Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Kesenian
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS PERKEMBANGAN EKONOMI LOKAL MELALUI KESENIAN TARI TRADISIONAL BULUNGAN UNTUK MENARIK MINAT WISATAWAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor pariwisata dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten bulungan melalui kesenian tradisional dalam mempertahankan perekonomian melalui pariwisata agar bertahan untuk waktu yang panjang. Metode penelitian ini adalah menggunakan metode kualitati dengan deskripsi, dan melalui wawancara dan survei lapangan. Hasil penelitian ini adalah bahwa perkembangan ekonomi lokal melalui kesenian tradional sebenar bisa masuk pendapatan baik kabupaten bulungan dan provinsi kalimantan utara dan hasil yang diperoleh dari hasil wawancara bahwa pendapatan untuk masyarakat melalui kesenian tradional itu ada pendapatan berbeda berdasarkan pemain musik dan tarian.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PELESTARIAN KESENIAN TARIAN TUNGGAL DI DESA LEPAK ARU KECAMATAN PESO HULU KABUPATEN BULUNGAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PELESTARIAN KESENIAN TARIAN TUNGGAL DI DESA LEPAK ARU KECAMATAN PESO HULU KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran pemerintah desa dalam pelestarian kesenian Tarian Tunggal di Desa Lepak Aru Kecamatan Peso Hulu Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu Kepala Desa Lepak Aru, Sekertaris Desa, Bendahara, Kepala Urusan Pembangunan (Kaur Pembangunan), Ketua RW, Ketua RT, pengurus adat, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil Peran pemerintah desa dalam pelestarian kesenian Tarian Tunggal di Desa Lepak Aru Kecamatan Peso Hulu Kabupaten Bulungan dilakuakn dengan cara: 1). Dilakukan dengan pembinaan dan pelatihan-pelatihan tari ketika ada even yang diselenggarakan di desa ataupun di luar desa. Pembinaan ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi anak-anak muda di desa Lepak aru agar kesenian kesenian tarian tunggal tetap dibudayakan dari generasi kegenerasi. 2). Meningkatkan partisipasi masyarakat dengan cara mengadakan kegiatan perlombaan dan mengadakan pentas kesenian ketika ada acara hari besar agama. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diundang turut berpartisipasi untuk menyaksikan dan memperagakan kesenian Tarian Tunggal. 3), Melakukan kerjasama dengan para pelaku kesenian, lembaga adat dan masyarakat dengan maksud agar kesenian Tarian Tunggal bisa tetap dilestarikan serta bisa dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Bentuk kerjasamanya yaitu dengan mengadakan sebuah festival seni tradisional, diantaranya yaitu festival kesenian Tarian Tunggal, kesenian tarian tubong, tarian piring, tarian angklung, tarian parang, dan tarian tunggal laki-laki, juga tarian tunggal perempuan bahkan termasuk tarian gerak sama. Kerja sama pemeritah desa Lepak aru dalam pelestarian kesenian Tarian Tunggal yaitu: 1. Mempasilitasi, peran pemerintah desa Lepak Aru dalam memfasilitasi yaitu membuat pentas kesenian, membuat perlombaan serta pemyediaan tempat kegiatan, memberikan fasilitas berupa peralatan dan perlengkapan seperti baju tari peralatan musik tari. 2. Pembiayaan, pemerintah desa Lepak Aru mengalokasikan dana desa (DD) untuk kegiatan kesenian, baik dalam bentuk perlombaan kesenian, ataupun pengadaan peralatan dan perlengkapan kesenian. viii THE ROLE OF THE VILLAGE GOVERNMENT IN THE PRESERVATION OF THE SINGLE DANCE ART IN LEPAK ARU VILLAGE, PESO HULU DISTRICT, BULUNGAN REGENCY ABSTRACT The research objective was to identify and describe the role of the village government in the preservation of the Singular Dance in Lepak Aru Village, Peso Hulu District, Bulungan Regency. This type of qualitative descriptive research. Research informants are the Head of Lepak Aru Village, Village Secretary, Treasurer, Head of Development Affairs (Kaur Pembangunan), Head of RW, Head of RT, customary administrators, and the community. Data collection techniques are interview observation and documentation. While data analysis techniques include: data reduction, data display and drawing conclusions. Results The role of the village government in the preservation of the single dance art in Lepak Aru Village, Peso Hulu District, Bulungan Regency is carried out by: 1). Performed with coaching and dance training when there are events held in the village or outside the village. This guidance is carried out to increase the motivation of young people in Lepak Aru village so that the art of single dance is still cultivated from generation to generation. 2). Increase community participation by holding competition activities and holding art performances when there are religious holidays. In this activity, the community is invited to participate to watch and demonstrate the single dance art. 3), Collaborating with art actors, traditional institutions and communities with the aim that the single dance art can be preserved and can be developed according to the times. The form of cooperation is by holding a traditional art festival, including the solo dance festival, tubong dance, plate dance, angklung dance, parang dance, and male solo dance, as well as single female dances even including the same motion dance. The cooperation of the Lepak Aru village government in the preservation of the single dance art, namely: 1. Facilitating, the role of the Lepak Aru village government in facilitating, namely making art performances, making competitions and providing a place for activities, providing facilities in the form of equipment and supplies such as dance clothes, dance music equipment. 2. Funding, the village government of Lepak Aru allocates village funds (DD) for artistic activities, either in the form of art competitions, or the procurement of art equipment and supplies. Keywords: The role of the village head, conservation, art, single dance ix

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN KETUA ADAT DALAM MELESTARIKAN KESENIAN JEPIN PAGUN DI DESA SALIMBATU KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran Kepala Adat Dalam Melestarikan Kesenian Jepin Pagun Di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan Oleh:kamaruddin NIM.201451022 ABSTRAK Kepala Adat di dalam segala tindakannya dan dalam memegang adat itu ia selalu memperhatikan perubahan perubahan. Kepala Adat mempunyai pengertian adalah seorang pemimpin yang memimpin kebiasaan yang normatif dan telah mewujudkan aturan tingkah laku yang berlaku dalam daerah atau wilayah hukum adat yang dipertahankan secara terus menerus. Kepala Adat tentunya juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian kesenian daerah sepert halnya kesenian Jepin Pagun.. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui peran Kepala Adat dalam melestarikan kesenian Jepin Pagun di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan, dan (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat bagi Kepala Adat melestarikan kesenian Jepin Pagun di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Apabila dilihat dari jenis datanya maka penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan analisis kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran Kepala Adat dalam upaya pelestarian kesenian daerah Jepin Pagun sudah dinilai cukup baik. Upaya pelestarian dilakukan oleh Kepala Adat dengan mensosialisasikan kesenian ini kepada masyarakat. Namun demikian, masih ada kekurangan yang dinilai dalam upaya pelestarian kesenian Jepin Pagun yang dilaksanakan oleh Kepala Adat. Hal ini disebabkan karena Kepala Adat belum banyak melakukan upaya memperkenalkan kesenian Jepin Pagun kepada pihak luar, (2) Faktor pendukung dalam pelestarian budaya kesenian Jepin Pagun adalah adanya sarana dan prasarana berupa alat musik. Namun demikian, sarana dan prasarana ini dinilai masih kurang untuk dapat dikembangkan lebih lanjut. Faktor pendukungnya adalah adanya motivasi dan semangat dari generasi muda terutama penggiat seni dalam berupaya memperkenalkan kesenian Jepin Pagun. Tantangan bagi pelestarian kesenian daerah Jepin Pagun adalah kurangnya minat sebagian masyarakat, kurangnya dukungan dari pemerintah, pendanaan, serta kurangnya pelatih yang berpengalaman untuk mengajarkan tentang sejarah serta nilai kebudayaan dan kesenian daerah..

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Perencanaan dan Perancangan Gedung Pusat Kesenian Kaltara dengan Pendekatan Arsitektur Metafora

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perencanaan dan Perancangan Gedung Pusat Kesenian Kaltara dengan Pendekatan Arsitektur Metafora Perancangan ini bertujuan merencanakan desain pusat kesenian kaltara yang dapat menjadi wadah pelatihan dan pertunjukan kesenian yang ada di Kalimantan Utara dengan pendekatan arsitektur metafora agar dapat menjadi bangunan yang ikonik di Kalimantan Utara. manfaat perancangan ini dapat menjadi refrensi bagi masyarakat ataupun intansi dalam perencanaan pusat kesenian dengan konsep metafora. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis yaitu suatu metode yang merupakan paparan atau deskripsi atas fenomena yang terjadi di alam. Pola pengembangannya yaitu dengan melakukan beberapa tahapan analisis yang disertai dengan studi literatur yang mendukung teori. Hasil perencanaan berupa laporan serta gambar kerja yang dapat menjadi refrensi untuk perencanaan bangunan maupun tema yang sama.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA PEMERINTAH DESA DALAM MELESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL KUDA LUMPING PADA DESA KARANG AGUNG KECAMATAN TANJUNG PALAS UTARA KABUPATEN BULUNGAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian berfungsi untuk menetukan arah yang tepat bagi peneliti untuk menghindari kesulitan yang mungkin terjadi dalam proses penelitian, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui upaya Pemerintah Desa dalam melestariakan kesenian Tradisional Kuda Lumping dan Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam melestarikan kesenian tradisional Kuda Lumping Jenis metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis deskriftif kualitatif. Fokus penelitian yang dilakukan berfokus pada upaya Pemerintah Desa dalam melestariakan kesenian Tradisional Kuda Lumping dan Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam melestarikan kesenian tradisional Kuda Lumping. Informasi yang diperoleh dari observasi, dokumentasi dan wawancara diharapkan dapat memberikan gambaran tentang upaya Pemerintah Desa dalam melestariakan kesenian Tradisional Kuda Lumping desa Karang Agung. Hasilpenelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa upaya pemerintah desa dalam pelsetarian kesenian adalah memberikan dukungan pemebentukan kelompok, memberikan pembinaan, merencanakan kegiatan rutin, pemerintah desa menjadi mediator, dan merencanakan peraturan desa tentang kesenian.FaktorPendukung masyarakat, pemerintah dan media massa. Faktor penghambat: perkembangan teknologi, para pelaku kesenian yang kurang konsisten, dan kepercayaan yang berbeda-beda.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail