Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

124 hasil
Subjek: Kinerja
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

KUALITAS KINERJA PEGAWAI DALAM PEMBUATAN KARTU TANDA PENDUDUK DI DESA TANJUNG AGUNG KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan Untuk mengetahui sejauh mana Kualitas Kinerja Pegawai Dalam Pembuatan Kartu Tanda Penduduk di Desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Palas Timur. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu Kepala Desa, Sekdes, Kaur. Umum Desa, Kaur. Pelayanan, Ketua RT, dan BPD. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu kualitas kinerja pegawai dalam pembuatan kartu tanda penduduk di desa Tanjung Agungmencakup (1) Responsiveness Atau Responsivitas, kulitas kinerja aparatur Desa Tanjung Agung dalam memberikan pelayanan pembuatan KTP cukup baik dengan mengedepankan Responsiviness.(2) Responsibility Atau Responsibilitas, kualitas kinerja aparat Desa Tanjung Agung sudah baik dengan pendekatan Responsibilitas, (3) Akuntabilitas atau Accountability, kinerja perangkat Desa Tanjung Agung Agung dalam pelayanan pembuatan KTP sudah baik dengan mengedepankan akuntabilitas yaitu disesuai dengan kehendak masyarakat desa dan dapat dipertaggungjawabkan, (4) Produktivitas kinerja aparat Desa Tanjung Agung dalam memberikan palayanan kepada masyarakat desa sudah cukup bagus, dan (5) Kualitas layanan, kualitas kinerja aparat Desa Tanjung Agung dalam pengurusan KTP dirasakan cukup baik, mengingat Aparat Desa Tanjung Agung memiliki kemampuan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PERANGKAT DESA TERINDAK KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Motivasi kerja terhadap kinerja Perangkat Desa Terindak kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan dari 8 indikator yaitu Kebutuhan fisilogis, kebutuhan rasa Aman, Kebutuhan Sosial, kebutuhan Pengharagaan, kemampuan, motivasi individu, oragnisasi dalam pelaksanaan tertib administrasi pelayanan pada masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kuantitatif. Fokus penelitian yang di lakukan berfokus pada Pengaruh Motivasi kerja Terhadap Kinerja Perangkat Desa Terindak Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan. Metode Kuantitaif Informan, Kuesinoer penelitian berjumlah 30 orang yang terdiri dari kepala desa, aparat desa, Serta masyarakat, Desa Terindak Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data yang dilakukan secara kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengaruh motivasi kerja dan kinerja perangkat Desa Terindak kecamatan Sekatak kabupaten Bulungan Secara umum suda berjalan dengan baik sesuai dengan makanisme dan peraturan

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Kepala Desa Dalam peningkatan kinerja perangkat desa ( Studi pada kantor desa marah Hilir kecamatan tanjung palas barat kabupaten bulungan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan untuk mengtahui peran Kepala Desa Dalam Peningkatan Kinerja Perangkat Desa Mara Hilir Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat peran Kepala Desa Dalam Peningkatan Kinerja Perangkat Desa Mara Hilir Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan.. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu a. Kepala Desa Mara Hilir, Sekertaris Desa Mara Hilir, Staf Desa Mara Hilir Ketua RT Desa Mara Hilir.Masyarakat Desa, dan anggota BPD. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu 1. Peran kepala desa Mara Hilir dalam meningkatkan kinerja perangkat desa Mara Hilir yaitu (1) Sebagai Motivator memberikan motivasi kepada staf desa, menjalin komunikasi, melakukan sosialisasi, rapat, pembinaan, pengawasan, dorongan serta motivasi kepada perangkat Desa. (2) Sebagai fasilitator yaitu menyediakan fasilitas kantor untuk menunjang kinerja dan memfasilitasi perangkat desa mengikuti kegiatan pelatihan. (3) Sebagai Mobilisator yaitu memberikan contoh teladan, mengajak mereka untuk lebih produktif, disiplin, mengarakah dan menggerakan aparat desa mengikuti pelatihan. 2.Faktor pendukung dan penghambat peran kepala desa dalam peningkatan kinerja perangkat desa Mara Hilir yaitu (1) faktor pendukung: (a) Adanya motivasi dari kepala desa untuk meningkatkan kompetensi, (b) Adanya kemampuan dasr yang dimiliki aparat desa dalam pemanfaatan teknologi informasi, (c) Adanya motivasi aparat desa Mara Hilir dalam penigkatan kinerja. (2) faktor penghambat yaitu : (a) Keterbatasan dan desa, (b) Keterbatasan sarana dan prasarana desa yang dimanfaatkan dalam rangka peningkatan kinerja aparat desa, (c) Kegiatan pelatihan yang dirasakan masih kurang.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS KINERJA LALU LINTAS PADA RUAS JALAN SEMANGKATANJUNG SELOR MENGGUNAKAN PEDOMAN KAPASITAS JALAN INDONESIA (PKJI) 2023

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang penelitian ini didasari oleh permasalahan penurunan kinerja lalu lintas pada ruas Jalan Semangka (depan Gang Masjid) Kota Tanjung Selor sepanjang 200 meter, yang dipicu oleh maraknya hambatan samping seperti kendaraan parkir, pejalan kaki, dan aktivitas keluar-masuk kendaraan pada jam sibuk. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik hambatan samping, volume, kecepatan arus bebas, kapasitas, derajat kejenuhan, serta tingkat pelayanan jalan menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Metode penelitian kuantitatif deskriptif dilakukan dengan survei pencahan lalu lintas dan hambatan samping selama tiga hari (Rabu, Jumat, dan Minggu) pada sesi pagi, siang, dan sore. Hasil analisis menunjukkan volume puncak tertinggi terjadi pada hari Rabu pukul 06.45–07.45 WITA sebesar 709,00 smp/jam, dengan frekuensi hambatan samping mencapai 281,8 kejadian/jam (kategori sedang). Kecepatan arus bebas berkisar 32,88–36,58 km/jam dan kapasitas jalan 1.200,15–1.335,00 smp/jam. Derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,59 menempatkan kinerja jalan pada Tingkat Pelayanan C. Kesimpulannya, Jalan Semangka masih mampu menampung arus lalu lintas, namun disarankan adanya penataan ruang parkir dan pembatasan akses hambatan samping guna menjaga kelancaran lalu lintas di masa mendatang.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

peran kepala dinas dalam meningkatkan kinerja pegawai aparatur sipil negara pada dinas kepemudaan olahraga dan pariwisata kabupaten bulungan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Kepala Dinas dalam meningkatkan kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Bulungan serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian ini adalah menganalisis Peran Kepala Dinas dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Kepemudaan,Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Bulungan. Penelitian ini difokuskan pada peran Kepala Dinas dalam mengelola pegawai, memberikan motivasi kerja, mendukung pengembangan kompetensi ASN, mendayagunakan sumber daya yang tersedia, serta mengambil keputusan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi peran Kepala Dinas dalam meningkatkan kinerja ASN, baik yang berasal dari faktor internal organisasi maupun faktor eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Dinas telah menjalankan perannya dengan cukup baik melalui pengelolaan pegawai, pemberian motivasi, dukungan terhadap pengembangan ASN, pendayagunaan sumber daya, dan pengambilan keputusan yang melibatkan pegawai terkait. Peran tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja ASN dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Adapun faktor yang memengaruhi peran Kepala Dinas terdiri dari faktor internal, yaitu kualitas sumber daya manusia, disiplin kerja, motivasi, komunikasi, dan sarana prasarana, serta faktor eksternal berupa kebijakan pemerintah, tuntutan masyarakat, kerja sama dengan instansi lain, perkembangan teknologi, dan keterbatasan anggaran.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DI DESA PEJALIN KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran pemerintah desa dalam meningkatkan kinerja organisasi pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi PKK. Penelitian ini didasarkan pada status PKK sebagai mitra strategis pemerintah desa yang memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat melalui 10 program pokok PKK. Kondisi ini sangat bergantung pada dukungan pemerintah desa dan kinerja yang baik dari PKK itu sendiri. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Landasan teori yang digunakan berfokus pada empat indikator peran menurut Muh Nurdin, dkk (2014), yaitu peran pemerintah desa sebagai regulator, dinamisator, fasilitator, dan katalisator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum peran pemerintah desa sebagai regulator, dinamisator, fasilitator, dan katalisator sudah berjalan cukup baik melalui penerbitan SK kepengurusan kader PKK, memberikan motivasi dan arahan, pemberian bantuan alat untuk kelompok UMKM dan anggaran operasional untuk menunjang program kerja kader PKK serta penyampaian informasi kepada masyarakat melalui pelatihan dan sosialisasi ditingkat desa dan kecamatan. Adapun faktor pendukung kinerja PKK adalah tingginya motivasi kader PKK dan kerja sama yang baik dengan pemerintah desa. Kemudian faktor penghambat yaitu keterlambatan distribusi pencairan anggaran, keterbatasan kemampuan kader PKK, dan kurangnya tingkat partisipasi masyarakat.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

EFEKTIVITAS KINERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN TEPIAN SUNGAI KAYAN JALAN SABANAR LAMA KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEKTIVITAS KINERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN TEPIAN SUNGAI KAYAN JALAN SABANAR LAMA KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN Oleh : Oktaviani Nurhasanah NPM. 202251004 Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kaltara ABSTRAK Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Tanjung Selor, khususnya di kawasan Tepian Sungai Kayan Jalan Sabanar Lama, sering menimbulkan permasalahan seperti terganggunya ketertiban umum, kebersihan lingkungan, dan penggunaan ruang publik yang tidak sesuai aturan. Dalam hal ini, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan berperan dalam menegakkan peraturan daerah melalui penertiban PKL. Namun, efektivitas pelaksanaan penertiban masih menjadi perhatian karena masih banyak PKL yang kembali berjualan setelah dilakukan penertiban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kinerja Satpol PP dalam penertiban PKL serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Satpol PP tergolong cukup baik, namun belum optimal. Penertiban dilakukan dengan pendekatan persuasif melalui pemberian peringatan sebelum tindakan lebih lanjut. Faktor pendukung meliputi adanya sarana prasarana dan koordinasi antar instansi, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran PKL, kebiasaan kembali berjualan, serta belum tersedianya lokasi relokasi yang memadai. Kinerja Satpol PP sudah berjalan cukup baik, namun perlu peningkatan dalam konsistensi penertiban dan penyediaan solusi bagi PKL.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN PEMERINTAH DESA (Studi Desa Long Bang Hulu Kecamatan Peso Hilir Kabupaten Bulungan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kinerja anggota dan organisasi Badan Permusyawaratan Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan di Desa Long bang hulu. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif deskriptif dengan alat analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal utama dalam menganalsis data, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Berdasarkan hasil analisis hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kinerja Anggota Badan Permusyawaratan Desa Long bang hulu kecamatan peso hilir secara keseluruhan tergolong baik dan maksimal yang diukur dengan sejumlah indikator penilaian kinerja yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja/pekerjaan yang dihasilkan, kerjasama, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Sedangkan kinerja organisasi/lembaga Badan Permusyawaratan Desa long bang hulu kecamatan peso hilir secara komprehensif diukur dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya sebagai representasi masyarakat desa yang meliputi fungsi BPD Long bang hulu dalam Menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, fungsi BPD long bang hulu dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, dan tugas BPD Long bang hulu dalam melaksanakan pengawasan. Lebih lanjut diketahui bahwa pelaksanaan fungsi BPD Long bang hulu dalam merumuskan dan/atau Menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa belum berjalan efektif yang dibuktikan dari sebagian besar rancangan Peraturan Desa yang ditetapkan oleh BPD Long bang hulu berasal dari usulan/rancangan Pemerintah Desa. Pelaksanaan fungsi BPD long bang hulu dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa berjalan efektif yang dibuktikan dengan banyaknya keluhan dan/atau aspirasi masyarakat yang ditampung dan ditindaklanjuti oleh BPD long bang hulu. Sedangkan pelaksanaan tugas BPD long bang hulu dibidang pengawasan dilakukan pada pelaksanaan Peraturan Desa.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SMK NEGERI 1 TANJUNG PALAS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah perkembangan seorang tenaga pendidikan atau yang kita kenal dengan sebutan guru. Diera yang juga memiliki teknologi yang semakin canggih bukan hanya dalam bidang pertahanan, perekonomian, dan lain-lain, termasuk juga dalam sistem pendidikan sebagaimana seorang pendidik harus mengikuti perkembangan zaman yang semakin berkembang baik dari pelatihan maupun kompetensi diri. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada setiap guru yang ada di SMK NEGERI 1 TANJUNG PALAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat guru-guru yang telah tersertifikasi pendidik yang memang layak menjadi pendidik dan memiliki kompetensi kemampuan dalam mendidik

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH PERAN PEMERINTAH TERHADAP KINERJA USAHA DENGAN INTERVENING KOMPETENSI SDM (STUDI KASUS USAHA MIKRO DI TIDENG PALE DAN TIDENG PALE TIMUR)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengaruh Peran Pemerintah Terhadap Kinerja Usaha Dengan Intervening Kompetensi SDM (Studi Kasus Pelaku Usaha Mikro Di Tideng Pale Dan Tideng Pale Timur). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Peran Pemerintah terhadap Kinerja Usaha dengan intervening Kompetensi SDM pelaku usaha mikro di Tideng Pale dan Tideng Pale Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 264 pelaku usaha mikro dan sampel yang digunakan berjumlah 160 pelaku usaha mikro di Tideng Pale dan Tideng Pale Timur. Pengumpulan data berupa kuesioner, Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah SPSS dan SEM AMOS. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Peran Pemerintah berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Kinerja Usaha. (2) Peran Pemerintah berpengaruh positif signifikan terhadap Kompetensi SDM. (3) Kompetensi SDM berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Usaha. (4) Peran Pemerintah terhadap Kinerja Usaha melalui Kompetensi SDM berpengaruh positif signifikan.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS KINERJA ORGANISASI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DIDALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA Studi Kasus (Desa Siduung Indah, Kec.Segah, Kab.Berau, Kalimantan Timur)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KINERJA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DIDALAM PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA (Studi Kasus Desa Siduung Indah Kecamatan Segah Kabupaten Berau) Oleh: Hesrontio Charles Mentan Chris NPM. 202151017 Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Kaltara ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya dalam menjalankan tiga fungsi utama sebagaimana diatur dalam Permendagri No. 110 Tahun 2016, yaitu fungsi legislasi, fungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta fungsi pengawasan terhadap kinerja kepala desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis SWOT, yang dilaksanakan di Desa Siduung Indah, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja BPD Desa Siduung Indah masih belum optimal. Dalam fungsi legislasi, BPD telah berpartisipasi dalam musyawarah desa, namun keterlibatan masyarakat masih terbatas dan proses legislasi belum sepenuhnya partisipatif. Pada fungsi aspirasi, belum terdapat mekanisme yang terstruktur untuk menampung suara masyarakat, yang menyebabkan rendahnya efektivitas BPD dalam menjembatani kebutuhan warga. Fungsi pengawasan juga masih bersifat administratif dan belum menyentuh evaluasi substansial terhadap kinerja kepala desa. Secara umum, kelemahan utama BPD terletak pada rendahnya kapasitas sumber daya manusia, budaya politik yang pasif, dan kurangnya sistem kerja internal yang mendukung fungsi representatif dan partisipatif. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas anggota, penguatan sistem aspirasi, transparansi pengawasan, dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi rekomendasi penting untuk meningkatkan kualitas kinerja BPD ke depan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH REGULASI DIRI DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi Kasus Instansi Vertikal Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Utara)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rante Datu Patadungan, Pengaruh Regulasi Diri dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Pegawai Studi kasus Instansi Vertikal Kantor Wilayah Ditjen Jendral Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kalimantan Utara. Dibawah bimbingan Ibu Dewi Qomariah Imelda, M.M.Ak Jenis Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Dengan penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh yaitu seluruh pegawai Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Utara berjumlah 84 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui survey menggunakan kuesioner. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda dengan Uji T. Uji F, dan Uji Koefisien Determinasi melalui program SPSS versi 23. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Regulasi diri pada Instansi vertikal Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Utara dinilai oleh mayoritas pegawai tergolong sangat baik. Secara Parsial Regulasi diri memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Kinerja pegawai, artinya apabila jika kualitas Regulasi Diri pegawai meningkat maka kinerja pegawai Kanwil DJPb Provinsi Kaltara akan meningkat. Kecerdasan Emosional dinilai oleh mayoritas tergolong sangat baik. Secara parsial Kecerdasan Emosional memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Kinerja Pegawai Kanwil DJPb Provinsi Kaltara. Hal ini menunjukkan apabila Kecerdasan Emosional meningkat, maka Kinerja Pegawai Kanwil DJPb juga akan meningkat. Hasil Uji F menunjukkan bahwa Regulasi diri dan Kecerdasan Emosional secara bersama-sama memliki pengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai, dengan nilai Koefisien Determinasi sebesar 38,8%.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DIDINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA Oleh : Surniatim Bakri 202141024 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja dalam meneingkatakn kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara di Tanjung Selor. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 57 Responden. Tekinis yang Digunakan dalam pengumpulan data dengan mengunakan teknis pengumpulan data Primer (Metode angket/koesioner) dan metode data sekunder (tinjauan pusataka). Hasil penelitian (1) Variabel Motivasi Kerja berpengaruh positif tidak singnifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai, dengan nilai P = 0,586 dimana aspek utama indikator dari variabel Motivasi Kerja dilihat dari Aktual. (2) Variabel Disiplin Kerja berpengaruh positif singnifikan terhadap Kinerja Pegawai dengan nilai P = 0,000 dimana aspek utama indikator dari variabel disipin kerja dilihat dari kehadiran. (3) Penelitian ini menghasilkan temuan bahawa Motivasi kerja mempengaruhi variasi data pada variabel Kinerja sebesar 0,027% sisanya sebesar 77,0% dipengaruhi faktor dari luar penelitian ini. Dan variabel disiplin Kerja mempengaruhi variassi data pada variabel Kinerja Pegawai sebesar 16,632% sisanay 3,16% dipengaruhi faktor lain diluar penelitian ini.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Dampak lalu lintas Pelabuhan Menjuaring

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembangunan Pelabuhan Menjuaring di Desa Tengkapak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dilakukan sebagai solusi atas ketidak optimalan Pelabuhan Kayan II, yang mengalami kendala seperti sedimentasi tinggi dan risiko kekandasan kapal. Proyek ini diprediksi akan meningkatkan beban lalu lintas di sekitar wilayah akibat aktivitas pembangunan pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran tarikan dan bangkitan lalu lintas serta mengidentifikasi kinerja lalu lintas di sekitar pelabuhan pada masa pembangunan. Penelitian ini dilakukan hanya pada jalur utama akses menuju lokasi pembangunan dan pada saat kondisi lalu lintas normal dan tidak masuk periode musim libur besar. Mengacu pada Morlok (1978) dan Hobbs (1995), penelitian ini menggunakan metode PKJI 2023 untuk mengevaluasi dampak lalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan pelabuhan menghasilkan tarikan dan bangkitan sebesar 128,35 SMP (Satuan Mobil Penumpang). Selain itu, terjadi penurunan Level of Service (LOS) pada ruas Jalan Cendrawasih dan Jalan Manunggal (Segmen 1 & 2), dari kondisi eksisting LOS A menjadi LOS B selama fase pembangunan. Temuan ini mengindikasikan perlunya manajemen lalu lintas yang lebih baik untuk meminimalkan dampak terhadap jaringan jalan eksisting.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja perangkat desa di desa long buang

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja Perangkat Desa Long Buang Kecamtan Long Peso Kabupaten Bulungan, YUDI OKTAVIANUS Fakultas Ekonomi Universitas Kaltara Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Motivasi Kerja dan disipilin Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Perangkat Desa. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kuantitatif.Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung.Jumlah responden yang diteliti adalah sebanyak 30 responden. Pengumpulan data berupa quisioner, teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah SPSS 23. Diketahui nilai signifikasi variabel Motivasi sebesar 0,413 dan thitung pada table hasil uji t coefficients sebesar 0.832 yang dimana 0.832 2.052. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Motivasi (X1) Tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja perangkat desa long buang. Diketahui nilai signifikasi variabel disiplin sebesar 0,009 yang artinya 0,009 0,05 dan thitung pada table hasil uji t coefficients sebesar 2.797 yang dimana 2.797 > 2.052. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, yang bearti disiplin berpengaruh positif dan tsignifikan terhadap Kinerja perangkat desa long buang. Berdasarkan dari Hasil analisi spss juga dapat disimpulkan bahwa, variabel Motivasi, dan Disiplin pada variabel Kinerja sebesar 46,4%, sedangkan sisanya sebesar 53,6 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Beban kerja dan Kualitas kerja terhadap kinerja pegawai negeri sipil (PNS) di kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kabupaten Bulungan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Renita, Pengaruh Beban Kerja dan Kualitas Kerja terhadap Kinerja Pegawai. Mahasiswi Berkuliah di Universitas Kaltara di bawah Bimbingan Bapak Dedik wiryawan S.T.M.M Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah Beban Kerja dan Kualitas Kerja terhadap Kinerja Pegawai Metode yang digunakan penelitian ini adalah Metode Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kapubaten Bulungan. Jumlah responden yang diteliti adalah 35 responden. pengumpulan data berupa kuesioner, Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah SPSS versi 23. Hasil penelitian ditemukan bahwa secara parsial Bebaan kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai, berdasarkan dengan hasil uji t 0,561 > 0,05 yang berarti Beban Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Kemudian ditemukan Kualitas Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai, berdasarkan dengan hasil uji t 0,000 0,05 yang artinya Kualitas Kerja berpengaruh secara pasrsial terhadap kinerja pegawai. Ketiga ditemukan Beban Kerja dan Kualitas Kerja berpengaruh secara simultan terhadap Kinerja Pegawai, berdasarkan hasil Uji F menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 17,111 dengan signifikan 0,000 0,05 yang berarti Beban Kerja dan Kualitas Kerja berpengaruh secara simultan terhadap Kinerja Pegawai.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Petugas Lapangan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bulungan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai Petugas Lapangan Satpol PP Kabupaten Bulungan. Kinerja petugas lapangan merupakan aspek krusial dalam mencapai efektivitas penegakan peraturan daerah dan ketertiban umum. Oleh karena itu, faktor-faktor yang memengaruhinya perlu dipahami secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada petugas lapangan Satpol PP Kabupaten Bulungan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 216 orang dan sampel penelitian sebanyak 140 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling untuk memastikan representasi yang objektif dari populasi. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa nilai thitung 2,486 > ttabel 1,977 dan nilai sig < 0,05 yang artinya secara parsial terdapat pengaruh antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai. Artinya, gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pimpinan berkontribusi pada peningkatan kinerja anggota. Demikian pula, nilai thitung 7,312 > ttabel 1,977 dan nilai sig < 0,05 yang artinya secara parsial terdapat pengaruh antara motivasi terhadap kinerja pegawai. Semakin tinggi motivasi yang dimiliki oleh petugas, semakin baik pula kinerja yang mereka tunjukkan. Secara simultan, pada tabel anova didapatkan nilai Fhitung 36.023 dengan nilai sig < 0.05 yang artinya gaya kepemimpinan dan motivasi secara bersama-sama memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja petugas Lapangan Satpol PP Kabupaten Bulungan. Penelitian ini merekomendasikan kepada pimpinan Satpol PP Kabupaten Bulungan untuk terus mengembangkan dan menerapkan gaya kepemimpinan yang partisipatif dan transformasional, serta senantiasa memperhatikan dan meningkatkan motivasi kerja petugas melalui pemberian insentif, penghargaan, dan lingkungan kerja yang kondusif. Hal ini diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja petugas lapangan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Lingkungan Kerja dan Semangat Kerja terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bulungan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selvina Yulianti, Pengaruh Lingkungan Kerja dan Semangat Kerja terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bulungan. Mahasiswa Berkuliah di Universitas Kaltara dibawah bimbingan Bapak Dedik Wiryawan, S.T, M.M. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah Lingkungan Kerja dan Semangat Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode Kuantitatif. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini adalah Pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bulungan. Jumlah responden yang diteliti adalah sebanyak 35 responden. Pengumpulan data berupa kuesioner, teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah SPSS versi 23. Hasil penelitian ditemukan bahwa secara parsial Lingkungan Kerja berpengaruh postif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai, berdasarkan dari hasil Uji t nilai signifikan dapat dilihat 0,048 0,05 yang berarti lingkungan kerja berpengaruh secara parsial terhadap kinerja pegawai. Kemudian ditemukan bahwa secara parsial Semangat Kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kinerja Pegawai, berdasarkan dengan hasil Uji t nilai signifikan dapat dilihat 0,209 > 0,05 yang berarti Semangat Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Ketiga ditemukan bahwa Lingkungan Kerja dan Semangat Kerja berpengaruh secara simultan terhadap Kinerja Pegawai, berdasarkan hasil Uji F menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 17.809 dengan signifikan 0,000 0,05, yang berarti Lingkungan Kerja dan Semangat Kerja berpengaruh secara simultan terhadap Kinerja Pegawai.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, PENGEMBANGAN SDM DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA (Studi Kasus Pada Instasi Vertikal Kanwil DJPb Provinsi Kaltara)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), dan Stres Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis regresi linier berganda. Sampel dalam penelitian ini merupakan sampel jenuh yaitu seluruh pegawai yang bekerja pada instansi kanwil DJPb Kaltara dengan jumlah 84 orang. Pengumpulan data dilakukan melelui survey menggunakan kuesioner. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda dengan uji t, uji f, dan uji determinasi melalui program SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh Kepemimpinan Transformasional pada instansi vertikal kanwil DJPb Kaltara dinilai oleh mayoritas pegawai tergolong baik, secara parsial Kepemimpinan Transformasional memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap Kinerja pegawai kanwil DJPb Kaltara artinya apabila kualitas Kepemimpinan Transformasional meningkat maka kualitas Kinerja pegawai kanwil DJPb Kaltara akan meningkat. Pengembangan SDM pada instansi Kanwil DJPb Kaltara dinilai oleh mayoritas pegawai tergolong sangat baik, secara parsial Pengembangan SDM juga memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap Kinerja pegawai instansi vertikal kanwil DJPb Kaltara. Hal ini menunjukan bahwa apabilla Pengembangan SDM meningkat maka Kinerja pegawai kanwil DJPb Kaltara juga akan meningkat. Stres kerja dinilai oleh mayoritas pegawai tergolong cukup, secara parsial Stres kerja memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap Kinerja pegawai kanwil DJPb Kaltara. Hal ini menunjukan bahwa ketika Stres kerja meningkat tidak memengaruhi Kinerja pegawai kanwil DJPb Kaltara. Hasil uji F menunjukan bahwa Kepemimpinan Transformasional, Pengembangan SDM dan Stres Kerja secara simultan memilki pengaruh positif signifikan. Hal ini menunjukan bahwa Kepemimpinan Transformasional, Pengembangan SDM dan Stres Kerja meningkat maka kinerja pegawai kanwil DJPb Kaltara akan meningkat.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail