ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Persimpangan bersinyal mempunyai beberapa permasalahan meliputi volume kendaraan yang melintas, panjang antrian kendaraan, konflik lalu lintas, kapasitas simpang, derajat kejenuhan, efektifitas kerja simpang dan kondisi fisik dari persimpangan tersebut. Maka dari itu perlu adanya sebuah survei untuk mengamati suatu persimpangan apakah persimpangan masih dapat memberikan tingkat pelayanan yang bagus atau kurang. Dari latar belakang yang telah diuraikan maka rumusan masalah nya yaitu Bagaimana Kinerja di Simpang Bersinyal Jalan Jeruk-Kolonel Soetadjie-Skip II. Dan tujuan dari Penetitian ini adalah untuk mengetahui kinerja lalu lintas Simpang Bersinyal Jeruk-Kolonel Soetadjie-Skip II Berdasarkan Parameter seperti Kapasitas, Derajat Kejenuhan dan Tingkat Pelayanan/Level Of Service (LOS). Hasil yang diperoleh Tingkat Pelayanan pada Pendekat Jeruk Periode Pagi Memiliki Derajat kejenuhan 0,34 memiliki tingkat Pelayanan B, pada periode siang memiliki Derajat Kejenuhan 0,42 tingkat pelayanannya B, sedangkan periode sore derajat kejenuhannya 0,37 yatitu B. pada pendekat Skip II periode pagi memiliki Derajat Kejenuhan 0,78 memiliki Tingkat Pelayanan D, pada periode siang memiliki derajat kejenuhan 0,68 dengan nilai C,sedangkan pada periode sore derajat kejenuhannya 0,75 dengan nilai C. Pada pendekat Kolonel Soetadjie periode pagi memiliki Derajat Kejenuhan 0,39 memiliki Tingkat Pelayanan B, pada periode siang memiliki derajat kejenuhannya 0,50 dengan nilai C, sedangkan periode sore hari memiliki derajat kejenuhan 0,63 dengan nilai C.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang pesat di wilayah Kabupaten Bulungan, khususnya pada simpang tiga tidak bersinyal di Jalan Poros Tanjung Selor - Perbatasan Tanjung Redeb - Tanah Kuning, menimbulkan potensi konflik lalu lintas dan perlambatan pergerakan kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tak bersinyal tersebut dengan mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 serta memberikan rekomendasi manajemen rekayasa lalu lintas yang diperlukan. Metode penelitian dilakukan dengan survei langsung di lapangan untuk memperoleh data volume lalu lintas, data geometrik simpang, dan kondisi lingkungan jalan. Hasil analisis menunjukkan Kapasitas simpang 2439 smp/jam tingkat derajat kejenuhan (DJ) 0,38, tundaan lalu lintas 9,31 detik/kendaraan dan peluang antrian berada pada peluang antrian pada ambang peluang batas atas 17,61 % sampai pada ambang batas bawah 6,96 %. berdasarkan tundaan lalu lintas maka Simpang Tiga Tidak Bersinyal di Jalan Poros Tanjung Selor – Perbatasan Tanjung Redeb – Tanah Kuning Kabupaten Bulungan diklasifikasikan pada tingkat pelayanan (Level Of Sevice) B yaitu arus stabil, kecepatan mulai terbatas yang mencerminkan efisiensi operasionalnya. Alternaif Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dan pemasangan rambu – rambu lalu lintas agar mengingatkan pengendara dalam membatasi kecepatan kendaraan. penelitiani ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan teknis bagi instansi terkait dalam meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pertumbuhan pesat Kota Tanjung Selor sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Utara menyebabkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan setiap tahunnya. Salah satu titik yang rawan mengalami kemacetan adalah simpang empat tak bersinyal di Jalan Kol. Sutadji – Jalan Agathis – Jalan Ulin – Jalan Meranti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tersebut dengan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 melalui parameter derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui survei volume lalu lintas dan geometri simpang selama tiga hari pada jam-jam sibuk. Hasil analisis menunjukkan bahwa simpang termasuk dalam kategori tipe 424 dengan kapasitas dasar 3.400 SMP/jam. Hasil perhitungan menunjukkan nilai derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0.19, tundaan rata-rata sebesar 7,3 detik per kendaraan dan Peluang Antrian 2,47 % – 8,47 % yang mengindikasikan tingkat pelayanan pada kategori B, artinya simpang masih biasa menampung kendaraan namu sudah mulai ada tundaan. Disarankan agar dilakukan rekayasa lalu lintas atau pemasangan alat rambu pendukung untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan di simpang tersebut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persimpangan tak bersinyal merupakan titik rawan dalam sistem transportasi perkotaan yang sering mengalami masalah kemacetan dan kecelakaan. Studi ini mengkaji kondisi lalu lintas pada Simpang Tiga Hotel Teduran Mas, yang terletak di kawasan dengan aktivitas pendidikan dan perbelanjaan yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis arus lalu lintas menggunakan Metode Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Data volume lalu lintas diambil selama tiga hari yang berbeda: Kamis, Jumat, dan Minggu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa volume lalu lintas paling tinggi terjadi pada hari Kamis (1239,5 smp/jam), diikuti hari Jumat (1198,5 smp/jam), dan menurun signifikan pada hari Minggu (652,5 smp/jam). Volume lalu lintas pada hari Kamis sebesar 1726 smp/jam adalah yang paling rendah di antara ketiga hari yang dianalisis. Faktor-faktor penyesuaian seperti belok kiri, belok kanan, dan arus jalan minor menunjukkan variasi kecil. Namun, nilai derajat kejenuhan (DS) untuk semua hari menunjukkan kondisi lalu lintas yang lancar dengan nilai 0,6, menandakan tidak adanya kemacetan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat. sehingga di beberapa ruas jalan Tanjung selor tidak lepas dari permasalahan kemacetan yang sering mengalami kemacetan hampir setiap hari khususnya pada jam-jam tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Kapasitas Ruas Jalan yang terjadi pada Jalan Suprapto Tanjung Selor sehingga dapat di jadikan referensi untuk penelitian selanjutnya, Dalam penelitian ini juga penulis akan mengetahui tingkat pelayanan ruas serta memberikan altenatif penangan berdasarkan Undang-Undang Lalu lintas Bedasarkan hasil dari perhitungan Kapasitas Ruas Jalan Suprapto Tanjung Selor adalah 1187.14 smp/jam, sehingga didapatkan nilai derajat kejenuhan adalah 0.212 dapat dipastikan tingkat pelayanan ruas jalan Suprapto adalah B Pemerintah harus mengkaji kembali masalah penertiban aktivitas pedagang kaki lima yang secara sengaja mengubah fungsi jalan menjadi pasar di sore hari