ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat pada Kantor Desa Jelarai Selor Keamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kuantitatif. Fokus penelitian yang di lakukan berfokus pada kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat pada Kantor Desa Jelarai Selor Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang melakukan atau menerima pelayanan dari Kantor Desa Jelarai Selor Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan sebanyak 1.650 orang sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner atau angket. Selanjutnya metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rumus P. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat pada masyarakat yang melakukan atau menerima pelayanan dari Kantor Desa Jelarai Selor Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembentukan Daerah Otonomi Baru Kota Tanjung selor terus dipersiapkan oleh pemerintah daerah. Persyaratan secara fisik maupun administrasi terus dipersiapkan. Untuk pemekaran wilayah terus dilakukan, untuk membentuk kota minimal ada empat kecamatan yang terbentuk. Pembentukan DOB kota Tanjung selor muncul berdasarkan aspirasi masyarakat dan dukungan Tokoh masyarakat. Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Tokoh masyarakat kecamatan Tanjung selor terhadap rencana pembentukan daerah otonomi baru kota tanjung selor dan faktor pendukung dan penghambat terhadap rencana pembentukan daerah otonomi baru kota Tanjung selor. Metode yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Deskriptif kualitatif adalah metode menggambarkan, mendeskripsikan, menjelaskan, dan menjawab masalah secara lebih rinci yang akan ditemukan dengan meneliti sebanyak mungkin individu, kelompok atau peristiwa dan data penelitian diperoleh melalui observasi dengan cara mewawancarai para informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi tokoh masyarakat kecamatan tanjung selor terhadap rencana pembentukan daerah otonomi baru kota Tanjung selor yaitu mendukung hal tersebut karena pembentukan daerah otonomi baru meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan infrastruktur dan membuka lapangan pekerjaan. Faktor pendukung pembentukan DOB kota tanjung selor; jumlah penduduk, perintah dari UU, dukungan masyarakat, SDA mendukung serta sarana dan prasarana mendukung. Faktor penghambat; belum memenuhi syarat, permasalahan anggaran, kurangnya sosialisasi, pemerintah lambat dan moratorium.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui upaya Pemerintah Desa Jelarai Selor dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sungai selor dan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sungai selor. Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian Kualitataif. Dengan informan yaitu Staf Pengawas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulungan, Sekretaris Desa Jelarai Selor, Lembaga Kemasyarakatan Desa Jelarai Selor dan Masyarakat Desa Jelarai Selor. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data (penyederhanaan data), penyajian data, dan penarikan kesipulan. Hasil penelitian yaitu 1. Upaya Pemerintah Desa Jelarai Selor dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sungai selor yaitu sudah cukup efektif karena pemerintah telah menyediakan tempat pengelolaan sampah, melakukan sosialisasi, dan menyampaikan larangan dan sanksi membuang sampah sembarangan dilingkugan desa jelarai selor maupun di lingkungan sungai selor. 2. Faktor pendukung dan faktor penghambat yang mempengaruhi kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sungai selor. a) faktor pendukung yaitu menyediakan sarana fasilitas seperti penyediaan TPS 3R dan melakukan pembinaan serta sosialisasi kepada masyarakat. b). faktor penghambat yaitu, ekonomi masyarakat yang rendah, kurangnya kepedulian masyarakat, dan kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh lingkungan masyarakat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi dampak transmigrasi Tanjung Buka SP. 10 pada pembangunan di Kabupaten Bulungan yaitu pelatihan dan pelaksanaan, pendidikan, bimbingan dan pembinaan dalam pelaksanaan tertib administrasi pelayanan pada masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kualitatif. Fokus penelitian yang di lakukan berfokus pada peningkatan kapasitas aparatur UPT dalam menyelenggarakan tertib administrasi pelayanan pada masyarakat di UPT Tanjung Buka SP. 10 Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Informan penelitian berjumlah 50 orang yang terdiri dari Kepala Bidang, aparat Disnakertran Kabupaten Bulungan, masyarakat, serta warga transmigrasi Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data yang dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas aparatur UPT melalui pelatihan, bimtek studi banding dan juga diklat sudah sering dilakukan hanya saja tidak ada perubahan atau pun kemajuan administrasi yang ada di kantor UPT. Selain itu pelayanan yang ada di kantor UPT juga masih perlu melakukan perbaikan-perbaikan lagi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam perencanaan desa mandiri melalui program ketahanan pangan Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Tahun 2020 dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam perencanaan desa mandiri melalui program ketahanan pangan Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. dengan informan yaitu Kepala Desa Bumi Rahayu, BPD Desa Bumi Rahayu, Pemimpin Organisasi Kemasyarakatan, dan masyarakat Desa Bumi Rahayu. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, Observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian yaitu partisipasi masyarakat dalam perencanaan desa mandiri melalui program ketahanan pangan Desa Bumi Rahayu Tahun 2020 dapat dilihat dari aktiviaatas masyarakat mencakup (1) Kecukupan ketersediaan pangan di desa, (2) Stabilitas ketersediaan pangan di Desa Bumi Rahayu tetap stabil mengingat kebutuhan masyarakat selalu terpenuhi, (3) aksesibilitas/keterjangkauan pangan di Desa Bumi Rahayu sangat mudah dijangkau oleh masyarakat desa., (4) Kualitas ketahanan pangan di Desa Bumi Rahayu cukup baik untuk dijual kembali dan dikonsumsi masyarakat desa. Faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam perencanaan desa mandiri melalui program ketahanan pangan Desa Bumi Rahayu Tahun 2020 yaitu (1) faktor pendukung yaitu adanya bantuan pemerintah, adanya dukungan dari masyarakat Desa Bumi Rahayu, kemampuan masyarakat dalam pengelolaan bantuan, dan ketersediaan lahan masyarakat Desa Bumi Rahayu. (2) Faktor penghambat yaitu fasilitas untuk menjual hasil produksi terbatas, harga hasil produksi masih sangat rendah, pemborang atau pengepul di desa belum ada, dan bantuan modal dari pemerintah desa belum merata.. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data yang dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan, bimtek studi banding dan juga diklat sudah sering dilakukan hanya saja tidak ada perubahan atau pun kemajuan administrasi yang ada di kantor desa. Selain itu pelayanan yang ada di kantor desa juga masih perlu melakukan perbaikan-perbaikan lagi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini berfungsi untuk menentukan arah yang tepat bagi peneliti untuk menghindari kesulitan yang mungkin terjadi dalam proses penelitian. Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bulungan (Satlantas Polres Bulungan) merupakan organisasi publik yang memegang hak dalam jasa pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kabupaten Bulungan, yang menjadi fokus dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Pelayanan dalam Pembuatan SIM dan Kepuasan terhadap Loyalitas Masyarakat Studi Kasus pada Kantor Satlantas Polres Bulungan. Adapun beberapa pertanyaan yang dapat diidentifikasikan terkait fokus penelitian tersebut adalah yaitu apakah kualitas pelayanan pembuatan SIM di Satlantas Polres Bulungan sudah berorientasi pada kepuasan masyarakat dengan tidak meninggalkan dimensi kualitas pelayanan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah jenis deskriftif kualitatif, fokus penelitian yang dilakukan berfokus pada Pengaruh Pelayanan dalam Pembuatan SIM dan Kepuasan terhadap Loyalitas Masyarakat informasi yang diperoleh dari observasi, dokumentasi dan wawancara diharapkan dapat memberikan gambaran tentang sejauh mana Pengaruh Pelayanan dalam Pembuatan SIM dan Kepuasan terhadap Loyalitas Masyarakat Studi Kasus pada Kantor Satlantas Polres Bulungan. Hasil penelitian penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa Pengaruh Pelayanan Pembuatan SIM Terhadap Tingkat Kepuasan Masyarakat diketahui bahwa dari semua indikator yang diteliti menunjukkan bahwa pengaruh pelayanan pembuatan SIM terhadap tingkat kepuasan masyarakat di Satlantas Polres Bulungan sejauh ini sangat baik dan sesuai dengan harapan masyarakat yang mengajukan permohonan penerbitan SIM di Satlantas Polres Bulungan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERSEPSI MASYARAKAT DESA TANAH KUNING TERHADAP PEMBANGUNAN KALIMANTAN INDUSTRIAL PARK INDONESIA (KIPI) DI KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian ini untuk mengetahui untuk mengtahui persepsi masyarakat Desa Tanah Kuning terhadap pembangunan KIPI di Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survey. Metode kuantitatif adalah metode penelitian untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antarvariabel yang diukur dengan instrumen-instrumen penelitian sehingga data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur-prosedur statistik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu persepsi masyarakat desa tanah kuning terhadap pembangunan Kalimantan Industrial Park Indonesia (Kipi) di Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan yaitu 1)Persepsi masyarakat desa Tanah Kuning terhadap pembangunan KIPI dari aspek kognitif yaitu 80% mengatakan Sangat Setuju, 15,66 % mengatakan Setuju, 4,33% mengatakan Cukup.2). Persepsi masyarakat desa Tanah Kuning terhadap pembangunan KIPI dari aspek afektif berkaitan dengan rasa senang masyarakat yaitu 29,33% mengatakan Sangat Setuju, 27,33 % mengatakan Setuju, 14,66% mengatakan Cukup, 17% mengatakan tidak setuju, dan 11,66% mengatakan sangat tidak setuju.3.)Persepsi masyarakat desa Tanah Kuning terhadap pembangunan KIPI dari aspek konatif atau dukungan masyarakat yaitu 13% mengatakan Sangat Setuju, 17,33 % mengatakan Setuju, 24% mengatakan Cukup, 24,33% mengatakan tidak setuju, dan 24,66% mengatakan sangat tidak setuju.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Dwi Septiani. 2026. Peran Pemerintah Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan
Kompetensi Anggota PKK di Desa Punan Dulau Sekatak. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu
upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kompetensi anggota PKK melalui pemanfaatan potensi lokal.
Namun, peningkatan kompetensi anggota PKK di Desa Punan Dulau Sekatak belum sepenuhnya optimal
sehingga diperlukan peran pemerintah desa dalam melaksanakan program pemberdayaan yang
berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pemerintah desa dalam pemberdayaan
masyarakat untuk meningkatkan kompetensi anggota PKK di Desa Punan Dulau Sekatak serta
mengidentifikasi faktor yang memengaruhi peningkatan kompetensi anggota PKK. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian berjumlah 7
orang yang terdiri atas Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua PKK, Sekretaris PKK, Bendahara PKK, dan
dua anggota PKK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi,
sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah
melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program berbasis potensi lokal. Pemerintah desa
juga berperan sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan dinamisator dalam pelaksanaan programprogram tersebut. Pemberdayaan yang dilaksanakan menghasilkan peningkatan kompetensi anggota PKK
yang ditunjukkan melalui bertambahnya pengetahuan mengenai pemanfaatan potensi lokal, meningkatnya
keterampilan dalam mengolah produk berbasis sumber daya desa, serta terbentuknya sikap yang lebih aktif,
percaya diri, dan partisipatif dalam mengikuti kegiatan pemberdayaan. Meskipun demikian, masih terdapat
kendala berupa perbedaan tingkat pemahaman anggota, keterbatasan pemasaran produk, belum optimalnya
pendampingan dan pelatihan lanjutan, serta belum berkembangnya hasil pelatihan menjadi usaha produktif
yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemerintah desa telah
menjalankan perannya dengan baik dalam pemberdayaan masyarakat melalui program-program berbasis
potensi lokal sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi anggota PKK pada aspek
pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Namun, efektivitas program pemberdayaan masih perlu ditingkatkan
melalui pendampingan yang berkelanjutan, penguatan pemasaran produk, serta penyelenggaraan pelatihan
yang lebih sesuai dengan kebutuhan anggota PKK agar kompetensi yang dimiliki dapat berkembang
