ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian ini untuk mengetahui peran kepemimpinan ketua adat dalam menjaga dan melestarikan hutan adat di desa Long Peso Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan. Tujuan akhir dari hutan pengelola adalah kesejahteraan warga dan hutan pelaku, serta hutan lingkungan itu sendiri apabila tujuan pengelolaan untuk mensejahterakan dan menjadikan harmonisasi hubungan dengan alam maka perubahan ini akan mengancam kelestarian hutan apabila tujuan pengelolaan untuk mensejahterakan dan menjadikan harmonisasi hubungannya apabila tidak berjalan dengan baik melalui faktor kehutanan. Metode penelitian yang digunakan pada studi ini adalah metode kualitatif. Data primer, dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari pengamatan (observasi) langsung di lapangan dan atau wawancara dengan informan yang dipilih, Dengan demikian data primer sebagai data yang tidak menggunakan perantara orang lain. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yaitu data yang diperoleh langsung melalui wawancara dan kajian dokumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan obyek penelitian dengan mengintepretasikan berdasarkan kerangka teori yang ada untuk memperoleh suatu kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian peran ketua adat sangat penting dalam hal pengelolaan hutan adat sesuai dengan fungsi masing-masing hutan yaitu menjaga hutan, mempertahankan hak ulayat dan memberi izin membuka lahan baru, ketua adat dalam merencanakan penyadaran mengamankan dan melestarikan hutan adat membuat kesepakatan bersama Lembaga adat secara musyawarah untuk merencanakan hal yang perlu dilakukan agar masyarakat adatnya sadar tentang kelestarian hutan dan ketua adat dalam membuat pesan penyadaran mengamankan dan melestarikan hutan adat ketua adat bisa berperan sebagai penasehat masyarakat adat dalam pidatonya beliau menyelipkan pesan agar masyarakat tetap menjaga kelestarian hutan yang ada di Desa Long Peso.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN MUSEUM SEJARAH KALIMANTAN UTARA PENDEKATAN ARSITEKTUR GOOGIE SEBAGAI EDUKASI DAN TEMPAT WISATA Abstrak Kalimantan Utara merupakan salah satu Provinsi baru yang ditetapkan pada tahun 2012 melalui UU No. 20 tahun 2012. Seiring dengan itu, kota Tanjung Selor menjadi ibukota Provinsi Kalimantan Utara yang rencananya akan menjadi kota baru mandiri. Banyak terdapatnya suku besar yaitu suku Bulungan,suku Tidung dan suku Dayak. Metode penulisan yang dipilih mengunakan tiga sepel yaitu penelitian deskriptif memusatkan perhatian permasalahan sebagaimana adanya saat penelitian dilaksanakan, hasil penelitian yang kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya , Metode pengumpulan data pengumpulan data berdasarkan dengan sumbernya primer dan sekunder dan metode perencanaan merupakan suatu kegiatan yang menghubungkan antara pengetahuan dan tindakan yang distrukturkan dengan baik. Dari isu dan permasalahan diatas makan dapat disimpulkan bahwa kalimantan utara adalah suatu provinsi yang memiiki kebudayaan yang banyak tetapi belum adanya suatu tempat yang dapat mewadahi kekayaan kebudayaan . Tidak adanya edukasi tentang kebudayaan kalimantan utara yang dimana akan mengakibatkan hilangnya jejak sejarah dan cerita yang ada dikalimantan utara. Oleh karena itu ,museum dengan tema Arsitektur Googie ini penting untuk dibangun,karena dari segi fungsi dan manfaatnya sangatlah besar dimana dapat menambah pendapatan daerah di segi pariwisata serta sebagai edukasi agar tidak melupakan sejarah terbentuk nya suatu Provinsi Kalimantan Utara ini serta mengetahui macam-macam suku beserta historynya. Dengan harapan dapat menjadi icon pariwisata dalam memperkenalkan budaya adat di Kalimantan Utara. Kata kunci : perancangan ,arsitektur,museum,arsitektur googie
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Home industri merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja, memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, dan dapat berperan dalam meningkatkan perekenomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Disini para Ibu Rumah Tangga dapat mecari tambahan penghasilan keluarga tanpa menghalangi hak maupun kewajiaban mereka dalam mengurus keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa adanya peran home industri usaha makanan dalam meningkatkan pendapatan Ibu rumah tangga yang ada di Tanjung Selor, dalam mencari tahu penghasilan yang didapatkan setelah adanya home industri usaha makanan dan mengetahui apa saja kendala yang dihadapi home industri dalam menjalankan usahanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif, metode penelitian ini berfokus pada pengumpulan data yang diperoleh berupa hasil dari wawancara berupa kata-kata, gambar atau perilaku yang di tuangkan dalam bentuk pemberian paparan atau penggambaran mengenai situasi, kondisi yang teliti dalam bentuk uraian naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan ekonomi ibu rumah tangga yang bekerja sehingga mereka bisa membantu perekonomian keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun yang lainnya. Penelitian ini berfokus pada peran dan perubahan pendapatan setelah adanya home industri pada Ibu rumah tangga selaku owner (pemilik) home industri.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan salah satu sumber pendapatan desa yang memiliki peranan penting dalam pelaksaan pembangunan desa. Desa Bumi Rahayu mempunyai jumlah penduduk 1.412 orang, yang terdiri dari laki - laki 760 orang, perempuan 652 orang dan 422 KK, yang tebagi dalam 2 (Dua) Rukun Warga dan 7 (Tujuh) wilayah Rukun Tetangga (RT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kepala desa dalam pengelolaan alokasi dana desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yang dilakukan bahwa Adapun tahapan dari pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Bumi Rahayu terdiri dari mekanisme penerimaan Alokasi Dana Desa (ADD), tahap persiapan, tahap pengusulan atau pengajuan kegiatan, tahap penerimaan Alokasi Dana Desa, penggunaan ADD, pertanggungj jawaban dan pelaporan ADD, serta pengawasan ADD. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi Alokasi Dana Desa di Desa Bumi Rahayu yaitu faktor partisipasi masyarakat dan keterbatasan sumber daya manusia yang berkualitas.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan peran program pelatihan dan pendampingan yang dilakukan pemerintah kepada petani kakao di Desa Antutan dengan tujuan meningkatnya pendapatan petani melalui program tersebut. Pelatihan diartikan sebagai upaya yang dilaksanakan dengan sengaja agar memperoleh pengetahuan guna meningkatkan efektivitas dan produktivitas dalam suatuorganisasi. Adapunpengertianpendampinganadalahkerjasamaantaradua pihak (pendamping dan klien) yang didasarkan pada sikap saling percaya. Kemudian pengertian pendapatan adalah jumlah penghasilan yang diterimaoleh penduduk atas prestasi kerjanya selama satu periode tertentu. Adapun yang melatarbelakangi penulis tertarik untuk membuat skripsi ini didasarkan pada hasil pengamatan dan wawancara awal yang penulis lakukan dengan para petani kakao di Desa Antutan. Dimana masih kurangnya modal petani, masih banyaknya gangguan hama, hasil kebun yang belum maksimal, pemasaran yang kurang,kurang pengetahuan pembudidayaan kakao, kurangnya pengetahuan teknologi, kualitas Sumber Daya Manusianya (SDM) yang kurang, kurangnya semangat usaha dan terus berinovasi, akses jalan yang buruk, hingga usaha tani sempat terhenti. Dimana penulis menemukan indikasi belum optimal pendapatan petani kakao dilihat dari kurangnya pengetahuan petani terhadap usaha tani kakao dan modal usaha yang kurang. Pemerintah sangat berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan petani kakao di Desa Antutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dekriptif analisis teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun penentuan objek penulis, menggunakan teknik pengumpulan data secara tringulasi. Selanjutnya untuk menganalisis penulis menggunakan cara reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara pemerintah dengan petani kakao terhadap peningkatan pendapatan petani kakao di Desa Antutan. Dari hasil pengumpulan data menunjukkan adanya citra positif yang terbentuk dari pelatihan dan pendampingan yang diberikan sehingga dapat memberi kemajuan SDM dan juga SDA yang dapat membuat kesejahteraan meningkat dan pendapatan juga ikut meningkat. Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan pada bab pembahasan maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut: 1. Kepada pemerintah agar lebih memperhatikan evaluasi terhadap kebijakan yang telah dilakukan 2. Kepada penelitian lain diharapkan untuk melakukan wawancara yang lebih mendalam, tidak hanya kepada petani kakao di Desa Antutan saja, melainkan juga kepada petani kakao dari desa lain yang juga mendapatkan program pelatihan dan pendampingan pemerintah. Kata Kunci : Peran pelatihan, pendampingan, pemerintah, petani kakao, pendapatan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui peran lembaga adat Desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot suku Dayak Belusu. Mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung lembaga adat desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot suku Dayak Belusu.. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. dengan informan yaitu kepala Lembaga Adat Desa Maritam Kecamatan Sekatak, Ketua Adat Desa Maritam Kecamatan Sekatak, Kepala Desa Maritam Kecamatan Sekatak, dan Masyarakat Desa Maritam Kecamatan Sekatak. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, Observasi, dan dokumentasi/Catatan Lapangan. Teknik analiis data yaitu pengumpulan data, reduksi data (penyederhanaan data), penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian yaitu peran lembaga adat Desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot suku Dayak Belusu mencakup pembinaan kepada generasi muda, memberikan motivasi kepada generasi muda. Selain itu lembaga adat melestarikan budaya dan adat istiadat dengan cara bekerja sama dengan masyarakat dan meningkatkan partisipasi masyarakat Desa dalam kegiatan kesenian tarian Gudot. Selanjutnya lembaga adat melakukan kerjasama dengan pemerintah desa Maritam dalam rangka pelestarian tarian Gudot. Faktor penghambat dan pendukung lembaga adat desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot Suku Dayak Belusu mencakup (a) Faktor penghambat yaitu kurangnya motivasi generasi muda terhadap tarian Gudot, dan pengarunya perkembangan teknologi informasi pada masyarakat desa Maritam. (b) Faktor pendukung yaitu adanya kerjasama lembaga adat desa Maritam dengan pemerintah desa di bidang budaya dan adanya dukungan dari Masyarakat Desa Maritam dalam pelestarian tarian Gudot
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PERANAN PEMERINTAH DESA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DESA SAJAU HILIR KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui peranan pemerintah desa untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Desa Sajau Hilir Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi peranan pemerintah desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Desa Sajau Hilir Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. dengan informan yaitu Kepala Desa Sajau Hilir, Sekertaris Desa Sajau Hilir, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sajau Hilir, Ketua RT Desa Sajau Hilir, Tokoh masyarakat Desa Sajau Hilir, dan Masyarakat Desa Sajau Hilir. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, Observasi, dan dokumentasi/Catatan Lapangan. Teknik analiis data yaitu pengumpulan data, reduksi data (penyederhanaan data), penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian yaitu peran pemerintah Desa dalam hal ini peranan kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Sajau Hilir sebagai motivator yaitu memotivasi warga untuk aktif dalam pelaksanaan pembangunan dan memberikan dorongan kepada masyarakat untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan pembangunan. Peran kepala desa sebagai mobilisator yaitu menggerakkan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan serta memberikan arahan untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan gotong-royong. Sebagai fasilitator berupaya untuk memfasilitasi masyarakat dengan mengadakan pembangunan berupa pembuatan jalan desa, irigasi, jembatan, air bersi, balai pertemuan dan sarana olahraga. Sebagai mediator selalu berusaha membantu dan menyelesaikan setiap permasalahan yang timbul dalam masyarakat, dan memberikan solusi baik, serta kepala Desa menampung aspirasi masyarakat, menjalankan dengan melibatkan masyarakat dalam melaksanakan program pembangunan desa. Faktor pendukung dalam pelaksanaan pembangunan Desa Sajau Hilir yaitu adanya peran pemerintah tingkat kabupaten yang memberikan danah bantuan pembangunan desa, dan adanya kerja sama yang baik antara aparatur desa dengan masyarakat, serta partisipasi masyarakat desa yang turut campur dalam pelaksanaan pembangunan desa. Faktor penghambat dalam yaitu anggaran yang diberikan oleh pemerintah daerah masih terbatas, tingkat pendidikan Aparatur Pemerintah Desa relatif rendah, dan masih ada sebagian masyarakat yang sengaja yang tidak mau terlibat dalam pelaksanaan kegiatan gotong royong.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERAN BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN PROTOKOL DALAM MENUNJANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA (STUDI SUB BAGIAN INFORMASI PUBLIKASI DAN DOKUMENTASI) ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran biro hubungan masyarakat dan protokol dalam menunjang keterbukaan informasi publik di Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara Dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peran biro hubungan masyarakat dan protokol dalam menunjang keterbukaan informasi publik di Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Informan kunci ((key person) dalam penelitian ini adalah pimpinan kantor Biro Humas dan Protokol sedangkan informan pendukung terdiri dari pegawai yang terpilih secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada. Menurut jenis data yang digunakan dan tingkat eksplanasinya, maka penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sedangkan analisis data penelitian menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal utama dalam menganalisis data, yaitu : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulam/verifikasi. Berdasarkan hasil analisis hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa mengetahui peran biro hubungan masyarakat dan protokol dalam menunjang keterbukaan informasi publik cukup efektif. Namun masyarakat publik mengenai adanya keterbukaan informasi publik belum seutuhnya mengacu pada informasi dan manfaatnya. Sebagian masyarakat kurang memahami konteks dari adanya undang – undang KIP, bahkan hanya beberapa orang yang mengetahui adanya undang – undang KIP tersebut. Kemudian mekanisme keterbukaan informasi publik pada kantor Biro Humas dan Protokol menggunakan undang – undang nomor 14 tahun 2008 pasal 9 ayat 2 sebagai indikator dan alat ukur keterbukaan informasi publik yaitu: (1). Informasi yang berkaitan dengan badan publik. (2). Infromasi mengenai kegiatan dan kinerja badan publik terkait. (3). Informasi mengenai laporan keuangan. (4). Informasi lain yang diatur dalam perundang-undangan. Adapun faktor-faktor penghambat dan penunjang yang mempengaruhi Peran Biro Humas dan Protokol dalam keterbukaan informasi publik yaitu : faktor internal yang terdiri dari sumber daya, Sarana prasarana menunjang fungsi penyusunan dan penyebaran infrormasi.anggaran yang memadai, asesibilitas, eksternal dan internal, dukungan pemipin dan faktor eksternal terdiri dari masyarakat, dan peran media.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Peran Pemerintah dalam meningkatkan Kualitas Sarana dan pengaruh nya terhadap Hasil Penjualan para pedagang di pasar Induk Tanjung Selor. Peran Pemerintah dan Kualitas sarana berguna untuk mengetahui apakah penerapan peran pemerintah sudah maksimal atau belum, dan apakah sudah mampu meningkatkan penghasilan pedagang atau tidak. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik yang digunakan untuk mengumpul data dengan menggunakan teknik pengumpulan data primer (Metode angket/kuesioner) dan metode data sekunder (tinjauan pustaka). Hasil penelitian ini (1) Variabel Peran Pemerintah berpengaruh positif tidak signifikan terhadap variabel Kualitas Sarana. Hal ini berarti semakin baik peran pemerintah maka berpengaruh relatif kecil terhadap kualitas sarana pasar Induk Tanjung Selor. (2) Variabel Peran pemerintah berpengaruh positif tidak signifikan terhadap variabel Penghasilan para pedagang. Hal ini berarti semakin baik peran pemerintah maka berpengaruh relatif kecil terhadap penghasilan para pedagang Pasar Induk Tanjung Selor. (3) Variabel Kualitas sarana berpengaruh positif signifikan terhadap Penghasilan Para Pedagang. Hal ini berarti semakin baik Kualitas sarana pasar maka akan semakin meningkat penghasilan pedagang pasar Induk Tanjung Selor. Penelitian ini mengahsilkan temuan bahwa peran pemerintah dan kualitas sarana memepengaruhi variasi data pada variabel peningkatan penghasilan pedagang sebesar 5% sisanya dipengaruhi factor lain diluar penelitian ini.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan informasi merupakan kebutuhan pook setiap orang untuk pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya, sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008 Pasal 13 yang menyebutkan bahwa untuk mewujudkan pelayanan cepat, tepat dan sederhana setiap Badan Publik menunjuk Pejabat Pengelola Informasi da Dokumentasi (PPID), membuat dan mengembangkan system sesuai petunjuk teknis standar layanan informasi publik yang secara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran yang dilaksanakan oleh pejabat pengelola informasi dan dokumentasi dalam memberikan pelayanan informasi publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bulungan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah sumber daya manusia yang terlibat dalam PPID Kabupaten Bulungan serta pemohon informasi yang melakukan pelayanan informasi dan dokumentasi di desk informasi PPID utama. Penelitian ini dilaksanakan pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bulungan, dengan jumlah populasi sebanyak 15 orang. Data ini di ambil dengan analisis data model interaktif menurut Miles & Hubermen.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran Kepala Desa Dalam Meningkatkan Swadaya Masyarakat Desa Di Desa Wonomulyo Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan ABSTRAK Keberhasilan pembangunan desa salah satunya dipengaruhi oleh peran Kepala Desa, dengan demikian maka peran Kepala Desa menjadi penting yang sangat diperlukan dalam proses pembangunan desa guna untuk memperlancar pembangunan serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa. Hal ini menyoroti tentang Peran Kepala Desa terhadap swadaya masyarakat dalam pembangunan desa di Desa Monomulyo Kecamatan Tanjung selor Kabupaten Bulungan. Temuan menunjukan bahwa Kepala Desa sangat berperan dalam memberikan motivasi, fasilitas dan menggerakkan warga disetiap kegiatan-kegiatan pembangunan desa. Dalam perannya temuan juga menunjukan bahwa peran Kepala Desa yang peling sering terlihat yaitu Kepala Desa sebagai fasilitator hal ini terlihat bahwa Kepala Desa sering memfasilitasi setiap kegiatan-kegiatan pembangunan desa di Desa penelitian yaitu di Desa Monomulyo. Faktor pendukung dan penghambat peran Kepala Desa dalam menggalang swadaya masyarakat juga di bahas dalam penelitian ini. Dalam perannya untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur, temuan juga menunjukan Kepala Desa dalam meningkatkan swadaya masyarakat sangat penting dalam mengadakan pendekatan dan menumbuhkan serta mengembangkan swadaya gotong-royong masyarakat untuk dapat merealisasikan pelaksanaan pembangunan yang telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Andi Hijeria Dewi, Peran Pemuda Karang Taruna di Desa Gunung Sari KM 12 Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Dibawah bimbingan Bapak Jimmy Nasroen,S.P.MA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati dan mengetahui Peran dari Karang Taruna di Desa Gunung Sari. Karang Taruna merupakan Organisasi dan wadah Sosial pengembangan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama untuk generasi muda di desa atau wilayah/ kelurahan, Karang Taruna berperan penting dalam satu desa atau wilayah, dan apabila organisasi ini bergerak secara aktif sesuai dengan visi misi yang sudah ditentukan. Fokus studi pada Desa Gunung Sari KM 12, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, adapun pemilihan informan berjumalah 15 orang diantaranya, Ketua Karang Taruna, sekertaris, pengurus karang taruna, aparat desa, dan juga masyarakat. penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan tehnik random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa Karang Taruna juga berperan sangat penting di desa untuk memajukan desa ke arah yang lebih baik lagi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis menunjukkan bahwa Karang Taruna di Desa Gunung Sari Kabupaten Bulungan tidak bergerak secara aktif, Karang Taruna seharusnya dioptimalkan secara penuh oleh pemerintah daerah, dengan pertimbangan usia, dimana usia muda mempunyai semangat tinggi dan sangat berperan penting untuk kemajuan suatu desa.