ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FAKTOR PENDUKUNG PERUBAHAN BUDAYA MASYARAKAT NELAYAN KE BUDAYA PEKERJA KELAPA SAWIT DI DESA SALIMBATU KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH KABUPATEN BULUNGAN . ABSTRAK Secara umum Penelitian ini difokuskan pada faktor pendukung perubahan budaya masyarakat nelayan ke budaya pekerja kelapa sawit di desa Salimbatu kecamatan tanjung palas tengah. Sedangkan secara khusus penelitian ini difokuskan pada Faktor Terjadinya Perubahan budaya masyarakat nelayan Salimbatu. Dengan Jenis Penelitian bersifat deskiptif kualitatif, maka analisis data penlitian menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal utama dalam menganalisis data yaitu: reduksi data,penyajian data,dan penarikan kesimpulan/verifikasi,adapun responden dalam penelitian ini yaitu stakeholder, Faktor Pendukung Perubahan Budaya Masyarakat Nelayan Ke Budaya Pekerja Kelapa Sawit yaitu :Kepala Desa dan Masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, diketahui bahwa faktor terjadinya perubahan budaya masyarakat nelayan di desa Salimbatu yaitu mempunyai 2 ( dua ) meliputi : Faktor Internal dan Faktor Eksternal, dimana faktor internal yang merupakan dari hasil tangkapan dan Pendapatan, faktor eksternal yaitu keadaan alam dan resiko kerja. Sedangkan faktor Pendukung terjadinya perubahan masyarakat nelayan ke pekerja sawit adalah: adanya keinginan yang kuat dari masyarakat untuk lebih maju dan berkembang mengikuti era globalisasi,tingkat pengetahuan dan wawasan masyarakat yang lebih meningkat. Adapun perubahan pendapatan masyarakat nelayan yang telah berpindah menjadi pekerja sawit dan telah merasakan kesejahteraan: bahwa masyarakat yang sebelumnya bekerja menjadi nelayan belum merasakan sejahtera dalam ekonomi nya tapi setelah berpindah pekerjaan menjadi pekerja sawit,kesejahteraan itu mulai terasa oleh mereka.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021 Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian bersifat kualitatif, data yang diperoleh berdasarkan dengan data sekunder dan teknik wawancara langsung dengan para pegawai. Dari hasil penelitian ini diketahui pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 Provinsi Kalimantan Utara masih terus dilaksanakan oleh Perangkat Daerah yang ada di Provinsi Kalimantan Utara. Rekomendasi dari penelitian ini adalah (i) pimpinan dinas terus meningkatkan koordinasi dengan seluruh pegawai Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara agar konsisten dalam pencapaian Tujuan dan Sasaran Renstra sehingga pencapaian RPJMD dapat terlaksana , (ii) Konsisten terhadap pencapaian sasaran dan indicator kinerja Dispar setiap tahunnya agar tujuan renstra yaitu meningkatkan jumlah wisatawan dan lama tinggal wisatawan dapat tercapai.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penulisan skripsi ini adalah pertama, untuk menganalisa dan mendapatkan gambaran tentang Perubahan perilaku bergotong royong masyarakat di lokasi UPT Tanjung Buka SP.2 Desa Tanjung buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan sebelum dan sesudah kehadiran Transmigrasi. Kedua, untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku bergotong royong serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam menganalisa data yang diperoleh dari lapangan. Digunakan teori evolusi sosial Emile Durkheim tentang perubahan solidaritas mekanis menjadi solidaritas organis pada masyarakat Desa yang telah mengenal adanya pembagian kerja. Latar belakang penulisan ini melihat dari kian maraknya Transmigrasi di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah yang saat ini lokasinya telah dikelilingi oleh Hunian Transmigrasi. Hal ini mempengaruhi perilaku sosial masyarakat khususnya pada perilaku bergotong royong. Berdasarkan Pengalaman yang di alami oleh Tokoh Masyarakat Tanjung Buka, membuktikan bahwa semenjak hadirnya Tansmigrasi, frekuensi masyarakat dalam berpartisipasi mengikuti gotong royong menurun yang dibarengi dengan perubahan pada nilai-nilai gotong royong. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kehadiran Tranmigrasi di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah berimplikasi pada perubahan perilaku bergotong royong masyarakat. Sebelum hadirnya Transmigrasi perilaku bergotong masyarakat lebih intensif, sangat antusias dan dilakukan secara tradisional dengan peralatan yang sederhana. Setelah hadirnya Transmigrasi masyarakat lebih berorientasi pada sistem upah. Dan bantuan yang diberikan oleh masyarakat lebih dominan pada bantuan finansial. Selain itu, intensitas partisipasi masyarakat dalam bergotong royong pun mengalami penurunan.