Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: tundaan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS KINERJA SIMPANG TIGA TIDAK BERSINYAL DI JALAN POROS TANJUNG SELOR – PERBATASAN TANJUNG REDEB – TANAH KUNING KABUPATEN BULUNGAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang pesat di wilayah Kabupaten Bulungan, khususnya pada simpang tiga tidak bersinyal di Jalan Poros Tanjung Selor - Perbatasan Tanjung Redeb - Tanah Kuning, menimbulkan potensi konflik lalu lintas dan perlambatan pergerakan kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tak bersinyal tersebut dengan mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 serta memberikan rekomendasi manajemen rekayasa lalu lintas yang diperlukan. Metode penelitian dilakukan dengan survei langsung di lapangan untuk memperoleh data volume lalu lintas, data geometrik simpang, dan kondisi lingkungan jalan. Hasil analisis menunjukkan Kapasitas simpang 2439 smp/jam tingkat derajat kejenuhan (DJ) 0,38, tundaan lalu lintas 9,31 detik/kendaraan dan peluang antrian berada pada peluang antrian pada ambang peluang batas atas 17,61 % sampai pada ambang batas bawah 6,96 %. berdasarkan tundaan lalu lintas maka Simpang Tiga Tidak Bersinyal di Jalan Poros Tanjung Selor – Perbatasan Tanjung Redeb – Tanah Kuning Kabupaten Bulungan diklasifikasikan pada tingkat pelayanan (Level Of Sevice) B yaitu arus stabil, kecepatan mulai terbatas yang mencerminkan efisiensi operasionalnya. Alternaif Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dan pemasangan rambu – rambu lalu lintas agar mengingatkan pengendara dalam membatasi kecepatan kendaraan. penelitiani ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan teknis bagi instansi terkait dalam meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Kinerja Simpang Empat Tidak Bersinyal (Studi Kasus : Simpang Empat Jl. Kol. Sutadji - Jl. Agathis - Jl. Ulin - Jl. Meranti di Tanjung Selor

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertumbuhan pesat Kota Tanjung Selor sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Utara menyebabkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan setiap tahunnya. Salah satu titik yang rawan mengalami kemacetan adalah simpang empat tak bersinyal di Jalan Kol. Sutadji – Jalan Agathis – Jalan Ulin – Jalan Meranti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tersebut dengan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 melalui parameter derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui survei volume lalu lintas dan geometri simpang selama tiga hari pada jam-jam sibuk. Hasil analisis menunjukkan bahwa simpang termasuk dalam kategori tipe 424 dengan kapasitas dasar 3.400 SMP/jam. Hasil perhitungan menunjukkan nilai derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0.19, tundaan rata-rata sebesar 7,3 detik per kendaraan dan Peluang Antrian 2,47 % – 8,47 % yang mengindikasikan tingkat pelayanan pada kategori B, artinya simpang masih biasa menampung kendaraan namu sudah mulai ada tundaan. Disarankan agar dilakukan rekayasa lalu lintas atau pemasangan alat rambu pendukung untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan di simpang tersebut.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL EMPAT LENGAN (Studi Kasus : Jalan Jelarai Raya, Jalan Gereja, Jalan Bilung Lung Tanjung Selor)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk, jumlah kepemilikan kendaraan pribadi serta sistem angkutan umum lainnya akan menciptakan permasalahan lalu lintas terutama pada persimpangan. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dilakukan penelitian pada simpang tak bersinyal untuk mengetahui kinerja dari simpang tersebut pada kondisi ekisisting, agar nantinya simpang pada ruas Jalan Jelarai Raya, Jalan Gereja, Jalan Bilung Lung Tanjung Selor dapat melayani arus lalu lintas secara optimal, sehingga pengguna jalan yang melintas di persimpangan jalan merasa tetap aman. Penelitian dilakukan pada saat jam puncak pagi, siang dan sore hari kemudian dianalisis dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997). Dari hasil analisis diperoleh kondisi simpang tak bersinyal pada keadaan eksisting, dengan waktu sibuk pada simpang empat lengan Jalan Jelarai Raya, Jalan Gereja, Jalan Bilung Lung Tanjung Selor yaitu pada hari Senin 3 Februari 2020 jam puncak pagi 07.00-08.00 arus total (QTOT)= 1005,40 smp/jam. Hasil perhitungan didapat nilai kapasitas (C) maksimum yang diperoleh sebesar 2438,46 smp/jam tidak melebihi dari kapasitas dasar (CO) = 2900 smp/jam, maka kapasitas simpang masih keadaan baik. Derajat kejenuhan (DS) = 0,41 smp/jam, Jika nilai derajat kejeunhan (DS) 0.75 maka derajat kejenuhan pada persimpangan tersebut masih dalam kinerja baik. Dalam tingkat penilaian perilaku lalu lintas simpang tidak bersinyal nilai tundaan (D) = 8.10 det/smp masih stabil yaitu 15 det/jam. Peluang antrian , Qp % batas bawah = 7,89% dan Qp % batas atas = 19,30% 100% masih dalam kinerja baik. Dari hasil analisis dan perhitungan pada simpang tak bersinyal empat lengan jalan Jelarai Raya, jalan Gereja, jalan Bilung Lung Tanjung Selor kinerja persimpangan masih mampu melayani dengan baik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail