Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Peranan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

“Peranan Kelompok Tani Terhadap Peningkatan Produksi Padi Sawah Di Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara.

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Irene Anggreani Lang Angit 201841046. Peranan Kelompok Tani terhadap Peningkatan Produksi Hasil Padi Sawah di Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. Dibimbing oleh Dedik Wiryawan, ST.MM Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kelompok tani dalam meningkatkan hasil produksi padi sawah di Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan dan mengetahui apa saja hambatan yang dihadapi kelompok tani terhadap peningkatan produksi padi sawah di Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan April 2022 di Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. Jumlah petani yang diambil secara acak sederhana (simple random sampling) sebagai responden sebanyak 18 orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara dengan responden menggunakan daftar pertanyaan serta data sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriktif dengan menggunakan sistem skoring yaitu memberikan skor pada setiap item pertanyaan yang digunakan untuk melihat peranan kelompok tani. Peranan kelompok tani terhadap peningkatan produksi tergolong sedang. Di mana dari kelima peranan kelompok 3 diantaranya tergolong rendah, 2 tergolong tergolong tinggi. Peranan yang dikategorikan rendah adalah peranan kelompok tani dalam penyediaan fasilitas dan sarana produksi, penerapan teknologi panca usahatani, kerjasama dengan lembaga pemerintah atau KUD. Sedangkan peranan yang dikategorikan tinggi yaitu peranan kelompok tani dalam penyebarluasan informasi, dan peranan kelompok tani dalam perencanaan kegiatan. Dan hambatan-hambatan yang di hadapi kelompok tani dalam peningkatan produksi padi yaitu kurangnya fasilitas dan sarana produksi, kurangnya penerapan teknologi panca usahatani serta kurangnya lembaga-lembaga/KUD . terhadap peningkatan produksi kelompok tani di Desa Mara Satu.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PELESTARIAN KESENIAN TARIAN TUNGGAL DI DESA LEPAK ARU KECAMATAN PESO HULU KABUPATEN BULUNGAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PELESTARIAN KESENIAN TARIAN TUNGGAL DI DESA LEPAK ARU KECAMATAN PESO HULU KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran pemerintah desa dalam pelestarian kesenian Tarian Tunggal di Desa Lepak Aru Kecamatan Peso Hulu Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu Kepala Desa Lepak Aru, Sekertaris Desa, Bendahara, Kepala Urusan Pembangunan (Kaur Pembangunan), Ketua RW, Ketua RT, pengurus adat, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil Peran pemerintah desa dalam pelestarian kesenian Tarian Tunggal di Desa Lepak Aru Kecamatan Peso Hulu Kabupaten Bulungan dilakuakn dengan cara: 1). Dilakukan dengan pembinaan dan pelatihan-pelatihan tari ketika ada even yang diselenggarakan di desa ataupun di luar desa. Pembinaan ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi anak-anak muda di desa Lepak aru agar kesenian kesenian tarian tunggal tetap dibudayakan dari generasi kegenerasi. 2). Meningkatkan partisipasi masyarakat dengan cara mengadakan kegiatan perlombaan dan mengadakan pentas kesenian ketika ada acara hari besar agama. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diundang turut berpartisipasi untuk menyaksikan dan memperagakan kesenian Tarian Tunggal. 3), Melakukan kerjasama dengan para pelaku kesenian, lembaga adat dan masyarakat dengan maksud agar kesenian Tarian Tunggal bisa tetap dilestarikan serta bisa dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Bentuk kerjasamanya yaitu dengan mengadakan sebuah festival seni tradisional, diantaranya yaitu festival kesenian Tarian Tunggal, kesenian tarian tubong, tarian piring, tarian angklung, tarian parang, dan tarian tunggal laki-laki, juga tarian tunggal perempuan bahkan termasuk tarian gerak sama. Kerja sama pemeritah desa Lepak aru dalam pelestarian kesenian Tarian Tunggal yaitu: 1. Mempasilitasi, peran pemerintah desa Lepak Aru dalam memfasilitasi yaitu membuat pentas kesenian, membuat perlombaan serta pemyediaan tempat kegiatan, memberikan fasilitas berupa peralatan dan perlengkapan seperti baju tari peralatan musik tari. 2. Pembiayaan, pemerintah desa Lepak Aru mengalokasikan dana desa (DD) untuk kegiatan kesenian, baik dalam bentuk perlombaan kesenian, ataupun pengadaan peralatan dan perlengkapan kesenian. viii THE ROLE OF THE VILLAGE GOVERNMENT IN THE PRESERVATION OF THE SINGLE DANCE ART IN LEPAK ARU VILLAGE, PESO HULU DISTRICT, BULUNGAN REGENCY ABSTRACT The research objective was to identify and describe the role of the village government in the preservation of the Singular Dance in Lepak Aru Village, Peso Hulu District, Bulungan Regency. This type of qualitative descriptive research. Research informants are the Head of Lepak Aru Village, Village Secretary, Treasurer, Head of Development Affairs (Kaur Pembangunan), Head of RW, Head of RT, customary administrators, and the community. Data collection techniques are interview observation and documentation. While data analysis techniques include: data reduction, data display and drawing conclusions. Results The role of the village government in the preservation of the single dance art in Lepak Aru Village, Peso Hulu District, Bulungan Regency is carried out by: 1). Performed with coaching and dance training when there are events held in the village or outside the village. This guidance is carried out to increase the motivation of young people in Lepak Aru village so that the art of single dance is still cultivated from generation to generation. 2). Increase community participation by holding competition activities and holding art performances when there are religious holidays. In this activity, the community is invited to participate to watch and demonstrate the single dance art. 3), Collaborating with art actors, traditional institutions and communities with the aim that the single dance art can be preserved and can be developed according to the times. The form of cooperation is by holding a traditional art festival, including the solo dance festival, tubong dance, plate dance, angklung dance, parang dance, and male solo dance, as well as single female dances even including the same motion dance. The cooperation of the Lepak Aru village government in the preservation of the single dance art, namely: 1. Facilitating, the role of the Lepak Aru village government in facilitating, namely making art performances, making competitions and providing a place for activities, providing facilities in the form of equipment and supplies such as dance clothes, dance music equipment. 2. Funding, the village government of Lepak Aru allocates village funds (DD) for artistic activities, either in the form of art competitions, or the procurement of art equipment and supplies. Keywords: The role of the village head, conservation, art, single dance ix