menjadi usaha produktif yang berkelanjutan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui disiplin kerja dan faktor pendukung serta faktor penghambat disiplin kerja perangkat desa di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh dari kepala desa, perangat desa, dan masyarakat desa sesuai dengan fokus penelitian. Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi teknik, sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja perangkat desa di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan dapat dilihat dari tanggung jawab perangkat desa seperti tanggung jawab pelayanan, tanggung jawab administrasi, dan tanggung jawab moral. Penggunaan waktu secara efektif, misalnya tepat waktu melayani masyarakat dan tepat waktu mengerjakan administrasi dengan baik. Selain itu, Ketaatan terhadap peraturan-peraturan di antaranya: 1) Peraturan Perundang-undangan; 2) UU No. 6 Tahun 2014 mengenai tata kelola desa; 3) Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati, Peraturan Desa (Perdes) & Peraturan Kepala Desa (Perkades), serta aturan internal yang disepakati di tingkat desa mengenai tata tertib kantor, dan pembagian piket. Faktor pendukung disiplin kerja perangkat desa di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan, yaitu kepemimpinan yang tegas dan teladan, kesejahteraan yang layak, kepastian penghasilan tetap, sanksi dan penghargaan yang jelas, fasilitas kantor yang memadai, dan pelatihan dan pembinaan berkala. Sedangkan faktor penghambat disiplin kerja perangkat desa di Desa Pejalin, yaitu budaya kekeluargaan, lemahnya pengawasan: sering kali kepala desa atau sekretaris desa, dan tidak adanya sanksi efek jera.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fokus penelitian ini adalah masalah pengelolaan parkir di Pasar Induk Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Permasalahan ini dicirikan oleh fasilitas parkir yang tidak memadai, penempatan kendaraan yang tidak teratur, dan kurangnya petugas yang mengawasi. Kondisi ini menyebabkan kemacetan dan tidak nyaman bagi pengunjung, jadi penting untuk melihat bagaimana masyarakat melihat layanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mempelajari bagaimana masyarakat melihat pengelolaan parkir. Selain itu, penelitian ini berfungsi sebagai referensi bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Studi ini sangat penting karena penataan parkir sebagai bagian dari sistem transportasi dan pelayanan publik sangat penting karena berdampak langsung pada ketertiban dan kenyamanan di pasar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Model Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data. Teori persepsi masyarakat (Liliweri) dengan indikator tanggapan, pendapat, dan penilaian digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat tentang pengelolaan parkir cukup negatif. Dari segi tanggapan, pengelolaan dianggap sudah berjalan tetapi belum optimal. Dari segi pendapat, masyarakat mengeluhkan keterbatasan lahan, tidak adanya rambu dan marka parkir, dan kurangnya petugas. Dari segi penilaian, pengelolaan dianggap belum memenuhi harapan masyarakat, terutama dalam hal fasilitas dan ketertiban. Pembicaraan menunjukkan bahwa ada perbedaan antara keadaan sebenarnya dan harapan masyarakat, yang dipengaruhi oleh kekurangan infrastruktur, kurangnya pengawasan, dan kurangnya kesadaran pengguna. Akibatnya, diperlukan perbaikan dengan menyediakan fasilitas yang memadai, meningkatkan kinerja petugas, dan menata sistem parkir dengan lebih baik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran pemerintah desa dalam meningkatkan kinerja organisasi pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi PKK. Penelitian ini didasarkan pada status PKK sebagai mitra strategis pemerintah desa yang memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat melalui 10 program pokok PKK. Kondisi ini sangat bergantung pada dukungan pemerintah desa dan kinerja yang baik dari PKK itu sendiri.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Landasan teori yang digunakan berfokus pada empat indikator peran menurut Muh Nurdin, dkk (2014), yaitu peran pemerintah desa sebagai regulator, dinamisator, fasilitator, dan katalisator.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum peran pemerintah desa sebagai regulator, dinamisator, fasilitator, dan katalisator sudah berjalan cukup baik melalui penerbitan SK kepengurusan kader PKK, memberikan motivasi dan arahan, pemberian bantuan alat untuk kelompok UMKM dan anggaran operasional untuk menunjang program kerja kader PKK serta penyampaian informasi kepada masyarakat melalui pelatihan dan sosialisasi ditingkat desa dan kecamatan. Adapun faktor pendukung kinerja PKK adalah tingginya motivasi kader PKK dan kerja sama yang baik dengan pemerintah desa. Kemudian faktor penghambat yaitu keterlambatan distribusi pencairan anggaran, keterbatasan kemampuan kader PKK, dan kurangnya tingkat partisipasi masyarakat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengolahan sampah adalah proses untuk mengurangi jumlah dan dampak negatif sampah agar lebih bermanfaat dan ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik di Kelurahan Tanjung Selor Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik dan anorganik di Kelurahan Tanjung Selor Timur belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Sebagian masyarakat telah memiliki pengetahuan dan kesadaran dalam mengelola sampah, seperti melakukan pemilahan, pengomposan, pemanfaatan kembali barang bekas, serta pengurangan penggunaan plastik. Namun, masih terdapat masyarakat yang belum konsisten, seperti tidak melakukan pemilahan dan membuang sampah tanpa pengolahan. Faktor pendukung meliputi peran aktif RT dan RW serta kondisi geografis yang memudahkan pengangkutan sampah. Adapun faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sarana prasarana, dan lingkungan yang belum mendukung pengelolaan sampah secara optimal.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kinerja anggota dan organisasi Badan Permusyawaratan Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan di Desa Long bang hulu. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif deskriptif dengan alat analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal utama dalam menganalsis data, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Berdasarkan hasil analisis hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kinerja Anggota Badan Permusyawaratan Desa Long bang hulu kecamatan peso hilir secara keseluruhan tergolong baik dan maksimal yang diukur dengan sejumlah indikator penilaian kinerja yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja/pekerjaan yang dihasilkan, kerjasama, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Sedangkan kinerja organisasi/lembaga Badan Permusyawaratan Desa long bang hulu kecamatan peso hilir secara komprehensif diukur dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya sebagai representasi masyarakat desa yang meliputi fungsi BPD Long bang hulu dalam Menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, fungsi BPD long bang hulu dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, dan tugas BPD Long bang hulu dalam melaksanakan pengawasan. Lebih lanjut diketahui bahwa pelaksanaan fungsi BPD Long bang hulu dalam merumuskan dan/atau Menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa belum berjalan efektif yang dibuktikan dari sebagian besar rancangan Peraturan Desa yang ditetapkan oleh BPD Long bang hulu berasal dari usulan/rancangan Pemerintah Desa. Pelaksanaan fungsi BPD long bang hulu dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa berjalan efektif yang dibuktikan dengan banyaknya keluhan dan/atau aspirasi masyarakat yang ditampung dan ditindaklanjuti oleh BPD long bang hulu. Sedangkan pelaksanaan tugas BPD long bang hulu dibidang pengawasan dilakukan pada pelaksanaan Peraturan Desa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengelolaan dana desa pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat didesa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Serta untuk mengetahui faktor penghambat Pengelolaan dana desa pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat didesa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, penelitian kualitatif merupakan suatu penelitian dengan mengumpulkan data di lapangan dan menganalisis serta menarik kesimpulan dari data. Dalam penelitian ini data primer merupakan data yang didapatkan langsung dari hasil observasi, dokumentasi, wawancara dengan informan yang telah ditentukan. Adapun metode atau teknik pengumpulan data adalah, observasi,wawancara, dokumentasi, penelusuran online, Kepustakaan. Uji validitas data dilakukan melalui triangulasi. Teknik analisa data yang dipergunakan adalah teknik analisa deskriptif. Kesimpulan pengelolaan dana desa pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat didesa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan bahwa dana yang dikucurkan untuk pembangunan desa yaitu sebesar Rp.2.545.460.759. Terkait pengelolaan dana desa bahwa pelaporan pengelolaan alokasi dana desa pada desa salimbatu dari tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban telah sesuai dengan permendagri nomor 20 tahun 2018 pengganti Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 . Faktor penghambat Pengelolaan dana desa pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat didesa salimbatu kecamatan tanjung palas tengah pemerintahan desa belum professional dalam menjalankan pemerintahannya peraturan yang kurang tersosialisakan dan kurangnya perhatian pemerintah Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata kec. Gunung sari. Pengumpulan data dilakukan melalui metode kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Gunung sari. berada pada level yang cukup tinggi, ditandai dengan keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan pembangunan dan pengelolaan wisata. Faktor-faktor yang mendorong partisipasi meliputi kesadaran akan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya yang diperoleh dari kegiatan wisata. Namun, terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan dukungan dari pemerintah yang masih perlu ditingkatkan. Rekomendasi yang diberikan meliputi peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan peningkatan kerjasama antara masyarakat dengan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KINERJA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DIDALAM PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA (Studi Kasus Desa Siduung Indah Kecamatan Segah Kabupaten Berau) Oleh: Hesrontio Charles Mentan Chris NPM. 202151017 Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Kaltara ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya dalam menjalankan tiga fungsi utama sebagaimana diatur dalam Permendagri No. 110 Tahun 2016, yaitu fungsi legislasi, fungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta fungsi pengawasan terhadap kinerja kepala desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis SWOT, yang dilaksanakan di Desa Siduung Indah, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja BPD Desa Siduung Indah masih belum optimal. Dalam fungsi legislasi, BPD telah berpartisipasi dalam musyawarah desa, namun keterlibatan masyarakat masih terbatas dan proses legislasi belum sepenuhnya partisipatif. Pada fungsi aspirasi, belum terdapat mekanisme yang terstruktur untuk menampung suara masyarakat, yang menyebabkan rendahnya efektivitas BPD dalam menjembatani kebutuhan warga. Fungsi pengawasan juga masih bersifat administratif dan belum menyentuh evaluasi substansial terhadap kinerja kepala desa. Secara umum, kelemahan utama BPD terletak pada rendahnya kapasitas sumber daya manusia, budaya politik yang pasif, dan kurangnya sistem kerja internal yang mendukung fungsi representatif dan partisipatif. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas anggota, penguatan sistem aspirasi, transparansi pengawasan, dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi rekomendasi penting untuk meningkatkan kualitas kinerja BPD ke depan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran dan strategi Pemerintah Desa Long Telenjau dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan berbasis kemasyarakatan. Fokus utama penelitian meliputi empat program strategis: pemberdayaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), pemberdayaan petani kakao, penyuluhan kewirausahaan bagi pengrajin rotan dan aksesoris, serta pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program tersebut telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas, pendapatan, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya manajemen usaha dan kerja kolektif. Gapoktan berfungsi sebagai penggerak ekonomi pedesaan yang mampu menyediakan bibit unggul dan membentuk pola tanam yang efisien. Program kakao mengatasi kendala keterbatasan lahan dan harga pasar yang fluktuatif. Penyuluhan kewirausahaan mulai membangun kesadaran pelaku usaha lokal terhadap pentingnya manajemen keuangan dan mutu produk. Sedangkan BUMDes menjadi sarana integrasi ekonomi desa melalui unit usaha pertanian, industri kreatif, dan simpan pinjam.
Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah hambatan seperti rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, infrastruktur jalan yang rusak, serta kurangnya partisipasi sebagian warga. Namun, dengan dukungan masyarakat yang antusias dan komitmen pemerintah desa, berbagai tantangan tersebut dapat diatasi secara bertahap.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tri Astuti, “Pengaruh Pemberdayaan Masyarakat dan Kualitas SDM Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Lokal”. Dibawah bimbingan Ika Niswatin Budiarti, S.Psi.,M.M
Tujuan penelitiaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pemberdayaan Masyarakat dan Kualitas SDM Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Lokal. Metode yang digunakan penelitiaan ini adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitiaan ini adalah tenaga kerja lokal yang bekerja di KIHI (Kawasan Industri Hijau Indonesia) di Desa Mangkupadi. Jumlah responden yang diteliti adalah sebanyak 60 responden. Pengumpulan data berupa kuesioner fisik, teknik analisis data yang digunakan pada penelitiaan ini adalah SPSS versi 23.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel Pemberdayaan Masyarakat berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Lokal (nilai t hitung = 0,853 < t tabel = 2,002 dan signifikansi 0,397 > 0,05). Sementara itu, variabel Kualitas SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Lokal (nilai t hitung = 2,766 > t tabel = 2,002 dan signifikansi 0,008 < 0,05). Secara simultan, variabel Pemberdayaan Masyarakat dan Kualitas SDM tidak berpengaruh signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Lokal (nilai F hitung = 3,126 < F tabel = 3,16 dan signifikansi 0,051 > 0,05). Nilai koefisien determinasi (R Square) yang diperoleh sebesar 0,080, yang berarti Pemberdayaan Masyarakat dan Kualitas SDM secara bersama-sama hanya dapat menjelaskan 8% dari variasi Penyerapan Tenaga Kerja Lokal, sedangkan sisanya sebesar 92% dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peneliti memfokuskan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran pemerintah desa. Serta apa saja kendala dan upaya pemerintah desa salimbatu dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif, dengan teknik wawancara dengan informan yang telah ditetapkan secara mendalam (Deep Interview). Analisis data menggunakan data primer dan sekunder dengan pendekatan model interaktif triangulasi Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran pemerintah desa dalam pemberdayaan dan perlindungan nelayan belum berkelanjutan dan masih berorientasi proyek. Hal ini terlihat pada pendanaan terhadap pengembangan dan perlindungan terhadap nelayan yang masih minim. Adapun kendala yang dihadapi berupa : Sumber daya manusia, keterbatasan anggaran, ketiadaan regulasi yang mengatur tata laksana secara terperinci, ketidakjelasan pemberian modal usaha. Sedangkan upaya yang telah dilakukan antara lain : Melakukan sosialisasi keselamatan kerja, penggunaan alat tangkap, dan pemanfaatan sumber daya laut, memberikan bantuan modal dan fasilitas seperti sarana dan prasarana, mengembangkan usaha produktif, dan menyediakan informasi tepat guna.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peneliti memfokuskan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran pemerintah desa. Serta apa saja kendala dan upaya pemerintah desa salimbatu dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif, dengan teknik wawancara dengan informan yang telah ditetapkan secara mendalam (Deep Interview). Analisis data menggunakan data primer dan sekunder dengan pendekatan model interaktif triangulasi Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran pemerintah desa dalam pemberdayaan dan perlindungan nelayan belum berkelanjutan dan masih berorientasi proyek. Hal ini terlihat pada pendanaan terhadap pengembangan dan perlindungan terhadap nelayan yang masih minim. Adapun kendala yang dihadapi berupa : Sumber daya manusia, keterbatasan anggaran, ketiadaan regulasi yang mengatur tata laksana secara terperinci, ketidakjelasan pemberian modal usaha. Sedangkan upaya yang telah dilakukan antara lain : Melakukan sosialisasi keselamatan kerja, penggunaan alat tangkap, dan pemanfaatan sumber daya laut, memberikan bantuan modal dan fasilitas seperti sarana dan prasarana, mengembangkan usaha produktif, dan menyediakan informasi tepat guna.