Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SALIS MAHFUD

1 karya publik ditemukan.

2021: 1

KALTARA EXHIBITION HALL DI TANJUNG SELOR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN RAMAH LINGKUNGAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salis Mahfud, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Kaltara Tanjung Selor, Januari 2021. Kaltara Exhibition Hall di Tanjung Selor dengan Pendekatan Arsitektur Modern Ramah Lingkungan. Dosen Pembimbing : Sholehah, M.T. Pameran merupakan suatu kegiatan yang dimaksudkan untuk orang banyak, untuk memperlihatkan kelebihan, mempertunjukan suatu hasil ( seni, barang produksi, ataupun yang lainnya). Jenis pameran dapat ditinjau berdasarkan barang yang dipamerkan, yang meliputi general exhibition (memamerkan berbaga barang dalam waktu yang bersamaan), solo exhibition (satu atau beberapa jenis barang dalam satu perusahaan), specialize exhibition (satu jenis barang diikuti beberapa perusahaan. Produk (tujuannya mempromosikan produk, biasanya berskala kecil dalam suatu ruang pameran), display per-stand (beberapa 2 pengusaha kecil yang memproduksi barang sejenis atau masih berkaitan dimana mereka memamerkan produk-produk pada stand-stand yang telah disediakan penyelenggara), pameran konsumen (pekan raya besar-besaran dalam suatu kompleks area pameran dalam keadaan tertentu merupakan penggabungan dua atau lebih jenis pameran diatas pameran dalam ruangan yang dapat dibagi menjadi tiga, yaitu permanen (rentan waktu yang lama), semi permanen dan non-permanen (singkat). Tujuan dari perancangan ini adalah untuk merencanakan dan merancang Kaltara Exhibition Hall di Tanjung Selor sebagai sarana untuk sosialisasi atau promosi produk, dengan pendekatan Arsitektur Moderen yang ramah lingkungan. Perkembangan Arsitektur sejalan dengan perkembangan budaya, pola pikir dan gaya hidup suatu masyarakat pada umumnya, terutama dalam aspek seni, keindahan dan teknologi. Misalnya bisa dilihat dalam transformasi bentuk bangunan, ataupun penggunaan teknologi dan material yang mencerminkan kemodernan sebuah bangunan. Tidak hanya itu arsitek menjadi sorotan banyak pihak saat membincangkan tentang lingkungan, banyak pihak beranggapan bahwa arsiteklahyang paling banyak menyumbang kerusakan karena segala yang dibangunnya tentu telah merusak tatanan lingkungan yang ada disekitarnya. Padahal hal ini sepenuhnya tidak benar, banyak arsitek yang telah menyumbangkan pemikiran bagi dunia bagaimana membangun rumah tinggal ataupun gedung yang ramah lingkungan sehingga tidak terjadi global warming, dan kerusakan di alam sekitarnya. Dengan keahlian seorang arsitek maka lingkungan dapat terselamatkan dengan baik. Kini kita juga sering mendengar bagaimana sebuah rumah atau bangunan yang diistilahkan “hijau” karena memperhatikan kelestarian bagi alam.