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERANAN PEMERINTAH DAERAH MELALUI BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH DALAM MEMPUBLIKASIKAN PRODUK HUKUM DAERAH DI KABUPATEN BULUNGAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERANAN PEMERINTAH DAERAH MELALUI BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH DALAM MEMPUBLIKASIKAN PRODUK HUKUM DAERAH DI KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAKSI Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan pemerintah daerah melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah dalam mempublikasikan produk hukum daerah di Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi oleh pemerintah daerah melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah dalam mempublikasikan produk hukum daerah di Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk membantu memperoleh data-data yang ada di lapangan. Informan di dalam penelitian ini berjumlah 15 (lima belas) yang terdiri dari 3 (tiga) orang Pemerintah Daerah Kabupaten Bulungan, dan 12 (dua belas) orang Masyarakat Kabupaten Bulungan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Peranan Pemerintah Daerah Melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah Dalam Mempublikasikan Produk Hukum Daerah Di Kabupaten Bulungan dinilai masih kurang maksimal dikarenakan masih banyak masyarakat Kabupaten Bulungan yang belum mengetahui dan memahami produk hukum daerah yang telah ditetapkan. Selain itu ada beberapa kendala yang dihadapi oleh Bagian Hukum seperti sumber daya manusia yang kurang memadai, minimnya anggaran yang tersedia, keterbatasan waktu dan tenaga, serta jaringan internet yang belum stabil dan belum menjangkau ke seluruh daerah di Kabupaten Bulungan. Kata Kunci : Peranan, Publikasi, Produk Hukum Daerah

