Analisis Kinerja Simpang Empat Tidak Bersinyal (Studi Kasus : Simpang Empat Jl. Kol. Sutadji - Jl. Agathis - Jl. Ulin - Jl. Meranti di Tanjung Selor
Pertumbuhan pesat Kota Tanjung Selor sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Utara menyebabkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan setiap tahunnya. Salah satu titik yang rawan mengalami kemacetan adalah simpang empat tak bersinyal di Jalan Kol. Sutadji – Jalan Agathis – Jalan Ulin – Jalan Meranti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tersebut dengan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 melalui parameter derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui survei volume lalu lintas dan geometri simpang selama tiga hari pada jam-jam sibuk. Hasil analisis menunjukkan bahwa simpang termasuk dalam kategori tipe 424 dengan kapasitas dasar 3.400 SMP/jam. Hasil perhitungan menunjukkan nilai derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0.19, tundaan rata-rata sebesar 7,3 detik per kendaraan dan Peluang Antrian 2,47 % – 8,47 % yang mengindikasikan tingkat pelayanan pada kategori B, artinya simpang masih biasa menampung kendaraan namu sudah mulai ada tundaan. Disarankan agar dilakukan rekayasa lalu lintas atau pemasangan alat rambu pendukung untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan di simpang tersebut.