ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fokus penelitian ini adalah masalah pengelolaan parkir di Pasar Induk Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Permasalahan ini dicirikan oleh fasilitas parkir yang tidak memadai, penempatan kendaraan yang tidak teratur, dan kurangnya petugas yang mengawasi. Kondisi ini menyebabkan kemacetan dan tidak nyaman bagi pengunjung, jadi penting untuk melihat bagaimana masyarakat melihat layanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mempelajari bagaimana masyarakat melihat pengelolaan parkir. Selain itu, penelitian ini berfungsi sebagai referensi bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Studi ini sangat penting karena penataan parkir sebagai bagian dari sistem transportasi dan pelayanan publik sangat penting karena berdampak langsung pada ketertiban dan kenyamanan di pasar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Model Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data. Teori persepsi masyarakat (Liliweri) dengan indikator tanggapan, pendapat, dan penilaian digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat tentang pengelolaan parkir cukup negatif. Dari segi tanggapan, pengelolaan dianggap sudah berjalan tetapi belum optimal. Dari segi pendapat, masyarakat mengeluhkan keterbatasan lahan, tidak adanya rambu dan marka parkir, dan kurangnya petugas. Dari segi penilaian, pengelolaan dianggap belum memenuhi harapan masyarakat, terutama dalam hal fasilitas dan ketertiban. Pembicaraan menunjukkan bahwa ada perbedaan antara keadaan sebenarnya dan harapan masyarakat, yang dipengaruhi oleh kekurangan infrastruktur, kurangnya pengawasan, dan kurangnya kesadaran pengguna. Akibatnya, diperlukan perbaikan dengan menyediakan fasilitas yang memadai, meningkatkan kinerja petugas, dan menata sistem parkir dengan lebih baik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Peran UPTD Pasar dalam Pengelolaan Pasar pada Pasar Induk Tanjung Selor, yang berdasarkan 7 indikator tugas pokok UPTD Pasar dalam Peraturan Bupati Bulungan No. 4 Tahun 2018 Tentang Pembentukan Unit pelaksana Teknis Daerah Pasar pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bulungan, Serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan kepustakaan. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan metode, dengan analisis di awali tahap Pengumpulan data, Reduksi data, Penyajian data, Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian UPTD Pasar telah menjalankan peran secara teknis operasional pada seluruh lingkup aspek tugas pokok yang tertuang dalam Peraturan Bupati Bulungan No. 4 Tahun 2018 Tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal, yang mana masih terdapat pelanggaran-pelanggaran operasional yang ditemukan. Serta masalah penaataan yang tak kunjung tuntas pada cakupan pasar induk secara keseluruhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Peran UPTD Pasar sangat dipengaruhi pada partisipasi aktif seluruh stakeholder terkait, bukan hanya kapasitas internal UPTD Pasar. Disarankan adanya penguatan pendekatan partisipatif, peningkatan ketegasan penertiban, serta penetapan lokasi permanen yang sesuai karakteristik pedagang yang telah terbangun sebelumnya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gender dalam pembagian tugas keluarga di masyarakat Desa Sebidai. Peran gender seringkali mempengaruhi bagaimana tugas dan tanggung jawab dalam rumah tangga dibagi antara anggota keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian tugas keluarga di Desa Sebidai masih dipengaruhi oleh norma-norma tradisional yang cenderung membedakan peran berdasarkan gender. Laki-laki umumnya bertanggung jawab atas tugas-tugas di luar rumah, seperti mencari nafkah dan kegiatan komunitas, sementara perempuan lebih banyak mengurus pekerjaan domestik seperti memasak, membersihkan rumah, dan merawat anak. Namun, terdapat indikasi perubahan di beberapa keluarga muda yang mulai membagi tugas lebih setara, dipengaruhi oleh pendidikan dan kesadaran gender. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika peran gender dalam rumah tangga di desa tersebut dan menawarkan rekomendasi untuk mendorong kesetaraan gender dalam pembagian tugas keluarga, yang dapat berkontribusi pada kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi tentang pelestarian tradisi budaya sekaligus mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung implementasi kebijakan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan tentang pelestarian tradisi di Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kualitatif. Fokus penelitian yang di lakukan berfokus pada implementasi tentang pelestarian tradisi budaya Informan penelitian berjumlah 18 orang yang terdiri dari Sekretaris, Kepala Bidang Kebudayaan, Dan Staf bagian kebudayaan di Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Bulungan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data yang dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pelestarian tradisi budaya di kabupaten bulungan sudah berjalan dengan cukup baik dan sudah berpatokan dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 10 tahun 2014 tentang pelestarian tradisi
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara 2023, Analisis Strategi Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional Di Desa Punan Dulau Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan. (Dibimbing oleh Nila Rusyanti, SP.MP) Rusyanti, SP., MP) Desa Punan Dulau memiliki kearifan lokal berupa tanaman obat yang melimpah dan tersebar di hutan Desa Punan Dulau. Masyarakat Desa Punan Dulau memanfaatkan tanaman yang tersedia di hutan Desa sebagai obat tradisional, karena memiliki potensi untuk dikembangkan dan berkhasiat sebagai tanaman obat tradisional. Tanaman obat mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan memiliki prospek yang sangat cerah sebagai komoditas unggulan ekspor maupun impor. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni 2022-Januari 2023, dengan lokasi penelitian di Desa Punan Dulau Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi, pemanfaatan obat yang dikombinasi serta analisis strategi pengembangan potensi tanaman obat tradisional di Desa Punan Dulau. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode snowball sampling dengan jumlah responden sebanyak 10 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi pada tanaman obat tradisional didapatkan dari adanya kombinasi tanaman obat yang dilakukan oleh masyarakat Desa Punan Dulau. Dari hasil penelitian yang dilakukan terdapat 5 jenis tanaman obat yang dikombinasi oleh masyarakat Desa Punan Dulau, antara lain ketimang dan kujau bowai, puli nesom dan puli mayo, ketimang dan puli nesom, puli mayo dan lempesu, puli nesom dan afoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi terbaik yang dapat digunakan untuk pengembangan potensi tanaman obat tradisional adalah strategi SO (Strength-Opportunity) dengan total skor tertinggi yaitu 4,58. Strategi yang dapat digunakan yaitu dengan memaksimalkan kekuatan serta memanfaatkan peluang berupa tanaman obat yang dapat dijadikan suatu objek wisata dan pembelajaran serta mengoptimalkan kinerja generasi muda.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tradisi barzanji masyarakat suku bugis Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan deskriptif kualitatif dengan alat analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari empat hal utama dalam menganalisis data, yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil analisis penelitian yang dilakukan diketahui bahwa Barzanji sudah menjadi kebiasaan yang menjadi tradisi bagi masyarakat bugis yang dilakukan pada setiap acara yang digelar, masyarakat menganggap barzanji memiliki peran penting dalam kehidupan mereka dan memiliki banyak manfaat bagi para pelaksananya baik secara meteril,vital dan rohani serta barzanji juga sebagai tempat untuk mencurahkan rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad Saw. Sampai saat ini barzanji masih menjadi perdebatan tentang hukum pelaksanaannya sehingga muncul pendapat yang menyatakan bahwa barzanji adalah perbuatan yang bid’ah, namun hal itu tidak menjadi permasalahan bagi masyarakat yang melaksanakannya Pelaksanaan barzanji pada dasarnya ialah bentuk dari pengekspresian rasa cinta, hormat dan wujud dari kepedulian masyarakat kepada NabiNya yang dilakukan melalui kegiatan barzanji dengan tujuan agar mendapat ridho dan hikmah dari Allah Swt.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui “Tradisi Adat Senguyun di Desa Long Peso Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu suatu tipe penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran atau lukisan situasi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai objek yang diteliti di mana hasil deskriptif dilanjutkan dengan penjelasan secara rinci dan mendetail. Secara umum fokus utama penelitian ini adalah mengetahui Tradisi Adat Senguyun di Desa Long Peso Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan. teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data mencakup pengumpulan data, reduksi data Penyajian Data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian tradisi adat senguyun di Desa Long Peso adalah tradisi turun-temurun dari nenek moyang berupa saling gotong royong dalam suatu pekerjaan. Senguyun tersebut biasanya dilaksanakan pada saat pembuatan ladang berpindah. Tradisi adat senguyun di Desa Long Peso dalam pembuatan ladang berpindah mencakup: (1) Persiapan adat senguyun saat menanam padi dan panen padi yaitu mempersiapkan beni padi, mempersiapkan tugal, mempersiapkan bakul kecil (katedien), topi(saung), pelindung belakang (ta’a), konsumsi, berupa lemeng, air limus, dan makan siang, ilang asao (alat pemootong padi), ingen (bakul), ingen atet (bakul besar) dan tayeng (tikar dari rotan). (2) Pelaksanaan Adat Senguyun yaitu pembentukan kelompok dengan jumlah 7 sampai 25 orang dan proses pelaksanaan senguyun secara bergiliran, namun acak tergantung dari kesiapan masing-masing anggota kelompok. (3) Penutupan kegiatan adat senguyun akan berakhir apabila senguyun disetiap anggota sudah mendapatkan giliran. Jika masih ada lahan yang belum ditanam, kelompok senguyun tersebut akan kembali senguyun hingga lahan sudah ditanami padi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh Lembaga Pelestarian Tradisi Tionghoa dalam melestarikan dan mempertahankan Tradisi Tahun Baru Imlek di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah pengurus Lembaga Pelestarian Tradisi Tionghoa di Tanjung Selor, tokoh masyarakat etnis Tionghoa dan masyarakat Tionghoa di Tanjung Selor. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/verifikasi data. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu upaya-upaya yang dilakukan oleh Lembaga Pelestarian Tradisi Tionghoa dalam melestarikan Tradisi Tahun Baru Imlek pada Masyarakat Tionghoa di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan antara lain adalah (1) perlindungan yaitu membentuk suatu lembaga yang menaungi pelestarian tradisi Tahun Baru Imlek yang berdasarkan pada akta notaris Oeij Jian Hiap, SH. (2) pengembangan yaitu menanamkan pemahaman pentingnya tradisi kepada generasi muda, melakukan kegiatan-kegiatan tradisi Tahun Baru Imlek, melibatkan masyarakat Tionghoa dalam Tradisi Tahun Baru Imlek, peningkatan perlengkapan Barongsai pada perayaan Tahun Baru Imlek dan perkembangan perayaan Cap Go Meh di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. (3) pemanfaatan yaitu memperkenalkan tradisi Tahun Baru Imlek kepada masyarakat luas yang ada di Tanjung Selor agar masyarakat mengetahui dan mengenal akan tradisi tersebut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pasar Induk mempunyai peranan yang sangat penting di Kecamatan Tanjung Selor. Keberadaan pasar induk menjadi satu-satunya pasar tradisional terbesar di Kecamatan Tanjung Selor. Penulisan ini membahas mengenai Strategi penetapan persaingan harga produk yang digunakan oleh para pedagang dengan tujuan untuk meminimakan kerugian dan membantu para pedagang agar mampu menghadapi persaingan sehingga mampu mempertahankan usahanya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah para pedagang dari klasifikasi mayoritas yang berasa di Pasar Induk Kecamatan Tanjung Selor, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi serta analisis data menggunakan teknik trianggulasi. Hasil Penelitian ini menunjukan strategi penetapan persaingan harga produk sangat penting untuk para pedagang agar mampu menghadapi persaingan dan meminimalkan kerugian di Pasar Induk Kecamatan Tanjung Selor.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian berfungsi untuk menetukan arah yang tepat bagi peneliti untuk menghindari kesulitan yang mungkin terjadi dalam proses penelitian, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui upaya Pemerintah Desa dalam melestariakan kesenian Tradisional Kuda Lumping dan Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam melestarikan kesenian tradisional Kuda Lumping Jenis metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis deskriftif kualitatif. Fokus penelitian yang dilakukan berfokus pada upaya Pemerintah Desa dalam melestariakan kesenian Tradisional Kuda Lumping dan Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam melestarikan kesenian tradisional Kuda Lumping. Informasi yang diperoleh dari observasi, dokumentasi dan wawancara diharapkan dapat memberikan gambaran tentang upaya Pemerintah Desa dalam melestariakan kesenian Tradisional Kuda Lumping desa Karang Agung. Hasilpenelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa upaya pemerintah desa dalam pelsetarian kesenian adalah memberikan dukungan pemebentukan kelompok, memberikan pembinaan, merencanakan kegiatan rutin, pemerintah desa menjadi mediator, dan merencanakan peraturan desa tentang kesenian.FaktorPendukung masyarakat, pemerintah dan media massa. Faktor penghambat: perkembangan teknologi, para pelaku kesenian yang kurang konsisten, dan kepercayaan yang berbeda-beda.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PROSESI TRADISI PESTA PANEN DI DESA PEJALIN KECAMATAN KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN TANJUNG PALAS UTARA ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian Pesta Panen di desa pejalin dan untuk mengetahui hambatan apa saja yang dialami oleh masyarakat dalam tradisi pesta panen desa pejalin kecamatan tanjung palas kabupaten bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Deskriptif kualitatif. Metode Penelitian Deskriptif ini berusaha menggambarkan suatu, peristiwa yang terjadi pada saat sekarang atau masalah faktual. Informan penelitian yaitu Ketua Adat, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat Desa Pejalin, Mayarakat yang mengetahui mengenai Pesta Panen. Hasil penelitian Kegiatan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan pesta panen di desa yaitu dimulai dengan perencnaan dan pelaksanaan yang mencakup pentas tari-tarian yang sangat khas di laksanakan dalam setiap acara, paduan suara antar RT, dan juga ucapan syukur yaitu berdoa kepada Tuhan bahwa hasil panen yang di dapat sangat memuaskan dan terakhir acara menyantap hasil panen yang di sumbangkan dari petani untuk acara tersebut dengan bersama-sama. Kendala dalam pelaksanaan pesta panen yang di adakan tiap tahunnya itu sendiri yaitu Gagal panen yang tidak terduga dan menyebabkan kurangnnya pasokan untuk melaksanakan pesta panen, dan dalam prosesi pesta panen banyak masalah yang di hadapi, seperti cuaca yang kurang mendukung, dan juga kurang informasi untuk setiap pelaksanaan yang di adakan. Tradisi Pesta Panen yang berada di Desa Pejalin merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi ciri khas dari Desa Pejalin itu sendiri dan juga memiliki nilai-nilai tersendiri bagi masyarakat yang berada di desa pejalin dan bisa di jadikan contoh untuk desa-desa lainnya agar bisa menjaga tradisi itu sendiri agar tidak hilang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS EKONOMI USAHA TANI PADA LAHAN PERTANIAN TRADISIONAL DI KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Peningkatan konversi lahan pertanian yang terjadi saat ini semakin mendapat perhatian dari para ahli maupun pemerintah terutama pengambil kebijakan masalah pangan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui tingkat konversi lahan pertanian di Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui nilai ekonomi usahatani kegiatan usahatani secara spasial di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini mencakup kegiatan berupa analisis data sekunder dan terutama data primer yang diperoleh dari wawancara petani mengenai kegiatan usahatani. Penentuan lokasi dan responden didasarkan pada data konversi lahan pertanian yang diperoleh BPS berupa data time series dan juga overley peta penggunaan lahan digital Kabupaten Bulungan. Lokasi penelitian dibagi menjadi 3 zone wilayah menurut luas lahan sawah yang terkonversi berdasarkan klasifikasi menurut Starguss. Hasil penelitian menunjukkan terjadi variasi konversi lahan pertanian di kabupaten Bulungan. Terdapat 7 Kecamatan dengan tingkat konversi tinggi dan rendah dan 2 kecamatan konversi sedang. Kata Kunci: Analisis ekonomi, usahatani, lahan pertanian tradisional ANALYSIS OF ECONOMIC ECONOMY IN AGRICULTURE TRADITIONAL IN BULUNGAN DISTRICT ABSTRACT The increasing conversion of agricultural land that is currently happening is getting more attention from experts and the government, especially policy makers on food issues. This study aims to determine the conversion rate of agricultural land in Bulungan Regency and to determine the economic value of farming in spatial farming activities in Bulungan Regency. This research includes activities in the form of secondary data analysis and especially primary data obtained from farmer interviews regarding farming activities. Location determination and respondents are based on data on conversion of agricultural land obtained by BPS in the form of time series data and also overley maps of digital land use in Bulungan Regency. The study location was divided into 3 regional zones according to paddy field area which were converted based on classification according to Starguss. The results showed a variation in conversion of agricultural land in Bulungan district. There are 7 sub-districts with high and low conversion rates and 2 medium conversion sub-districts. Keywords: Economic analysis, farming, traditional agricultural land
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI TENTANG TRADISI PESTA PANEN KUMAN PEMUNG PADA MASYARAKAT SUKU DAYAK LUNDAYEH DI DESA SEMPAYANG KECAMATAN MALINAU BARAT KABUPATEN MALINAU
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan atau prosesi tradisi ritual adat birau pada keraton kesultanan bulungan dan upaya meningkatkan peran masyarakat asli untuk tetap melestarikan sebagai nilai-nilai budaya masyarakat di tanjung palas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian desriptif dengan analisis data yang menggambarkan suatu atau peristiwa yang terjadi dan menggunakan analisis model interaktif dari Miles dan Hubermen. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui tradisi ritual adat birau pada keraton kesultanan bulungan di tanjung palas selalu dilaksanakan setiap tahun sekalisebagai acara hiburan masyarakat dan menggali potensi adat dan seni budaya asli dalam rangka memperingati hari jadi HUT Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan yang jatuh setiap tanggal 12 Oktober.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati eksistensi tradisi pesta pantai di desa mangkupadi. Fokus studi padaDesa Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan tehnik random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi pesta pantai di desa mangkupad isebagai sebuah peninggalan budaya masyarakat desa mangkupadi. Keragaman budaya masyarakat desa mangkupadi, tradisi pesta pantai merupakan peninggalan budaya yang menjadi kekayaan pada masyarakat desa mangkupadi ini.Peran pemerintah daerah sangat penting dalam upaya melastarikan tradisi pesta pantai di desa mangkupadi