Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Debit banjir
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STUDI PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC -RAS ( STUDI KASUS : SUNGAI SELOR STA. 0+000 - 0+400)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kabupaten Bulungan, khususnya wilayah hilir Sungai Selor di Dusun Buluh Perindu, memiliki risiko banjir yang tinggi akibat topografi dataran rendah, kondisi tanah lempung lunak, serta pengaruh pasang surut air laut. Faktor penyebab banjir meliputi curah hujan tinggi, penyempitan penampang sungai akibat sedimentasi, serta infrastruktur pengendali banjir yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir pada Sungai Selor dengan periode ulang 25 tahun (Q25th) serta menentukan metode penanggulangan banjir yang paling efektif untuk wilayah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis hidrolika berbasis komputasi. Pemodelan matematis dilakukan menggunakan perangkat lunak Hydrologic Engineering Center's River Analysis System (HEC-RAS) untuk mensimulasikan aliran sungai secara efisien dan akurat. Analisis difokuskan pada evaluasi kapasitas penampang sungai eksisting terhadap debit rencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampang eksisting Sungai Selor dengan lebar rata-rata 32,77 m, dan kedalaman rata-rata 2,05 m, sebelum dilakukannya normalisasi, terjadi luapan banjir pada STA. 0+050 hingga STA. 0+400 berdasarkan simulasi yang dilakukan menggunakan software HEC – RAS v.6.3.1 dengan debit rencana periode Q25 tahun sebesar 16,146 m3/detik. Dan dengan diterapkannya metode perbaikan berupa normalisasi penampang sungai dengan lebar galian 40 meter, kedalaman 3 meter, serta kemiringan 1:3, maka Sungai Selor sudah dapat berfungsi dengan normal dan baik dalam menampung debit banjir pada kala ulang 25 tahun (Q25th).

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase Eksisting Jalan Langsat Tanjung Selor Kabupaten Bulungan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jalan Langsat merupakan daerah yang sering digenangi banjir, dimana genangan ini terjadi ketika intensitas hujan tinggi sehingga debit air dari hulu Sungai Kayan lebih banyak dari biasanya, yang menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung debit yang mengalir hal itu disebabkan oleh daya tampung saluran yang menurun dan debit aliran yang meningkat, selain itu dikarenakan saluran drainase mengalami pendangkalan sebab banyaknya sampah dan sedimen yang mengendap di saluran darainase. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas saluran drainase eksisting dalam menampung dan mengalirkan debit air hujan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data yaitu pengumpulan data primer dan sekunder dan analisis data dengan empat metode yaitu metode distribusi Normal, Log Normal, Log Person III dan Gumbel. Perhitungan yang diambil untuk mengetahui intensitas curah hujan rencana yaitu distribusi Log Normal dengan periode ulang 10 tahun sebesar 527.228 mm/jam, untuk perhitungan intensitas curah hujan digunakan rumus Mononnobe sedangkan untuk evaluasi kapasitas saluran mengunakan metode evaluatife dengan membandingkan kapasitas saluran dengan debit rencana. Dari hasil evaluasi kapasitas saluran drainase terdapat 23 saluran yang di tinjau, 15 saluran yang tidak aman dan 8 saluran yang aman, maka Pemilihan penanganan masalah pada lokasi studi yaitu untuk saluran yang dinyatakan aman hanya dilakukan normalisasi saluran dan untuk saluran yang tidak aman atau melimpas dilakukan perencaanaan ulang dimensi saluran.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

EVALUASI SALURAN DRAINASE DI JALAN SEMANGKA, TANJUNG SELOR - KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jalan Semangka terletak di hilir sungai yang merupakan daerah yang rawan di genangi banjir hal ini diketahui berdasarkan peta garis kontur wilayah tersebut merupakan daratan rendah.Dimana banjir dan genangan sering terjadi karena saluran drainase yang berfungsi untuk menampung aliran air yang masuk ke saluran tidak mampu menampung debit yang mengalir hal itu di sebabkan oleh daya tampung saluran yang menurun dan debit aliran yang meningkat. Hasil evaluasi saluran drainase terdapat 20 saluran yang di tinjau, 18 saluran yang tidak aman dan 2 saluran yang aman, maka Pemilihan penanganan masalah pada lokasi studi yaitu untuk saluran yang dinyatakan aman hanya dilakukan normalisasi saluran dan untuk saluran yang tidak aman atau melimpas dilakukan perencaanaan ulang dimensi yaitu dimana bentuk penampang sebelumnya sebagian besar penampang trapesium, direncanakan menggunkan penampang persegi empat dengan ukuran dimensi tinggi (H) adalah 1,50 m dan lebar bawah (b) adalah 1,20 m

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail