ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui peran lembaga adat Desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot suku Dayak Belusu. Mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung lembaga adat desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot suku Dayak Belusu.. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. dengan informan yaitu kepala Lembaga Adat Desa Maritam Kecamatan Sekatak, Ketua Adat Desa Maritam Kecamatan Sekatak, Kepala Desa Maritam Kecamatan Sekatak, dan Masyarakat Desa Maritam Kecamatan Sekatak. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, Observasi, dan dokumentasi/Catatan Lapangan. Teknik analiis data yaitu pengumpulan data, reduksi data (penyederhanaan data), penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian yaitu peran lembaga adat Desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot suku Dayak Belusu mencakup pembinaan kepada generasi muda, memberikan motivasi kepada generasi muda. Selain itu lembaga adat melestarikan budaya dan adat istiadat dengan cara bekerja sama dengan masyarakat dan meningkatkan partisipasi masyarakat Desa dalam kegiatan kesenian tarian Gudot. Selanjutnya lembaga adat melakukan kerjasama dengan pemerintah desa Maritam dalam rangka pelestarian tarian Gudot. Faktor penghambat dan pendukung lembaga adat desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot Suku Dayak Belusu mencakup (a) Faktor penghambat yaitu kurangnya motivasi generasi muda terhadap tarian Gudot, dan pengarunya perkembangan teknologi informasi pada masyarakat desa Maritam. (b) Faktor pendukung yaitu adanya kerjasama lembaga adat desa Maritam dengan pemerintah desa di bidang budaya dan adanya dukungan dari Masyarakat Desa Maritam dalam pelestarian tarian Gudot
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UPAYA LEMBAGA ADAT KESULTANAN BULUNGAN DALAM PELESTARIAN BUDAYA PERAHU KEMBAR (BIDUK BEBANDUNG) DI KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan upaya Lembaga Adat Kesultanan Bulungan dalam pelestarian budaya Perahu Kembar (Biduk Bebandung) di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan, dan untuk mengetahui prosesi pelaksanaan budaya Perahu Kembar (Biduk Bebandung) di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu Ketua Adat Bulungan, Wakil Kepala Adat, Anggota Adat, Pegawai Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara, Tokoh masyarakat , dan Karang Taruna. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil peran yaitu upaya Lembaga Adat Kesultanan Bulungan dalam pelestarian budaya Biduk Bebandung di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan yaitu; (1)Menumbukan dan meningkatkan kesadaran budaya bagi generasi muda ataupun generasi penerus. Menumbuhkan kesadaran masyarakat melalui sosialisai. (2) Melibatkan masyarakat untuk menyaksikan kegatan budaya Biduk Bebandung dan mengajak penerus kesultanan untuk aktif terlibat dalam kegiatan budaya Biduk Bebandung. (3)memperlajari dan ikut mensosialisaikan kepada orang lain kebudayaan itu sanggat penting. Prosesi Budaya Perahu Kembar (Biduk Bebandung) di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan yaitu (1) membuat penduduk / perahu kecil, dalam perahu kecil ini terdapat berbagai macam makanan yang diturunkan sebagai syarat ucapan tolak bala dan doa selamat agar prosesi penurunan yang di laksanakan berjalan dengan lancar. (2) Nasi Ketan berbentuk Buaya dengan 4 warna yaitu Kuning, Putih. (3) Menyerahkan sesajian, untuk diberikan kepada mahluk sungai yang kita tidak lihat, dan sesajian itu pun diartikan meberikan makan kepada mahluk alam lain. (4) Baca doa selamat, setelah penurunan perahu ke sungai, masyarakat dan pemangku adat akan baca doa selamat.