2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman Kakao (Theobroma cacao 1..) merupakan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi penting dalam sektor pertanian, terutama dalam penyediaan lapangan kerja, mendorong pembangunan wilayah, dan meningkatkan kesejahteraan petani (Widyastuti dkk., 2021). Pengembangan kakao di Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 1980-an. Kondisi iklim dan lahan di Indonesia yang sesuai untuk pertumbuhan kakao telah mendorong perkembangan budidaya kakao di berbagai wilayah di Indonesia.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman Kakao (Theobroma cacao 1..) merupakan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi penting dalam sektor pertanian, terutama dalam penyediaan lapangan kerja, mendorong pembangunan wilayah, dan meningkatkan kesejahteraan petani (Widyastuti dkk., 2021). Pengembangan kakao di Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 1980-an. Kondisi iklim dan lahan di Indonesia yang sesuai untuk pertumbuhan kakao telah mendorong perkembangan budidaya kakao di berbagai wilayah di Indonesia.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah kulit kakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu bahan organik potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik padat melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap kandungan unsur hara (C-organik, N, P, K), rasio C/N, dan pH dalam pupuk organik padat, serta menilai kesesuaiannya terhadap standar mutu teknis pupuk organik berdasarkan SNI 19-7030-2004. Penelitian dilaksanakan pada bulan (bulan mei tahun 2025) bertempat di (Tanjung selor bulungan) Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan waktu fermentasi, yaitu P1 (28 hari), P2 (35 hari), dan P3 (42 hari), dengan tiga kali ulangan sehingga diperoleh sembilan percobaan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan P2 (35 hari) memberikan hasil terbaik dengan kandungan C-organik 32,17%, N-total 1,06%, rasio C/N 30,41, serta nilai pH 6,07 yang mendekati netral. Berdasarkan SNI 19-7030-2004, seluruh perlakuan telah memenuhi syarat minimum mutu pupuk organik padat, namun perlakuan P2 menghasilkan kualitas terbaik secara keseluruhan. Oleh karena itu, fermentasi selama 35 hari merupakan waktu yang paling optimal untuk menghasilkan pupuk organik padat dari limbah kulit kakao.(theobroma cacao L)