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERANAN UNIVERSITAS KALTARA DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DI KABUPATEN BULUNGAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu lembaga yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ialah Perguruan Tinggi. Latar belakang dari penelitian ini adalah Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke 4 di dunia, dan memiliki permasalahan yang belum bisa diatasi salah satunya ialah kemiskinan yang disebabkan oleh masih kurangnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama di pedesaan, salah satu cara untuk mengatasi permasalahan kemiskinan tersebut ialah dengan melakukan Pemberdayaan kepada masyarakat desa untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di perdesaan dan peranan Perguruan Tinggi di sini sangat lah penting dalam meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di perdesaan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Penelitian bertujuan untuk mengetahui lebih jauh peranan yang dilakukan Universitas Kaltara terhadap Pemberdayaan Masyarakat desa di Kabupaten Bulungan. Metode Penelitian yang digunakan penelitian ini adalah Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif, penelitian ini memfokuskan pada sejauh mana peranan Universitas Kaltara dalam melakukan upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui program-program yang telah dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Universitas kaltara telah menjalankan peranan dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, namun tak dapat dipungkiri dalam kegiatannya Universitas Kaltara mengalami kesulitan dan kendala sehingga mengakibatkan kurang maksimalnya kegiatan yang dilaksnakan. Dalam pelaksanaan kegiatan Universitas Kaltara telah sesuai dengan standar proses pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat telah sesuai dengan PERMENSTEKDIKTI Nomer 44 Tahun 2015 Pasal 57 ayat 1.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERANAN PEMUDA KARANG TARUNA DALAM KEGIATAN GOTONG ROYONG MASYARAKAT DI DESA SAJAU KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMU KABUPATEN BULUNGAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan peranan karang taruna dalam kegiatan gotong royong masyarakat di Desa Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi Karang Taruna dalam kegiatan gotong royong masyarakat di Desa Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian yaitu di desa Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Infomormen penelitian yaitu Ketua Karang Taruna Desa Sajau, Pengurus Karang Taruna, Anggota Karang Taruna Desa Sajau, Ketua Adat, Kepala Desa Sajau. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu Bentuk kegiatan gotong royong Karang Taruna di desa Sajau dalam acara kematian yaitu membantu menggali kubur, membuat petih jenzah mengangkat jenazah, dan menyediakan konsumsi. Bentuk kegiatan gotong royong dalam lingkungan masyarakat yaitu pembuatan jalan, membersihkan lingkungan desa, membuat rumah warga dan balai desa. Bentuk kegiatan gotong royong dalam pesta yaitu menyiapkan konsumsi, mempersiapkan fasilitas dan gedung. Kendala yang dihadapi Karang Taruna dalam kegiatan gotong royong secara intern karena kurangnya kekompakan kerja sama , keterbatasan dana, sarana dan prasarana. Kendala secara ektern berupa kurangnya kesadaran masyarakat desa akan fungsi organisasi Karang Taruna, kerja sama dengan pemerintahan desa kurang.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN DI DESA KARANG AGUNG KECAMATAN TANJUNG PALAS UTARA KABUPATEN BULUNGAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui peran kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan di Desa Karang Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan , dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi peran kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan di Desa Karang Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Informen penelitian yaitu Kepala Desa Karang Agung Ketua dan anggota BPD Desa Karang Agung, Ketua RW/RT Desa Karang Agung, Ketua RT Desa Karang Agung, dan Tokoh-tokoh masyarakat Desa Karang Agung orang.Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu Peranan kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan di Desa Karang Agung (1) Peran sebagai motivator yaitu kepala Desa memberikan motivasi kepada warga desa melalui ketua RW, ketua RT dan tokoh masyarakat pada saat rapat dengan harapan agar masyarakat terlibat kerja bakti, mampu menjaga kebersihan lingkungan dengan cara membuang sampah dan memperbaiki jalan yang rusak (2) Peran sebagai mobilisator yaitu mengajak dan menggerakan swadaya masyarakat desa Karang Agung untuk bekerja sama dalam menjaga kesehatan lingkungan dengan cara kerja bakti dan membuang sampah pada tempatnya. Kepala desa mengajak masyarakat dengan menggerakan ketua RT dan ketua RW. (3) Peran sebagai mediator yaitu kerja sama dengan puskesmas untuk penyuluhan tentang kesehatan lingkungan dan membuang sampah organik dan anorganik, mengelola air bersih dan mendapatkan pelayanan program fogging. (4) Peran sebagai fasilitator belum maksimal karena tidak terdapat fasilitas yang memadai bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan. Faktor yang mempengaruhi peran kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan di Desa Karang Agung yaitu (1) Keterbatasan dana, dana yang terbatas menyebabkan program di bidang kesehatan lingkungan masyarakat mengalami kendala, yang seharusnya bisa memperbaiki paret, penyediaan tong sampah, dan mengalokasikan dana untuk kerja bakti. (2) Partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan desa Karang Agung belum maksimal karena kesibukan pribadi, tidak mau bekerja bakti, dan membuang sampah sembarangan. (3) Sarana dan prasarana kurang memadai berupa penyediaan tempat sampah, irigasi/paret yang tidak berfungsi, dan mesin rumput yang terbatas

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat di Desa Long Buang Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan peranan kepala desa dalam memberdayaan masyarakat Desa Long Buang Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan; (2) Mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi peranan kepala desa dalam memberdayakan masyarakat Desa Long Buang Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala desa, kabag umum, kabag kemasyarakatan, ketua PKK, ketua karang taruna, ketua BPD, kepala dusun, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan display data, reduksi data, dan pengambilan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan tringulasi teknik/ metode, sumber data dan waktu. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Peranan Kepala Desa dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Long Buna adalah pemberdayaan masyarakat di dalam pembangunan prasarana fisik dan prasarana non fisik, dengan indikator peranan kepala desa dalam pembinaan masyarakat dan peranan kepala desa dalam koordinasi pembangunan secara partisipasif yang meliputi bidang ekonomi, kesehatan, sosial, dan politik. Sasaran pemberdayaan masyarakat mengarah pada pembinaan generasi muda dan perbaikan ibu hamil dan balita. (2) Faktor -faktor yang mempengaruhi peranan kepala desa dalam pemberdayaan masyarakat terdiri dari faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung peranan kepala desa adalah keturunan, kewibawaan, dan kekuasaan. Faktor penghambat peranan kepala desa adalah kondisi penduduk, partisipasi penduduk, dan fasilitas atau peralatan. Pembinaan kehidupan masyarakat dilakukan oleh kepala desa dengan konsep kesadaran dan kemauan masyarakat melalaui koordinasi secara partisipasif dari masyarakat sehingga peranan kepala desa dalam pemberdayaan masyarakat berjalan efektif

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERANAN PONDOK PESANTREN DALAM MENGGERAKKAN PARTISIPASI SANTRI UNTUK PEMBANGUNAN MASYARAKAT (STUDI DI PONDOK PESANTREN AL-KHAIRAT KABUPATEN BULUNGAN)

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan Untuk menjelaskan peranan pondok pesantren Al-Khairat Kabupaten Bulungan dalam menggerakkan partisipasi santri terhadap pembangunan masyarakat. Untuk menjelaskan faktor pendukung dalam menggerakkan partisipasi santri terhadap pembangunan masyarakat. Untuk menjelaskan faktor penghambat dalam menggerakkan partisipasi santri terhadap pembangunan masyarakat. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian yang dipergunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Sifat data yang dikumpulkan adalah berupa data kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan deskriptif kualitatif adalah pendekatan yang informasinya atau data yang terkumpul, terbentuk dari kata-kata, gambar bukan angka-angka. Kalau ada angka-angka, sifatnya hanya sebagai penunjang. Secara umum focus utama penelitian ini adalah tentang Peranan Pondok Pesantren Dalam Menggerakkan Partisipasi Santri Untuk Pembangunan Masyarakat Studi di Pondok Pesantren Al – Khairat Kabupaten Bulungan. Keyinforman dalam penelitian ini adalah pimpinan pondok pesatren Al-Khairat, sedangkan untuk informan pendukung terdiri dari para pengasuh sebanyak 3 orang dan masyarakat setempat sebanyak 5 orang yang dipilih secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada. Pondok Pesantren memiliki peran yang sangat besar karena Pondok Pesantren merupakan Lembaga Pendidikan tertua di Indonesia, sehingga keberadaanya sangat mengakar dan berpengaruh ditengah masyarakat; Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan generasi muda yang menggabungkan etika, moral dan agama, sehingga berperan dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail