Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Biro Humas dan Protokol.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN PROTOKOL DALAM MENUNJANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA (STUDI SUB BAGIAN INFORMASI PUBLIKASI DAN DOKUMENTASI)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERAN BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN PROTOKOL DALAM MENUNJANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA (STUDI SUB BAGIAN INFORMASI PUBLIKASI DAN DOKUMENTASI) ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran biro hubungan masyarakat dan protokol dalam menunjang keterbukaan informasi publik di Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara Dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peran biro hubungan masyarakat dan protokol dalam menunjang keterbukaan informasi publik di Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Informan kunci ((key person) dalam penelitian ini adalah pimpinan kantor Biro Humas dan Protokol sedangkan informan pendukung terdiri dari pegawai yang terpilih secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada. Menurut jenis data yang digunakan dan tingkat eksplanasinya, maka penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sedangkan analisis data penelitian menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal utama dalam menganalisis data, yaitu : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulam/verifikasi. Berdasarkan hasil analisis hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa mengetahui peran biro hubungan masyarakat dan protokol dalam menunjang keterbukaan informasi publik cukup efektif. Namun masyarakat publik mengenai adanya keterbukaan informasi publik belum seutuhnya mengacu pada informasi dan manfaatnya. Sebagian masyarakat kurang memahami konteks dari adanya undang – undang KIP, bahkan hanya beberapa orang yang mengetahui adanya undang – undang KIP tersebut. Kemudian mekanisme keterbukaan informasi publik pada kantor Biro Humas dan Protokol menggunakan undang – undang nomor 14 tahun 2008 pasal 9 ayat 2 sebagai indikator dan alat ukur keterbukaan informasi publik yaitu: (1). Informasi yang berkaitan dengan badan publik. (2). Infromasi mengenai kegiatan dan kinerja badan publik terkait. (3). Informasi mengenai laporan keuangan. (4). Informasi lain yang diatur dalam perundang-undangan. Adapun faktor-faktor penghambat dan penunjang yang mempengaruhi Peran Biro Humas dan Protokol dalam keterbukaan informasi publik yaitu : faktor internal yang terdiri dari sumber daya, Sarana prasarana menunjang fungsi penyusunan dan penyebaran infrormasi.anggaran yang memadai, asesibilitas, eksternal dan internal, dukungan pemipin dan faktor eksternal terdiri dari masyarakat, dan peran media.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN PROTOKOL DALAM KEGIATAN DOKUMENTASI PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERAN BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN PROTOKOL DALAM KEGIATAN DOKUMENTASI PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Biro Hubungan Masyarakat Dan Protokol Dalam Kegiatan Dokumentasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Informan kunci ((key person) dalam penalitian ini adalah pimpinan kantor Biro Humas dan Protokol sedangkan informan pendukung terdiri dari pegawai yang terpilih secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada. Menurut jenis data yang digunakan dan tingkat eksplanasinya, maka penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sedangkan analisis data penelitian menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal utama dalam menganalisis data, yaitu : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulam/verifikasi. Berdasarkan hasil analisis hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kinerja pegawai pada kantor Biro Humas dan Protokol secara keseluruhan belum efektif yang disebabkan oleh minimnya kualitas dan kuantitas pegawai kantor Biro Humas dan Protokol . Kemudian mekanisme penilaian kinerja pegawai pada kantor Biro Humas dan Protokol menggunakan teori Richard and M. Streers (1980:192) sebagai indikator efektivitas kerja. Adapun upaya-upaya yang dilakukan pimpinan Biro Humas dan Protokol untuk meningkatkan kualitas kerja pegawai Biro Humas dan Protokol adalah dengan mengikutsertakan para pegawainya dalam program Bimbingan Tekhnis Kehumasan dan Keprotokolan yang diadakan oleh Pemerintah Daerah maupun pusat.Selanjutnya upaya-upaya yang dilakukan pimpinan Biro Humas dan Protokol untuk meningkatkan kinerja pegawainya antara lain yaitu dengan memotivasi serta menjadi mediator untuk para pegawainya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi peran kerja pegawai Biro Humas dan Protokol yaitu : organisasi, lingkungan, pekerja, kebijakan dan praktek manajemen. Kata Kunci : Peran, Kinerja Pegawai, Biro Humas dan Protokol.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN PROTOKOL SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA (STUDI SUB BAGIAN INFORMASI PUBLIKASI DAN DOKUMENTASI).

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN PROTOKOL SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA (STUDI SUB BAGIAN INFORMASI PUBLIKASI DAN DOKUMENTASI) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kerja pegawai pada kantor Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas kerja pegawai pada kantor Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara. Informan kunci ((key person) dalam penalitian ini adalah pimpinan kantor Biro Humas dan Protokol sedangkan informan pendukung terdiri dari pegawai yang terpilih secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada. Menurut jenis data yang digunakan dan tingkat eksplanasinya, maka penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sedangkan analisis data penelitian menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal utama dalam menganalisis data, yaitu : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulam/verifikasi. Berdasarkan hasil analisis hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kinerja pegawai pada kantor Biro Humas dan Protokol secara keseluruhan belum efektif yang disebabkan oleh minimnya kualitas dan kuantitas pegawai kantor Biro Humas dan Protokol . Kemudian mekanisme penilaian kinerja pegawai pada kantor Biro Humas dan Protokol menggunakan teori Richard and M. Streers (1980:192) sebagai indikator efektivitas kerja. Adapun upaya-upaya yang dilakukan pimpinan Biro Humas dan Protokol untuk meningkatkan kualitas kerja pegawai Biro Humas dan Protokol adalah dengan mengikutsertakan para pegawainya dalam program Bimbingan Tekhnis Kehumasan dan Keprotokolan yang diadakan oleh Pemerintah Daerah maupun pusat.Selanjutnya upaya-upaya yang dilakukan pimpinan Biro Humas dan Protokol untuk meningkatkan kinerja pegawainya antara lain yaitu dengan memotivasi serta menjadi mediator untuk para pegawainya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas kerja pegawai Biro Humas dan Protokol yaitu : organisasi, lingkungan, pekerja, kebijakan dan praktek manajemen. Kata Kunci : Efektivitas, Kinerja Pegawai, Biro Humas dan Protokol.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail