan. Beban berlebih adalah kondisi di mana kendaraan mengangkut muatan melebihi batas standar yang ditetapkan dalam desain perkerasan jalan, yang dapat menyebabkan kerusakan dini pada jalan. Kerusakan ini sering kali disebabkan oleh pelaksanaan jalan yang tidak memenuhi standar kualitas dan kendaraan yang membawa muatan berlebih seperti muatan sawit, yang berakibat pada penurunan umur rencana perkerasan jalan sebelum waktu yang direncanakan tercapai. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk menghitung sisa umur perkerasan adalah Metode AASHTO 1993, yang mempertimbangkan nilai Vehicle Damage Factor (VDF) untuk menentukan penurunan umur rencana jalan akibat beban berlebih. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup survei lalu lintas harian rata-rata (LHR) yang dilakukan selama satu minggu, serta analisis dampak dari kondisi jalan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan pada badan jalan dapat terjadi akibat beberapa faktor, termasuk retak yang tidak segera ditangani, kendaraan yang membawa muatan berlebih, dan lapisan permukaan yang tipis. Semua faktor ini berkontribusi pada terjadinya lubang dan kerusakan lainnya pada perkerasan jalan, yang dapat memperburuk keselamatan berkendara dan meningkatkan kemacetan. Dari hasil perhitungan menunjukan peresentase muatan normal dapat menurunkan umur rencana selama 10 tahun yaitu sebesar 167274584,1 ESAL dan untuk muatan berlebih selama umur rencana 10 tahun yaitu sebesar 33.061.345,62 ESAL. Sehingga nilai lalu lintas diperkirakan akan berakhir pada tahun ke 8 dikareranakn dari awal perhitungan umur rencana sudah menunjukan penurunan umur.