ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk Dampak Modernisasi Terhadap Budaya Gotong Royong Masyarakat Di Desa Jelarai Selor Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian yaitu Ketua Adat Desa Jelarai Selor, Kepala Desa Jelarai Selor, Sekdes Desa Jelarai Selor, Tokoh agama Desa, Tokoh Masyarakat, Ketua dan anggota Karang Taruna, Ketua Rt. dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil yaitu dampak modernisasi terhadap budaya gotong royong masyarakat di Desa Jelarai Selor Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara (1) Dampak Positif : (a) Perubahan tata nilai dan sikap, masyarakat mengalami perubahan tata nilai dan tata sikap karena didukung dengan informasi yang begitu cepat sehingga masyarakat pun bergerak cepat dalam kegiatan gotong royong dengan menggunakan peralatan mesin, (b) Modernisasi membawa perubahan baik dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak positif dalam pelaksanaan kegiatan gotong royong di desa Jelarai Selor. Dimana kegiatan gotong royong yang dilakukan lebih menggunakan peralatan teknologi, atau mesin pada saat gotong royong, (c) Tingkat kehidupan yang lebih baik turut dirasakan karena adanya pola pikir yang berbeda terutama dalam pemanfaatan peralatan berupa mesin dalam kegiatan gotong royong. (2) Dampak Negatif yaitu (a) Sikap Individualistik, modernisasi menawarkan berbagai macam kebutuhan masyarakat sehingga masyarakat merasa dimanjakan dengan peralatan tersebut sehingga memiliki sifat individual. (b) Gaya hidup kebarat-baratan, modernisasi memberikan dampak kepada generasi mudah yang lebih gaya kebarat-baratan baik dari segi penampilan dan perkataan. Gaya tersebut mempengaruhi mereka untuk terlibat dalam kegiatan gotong royong karena mereka tidak mau terlihat seperti orang susa dan lebih mementingkan diri sendiri yang dengan gaya yang modis, (3) Dampak modernisasi dari kesenjangan sosial dapat mempengaruhi tingkat kehadiran masyarakat dalam kegiatan gotong royong. Rata-rata masyarakat yang memiliki penghasilan besar kurang terlibat dalam kegiatan gotong royong ..
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan peranan karang taruna dalam kegiatan gotong royong masyarakat di Desa Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi Karang Taruna dalam kegiatan gotong royong masyarakat di Desa Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian yaitu di desa Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Infomormen penelitian yaitu Ketua Karang Taruna Desa Sajau, Pengurus Karang Taruna, Anggota Karang Taruna Desa Sajau, Ketua Adat, Kepala Desa Sajau. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu Bentuk kegiatan gotong royong Karang Taruna di desa Sajau dalam acara kematian yaitu membantu menggali kubur, membuat petih jenzah mengangkat jenazah, dan menyediakan konsumsi. Bentuk kegiatan gotong royong dalam lingkungan masyarakat yaitu pembuatan jalan, membersihkan lingkungan desa, membuat rumah warga dan balai desa. Bentuk kegiatan gotong royong dalam pesta yaitu menyiapkan konsumsi, mempersiapkan fasilitas dan gedung. Kendala yang dihadapi Karang Taruna dalam kegiatan gotong royong secara intern karena kurangnya kekompakan kerja sama , keterbatasan dana, sarana dan prasarana. Kendala secara ektern berupa kurangnya kesadaran masyarakat desa akan fungsi organisasi Karang Taruna, kerja sama dengan pemerintahan desa kurang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penulisan skripsi ini adalah pertama, untuk menganalisa dan mendapatkan gambaran tentang Perubahan perilaku bergotong royong masyarakat di lokasi UPT Tanjung Buka SP.2 Desa Tanjung buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan sebelum dan sesudah kehadiran Transmigrasi. Kedua, untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku bergotong royong serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam menganalisa data yang diperoleh dari lapangan. Digunakan teori evolusi sosial Emile Durkheim tentang perubahan solidaritas mekanis menjadi solidaritas organis pada masyarakat Desa yang telah mengenal adanya pembagian kerja. Latar belakang penulisan ini melihat dari kian maraknya Transmigrasi di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah yang saat ini lokasinya telah dikelilingi oleh Hunian Transmigrasi. Hal ini mempengaruhi perilaku sosial masyarakat khususnya pada perilaku bergotong royong. Berdasarkan Pengalaman yang di alami oleh Tokoh Masyarakat Tanjung Buka, membuktikan bahwa semenjak hadirnya Tansmigrasi, frekuensi masyarakat dalam berpartisipasi mengikuti gotong royong menurun yang dibarengi dengan perubahan pada nilai-nilai gotong royong. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kehadiran Tranmigrasi di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah berimplikasi pada perubahan perilaku bergotong royong masyarakat. Sebelum hadirnya Transmigrasi perilaku bergotong masyarakat lebih intensif, sangat antusias dan dilakukan secara tradisional dengan peralatan yang sederhana. Setelah hadirnya Transmigrasi masyarakat lebih berorientasi pada sistem upah. Dan bantuan yang diberikan oleh masyarakat lebih dominan pada bantuan finansial. Selain itu, intensitas partisipasi masyarakat dalam bergotong royong pun mengalami penurunan.