Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Biduk Bebandung
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MELESTARIKAN BUDAYA BIDUK BEBANDUNG (Studi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah daerah dalam melestarikan budaya Biduk Bebandung dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten bulungan. Bagaimana peran pemerintah daerah dalam melestarikan budaya Biduk Bebandung dengan kebijakan,strategi dan fasilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pemerintah dalam melestarikan budaya Biduk Bebandung sudah melakukan peran untuk melestarikan budaya Biduk Bebandung dengan menerbitkan peraturan bupati sebagai landasan untuk menyelengarakan acara Biduk Bebandung di dalam perayaan birau, pemerintah juga telah melakukan strategi untuk melestarikan budaya Biduk Bebandung dengan melakukan sosialisasi dan mengajak komunitas-komunitas untuk mempromosikan budaya Biduk Bebandung dan juga peran pemerintah dalam memfasilitaskan acara Biduk Bebandung dengan menyiapkan bahan meterial dan anggaran untuk menbuat Biduk Bebandung. Dengan kebijakan pemerintah dalam melestarikan budaya Biduk Bebandung menerbitkan Peraturan Bupati Bulungan nomor 19 tahun 2023 tentang persetujuan hari jadi pemerintah juga mempromosikan adalah Biduk Bebandung dengan cara mensosialisasikan di setiap kecamatan yang ada di Tanjung Selor dan mengajak komunitas-komunitas yang ada di Tanjung Selor dan pemerintah memfasilitasi bahan untuk pembuatan Biduk Bebandung yang telah di siapkan dan berkerjasama dengan masyarakat.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA LEMBAGA ADAT KESULTANAN BULUNGAN DALAM PELESTARIAN BUDAYA PERAHU KEMBAR (BIDUK BEBANDUNG) DI KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UPAYA LEMBAGA ADAT KESULTANAN BULUNGAN DALAM PELESTARIAN BUDAYA PERAHU KEMBAR (BIDUK BEBANDUNG) DI KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan upaya Lembaga Adat Kesultanan Bulungan dalam pelestarian budaya Perahu Kembar (Biduk Bebandung) di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan, dan untuk mengetahui prosesi pelaksanaan budaya Perahu Kembar (Biduk Bebandung) di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu Ketua Adat Bulungan, Wakil Kepala Adat, Anggota Adat, Pegawai Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara, Tokoh masyarakat , dan Karang Taruna. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil peran yaitu upaya Lembaga Adat Kesultanan Bulungan dalam pelestarian budaya Biduk Bebandung di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan yaitu; (1)Menumbukan dan meningkatkan kesadaran budaya bagi generasi muda ataupun generasi penerus. Menumbuhkan kesadaran masyarakat melalui sosialisai. (2) Melibatkan masyarakat untuk menyaksikan kegatan budaya Biduk Bebandung dan mengajak penerus kesultanan untuk aktif terlibat dalam kegiatan budaya Biduk Bebandung. (3)memperlajari dan ikut mensosialisaikan kepada orang lain kebudayaan itu sanggat penting. Prosesi Budaya Perahu Kembar (Biduk Bebandung) di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan yaitu (1) membuat penduduk / perahu kecil, dalam perahu kecil ini terdapat berbagai macam makanan yang diturunkan sebagai syarat ucapan tolak bala dan doa selamat agar prosesi penurunan yang di laksanakan berjalan dengan lancar. (2) Nasi Ketan berbentuk Buaya dengan 4 warna yaitu Kuning, Putih. (3) Menyerahkan sesajian, untuk diberikan kepada mahluk sungai yang kita tidak lihat, dan sesajian itu pun diartikan meberikan makan kepada mahluk alam lain. (4) Baca doa selamat, setelah penurunan perahu ke sungai, masyarakat dan pemangku adat akan baca doa selamat.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail