YAHYA AKBAR
2018 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap terhadap pembangunan desa di Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan di Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang dilakukan jika ditinjau dari tingkat eksplanasinya merupakan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi pemeran serta, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data penelitian menggunakan analisis interaktif dari Miles dan Huberman (1992) terdiri dari tiga tahapan analisis yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Pada penelitian ini indikator pembangunan desa yang digunakan meliputi bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, bidang pelaksanaan pembangunan desa, bidang pembinaan kemasyarakatan desa, dan bidang pemberdayaan masyarakat desa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap pembangunan desa di Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor secara keseluruhan dapat dikatakan sudah baik khususnya pada bidang pelaksanaan pembangunan desa dan bidang pemberdayaan masyarakat desa. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan desa di Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor terdiri dari faktor dana desa, partisipasi masyarakat, kualitas sumber daya manusia, dan kinerja pemerintahan desa. Kata Kunci : Persepsi masyarakat, Pembangunan desa, dan Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor. THE PERCEPTION OF THE COMMUNITY TO VILLAGE DEVELOPMENT (Study on Bumi Rahayu Village, Tanjung Selor Sub-District, Bulungan District) ABSTRACT This study aims to determine the public perception of the village development in Bumi Rahayu Village, Tanjung Selor District, Bulungan District, and the factors that influence the implementation of development in Bumi Rahayu Village, Tanjung Selor Sub-District, Bulungan District. Type of research conducted when viewed from the level eksplanasinya is a descriptive research type. The research data were obtained by observation technique of the cast, questionaire, interview, and documentation. While the analysis of research data using interactive analysis of Miles and Huberman (1992) consists of three stages of analysis of data reduction, data presentation, and withdrawal of conclusions / verification. In this study the indicators of village development that are used include the field of administration of village administration, the field of implementation of village development, the field of village community development, and the empowerment of village communities. Based on the results of research and discussion is known that the perception of the community on the development of villages in Bumi Rahayu Village Tanjung Selor District as a whole can be said to have been good, especially in the field of village development and empowerment of village communities. Factors influencing the implementation of village development in Bumi Rahayu Village, Tanjung Selor District consists of village funding factors, community participation, human resource quality, and village government performance. Keywords : Public perception, Village development, and Bumi Rahayu Village, Tanjung Selor District.
BAMBANG A
2018 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelayanan kesehatan pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelayanan kesehatan pada efektivitas pelayanan kesehatan pada BLUD. RSD. dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi pemeran utama, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data penelitian menggunakan model analisis interaktif dari dari Miles dan Huberman (1992) yang terdiri dari tiga tahapan analisis yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Indikator pengukuran efektivitas pelayanan kesehatan yang digunakan terdiri dari : kompetensi teknis pelayanan, kemudahan akses pelayanan, jadwal pelayanan, ketepatan waktu pelayanan, dan kenyamanan pelayanan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa pelayanan kesehatan di BLUD. RSD. dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor telah terlaksana secara efektif. Faktor pendukung yang mempengaruhi efektivitas pelayanan kesehatan di BLUD. RSD. dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor terdiri dari : faktor kepemimpinan, kualitas sumber daya manusia, ketepatan waktu pelayanan, dan kecepatan pelayanan. Sedangkan faktor penghambatnya terdiri dari : alat kesehatan yang belum memadai, dan jumlah tenaga medis yang masih kurang khususnya dokter spesialis.
SUSI SUSANTI S
2018 · Thesis · Open Access
Tujuan penelitian peranan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan penelitian pengembangan dalam menyusun RPJMD dikabupaten
ZAKIR ADAM
2018 · Thesis · Open Access
Pemasaran Hasil Pertanian Tanaman Sayuran
FRANGKY LENGGU
2018 · Thesis · Open Access
Terminal penumpang bandar udara adalah prasarana transportasi di kawasan lapangan terbang di daratan dan/ atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang dan/ atau pos, dan tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi. Tujuan dari penulisan in diharapkan dapat terwujudnya perencanaan dan perancangan terminal penumpang bandar udara yang sesuai dengan standar dan fungsinya, serta dapat mengaplikasikan konsep arsitektur metafora yang mempunyai daya tarik dan keindahan tersendiri bagi pengguna. Dengan harapan agar dapat meningkatakan standar fasilitas sarana dan prasarana terminal penumpang dengan skala domestik. Metode yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan terminal penumpang bandar udara yaitu metode deskriptif adalah metode penulisan yang digunakan untuk membahas suatu permasalahan, menginterprensikan, hal yang ditulis dengan pembahasan yang teratur sistematis, ditutup dengan kesimpulan dan pemberian saran sesuai kebutuhan.
DEWIANI
2018 · Thesis · Open Access
Metode fuzzy Mamdani sering dikenal dengan nama Metode Max-Min. Metode ini diperkenalkan oleh Ebrahim Mamdani pada tahun 1975, untuk mendapatkan output diperlukan 4 tahapan yaitu pembentukan himpunan fuzzy, aplikasi fungsi implikasi (aturan), komposisi aturan, penegasan (deffuzy). Selanjutnya, dalam regresi linier berganda diperoleh bahwa peramalan nilai variabel tak bebas Y dengan membentuk persamaan yang menghubungkan lebih dari satu variabel yaitu X_1, X_2, ..., X_n. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil dari suatu peramalan dengan menggunakan metode fuzzy dan regresi linier beerganda. Dalam penelitian ini, digunakan data produksi kelapa sawit sebagai output atau variabel terikat (Y) sedangkan faktor yang mempengaruhi adalah pemupukan, tenaga kerja dan rata-rata curah hujan sebagai input atau variabel bebas X_1, X_2, dan X_3. Dalam pengelolaan data untuk logika fuzzy masing-masing variabel Y, X_1, X_2, dan X_3 dikelompokkan dalam himpuan fuzzy. Aturan fuzzy yang digunakan ada 27 aturan. Metode penyelesaian yang digunakan adalah mrtode Fuzzy Mamdani. Untuk regresi linier berganda diselesaikan dengan metode kuadrat terkecil (Least Squares Method). Dengan menunjukkan nilai rata-rata kesalahan relatif dari peramalan setiap metode, diperoleh nilai rata-rata kesalahan relatif metode fuzzy Mamdani sebesar 0,5366 atau 53,66% dan regersi linier berganda sebesar 0,5098 atau 50,98%. Besarnya nilai tersebut memperlihatkan bahwa nilai rata-rataa kesalahan relatif regresi linier berganda lebih kecil daripada metode fuzzy Mamdani, sehingga untuk kasus dengan variabel input dan output dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peramalan dengan menggunakan regresi linier beerganda lebih baik daripada metode fuzzy Mamdani.
NIKSON YONATHAN NDOEN
2018 · Thesis · Open Access
Dalam perencanaan program perbaikan dan pemeliharaan suatu perkerasan jalan, evaluasi kondisi jalan, baik secara geometrik maupun struktural, merupakan langkah pertama yang penting. Pemeliharaan dan perbaikan jalan dilaksanakan untuk menjaga kenyamanan saat jalan tersebut dilewati serta mempertahankan daya layan jalan tersebut sampai pada umur rencana. Selain itu juga sebagai bahan evaluasi dalam menganalisis jenis – jenis kerusakan yang dominan pada kelas jalan tersebut. Pembangunan Jalan Tanjung Selor menuju Peso adalah salah satu program pemerintah untuk mempermudah masyarakat mendapatkan akses jalan menuju pusat kota. Jalan simpang Seriang ke Baratan masuk dalam jalan poros Tanjung Selor – Peso, keberadaan jalan ini sangat membantu akses masyarakat sekitar ke Tanjung Selor guna keperluan mobilisasi hasil bumi maupun urusan administratif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kerusakan jalan, memberikan solusi penanganan kerusakan jalan, serta membandingkan cara kerja dua metode perhitungan kerusakan jalan yang digunakan, yaitu metode Bina Marga dan metode PCI (Pavement Condition Index) untuk struktur perkerasan lentur. Analisis perhitungan kerusakan jalan setiap metode dilakukan berdasarkan jenis, tingkat, dan kadar kerusakan yang terjadi. Untuk perbandingan kedua metode mencakup tahapan pengolahan data, dan penggunaan sumber daya.
DWI HARIYONO
2018 · Thesis · Open Access
a
ARIF SETIAWAN
2018 · Thesis · Open Access
Pondasi merupakan struktur bawah digunakan sebagai penahan beban serta meneruskan beban kedalam tanah dan batuan yang terletak di bawahnya. Penggunaan pondasi bangunan memerlukan perencanaan yang benar. Agar pembebanan bangunan tidak melebihi daya dukung tanah. Perencanaan pondasi pada tangki minyak mengunakan data uji standar penetrasi (SPT) dan Penetrometer test (CPT), untuk mengetahui kapasitas daya dukung tiang pancang. Kapasitas dukung tiang pancang dihitung berdasarkan data- data (SPT) Dengan mencari daya dukung tiang pancang mengunakan metode rumus yang diajukan Guy Sangrelat dan Mayerhof yang dipengaruhi kondisi tanah dan material tiang, dan berdasarkan data –data CPT dengan mencari daya dukung tiang pancang menggunakan metode Schreatman dan Nothingham. Dari hasil perhitungan untuk penulangan pada pile cap didapatkan tulangan D22-100mm dengan ketebalan 0,55 m dan diameter 14 m sesuai perhitungan geser pondasi dengan syarat φVc > Vu yaitu 1.637,86. ton > 1.510,83 ton. untuk pondasi tiang pancang digunakan 77 titik pemancangan pada kedalaman 13 m dari permukaan tanah dengan ukuran tiang pancang d 40 x 40 cm beban yang dipikul (Pu) 1.456,76 ton dengan kapasitas kelompok ijin (Qg) = 7.939,64 ton. Berdasarkan data SPT (standard Penetration Test) yang diperoleh dari perhitungan metode Guy sangrelat atau dari rumus empiris dalam satu titik pemancangan mampu menahan beban 18,99 ton sedangkan berdasarkan data CPT yang diperoleh dari perhitungan metode Schretman dan Nothingham satu titik tiang pancang mampu menahan beban 17,90 ton.
SITI SABARIAH
2018 · Thesis · Open Access
a
DEWI NORHAYATI
2018 · Thesis · Open Access
DEWI NORHAYATI. Agroteknologi Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor Tahun 2018, Karakteristik Petani Padi Dalam Usaha Budidaya Tanaman Padi Studi Kasus di Desa Pimping, Panca Agung, Ruhui Rahayu Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. (Dibimbing oleh Ibu Nila Rusyanti, SP.,MP) Penelitian ini bertujuan a) Mengetahui karakteristik petani dalam usaha budidaya tanaman padi di Kecamatan Tanjung Palas Utara. b) Mengetahui pendapatan petani di Kecamatan Tanjung Palas Utara Tahun 2017. Metode pengambilan data yakni primer dan sekunder dengan penentuan sampel menggunakan rumus slovin yaitu sebanyak 80 responden berdasarkan persamaan Slovin. Analisis data yang digunakan untuk data primer yakni R/C Ratio dan Break even Poin(BEP).Metode penentuan lokasi penelitian dilakukan secara acak sederhana (Sampel random sampling), yaitu Desa Pimping, Panca Agung, Ruhui Rahayu Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, dimana daerah tersebut memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penulis ingin mengetahui dasar penentuan pendapatan petani. Karakteristik petani Desa Pimping masih menggunakan alat tradisional atau manual tanpa menggukan alat modern. untuk jenis padi yang dibudayakan adalah padi lokal dengan jumlah 23 orang dengan nilai persentase 76,6%, dan untuk pola tanam adalah polikultur, masa tanam yang digunakan Desa Pimping adalah 3 kali dalam satu tahun. Desa Panca Agung sudah menggunakan alat modern untuk jenis padi yang dibudidayakan adalah padi unggul dengan jumlah 25 orang dengan nilai persentase 83,3% untuk pola tanam menggunakan polikultur untuk masa tanam 4 kali dalam satu tahun. Sedangkan Desa Ruhui Rahayu alat yang digunakan adalah alat tradisional untuk jenis padi yang digunakan adalah padi lokal dengan jumlah 14 orang dengan nilai persentase 70% dan pola tanam yang digunakan adalah polikultur untuk masa tanam dilakukan 4 kali dalam satu tahun. Pendapatanrata-rata petani padi di Desa Pimping sebesar Rp.2.910.000/ha.dengan nilai R/C =1,93Desa Panca Agung sebesar Rp.3.150.000/hadengan nilai R/C = 1,95sedangkan Desa Ruhui Rahayu sebesar Rp.5.933.333/ha.dengan nilai R/C = 1,96. dari hasi penelitian disimpulkan bahwa ketiga desa tersebut yang ada di Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara layak untuk diusahakan.
SARAH WINDAH
2018 · Thesis · Open Access
Sarah windah. 2018. “Identifikasi Morfologi padi sawah lokal di kecamatan tanjung palas provinsi kalimantan utara”. Pembimbing : Tati hariyati, SP., MP. Varietas padi sawah lokal yang tersebar di Wilayah Kecamatan Tanjung Palas Provinsi Kalimantan Utara dan banyak dibudidayakan disawah oleh para petani. Padi lokal dibudidayakan hingga saat ini akan tetapi belum pernah dilakukan identifikasi morfologi padi lokal secara spesifik. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui secara morfologi padi sawah lokal dan dapat digunakan sebagai bahan pengembangan dalam program pemulian tanaman pangan. Metode penelitian dilakukan ialah mencari informasi, mengumpulkan data padi lokal yang ditanam petani disawah dan melakukan pengamatan . Morfologi yang diamati terdiri dari, tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, bentuk batang, bentuk daun, dan jumlah anakan. umur dan masa panen, panjang malai dan jumlah biji/malai. Pengamatan dilakukan pada umur tanaman mulai dari 90 HST - 120 HST. Varietas tersebut berasal dari 4 desa diantaranya Desa Teras Baru, Desa Pejalin, dan Desa Antutan. Dua belas varietas lokal padi sawah yang di identifikasi dari beberapa lokasi di Kecamatan Tanjung Palas Provinsi Kalimantan Utara dengan umur panen yaitu 5 – 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas padi sawah lokal termasuk tanaman yang memiliki potensi yang sangat besar dalam budidaya tanaman pangan.
ISMA
2018 · Thesis · Open Access
ISMA. Jurusan Agroteknologi Pertanian Universitas Kaltara, Tanjung Selor Tahun 2018. Keragaman Padi Lokal Berdasarkan Karakteristik Gabah di Kecamatan Tanjung Palas. (Pembimbing Tati Hariyati,SP., MP.). Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, salah satunya tanaman padi lokal. Padi memiliki potensi yang baik dalam perekonomi pertanian, di Kecamatan Tanjung Palas memiliki Keragaman padi lokal yang cukup beragam, dilihat dari banyaknya jenis padi lokal yang ditanam oleh petani padi lokal juga memiliki karakteristik yang berbeda yang dilihat dari ukuran, bentuk dan warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman padi lokal yang ada di Wilayah Kecamatan Tanjung Palas dan mengetahui karakteristik gabah padi yang ada di Wilayah Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplorasi dengan mengumpulkan jenis padi lokal. tahap pertama mencari informasi, ke dua melakukan survey di Wilayah Kecamatan Tanjung Palas, ke tiga mengumpulkan jenis padi lokal dan ke empat memlakukan pengamatan secara kualitatif dengan mengkarakteristikan gabah padi seperti, bentuk gabah, ukuran gabah, ekor dan warna. Hasil penelitian menunjukan padi lokal memiliki keragaman padi lokal terdapat pada Desa Teras Baru, Pejalin dan Antutan di Kecamatan Tanjung Palas. Terdapat sebanyak 67 jenis padi lokal dan memiliki keragaman berdasarkan bentuk gabah, ukuran gabah, warna gabah dan terdapatnya ekor pada gabah.
KIKI LANA SUHERNI
2018 · Thesis · Open Access
Tanjung Selor merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki satu Bandar udara Kelas III yaitu Bandar udara Tanjung Harapan, dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU). Terminal bandar udara Tanjung Harapan dioperasikan seluas 720 m2 dengan kapasitas penumpang 150 orang. Pergerakan penumpang waktu sibuk kondisi eksisting yaitu sebanyak 76 penumpang datang dan 78 penumpang berangkat. Setelah dilakukan analisa diperoleh sebanyak 2 buah check – in counter dan check – in area dengan luas 23,6 m2. Untuk luas ruang tunggu kondisi eksisting 80 m2 sedangkan yang diperoleh dari analisa yaitu 111,57 m2, dapat disimpulkan untuk check – in counter dan check – in area kondisi eksisting masih mampu untuk melayani jumlah penumpang pada waktu sibuk, untuk luas ruang tunggu tidak memenuhi standar SKEP/77/VI/2005 dan SNI 03-7046-2004. Untuk hasil analisa forecasting 10 tahun kedepan yaitu pada tahun 2027 diperoleh jumlah total penumpang sebanyak 79.449 penumpang, dengan penumpang waktu sibuk sebanyak 9.534 penumpang dan luas terminal penumpang sebesar 32.225 m2.
CEPI UMBARA
2018 · Thesis · Open Access
Pemanfaatan limbah fly ash (abu terbang) PLTU Sekayan sejauh ini masih belum maksimal. Hal tersebut tentu berbanding terbalik dengan produksi limbah fly ash yang setiap harinya. Melalui penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangsih pemikiran tentang pemanfaatan limbah fly ash sebagai bahan subsitusi semen pada pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai kuat tekan dengan media perendaman air kelapa / mikroorganisme pada beton dengan variasi dan penggantian fly ash sebanyak 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dari Berat semen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, mutu beton yang digunakan fc’ 25 MPa diuji pada umur beton 90 dan 180 hari. Benda uji masing-masing sampel sebanyak 5 buah benda uji. Dari penelitian tersebut diperoleh bahwa nilai kuat tekan variasi subtitusi fly ash 5% umur 90 dan 180 hari mengalami kenaikan kuat tekan yaitu masing-masing 26,66 dan 25,10 Mpa. Sedang pada variasi subtitusi fly ash 10%, 15% dan 20% mengalami penurunan, hal ini diakibatkan oleh karena proses hidrasi semen yang berhenti dan proses pH dan mikroorganisme pada saat perendaman mulai mempengaruhi beton, dimana mikroorganisme kemungkinan hidup didalam pori-pori beton karena udara yang ada. Disamping itu kemampuan mikroorganisme untuk bertahan hidup tergantung pada kecukupan nutrisi berupa kapur bebas didalam beton, kapur bebas (CaO2) tersebut dihasilkan dari fly ash sebesar 4,29%, semakin banyak varisi fly ash nya maka semakin banyak pula kapur bebas yang menjadi nutrisi bagi mikroorganisme tersebut. Hal ini yang memungkinkan terjadinya penurunan kuat tekan pada varisi fly ash 10%, 15% dan 20%.
HAZMAH
2018 · Thesis · Open Access
Bendungan PLTA Toru I Tarutung Sumatera Utara merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah PLTA yang telah direncanakan sejak tahun 1995. PLTA merupakan sarana pembangkit listrik terbesar dengan memanfaatkan potensi air, dimana air di bendung untuk digunakan memutar turbine. Bangunan hidrolik seperti bendung merupakan bangunan sipil yang cukup beresiko jika terjadi kerusakkan atau tidak lagi memiliki keamanan yang sesuai dengan kriteria perencanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perencanaan bendung yang dikhawatirkan mempengaruhi stabilitas keamanan bangunan bendung tersebut terhadap daya tampung dan kestabilannya terhadap gaya guling dan geser. Perhitungan analisis stabilitas bendung, nilai debit banjir rencana (Q100 = 1558 m3/det); Nilai stabilitas bendung pada kondisi air normal; stabilitas terhadap guling (SF = 3,299 ≥ 1,5); Stabilitas terhadap geser (SF = 2,554 ≥ 1,5). Nilai stabilitas bendung pada kondisi air banjir; stabilitas terhadap guling (SF = 1,577 ≥ 1,5); Stabilitas terhadap geser (SF = 2,266 ≥ 1,5). Dari hasil perhitungan kontrol stabilitas masih memenuhi syarat dan aman.
AGUS PRIYANTO
2018 · Thesis · Open Access
Pembangunan di Provinsi Kalimantan Utara adalah dalam rangka pembangunan sarana dan prasarana fasiltas Pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara. Dalam Pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana tersebut dilaksanakan melalui sistem manajemen proyek tertentu. Tingkat keberhasilan suatu kegiatan dapat dilihat dari besar biaya yang efisien, waktu yang singkat dan tepatnya kualitas produk yang dicapai. Metode PERT (Project Evaluation Review Technique) merupakan metode yang bertujuan untuk memprediksi durasi dari suatu proyek dan menghitung kemungkinan waktu yang diharapkan. Untuk mendapatkan hasil te (expected time) dari metode PERT, dibutuhkan data ta (waktu optimis), tb (waktu pesimis) dan tm (waktu yang paling mungkin terjadi). Penjadwalan dengan menggunakan metode PERT, proyek Pembangunan Gedung BAPEDA Provinsi Kalimantan Utara Tahap III, paling cepat dapat diselesaikan selama 178 hari dengan kemungkinan 0,001 %, paling lambat dapat diselesaikan selama 252 hari dengan kemungkinan 99,97%, paling mungkin diselesaikan selama 218 hari dengan kemungkinan 50 %. Pengalokasian kebutuhan Pekerja paling banyak yaitu 2,617 Orang Hari dan kebutuhan Tukang 1,483 Orang Hari pada Sub Pekerjaan Lantai / Dinding. Untuk Sub Pekerjaan Struktur dan Bang Fasilitas Kebutuhan Pekerja dan Tukang yaitu 451 Orang Hari dan 261 Orang Hari. Pengalokasian tenaga kerja yang cukup banyak belum tentu dapat mempercepat waktu pelaksanaan pekerjaan tersebut. Hal ini terkait langsung dengan mutu dan kualitas tenaga kerja yang dipergunakan serta pengawasan lapangan.
MUHAMMAD RIZAL
2018 · Thesis · Open Access
Di dasari pada penelitian sebelumnya dimana pada kondisi ruas Jalan Poros Km 9 – Tanah kuning Kalimantan Utara memilki tingkat kerusakan perkerasan terparah dan berdasarkan data kecelakaan Kepolisian Resort Kabupaten Bulungan pada tahun 2012 – 2016 di dapat data berjumlah 187 laka lantas yang terjadi diantaranya korban meninggal dunia sebanyak 77 korban, luka berat sebanyak 19 korban, luka ringan sebanyak 152 korban, dan kerugian yang dialami sebesar Rp. 759,500,000. Sedangkan untuk tahun 2017 tercatat pada bulan (januari s/d september) berjumlah 22 laka lantas yan terjadi diantaranya korban meninggal dunia sebanyak 15 korban, luka berat sebanyak 12 korban, luka ringan sebanyak 8 korban, dan kerugian yang dialami sebesar Rp. 60,580,000. Maka itu perlu di lakukan penelitian terhadap indikasi penyebab kecelakaan. Dari hasil analisis geometri jalan di dapat data kelas jalan III, 1 jalur 2 lajur dengan lebar jalur 6 meter dan tidak memiliki median, bahu jalan ada beberapa yang kurang dari standar perencanaan. Dan dari analisa data ditemukan penyebab kecelakan seperti : 1. adanya kerusakan pada perkerasan jalan dan bahu jalan kurang dari standar sehinggga perlunya perbaikan pada perkerasan jalan. 2. Kondisi lansekap yang menghalangi pandangan sehingga perlunya pemangkasan di daerah sekitar bahu jalan. 3. Kurangnya fasilitas rambu lalu-lintas sehingga perlunya penambahan maupun perbaikan rambu laku-lintas. 4. Kurangnya lampu penerangan di sepanjang jalan sehingga untuk itu perlunya penambahan lampu penerangan.
