ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENGARUH VOLUME DAN KECEPATAN KENDARAAN TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN BULU PERINDU
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Jalan raya merupakan prasarana transportasi yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat, sehingga desain perkerasan jalan yang baik adalah suatu kewajiban. Selain untuk menghubungkan suatu tempat ke tempat lain, perkerasan jalan yang baik juga dapat memberikan rasa aman dan nyaman dalam perjalanan. Kerusakan pada ruas jalan dapat menganggu kenyamanan, keamanan dan aktifitas ekonomi. Tanjung Selor sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara banyak memiliki ruas jalan salah satunya adalah ruas Jalan Sabanar Lama yang membentang sepanjang 4,1 km dari Pertigaan Jalan Sengkawit sampai STIT Al-Anshar. Pada Jalan Sabanar Lama terdapat kerusakan jalan sekitar 600 m yaitu pada ruas jalan antara depan Pelabuhan Kayan VI sampai Pertigaan Jalan Sabanar Lama II. Dari beberapa penelitian diketahui bahwa salah satu kerusakan jalan disebabkan oleh tingginya volume lalu lintas.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa volume kendaraan yang melalui ruas Jalan Sabanar Lama, mengetahui tingkat kerusakan di ruas Jalan Sabanar Lama, mengetahui pengaruh volume kendaraan terhadap tingkat kerusakan jalan pada ruas jalan Sabanar Lama. Sedangkan metode penelitian ini menggunakan Metode MKJI 1997 untuk menganalisis volume kendaraan dan Metode Bina Marga untuk menganalisis kerusakan jalan. Kerusakan jalan pada ruas Jalan Sabanar Lama terdapat beberapa jenis kerusakan seperti pelepasan butir, lubang, sungkur dan retak buaya. Dari beberapa kerusakan tersebut diketahui tingkat kerusakan menempati urutan prioritas 7. Dari hasil perhitungan di hasilkan adalah R2 = 11,93903 + 0,83475.X1 + 0,021516.X2 - 0,61588.X3, dengan Koefisien Korelasi = -1,02689. Artinya hasil yang diperoleh dari X1,X2,X3 analisis regresi berganda menunjukkan hubungan yang berlawanan antara Variabel X1 (Sepeda Motor), X2 (Kendaraan Ringan), X3 (Kendaraan Berat) terhadap Variabel Y (Kerusakan Jalan), jika Variabel X meningkat maka Variabel Y menurun begitupun sebaliknya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan ruang parkir hal ini tentunya perlu di evaluasi apakah evektifitas lahan parkir yang telah disediakan mencukupi sehingga penguna kendaraan tidak perlu parkir di luar area parkir karena penataan ruang parkir yang kurang teratur mengakibatkan ruang parkir yang tersedia tidak dapat di manfatkan secara optimal. Untuk itu perlu dilakukan penataan ulang lahan parkir serta meningkatkan kualitas pelayanan sehinga penguna kendaraan motor dan mobil dapat memarkirkan kendaraan dengan tepat. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kapasitas parkir di UPT Puskesmas Tanjug Selor, menganalisis tata letak (layout) ruang parkir di UPT Puskesmas Tanjung Selor. Metode yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini adalah metode satuan ruang parkir dari Direktur jendral Perhubungan Darat (1998) dan Analisis parkir dari hobbs 1995 penelitian di lakukan di UPT Puskesmas Tanjung Selor Jalan Manga III Kapasitas ruang parkir kendaraan di UPT Puskesmas Tanjung Selor adalah 177 kendaraan sepeda motor dan 37 kendaraan mobil dengan luasan untuk sepeda motor 266,28 m2 dan untuk mobil 437,56 m2 mampu menampung kendaraan saat ini. Akumulasi parkir dan volume parkir terjadi pada hari senin dan pola parkiran yang paling efektif adalah pola 90º.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persimpangan tak bersinyal merupakan titik rawan dalam sistem transportasi perkotaan yang sering mengalami masalah kemacetan dan kecelakaan. Studi ini mengkaji kondisi lalu lintas pada Simpang Tiga Hotel Teduran Mas, yang terletak di kawasan dengan aktivitas pendidikan dan perbelanjaan yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis arus lalu lintas menggunakan Metode Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Data volume lalu lintas diambil selama tiga hari yang berbeda: Kamis, Jumat, dan Minggu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa volume lalu lintas paling tinggi terjadi pada hari Kamis (1239,5 smp/jam), diikuti hari Jumat (1198,5 smp/jam), dan menurun signifikan pada hari Minggu (652,5 smp/jam). Volume lalu lintas pada hari Kamis sebesar 1726 smp/jam adalah yang paling rendah di antara ketiga hari yang dianalisis. Faktor-faktor penyesuaian seperti belok kiri, belok kanan, dan arus jalan minor menunjukkan variasi kecil. Namun, nilai derajat kejenuhan (DS) untuk semua hari menunjukkan kondisi lalu lintas yang lancar dengan nilai 0,6, menandakan tidak adanya kemacetan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Provinsi Kalimantan Utara berupaya meningkatkan nilai ekonomi yang berdaya saing dengan mengurangi kesenjangan antar wilayahnya yang didukung oleh pengembangan infrastruktur dan peningkatan konektivitas. Guna mendukung hal tersebut khususnya konektivitas pada moda darat, maka perlu adanya fasilitas Terminal Tipe A di ibukota Provinsi Kalimantan Utara. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dimanakah lokasi di Tanjung Selor yang memiliki potensi sebagai lokasi Terminal Tipe A jika ditinjau berdasarkan kinerja lalu lintasnya. Pendekatan penelitian menggunakan metode pendekatan campuran kuantitatif, eksperimen, dan kualitatif, dengan 3 (tiga) alternatif lokasi yang secara berurutan yaitu Kawasan Kota Baru Mandiri, Pool DAMRI, dan jalur AKAP (Kilo dua) yang telah ditentukan berdasarkan pengumpulan data sekunder. Penelitian melibatkan data primer hasil survey pencacahan lalu lintas, survey inventarisasi jalan, dan survey kecepatan titik. Pengambilan sampel menggunakan teknik Krejcie dan Morgan (1970). Teknik analisis data menggunakan pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai tingkat pelayanan jalan pada setiap alternatif lokasi, dimana lokasi ketiga memiliki nilai “B” sedangkan alternatif lokasi kesatu dan kedua memiliki nilai “A”, namun lokasi kedua menunjukkan kinerja lalu lintas yang lebih baik dengan kecepatan kendaraan rerata 67,71 Km/Jam.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumah sakit merupakan lembaga pelayanan publik yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan untuk menyediakan layanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jumlah kendaraan yang datang ke rumah sakit khususnya pada gedung Poliklinik BLUD Rumah Sakit Daerah (RSD) Dr.H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor untuk hari-harinya sangat ramai hal ini justru tidak seimbang dengan kapasitas ruang parkir yang ada sehingga sering terjadi penumpukan kendaraan mobil dan motor. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendraan yang bersifat sementara karena ditinggal oleh pengemudinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggetahui kebutuhan ruang parkir kendaraan mobil dan motor pada lokasi studi yaitu Poliklinik BLUD Rumah Sakit Daerah (RSD) Dr.H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung selor berupa : akumulasi parkir, durasi parkir, turnover, indeks parkir dan volume parkir. Analisis menunjukkan bahwa luas 300 m2 mampu menampung 24 kendaraan mobil dan luas 300 m2 mampu menampung 200 kendaraan sepeda motor. Saran kepada pihak manajemen rumah sakit agar dilakukan perluasan lahan parkir dan memisahkan tempat parkir antara karyawan dan pengunjung dikarenakan karyawan lebih lama parkir dari pada pengunjung.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Dalam pesatnya perkembangan transportasi lalu lintas, tentu akan meningkatkan kepadatan arus lalu lintas. Fenomena rumble strips pada masyarakat Indonesia sudah lama dikenal. Maksud pembuatan rumble strips pada mulanya sebagai pengendali kecepatan bagi kendaraan yang lewat, sedangkan tujuannya untuk keselamatan bagi warga dan juga si pengendara. Metode Statistik diperlukan untuk mengetahui seberapa signifikan perbedaan antara kecepatan sebelum rumble strips dan sesudah rumble strips. Elemen yang perlu diketahui adalah karakteristik lalu lintas, Kapasitas Jalan dan mengetahui Pengaruh Pemasangan Rumble Strips terhadap Kecepatan Lalu Lintas pada Jalan Kolonel H Soetadji Tanjung Selor Kabupaten Bulungam. Dan juga untuk mengetahui berapa kecepatan rata-rata kendaraan yang melintas pada jalan dengan rumble strips dan tanpa rumble strips, serta mengetahui jenis dan fungsi yang ada pada Jalan Kolonel H Soetadji Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Pada akhirnya didapatkan hasil akhir yang membuktikan bahwa besar pengaruh rumble strips dalam mereduksi kecepatan lalu lintas pada ruas Jalan di Kota Tanjung Selor yaitu rumble strips pada Jalan Kolonel H Soetadji lajur kiri mampu mereduksi kecepatan mobil penumpang sebesar 36,95%, sedangkan untuk kecepatan sepeda motor sebesar 40,41%. rumble strips pada Jalan Kolonel H Soetadji lajur kiri mampu mereduksi kecepatan mobil penumpang sebesar 53,04%, sedangkan untuk kecepatan sepeda motor sebesar 55,72% dan rumble strips ini diterapkan di tempat - tempat keramaian seperti sekolah, kantor, pom bensin maupun tempat tempat lainnya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SPBU KM 2 Jelarai Selor mulai beroperasi pada bulan Maret 2021. SPBU KM2 Jelarai Selor, berada pada Ruas Jalan Poros Bulungan Berau, Kecamatan Tanjung Selor. SPBU KM2 Jelarai Selor memiliki lokasi yang dekat dengan rumah warga, pertokoan, bengkel, Gereja, dan beberapa Perumahan Maka tentu kondisi ini membuat pertumbuhan dan perkembangan aktivitas di wilayah tersebut sangat pesat. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu dalam aspek transportasi karena meningkatnya jumlah pergerakan lalu lintas yang terjadi. Berdasarkan latar belakang, Adapun rumusan masalah sebagai berikut, Berapa besar nilai hambatan samping yang mempengaruhi nilai kapasitas jalan dan pengaruh hambatan samping terhadap kecepatan kendaraan. Tujuan Penelitian yaitu, untuk mengetahui seberapa besar nilai kapasitas jalan yang dipengaruhi hambatan samping dan untuk mengetahui kecepatan kendaraan yang dipengaruhi hambatan samping. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode MKJI 1997 untuk jalan Luar Kota. Berdasarkan hasil perhitungan maka didapatkan jumlah volume lalu lintas kendaraan dua arah pada jam tersibuk adalah 506,2 smp/jam. Nilai frekuensi hambatan samping sedang yaitu 218,8 untuk kedua sisi. Didapatkan hasil kecepatan arus bebas sebesar 66,93 km/jam. Nilai kapasitas pada ruas jalan Jelarai Selor, dengan hasil perhitungan yaitu 3182,609 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan kedua sisi yaitu sebesar 0,159. Berdasarkan hasil perhitungan kecepatan rata-rata didapatkan yaitu Arah Berau - Tanjung Selor 28 km/jam dan Arah Tanjung Selor - Berau 26 km/jam. Maka untuk tingkat pelayanan jalan Ahmad Yani, Jelarai Selor yaitu A. Pengemudi dapat memilih kecepatan yang diinginkan tanpa hambatan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jalan Semangka memiliki aktivitas yang cukup tinggi dari pagi hari hingga malam hari. Hal ini dikarenakan Jalan Semangka menghubungkan beberapa ruas Jalan lainnya di Kota Tanjung Selor. Pada Jalan Semangka juga terdapat beberapa fasilitas publik seperti sekolah dan tempat ibadah. Ruas Jalan Semangka juga terdapat pusat-pusat pertokoan, cafe dan rumah makan. Pada saat jam sekolah banyak bermunculan aktivitas pedagang kaki lima yang berjualan dibahu jalan serta parkir kendaraan di jalan baik penghantar atau penjemput anak sekolah. Hal ini dapat menimbulkan arus lalu lintas terganggu dan terjadi kemacetan dibeberapa titik dan akan berpengaruh terhadap kapasitas dan tingkat pelayanan pada ruas Jalan Semangka Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara detail kapasitas jalan dan tingkat pelayanan jalan, maka penulis menggunakan analisa dengan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Metode yang digunakan yaitu dengan mengolah data sekunder (peta dan data penduduk) dan melakukan pengambilan data primer. Pengambilan data primer dilakukan selama 4 hari pada 2 hari kerja yaitu pada hari Senin dan Selasa serta 2 hari libur yaitu pada hari Sabtu dan Minggu di jam - jam sibuk seperti jam 07.00 - 09.00, 12.00 - 14.00, dan 16.00 - 18.00. Dari hasil survei didapatkan data geometrik jalan, data volume lalu lintas, dan data hambatan samping. Hasil dari penelitian ini didapatkan kapasitas pada ruas Jalan Semangka yaitu 1369.64 smp/jam dan kecepatan arus bebas yaitu 31.05 km/jam dengan tingkat pelayanan pada ruas Jalan Semangka yaitu kategori B dengan karakteristik arus stabil dengan volume lalu lintas sedang dan kecepatan mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Di Indonesia jalan raya terus ditingkatkan guna sebagai faktor penunjang suatu perkembangan suatu daerah, keberadaan sistem transportasi yang memadai yang dapat menunjang mobilisasi penduduk Oleh karena itu perencanaan yang terdiri dari prmbuatan gambar rencana , pemilihan alat berat , penentuan jumlah kebutuhan alat berat dan perhitungan rencana anggaran biaya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui kebutuhan volume tanah timbunan pilihan dari sumber galian yang ada dilapangan, Mengetahui kebutuhan pemakaian alat berat yang dibutuhkan untuk pekerjan timbunan pilhan dari sumber galian berdasarkan waktu rencana kerja yang telah di tentukan dan Mengetahui Rencana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan timbunan pilihan pada badan jalan dengan metode yang digunakan adalah dengan menghitung rencana kebutuhan volume tanah timbunan dan pemakaian alat berat yang akan digunakan, menghitung biaya pekerjaan timbunan dan biaya total pemakaian alat berat pada pekerjaan tanah. Selanjutnya data-data yang telah dikumpulkan
akan dihitung dengan menggunakan metodologi bina marga. lokasi penelitian yaitu terletak jalan kenari selimau 1 kelurahan tanjung selor timur, kecamatan tanjung selor kabupaten Bulungan provinsi kalimantan utara . Hasil yang diperoleh yaitu volume yang dibutuhkan untuk item pekerjaan timbunan
pilihan dari sumber galian adalah sebesar 1,707 m 3 dan Alat berat yang digunakan dengan menggunakan metode perhitungan Bina Marga 2018 berupa 1 buah Excavator, 5 buah Dump Truck, 1 Motor Grader ,1 buah Vibratory Roller, 1 Water Tank dengan total waktu rencana pekerjaan selesai dalam 14 hari Serta Rencana anggaran biaya (RAB) yang terdiri dari item pekerjaan mobilisasi dan timbunan pilihan dari sumber galian dengan total rencana anggaran biaya Rp. Rp. 480,135,000.00 (Empat Ratus Delapan Puluh Juta Seratus Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah ) Sudah termasuk PPN 10%. Jadi Kesimpulan yang didapat adalah dalam merencanakan suatu pekerjaan jumlah penggunaan alat berat dan jenis alat berat yang digunakan dari waktu total rencana selesainya suatu pekerjaan sangat berpengaruh kepada besar kecil nya nilai Rencana anggaran biaya (RAB).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelabuhan Kayan II merupakan salah satu gerbang utama untuk masuk di Tanjung Selor. Aktifitas di Pelabuhan Kayan II ini yang terkadang cukup tinggi pasti akan berpengaruh pada pergerakan kendaraan khususnya yang memarkir di parkiran Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor. Dan ini menimbulkan permasalahan khususnya di kondisi parkir dan karakteristik pada parkiran Pelabuhan Kayan II. Tujuan dari penelitian untuk menganalisanya kondisi parkir dan karakteristik petak parkir. Dalam karakteristik parkir digunakan pehitungan yakni akumulasi parkir,durasi parkir,volume parkir,pergantian parkir,dan indeks parkir. Dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder serta dalam pengolahan data menggunakan metode survei inventarisasi parkir dan metode survei kebutuhan parkir. Total luas untuk lahan parkir motor adalah 565,m2 sedangkan untuk lahan parkir mobil total luas lahannya adalah 1.792,56 m2. Dalam penelitian ini berdasarkan analisa untuk akumulasi parkir tertinggi untuk motor adalah 82 kendaraan sedangkan mobil 40 kendaraan, durasi parkir diambil pada saat puncak tertinggi untuk motor pada hari Senin adalah 27 kendaraan dengan rentang waktu dari 121-180 menit sedangkan mobil pada hari Kamis adalah 12 kendaraan dengan rentan waktu dari 301-360 menit, volume parkir motor kendaraan tertinggi sebanyak 111 kendaraan sedangkan volume parkir mobil tertinggi sebanyak 40 kendaraan, turnover parking motor tertinggi adalah 1,121 kend./petak/jam sedangkan untuk mobil 0,625 kend./petak/jam. Dan indeks parkir yang parkir motor yang terbesar adalah 82% dan indeks parkir mobil yang terbesar adalah 40% ini menunjukkan bahwa untuk untuk kapasitas petak parkir motor masih tersedia 18% sedangkan untuk kapasitas petak parkir mobil masih tersedia 60%.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seiring bertambahnya jumlah penduduk Tanjung Selor menyebabkan peningkatan jumlah kendaraan di Tanjung Selor, hal ini ditunjukkan dengan bertambahnya jumlah penduduk Tanjung Selor dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan dari tahun ke tahun. Hal ini juga berdampak dengan volume kendaraan dan kapasitas kendaraan yang ada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, ini merupakan satu-satu nya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bulungan yang ada di Tanjung Selor. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui karakteristik ruang parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor baik kendaraan mobil maupun kendaraan sepeda motor. Adapun metode yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini memakai metode Satuan Ruang Parkir dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (1998) dan analisis karakteristik parkir dari Hobbs 1995. data yang didapat dari survei di lapangan kemudian dimasukkan ke dalam tabel Microsoft Excel dan mengolah data tersebut menggunakan bantuan laptop. Akumulasi parkir tertinggi untuk kendaraan mobil pada hari Rabu adalah 13 kendaraan dan sepeda motor pada hari Kamis adalah 67 kendaraan. Volume parkir mobil pada hari Rabu adalah 14 kendaraan dan volume sepeda motor pada hari Kamis adalah 69 kendaraan. Tingkat turnover mobil pada hari Rabu adalah 1,1 kendaraan/hari/ruang dan sepeda motor adalah 1,5 kendaraan/hari/ruang. Indeks parkir mobil pada hari Rabu adalah 100% dan untuk sepeda motor pada hari Kamis adalah 143%. Kebutuhan Ruang Parkir (KRP) untuk mobil pada hari Rabu adalah 163 m2 jadi kebutuhan ruang parkir masih memenuhi, sedangkan untuk sepeda motor pada hari Kamis adalah 101 m2, jadi kebutuhan ruang parkir melebihi ruang parkir yang tersedia.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jalan Meranti Kabupaten Bulungan merupakan salah satu jalan tersibuk di Kota Tanjung Selor, Lokasi penelitian ini berada di Ruas Jalan Meranti Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Jalan ini memiliki panjang 986 meter dan lebar jalan 9,5 meter yang terhitung dari jembatan Meranti STA 0+00 sampai ke simpangan Jalan Poros Buluh Perindu STA 0+986. Jalan Meranti merupakan salah satu jalan sementara yang dilalui oleh warga Jelarai dan warga sekitaran Bulungan, ketika diberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah karena Jembatan Jelarai saat itu sedang dalam masa perbaikan dibagian oprit sepanjang 60 meter akibat penurunan struktur bawah tanah jembatan, Ketika proses perbaikan disitulah terjadi Rekaysa Lalu Lintas Satu Arah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume lalu lintas Jalan Meranti Kota Bulungan pada saat rekayasa lalu lintas serta menganalisis dan mengetahui tingkat pelayanan Meranti pada hari biasa dan hari libur, kecepatan arus bebas dan menentukan kapasitas dengan bertambahnya volume kendaraan akan mempengaruhi kapasitas jalan Meranti sehingga mengakibatkan buruknya tingkat pelayanan jalan menggunakan Metode MKJI 1997.
Hasil dari penelitian diketahui bahwa arus lalu lintas ruas jalan meranti pada saat dilakukan rekayasa lalu lintas adalah sebesar 479 smp/jam yaitu pada hari minggu jam 07:00-08:00, arus bebas yang terjadi adalah sebesar 34 km/jam dan kapasitasnya sebesar 1,591 smp/jam.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Jalan Durian merupakan salah satu jalan di Kota Tanjung Selor yang menunjang akses infrastruktur pemerintahan, akses menuju area gedung kampus, area sekolahan, area perhotelan dan permukiman warga. Dengan kondisi existing sering terjadinya kemacetan di waktu – waktu tertentu yang disebabkan kondisi lalu lintas yang cukup tinggi dan hambatan samping yang cukup tinggi seperti adanya pedagang kaki lima dan kondisi existing yang tidak mempunyai bahu jalan sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan di beberapa tempat. Maka perlu dilakukan analisis data yang ditinjau dari aspek karakteristik lalu lintas menggunakan metode MKJI 1997. Pada penelitian ini, pengambilan data diperoleh dengan melakukan survei selama 2 hari di jam – jam sibuk selama 6 jam per hari di satu titik pengamatan seperti survei volume lalu lintas,kecepatan lalu lintas,hambatan samping, dan geometri jalan. Selain itu, data pendukung diperoleh dari instansi terkait. Dari hasil penelitian diperoleh volume kendaraan yang tercatat di titik lokasi pengamatan sebanyak 8.280 kendaraan. Survei volume lalu lintas tertinggi terjadi pada hari senin sebanyak 4.773 kendaraan. Volume jam puncak terjadi pada pagi hari pukul 07.00 - 08.00 Wita sebanyak 1.492 kendaraan. Hambatan samping sebesar 170,1 jumlah kejadian per 200 m/jam dan termasuk kategori kelas hambatan samping L (rendah). Untuk analisis kecepatan arus bebas (FV) sebesar 44,64 km/jam dan analisis kapasitas ruas jalan (C) sebesar 6.003 smp/jam. Dari perhitungan diperoleh nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,14 smp/jam dengan kecepatan dan waktu tempuh rata – rata kendaraan sebesar 34,69 km/jam dan kecepatan rata – rata (V) yaitu : HV sebesar 31,25 km/jam, LV sebear 33,33 km/jam serta MC sebesar 38,46 km/jam. Analisis kepadatan didapatkan sebesar 43,01 smp/jam dan tingkat pelayanan jalan (LOS) termasuk kategori tingkat pelayanan B sebesar 0,249 yang artinya arus stabil tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas, pengemudi memiliki kebebasan yang cukup untuk memilih kecepatan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk, jumlah kepemilikan kendaraan pribadi serta sistem angkutan umum lainnya akan menciptakan permasalahan lalu lintas terutama pada persimpangan. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dilakukan penelitian pada simpang tak bersinyal untuk mengetahui kinerja dari simpang tersebut pada kondisi ekisisting, agar nantinya simpang pada ruas Jalan Jelarai Raya, Jalan Gereja, Jalan Bilung Lung Tanjung Selor dapat melayani arus lalu lintas secara optimal, sehingga pengguna jalan yang melintas di persimpangan jalan merasa tetap aman. Penelitian dilakukan pada saat jam puncak pagi, siang dan sore hari kemudian dianalisis dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997). Dari hasil analisis diperoleh kondisi simpang tak bersinyal pada keadaan eksisting, dengan waktu sibuk pada simpang empat lengan Jalan Jelarai Raya, Jalan Gereja, Jalan Bilung Lung Tanjung Selor yaitu pada hari Senin 3 Februari 2020 jam puncak pagi 07.00-08.00 arus total (QTOT)= 1005,40 smp/jam. Hasil perhitungan didapat nilai kapasitas (C) maksimum yang diperoleh sebesar 2438,46 smp/jam tidak melebihi dari kapasitas dasar (CO) = 2900 smp/jam, maka kapasitas simpang masih keadaan baik. Derajat kejenuhan (DS) = 0,41 smp/jam, Jika nilai derajat kejeunhan (DS) 0.75 maka derajat kejenuhan pada persimpangan tersebut masih dalam kinerja baik. Dalam tingkat penilaian perilaku lalu lintas simpang tidak bersinyal nilai tundaan (D) = 8.10 det/smp masih stabil yaitu 15 det/jam. Peluang antrian , Qp % batas bawah = 7,89% dan Qp % batas atas = 19,30% 100% masih dalam kinerja baik. Dari hasil analisis dan perhitungan pada simpang tak bersinyal empat lengan jalan Jelarai Raya, jalan Gereja, jalan Bilung Lung Tanjung Selor kinerja persimpangan masih mampu melayani dengan baik
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan kota Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara ditandai dengan meningkatkan jumlah kendaraan beberapa tahun terakhir. Dengan adanya peningkatan terhadap jumlah kendaraan menyebabkan timbulnya konflikkonflik lalu lintas khususnya pada persimpangan jalan. Belum berfungsinya lampu lintas (traffic light) di persimpangan Jalan Jeruk-Jalan Sengkawit Tanjung Selor mengakibatkan terjadi ketidak teraturan arus lalu lintas pada persimpangan. Manajemen lalu lintas perlu diterapkan khususnya perencanaan pemasangan lampu lalu lintas menggunakan salah satu metode pengaturan lampu lalu lintas yaitu metode Webster demi keselamatan pengendara dan efisiensi waktu bagi pemakai jalan. Penelitian membatasi permasalahan dengan membahas kinerja simpangan Jalan Sengkawit, volume lalu lintas, arus jenuh, waktu siklus optimum, waktu hijau efektif, dan waktu hijau aktual. Perencanaan siklus waktu hijau efektif untuk 3 (tiga) mulut jalan adalah 110 detik dan waktu hijau aktual 98 detik dengan pembagian 3 (tiga) fase simpang yaiu arah Pasar Induk (Selatan) untuk waktu hijau efektif 34 detik dan waktu hijau aktual 33 detik. Rencana waktu hijau efektif arah Tugu Cinta Damai (Barat) yaitu 27 detik dan waktu hijau aktual 26 detik, waktu hijau efektif arah Jalan Jeruk (Utara) yaitu 40 detik dan waktu hijau aktual yaitu 39 detik. Sehingga pengaturan waktu lampu lalu lintas ( traffic Light ) dengan menggunakan metode webster dipersimpangan Jalan Jeruk – Jalan Sengkawit Tanjung Selor layak digunakan.