ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi dampak transmigrasi Tanjung Buka SP. 10 pada pembangunan di Kabupaten Bulungan yaitu pelatihan dan pelaksanaan, pendidikan, bimbingan dan pembinaan dalam pelaksanaan tertib administrasi pelayanan pada masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kualitatif. Fokus penelitian yang di lakukan berfokus pada peningkatan kapasitas aparatur UPT dalam menyelenggarakan tertib administrasi pelayanan pada masyarakat di UPT Tanjung Buka SP. 10 Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Informan penelitian berjumlah 50 orang yang terdiri dari Kepala Bidang, aparat Disnakertran Kabupaten Bulungan, masyarakat, serta warga transmigrasi Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data yang dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas aparatur UPT melalui pelatihan, bimtek studi banding dan juga diklat sudah sering dilakukan hanya saja tidak ada perubahan atau pun kemajuan administrasi yang ada di kantor UPT. Selain itu pelayanan yang ada di kantor UPT juga masih perlu melakukan perbaikan-perbaikan lagi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Persimpangan bersinyal mempunyai beberapa permasalahan meliputi volume kendaraan yang melintas, panjang antrian kendaraan, konflik lalu lintas, kapasitas simpang, derajat kejenuhan, efektifitas kerja simpang dan kondisi fisik dari persimpangan tersebut. Maka dari itu perlu adanya sebuah survei untuk mengamati suatu persimpangan apakah persimpangan masih dapat memberikan tingkat pelayanan yang bagus atau kurang. Dari latar belakang yang telah diuraikan maka rumusan masalah nya yaitu Bagaimana Kinerja di Simpang Bersinyal Jalan Jeruk-Kolonel Soetadjie-Skip II. Dan tujuan dari Penetitian ini adalah untuk mengetahui kinerja lalu lintas Simpang Bersinyal Jeruk-Kolonel Soetadjie-Skip II Berdasarkan Parameter seperti Kapasitas, Derajat Kejenuhan dan Tingkat Pelayanan/Level Of Service (LOS). Hasil yang diperoleh Tingkat Pelayanan pada Pendekat Jeruk Periode Pagi Memiliki Derajat kejenuhan 0,34 memiliki tingkat Pelayanan B, pada periode siang memiliki Derajat Kejenuhan 0,42 tingkat pelayanannya B, sedangkan periode sore derajat kejenuhannya 0,37 yatitu B. pada pendekat Skip II periode pagi memiliki Derajat Kejenuhan 0,78 memiliki Tingkat Pelayanan D, pada periode siang memiliki derajat kejenuhan 0,68 dengan nilai C,sedangkan pada periode sore derajat kejenuhannya 0,75 dengan nilai C. Pada pendekat Kolonel Soetadjie periode pagi memiliki Derajat Kejenuhan 0,39 memiliki Tingkat Pelayanan B, pada periode siang memiliki derajat kejenuhannya 0,50 dengan nilai C, sedangkan periode sore hari memiliki derajat kejenuhan 0,63 dengan nilai C.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-Pengelolaan manajemen lalu lintas yang baik menjadi salah satu pertimbangan dalam menjalankan sistem transportasi yang ada
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK UPT Puskemas ini memiliki dua ruang parkir, yaitu Parkir Karyawan dan Parkir Umum.Tempat parkir yang tidak memadai terkhusus pada tempat parker karyawan. Akibatnya, banyak kendaraan motor karyawan yang tidak tertata dengan rapi sesuai dengan ruang parkir yang telah disediakan oleh pihak UPT Puskesmas Tanjung Palas. Rumusan masalah yaitu Berapa kapasitas ruang parkir untuk menampung kendaraan UPT Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan luasannya, Berapa kapasitas ruang parkir kendaraan UPT Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan kondisi Existing dengan menggunakan tipe sudut 90°. Tujuannya adalah Mengetahui kapasitas ruang parkir untuk menampung kendaraan UPT Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan luasannya. Mengetahui kapasitas ruang parkir kendaraan UPT Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan kondisi Existing dengan menggunakan tipe sudut 90°. Penelitian di lakukan di ruang parkir pada UPT Puskesmas Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Kecamatan Tanjung Palas Provinsi Kalimantan Utara Jalan M. Tayib. Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian ini, data yang ingin dikumpulkan diklasifikasikan menjadi 2 (dua) yaitu data primer dan data sekunder. Dimana untuk memperoleh data primer dilakukan dengan survei langsung lokasi penelitian tersebut, sedangkan untuk mendapatkan data sekunder diperoleh dari pihak instansi yang terkait dengan studi penelitian. Dari hasil penelitian pada kapasitas ruang parkir UPT Puskesmas Tanjung palas, dapat disimpulkan bahwa Kapasitas Ruang Parkir UPT Puskesmas Tanjung Palas adalah 78 kendaraan, dengan 70 kendaraan sepeda motor dan 8 kendaraan mobil dengan luasan total 210 m2. Mampu menampung kendaraan mobil karyawan, sepeda motor untuk umum, dan mobil untuk umum. Untuk kapasitas ruang parkir Motor Karyawan dengan luasan 42 m2 tidak dapat menampung 40 kendaraan Motor Karyawan yang parkir karena hanya dapat menampung 28 kendaraan saja. Selain Kapasitas Ruang Parkir juga terdapat perhitungan untuk Akumulasi Parkir Maksimal, Volume Parkir Maksimal, Parking Turn Over, Indeks Parkir, dan Kebutuhan Ruang Parkir. Kapasitas Ruang Parkir UPT Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan kondisi Existing dengan menggunakan tipe sudut 90° adalah 52 kendaraan, dengan 47 kendaraan sepeda motor dan 5 kendaraan mobil.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan ruang parkir hal ini tentunya perlu di evaluasi apakah evektifitas lahan parkir yang telah disediakan mencukupi sehingga penguna kendaraan tidak perlu parkir di luar area parkir karena penataan ruang parkir yang kurang teratur mengakibatkan ruang parkir yang tersedia tidak dapat di manfatkan secara optimal. Untuk itu perlu dilakukan penataan ulang lahan parkir serta meningkatkan kualitas pelayanan sehinga penguna kendaraan motor dan mobil dapat memarkirkan kendaraan dengan tepat. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kapasitas parkir di UPT Puskesmas Tanjug Selor, menganalisis tata letak (layout) ruang parkir di UPT Puskesmas Tanjung Selor. Metode yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini adalah metode satuan ruang parkir dari Direktur jendral Perhubungan Darat (1998) dan Analisis parkir dari hobbs 1995 penelitian di lakukan di UPT Puskesmas Tanjung Selor Jalan Manga III Kapasitas ruang parkir kendaraan di UPT Puskesmas Tanjung Selor adalah 177 kendaraan sepeda motor dan 37 kendaraan mobil dengan luasan untuk sepeda motor 266,28 m2 dan untuk mobil 437,56 m2 mampu menampung kendaraan saat ini. Akumulasi parkir dan volume parkir terjadi pada hari senin dan pola parkiran yang paling efektif adalah pola 90º.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persimpangan tak bersinyal merupakan titik rawan dalam sistem transportasi perkotaan yang sering mengalami masalah kemacetan dan kecelakaan. Studi ini mengkaji kondisi lalu lintas pada Simpang Tiga Hotel Teduran Mas, yang terletak di kawasan dengan aktivitas pendidikan dan perbelanjaan yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis arus lalu lintas menggunakan Metode Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Data volume lalu lintas diambil selama tiga hari yang berbeda: Kamis, Jumat, dan Minggu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa volume lalu lintas paling tinggi terjadi pada hari Kamis (1239,5 smp/jam), diikuti hari Jumat (1198,5 smp/jam), dan menurun signifikan pada hari Minggu (652,5 smp/jam). Volume lalu lintas pada hari Kamis sebesar 1726 smp/jam adalah yang paling rendah di antara ketiga hari yang dianalisis. Faktor-faktor penyesuaian seperti belok kiri, belok kanan, dan arus jalan minor menunjukkan variasi kecil. Namun, nilai derajat kejenuhan (DS) untuk semua hari menunjukkan kondisi lalu lintas yang lancar dengan nilai 0,6, menandakan tidak adanya kemacetan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Parkir di luar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo di Tanjung Selor menggunkan bahu jalan sebagai media parkir, parkiran di luar lebih banyak di gunakan oleh pengunjung maupun pasien inap di bandingkan dengan ruang parkiran di dalam, yang menyebabkan terjadinya keterlambatan pada arus Jalan Cenderawasi pada saaat kendaraan mobil dan kendaraan sepeda motor masuk maupun keluar dari rumah sakit Penggunaan bahu jalan sebagai media parkir memberikan kontribusi sebesar 10% terjadi nya konflik menurut skripsi yang di susun oleh Taufik Noholo dengan judul Pengaruh Parkir Badan Jalan Terhadap Kinerja Ruas Jalan, penggunaan badan jalan sebagai tempat parkir jelas memperkecil kapasitas jalan, Pelaksanaan parkir juga perlu didukung oleh ketertiban diharapkan dengan pelayanan parkir yang dijalankan dengan baik dan aman, dapat memberikan rasa kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor dalam memenuhi pelayanan kesehatan masyarakat umum, terutama pada jam besuk.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas ruang parkir serta merencanakan ruang parkir di RSUD dr.H Soemarno Sosroatmodjo. Adapun metode yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini memakai metode Satuan Ruang Parkir dari Direktorat Jenderal, Perhubungan Darat (1998) dan analisis karakteristik parkir dari Hobbs 1995. data yang didapat dari survei di lapangan kemudian dimasukkan ke dalam tabel Microsoft Excel dan mengolah data tersebut menggunakan bantuan laptop. lokasi penelitian dilakukan di ruang parkir Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H Soemarno Sosroatmodjo di Tanjung Selor Jalan Cenderawasi. Kapasitas parkir di ruang parkir Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor berdasarkan survei dapat disimpulkan bahwa Kapasitas ruang parkir RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo adalah 160 kendaraan sepeda motor dan 50 kendaraan mobil dengan luasan 1195.3m2 dimana mampu menampung kendaraan di luar selain kapasitas dan dengan Perencanaan ruang parkir untuk menangani kemacaetan di jalan dan bahu jalan cenderawasi, area rumah sakit dapat di lakukan dengan cara area parkir di luar dapat di pindahakan di area parkir dalam dengan pola pola parkir kombinasi yang terdiri dari pola parkir dengan sudut 60⁰ sama sisi, pola parkir berpulau dengan sudut 60⁰, dan pola parkir sama sisi 90⁰, pola parkir berpulau dengan sudut 90⁰.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Provinsi Kalimantan Utara berupaya meningkatkan nilai ekonomi yang berdaya saing dengan mengurangi kesenjangan antar wilayahnya yang didukung oleh pengembangan infrastruktur dan peningkatan konektivitas. Guna mendukung hal tersebut khususnya konektivitas pada moda darat, maka perlu adanya fasilitas Terminal Tipe A di ibukota Provinsi Kalimantan Utara. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dimanakah lokasi di Tanjung Selor yang memiliki potensi sebagai lokasi Terminal Tipe A jika ditinjau berdasarkan kinerja lalu lintasnya. Pendekatan penelitian menggunakan metode pendekatan campuran kuantitatif, eksperimen, dan kualitatif, dengan 3 (tiga) alternatif lokasi yang secara berurutan yaitu Kawasan Kota Baru Mandiri, Pool DAMRI, dan jalur AKAP (Kilo dua) yang telah ditentukan berdasarkan pengumpulan data sekunder. Penelitian melibatkan data primer hasil survey pencacahan lalu lintas, survey inventarisasi jalan, dan survey kecepatan titik. Pengambilan sampel menggunakan teknik Krejcie dan Morgan (1970). Teknik analisis data menggunakan pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai tingkat pelayanan jalan pada setiap alternatif lokasi, dimana lokasi ketiga memiliki nilai “B” sedangkan alternatif lokasi kesatu dan kedua memiliki nilai “A”, namun lokasi kedua menunjukkan kinerja lalu lintas yang lebih baik dengan kecepatan kendaraan rerata 67,71 Km/Jam.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jalan Semangka memiliki aktivitas yang cukup tinggi dari pagi hari hingga malam hari. Hal ini dikarenakan Jalan Semangka menghubungkan beberapa ruas Jalan lainnya di Kota Tanjung Selor. Pada Jalan Semangka juga terdapat beberapa fasilitas publik seperti sekolah dan tempat ibadah. Ruas Jalan Semangka juga terdapat pusat-pusat pertokoan, cafe dan rumah makan. Pada saat jam sekolah banyak bermunculan aktivitas pedagang kaki lima yang berjualan dibahu jalan serta parkir kendaraan di jalan baik penghantar atau penjemput anak sekolah. Hal ini dapat menimbulkan arus lalu lintas terganggu dan terjadi kemacetan dibeberapa titik dan akan berpengaruh terhadap kapasitas dan tingkat pelayanan pada ruas Jalan Semangka Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara detail kapasitas jalan dan tingkat pelayanan jalan, maka penulis menggunakan analisa dengan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Metode yang digunakan yaitu dengan mengolah data sekunder (peta dan data penduduk) dan melakukan pengambilan data primer. Pengambilan data primer dilakukan selama 4 hari pada 2 hari kerja yaitu pada hari Senin dan Selasa serta 2 hari libur yaitu pada hari Sabtu dan Minggu di jam - jam sibuk seperti jam 07.00 - 09.00, 12.00 - 14.00, dan 16.00 - 18.00. Dari hasil survei didapatkan data geometrik jalan, data volume lalu lintas, dan data hambatan samping. Hasil dari penelitian ini didapatkan kapasitas pada ruas Jalan Semangka yaitu 1369.64 smp/jam dan kecepatan arus bebas yaitu 31.05 km/jam dengan tingkat pelayanan pada ruas Jalan Semangka yaitu kategori B dengan karakteristik arus stabil dengan volume lalu lintas sedang dan kecepatan mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SPBU KM 2 berada dekat dengan beberapa rumah masyarakat, beberapa toko sembako, bengkel dan juga perumahan, dengan adanya hal itu tentu banyak kendaraan yang ingin singgah atau antri untuk mengisi bahan bakarnya di SPBU tersebut, dengan adanya kendaraan antri membuat hambatan samping yang terjadi pada ruas Jalan Poros Bulungan-Berau tinggi, apakah antrian ini mempengaruhi kinerja ruas jalan tersebut. Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah yaitu bagaimana hambatan samping yang terjadi akibat pengoperasian SPBU KM 2 di ruas Jalan Poros Bulungan-Berau dan bagaimana kinerja lalu lintas yang terjadi pada ruas Jalan Poros Bulungan-Berau akibat pengoperasian SPBU KM 2. Tujuan penelitian yaitu, untuk mengetahui hambatan samping yang terjadi akibat pengoperasian SPBU KM 2 di ruas Jalan Poros Bulungan Berau dan untuk mengetahui kinerja lalu lintas yang terjadi di ruas Jalan Poros Bulungan-Berau. Dalam pengerjaan tugas akhir ini menggunakan metode MKJI 1997. Pengerjaan tugas akhir ini akan berfokus pada penelitian secara langsung di lapangan. Hasil perhitungan volume lalu lintas yang sudah dikalikan dengan nilai emp masing-masing kendaraan, total untuk kedua arah pada jam tersibuk adalah sebesar 551,6 smp/jam. Dari perhitungan pada jam tersibuk yang sudah dikalikan dengan faktor bobot didapat frekuensi hambatan samping tinggi yaitu sebesar 283,2 untuk kedua sisi. Karena tipe jalan pada ruas Jalan Poros Bulungan-Berau adalah dua lajur tak terbagi, maka didapatkan hasil perhitungan kecepatan arus bebas sebesar 62,7 km/jam. Dan hasil perhitungan kapasitas pada ruas Jalan Poros Bulungan Berau adalah sebesar 3.085,182 smp/jam. Berdasarkan perhitungan arus lalu lintas dan kapasitas didapat nilai derajat kejenuhan kedua sisi sebesar 0,179, maka tingkat pelayanan untuk Jalan Poros Bulungan-Berau adalah A.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis pushover atau analisa beban dorong statik merupakan prosedur analisis untuk mengetahui perilaku keruntuhan suatu bangunan terhadap gempa dengan memberikan pola beban statik tertentu dalam arah lateral yang besarnya ditingkatkan secara bertahap (incremental) sampai struktur tersebut mencapai target displacement tertentu atau mencapai pola keruntuhan tertentu. Hasil dari analisis ini berupa kurva kapasitas yang dapat menunjukkan titik kinerja gedung pada saat menerima beban gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja bangunan perencanaan bangunan ruko tahan gempa. Perilaku struktur dievaluasi secara tiga dimensi (3D) berdasarkan analisis beban dorong statik (Pushover Analysis) dengan menggunakan software SAP 2000 Versi 14. Hasil dari analisis pushover menunjukkan bahwa titik kinerja gedung Ruko untuk pembebanan gempa arah-X (portal arah memanjang gedung) adalah 0,025 meter dengan gaya geser dasar yang terjadi 119.591,52 kg, sedangkan untuk pembenanan gempa arah-Y (portal arah pendek gedung) diperoleh titik kinerja gedung yaitu 0,024 meter dengan gaya geser yang terjadi adalah 120.752,45 kg. Dari titik kinerja diperoleh simpangan struktur (structural-drift ratio) yang terjadi akibat pembebanan gempa arah-X dan arah-Y adalah 0,00208% dan 0,0020% maka level kinerja struktur berdasarkan batas simpangan yang disyaratkan oleh FEMA 356 dan ATC-40 termasuk pada level Immediate Occupancy.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jalan Langsat merupakan daerah yang sering digenangi banjir, dimana genangan ini terjadi ketika intensitas hujan tinggi sehingga debit air dari hulu Sungai Kayan lebih banyak dari biasanya, yang menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung debit yang mengalir hal itu disebabkan oleh daya tampung saluran yang menurun dan debit aliran yang meningkat, selain itu dikarenakan saluran drainase mengalami pendangkalan sebab banyaknya sampah dan sedimen yang mengendap di saluran darainase. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas saluran drainase eksisting dalam menampung dan mengalirkan debit air hujan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data yaitu pengumpulan data primer dan sekunder dan analisis data dengan empat metode yaitu metode distribusi Normal, Log Normal, Log Person III dan Gumbel. Perhitungan yang diambil untuk mengetahui intensitas curah hujan rencana yaitu distribusi Log Normal dengan periode ulang 10 tahun sebesar 527.228 mm/jam, untuk perhitungan intensitas curah hujan digunakan rumus Mononnobe sedangkan untuk evaluasi kapasitas saluran mengunakan metode evaluatife dengan membandingkan kapasitas saluran dengan debit rencana. Dari hasil evaluasi kapasitas saluran drainase terdapat 23 saluran yang di tinjau, 15 saluran yang tidak aman dan 8 saluran yang aman, maka Pemilihan penanganan masalah pada lokasi studi yaitu untuk saluran yang dinyatakan aman hanya dilakukan normalisasi saluran dan untuk saluran yang tidak aman atau melimpas dilakukan perencaanaan ulang dimensi saluran.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Parkir merupakan keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara sedangkan berhenti adalah kendaraan tidak bergerak untuk sementara dengan pengemudi tidak meninggalkan kendaraan. kapasitas merupakan jumlah kendaraan maksimal yang dapat dilayani oleh suatu lahan parkir selama waktu pelayanan untuk kapasitas parkir kendaraan mobil di area parkir 9 kendaraaan dan untuk kapasitas kendaraan sepeda motor 53 kendaraan. Karakteristik parkir adalah parameter yang mempengaruhi pemanfaatan lahan parkir, melalui karakteristik parkir dapat diketahui kondisi parkir yang terjadi pada lokasi. Berdasarkan karakteristik parkir dapat diketahu parameter kondisi perparkiran yang terjadi seperti mencakup Akumulasi parkir, durasi parkir, pergantian parkir, volume parkir, indeks parkir dan kapasitas parkir. Dari hasil penelitian dapat diketahui luas lahan parkiran untuk kendaraan motor 86 m2 sedangkan untuk parkiran kendaraan mobil terbagi menjadi dua bagian yaitu luas area parkir di badan jalan 63,75 m2 dan untuk area parkir diluar badan jalan 112,5 m2 .Untuk hasil akumulasi parkir dilakukan tiap 30 menit dan mendapatkan akumulasi yang berbeda setiap penelitian dari tanggal 17 s/d 23 desember 2021, untuk durasi parkir data yang diperoleh dari observasi lapangan yang memiliki puncak tertinggi diparkiran dengan nomor plat KU 5343 AG sepeda motor dengan durasi 44 menit.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proyek Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional Sekatak Buji – Malinau Provinsi Kalimantan Utara membutuhkan komposisi alat berat excavator dan dump truck mempermudah menyelesaikan pekerjaan galian yang diperbaiki atau dikerjakan dalam proyek. Kedua alat tersebut bekerja bersamaan untuk membuang tanah dengan volume sebesar 55.620,85 m3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai produktivitas dan mengetahui kombinasi jumlah alat berat excavator dan dump truck yang efisien dari segi biaya dan waktu. Dari hasil perhitungan didapat nilai produktivitas excavator senilai 90,895 m3/jam dan dump truck senilai 26,616 m3/jam. Kemudian dari nilai produktivitas dapat dilakukan kombinasi alternatif jumlah alat berat. Dari hasil perhitungan alternatif 1, 2, dan 3 analisis kombinasi alat berat galian, pada perhitungan alternatif 3 memiliki nilai produktivitas yang efisien terhadap biaya dan waktu dibandingkan perhitungan alternatif lainnya. Karena pada alternatif 3 memiliki selisih waktu kerja paling cepat dan memiliki biaya lebih murah dibanding dengan alternatif lainnya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jalan Meranti Kabupaten Bulungan merupakan salah satu jalan tersibuk di Kota Tanjung Selor, Lokasi penelitian ini berada di Ruas Jalan Meranti Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Jalan ini memiliki panjang 986 meter dan lebar jalan 9,5 meter yang terhitung dari jembatan Meranti STA 0+00 sampai ke simpangan Jalan Poros Buluh Perindu STA 0+986. Jalan Meranti merupakan salah satu jalan sementara yang dilalui oleh warga Jelarai dan warga sekitaran Bulungan, ketika diberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah karena Jembatan Jelarai saat itu sedang dalam masa perbaikan dibagian oprit sepanjang 60 meter akibat penurunan struktur bawah tanah jembatan, Ketika proses perbaikan disitulah terjadi Rekaysa Lalu Lintas Satu Arah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume lalu lintas Jalan Meranti Kota Bulungan pada saat rekayasa lalu lintas serta menganalisis dan mengetahui tingkat pelayanan Meranti pada hari biasa dan hari libur, kecepatan arus bebas dan menentukan kapasitas dengan bertambahnya volume kendaraan akan mempengaruhi kapasitas jalan Meranti sehingga mengakibatkan buruknya tingkat pelayanan jalan menggunakan Metode MKJI 1997.
Hasil dari penelitian diketahui bahwa arus lalu lintas ruas jalan meranti pada saat dilakukan rekayasa lalu lintas adalah sebesar 479 smp/jam yaitu pada hari minggu jam 07:00-08:00, arus bebas yang terjadi adalah sebesar 34 km/jam dan kapasitasnya sebesar 1,591 smp/jam.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat. sehingga di beberapa ruas jalan Tanjung selor tidak lepas dari permasalahan kemacetan yang sering mengalami kemacetan hampir setiap hari khususnya pada jam-jam tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Kapasitas Ruas Jalan yang terjadi pada Jalan Suprapto Tanjung Selor sehingga dapat di jadikan referensi untuk penelitian selanjutnya, Dalam penelitian ini juga penulis akan mengetahui tingkat pelayanan ruas serta memberikan altenatif penangan berdasarkan Undang-Undang Lalu lintas Bedasarkan hasil dari perhitungan Kapasitas Ruas Jalan Suprapto Tanjung Selor adalah 1187.14 smp/jam, sehingga didapatkan nilai derajat kejenuhan adalah 0.212 dapat dipastikan tingkat pelayanan ruas jalan Suprapto adalah B Pemerintah harus mengkaji kembali masalah penertiban aktivitas pedagang kaki lima yang secara sengaja mengubah fungsi jalan menjadi pasar di sore hari
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jalan Semangka terletak di hilir sungai yang merupakan daerah yang rawan di genangi banjir hal ini diketahui berdasarkan peta garis kontur wilayah tersebut merupakan daratan rendah.Dimana banjir dan genangan sering terjadi karena saluran drainase yang berfungsi untuk menampung aliran air yang masuk ke saluran tidak mampu menampung debit yang mengalir hal itu di sebabkan oleh daya tampung saluran yang menurun dan debit aliran yang meningkat. Hasil evaluasi saluran drainase terdapat 20 saluran yang di tinjau, 18 saluran yang tidak aman dan 2 saluran yang aman, maka Pemilihan penanganan masalah pada lokasi studi yaitu untuk saluran yang dinyatakan aman hanya dilakukan normalisasi saluran dan untuk saluran yang tidak aman atau melimpas dilakukan perencaanaan ulang dimensi yaitu dimana bentuk penampang sebelumnya sebagian besar penampang trapesium, direncanakan menggunkan penampang persegi empat dengan ukuran dimensi tinggi (H) adalah 1,50 m dan lebar bawah (b) adalah 1,20 m
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk, jumlah kepemilikan kendaraan pribadi serta sistem angkutan umum lainnya akan menciptakan permasalahan lalu lintas terutama pada persimpangan. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dilakukan penelitian pada simpang tak bersinyal untuk mengetahui kinerja dari simpang tersebut pada kondisi ekisisting, agar nantinya simpang pada ruas Jalan Jelarai Raya, Jalan Gereja, Jalan Bilung Lung Tanjung Selor dapat melayani arus lalu lintas secara optimal, sehingga pengguna jalan yang melintas di persimpangan jalan merasa tetap aman. Penelitian dilakukan pada saat jam puncak pagi, siang dan sore hari kemudian dianalisis dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997). Dari hasil analisis diperoleh kondisi simpang tak bersinyal pada keadaan eksisting, dengan waktu sibuk pada simpang empat lengan Jalan Jelarai Raya, Jalan Gereja, Jalan Bilung Lung Tanjung Selor yaitu pada hari Senin 3 Februari 2020 jam puncak pagi 07.00-08.00 arus total (QTOT)= 1005,40 smp/jam. Hasil perhitungan didapat nilai kapasitas (C) maksimum yang diperoleh sebesar 2438,46 smp/jam tidak melebihi dari kapasitas dasar (CO) = 2900 smp/jam, maka kapasitas simpang masih keadaan baik. Derajat kejenuhan (DS) = 0,41 smp/jam, Jika nilai derajat kejeunhan (DS) 0.75 maka derajat kejenuhan pada persimpangan tersebut masih dalam kinerja baik. Dalam tingkat penilaian perilaku lalu lintas simpang tidak bersinyal nilai tundaan (D) = 8.10 det/smp masih stabil yaitu 15 det/jam. Peluang antrian , Qp % batas bawah = 7,89% dan Qp % batas atas = 19,30% 100% masih dalam kinerja baik. Dari hasil analisis dan perhitungan pada simpang tak bersinyal empat lengan jalan Jelarai Raya, jalan Gereja, jalan Bilung Lung Tanjung Selor kinerja persimpangan masih mampu melayani dengan baik
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Suatu pondasi harus bisa memenuhi daya dukung yang aman agar dapat memikul beban bangunan diatasnya. Untuk menghasilkan daya dukung yang akurat, maka harus diketahui jenis dan sifat tanah dari penyelidikan lapangan dan laboratorium. Dalam tulisan ini data yang digunakan berupa data pengujian tanah di lapangan menggunakan uji SPT (Standard Penetration Test) dan uji kerucut statis atau CPT (Cone Penetration Test). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan nilai daya dukung pada pondasi tiang pancang dan pondasi bored pile pada konstruksi gedung GADIS Provinsi Kalimantan Utara. Dalam penelitian ini dilakukan analisa terhadap daya dukung pondasi tiang pancang (cetak ditempat) dan pondasi bored pile dengan menggunakan beberapa metode. Untuk perhitungan daya dukung pondasi tiang pancang dengan data Cone Penetration Test (CPT) Menggunakan Metode Schmertmann dan Nottingham (1975) dan metode Bagemann dan dengan data Standart Penetration Test (SPT) menggunakan Metode Meyerhof (1976) dan Luciano Decourt. Sedangkan, untuk Perhitungan daya dukung pondasi bored pile dengan data Cone Penetration Test (CPT) Menggunakan Metode Aoki dan de Alencar dan dengan data Standart Penetration Test (SPT) menggunakan Metode Skempton dan Mayerhoff. Hasil perhitungan daya dukung tiang pancang tunggal dengan menggunakan data Uji Penetrasi Standar (SPT) pada titik boring B.02 dengan rumus Mayerhoff adalah 238,198 ton dan dengan rumus Luciano Decourt adalah 150,167 ton, sedangkan dari data Uji Kerucut Standar (CPT) pada titik sondir S.03 dengan rumus Schmertmann dan Nottingham adalah 178,939 ton dan dengan rumus Bagemann adalah 222,998 ton. Hasil perhitungan daya dukung bored pile dengan menggunakan data Uji Penetrasi Standar (SPT) pada titik boring B.02 dengan rumus Skempton adalah 83,075 ton dan dengan rumus Mayerhoff adalah 110,653 ton, sedangkan dari data Uji Kerucut Standar (CPT) pada titik sondir S.03 dengan rumus Aoki dan De Alencar adalah 121,699 ton. Daya dukung tertinggi pada perhitungan tiang pancang adalah dengan metode Bagemann sebesar 222,998 ton, sedangkan daya dukung tertinggi pada perhitungan bored pile adalah dengan metode Aoki dan De Alencar sebesar 121,699 ton.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada Ruas Jalan Salak, banjir dan genangan sering terjadi, karena sistem drainase yang berfungsi untuk menampung aliran air yang masuk ke saluran tidak mampu untuk menampung debit yang mengalir dan hal ini disebabkan oleh kapasitas sistem yang menurun dan debit aliran yang meningkat. Hasil evaluasi kapasitas saluran debit aliran pada saluran eksisting kemudian di simulasikan menggunakan program HEC-RAS 5.0.5, diperoleh hasil bahwa ditemukan luapan debit pada beberapa STA melebihi ketinggian saluran eksisting yang ada di sisi kiri dan kanan jalan pada Ruas Jalan Salak. Pemilihan penanganan masalah pada lokasi studi yaitu untuk STA yang dinyatakan aman hanya dilakukan normalisasi saluran dan untuk STA yang tidak aman atau melimpas dilakukan perencaanaan ulang dimensi yaitu dimana bentuk penampang sebelumnya sebagian besar penampang trapesium, direncanakan menggunakan penampang persegi empat dengan ukuran dimensi tinggi (H) adalah 1,50 m dan lebar bawah (b) adalah 1,20 m.