SURTINAWATI
2018 · Thesis · Open Access
Surtinawati npm : 201431027, karakterisasi fisiologi dan organoleptik mie kering subtitusi tepung ubi jalar (ipomoea batatas) orange, Pembimbingan Siti Masitha F. STP., MSc. (Ipomoea batatas L) merupakan salah satu sumber karbohidrat, memiliki kandungan indeks glikemik rendah, dan memiliki harga yang murah produk mie kering berbahan subtitusi tepung ubi jalar digunakan dengan tujuan untuk menimalisirkan pengunaan tepung terigu, selain meminimalisir penggunaan tepung terigu, tepung ubi jalar juga berfungsi untuk memberikan warna alami pada mie. Penelitian ini bertujuan untuk mengelola hasil pertanian dalam bentuk produk yaitu mie kering berbahan substitusi tepung ubi jalar Orange. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tepung ubi jalar (15 gram, 20 gram, 25 gram) dan dilakukan tiga kali ulangan. Analisa mie kering meliputi uji organoleptik kesukaan dan deskriptif dengan memberikan kuesioner kepada penelis yang jumlah nya 30 orang tidak terlatih, parameter uji meliputi rasa, aroma, tekstur dan warna dan analisa fisik meliputi uji KPAP (kehilangan padatan akibat pemasakan) dan kadar air. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara statistik terdapat perbedaan nyata uji organoleptik kesukaan pada parameter perlakuan terbaik terdapat pada 25 gr tepung ubi jalar dan 75 gr tepung terigu rata- rata nilai 3 (suka) warna (orange tua) dan aroma (cukup khas ubi jalar) rasa (cukup bertepung) dan tekstur (agak kenyal) dengan nilai KPAP (12,33%) dan Kadar air (11,98%). Pada uji organoleptik kesukaan berbeda nyata antara parameter warna dan aroma namun pada parameter rasa dan tekstur tidak berbeda nyata pada deskriptif tidak terdapat berbeda nyata antara parameter warna, tektur, aroma dan rasa. Pada uji fisik kehilangan padatan akibat pemasakan (KPAP) tidak terdapat beda nyata antar perlakuan, sedangkan uji kadar air terdapat beda nyata antar perlakuan.
YUNITA
2018 · Thesis · Open Access
Yunita, 2018 “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi di Kecamatan Tanjung Selor”. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor. Pembimbing : Didi Adriansyah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen yaitu luas lahan (X 1), pupuk (X2), dan tenaga kerja (X 3) terhadap variabel dependen yaitu produksi padi (Y) di Kecamatan Tanjung Selor. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ekonometrika, dengan pendekatan statistik uji f dan uji t. Uji f dan uji t digunakan untuk mengetahui tingkat pengaruh semua variabel independen secara bersama- sama terhadap variabel dependen. Kemudian data tersebut diolah dan dianalisis menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan (X 1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel produksi padi (Y). Berdasarkan uji t diperoleh hasil dengan nilai T hitung lebih besar dari T tabel sebesar (4,333 > 2,00247) dengan tingkat signifikansi 0,025 berarti bahwa setiap peningkatan atau penurunan luas lahan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan atau penurunan produksi padi di Kecamatan Tanjung Selor. Variabel pupuk (X 2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel produksi padi (Y). Berdasarkan uji t diperoleh hasil dengan nilai T hitung lebih besar dari T tabel sebesar (3,391 > 2,00247) dengan tingkat signifikansi 0,025 berarti bahwa setiap peningkatan atau penurunan jumlah pupuk berpengaruh signifikan terhadap peningkatan atau penurunan produksi padi di Kecamatan Tanjung Selor. Variabel tenaga kerja (X 3. berpengaruh negatif dan tidak signifikan, hal tersebut berarti tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi padi (Y). Berdasarkan uji t diperoleh hasil dengan nilai T hitung lebih kecil dari T tabel sebesar (-,575 2,00247) dengan tingkat signifikansi 0,025 berarti bahwa setiap peningkatan atau penurunan jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan atau penurunan produksi padi di Kecamatan Tanjung Selor. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa variabel luas lahan (X 1. dan variabel pupuk (X2) berpengaruh signifikan terhadap produksi padi (Y) di Kecamatan Tanjung Selor. Sedangkan variabel tenaga kerja (X 3) tidak