Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SYAHRIAL

2 karya publik ditemukan.

2024: 12021: 1

KEMAMPUAN APARATUR DESA DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI KANTOR DESA SEKATAK BENGARA KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Desa merupakan salah satu unit pemerintahan yang memiliki peranan penting dalam menyelenggarakan pelayanan publik kepada masyarakat di tingkat lokal. Namun, seringkali desa menghadapi berbagai tantangan dalam hal penyediaan pelayanan publik yang berkualitas, seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur yang terbatas, dan kurangnya aksesibilitas informasi bagi masyarakat. Dalam era digital ini, teknologi informasi telah menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di desa. Penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik di desa dapat memberikan berbagai manfaat, baik bagi pemerintah desa maupun bagi masyarakat. Pertama-tama, penggunaan teknologi informasi dapat meningkatkan aksesibilitas pelayanan publik di desa. Dengan adanya website desa atau aplikasi mobile, masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi terkait pelayanan publik, seperti pendaftaran penduduk, izin usaha, atau pengaduan masyarakat. Hal ini mengurangi ketergantungan masyarakat pada proses administrasi yang memakan waktu dan biaya. Selain itu, penggunaan teknologi informasi dapat meningkatkan efisiensi dalam penyelenggaraan pelayanan publik di desa. Dengan adanya sistem informasi manajemen yang terintegrasi, proses pengolahan data dan administrasi menjadi lebih cepat dan efisien. Misalnya, penggunaan aplikasi untuk pengelolaan keuangan desa dapat mengurangi risiko kesalahan dan mempercepat proses pelaporan keuangan. Selanjutnya, penggunaan teknologi informasi juga dapat meningkatkan transparansi dalam pelayanan publik di desa. Dengan adanya sistem yang terkomputerisasi, informasi terkait anggaran desa, program pembangunan, dan kegiatan pelayanan dapat diakses oleh masyarakat secara transparan. Hal ini dapat mengurangi potensi terjadinya praktik korupsi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. Namun, dalam menerapkan teknologi informasi dalam pelayanan publik di desa, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Tantangan tersebut antara lain adalah keterbatasan infrastruktur teknologi, keterampilan masyarakat dalam menggunakan teknologi informasi, serta keamanan data dan privasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pemerintah desa dalam membangun infrastruktur teknologi yang memadai dan memberikan pelatihan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan baik. Dalam konteks ini, penelitian tentang peran teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di desa menjadi sangat relevan. Dengan memahami manfaat dan tantangan yang terkait, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi dan kebijakan pemerintah desa dalam memanfaatkan teknologi informasi secara efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat desa. Kantor Desa Sekatak Bengara merupakan instansi yang berada dibawah naungan kantor Kecamatan Tanjung Palas. Tidak lepas dari masalah kualitas pegawai, kedudukan kantor Sekatak Bengara bertugas dan memiliki wewenang mengatur, menyusun strategi untuk pembangunan serta pengembangan desa. Pembangunan dan pengembangan desa sangat bergantung kepada pemerintah desa dan masyarakat yang turut berpartisipasi aktif untuk pengembangan desa. Efektivitas teknologi informasi dalam pelayanan publik di Kantor Desa Sekatak Bengara untuk mengoptimalisasikan potensi pelayanan yang disediakan dalam rangka mewujudkan pelayanan yang berkualitas dari kantor desa Sekatak Bengara. Kemampuan teknologi yang didapat selalu berdasarkan atas kesadaran dan tanggung jawab sebagai aparatur desa. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti Studi Tentang Peran Teknologi Informasi dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Desa Sekatak Bengara Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan.

DAMPAK MODERNISASI TERHADAP BUDAYA GOTONG ROYONG MASYARAKAT DI DESA JELARAI SELOR KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk Dampak Modernisasi Terhadap Budaya Gotong Royong Masyarakat Di Desa Jelarai Selor Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian yaitu Ketua Adat Desa Jelarai Selor, Kepala Desa Jelarai Selor, Sekdes Desa Jelarai Selor, Tokoh agama Desa, Tokoh Masyarakat, Ketua dan anggota Karang Taruna, Ketua Rt. dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil yaitu dampak modernisasi terhadap budaya gotong royong masyarakat di Desa Jelarai Selor Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara (1) Dampak Positif : (a) Perubahan tata nilai dan sikap, masyarakat mengalami perubahan tata nilai dan tata sikap karena didukung dengan informasi yang begitu cepat sehingga masyarakat pun bergerak cepat dalam kegiatan gotong royong dengan menggunakan peralatan mesin, (b) Modernisasi membawa perubahan baik dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak positif dalam pelaksanaan kegiatan gotong royong di desa Jelarai Selor. Dimana kegiatan gotong royong yang dilakukan lebih menggunakan peralatan teknologi, atau mesin pada saat gotong royong, (c) Tingkat kehidupan yang lebih baik turut dirasakan karena adanya pola pikir yang berbeda terutama dalam pemanfaatan peralatan berupa mesin dalam kegiatan gotong royong. (2) Dampak Negatif yaitu (a) Sikap Individualistik, modernisasi menawarkan berbagai macam kebutuhan masyarakat sehingga masyarakat merasa dimanjakan dengan peralatan tersebut sehingga memiliki sifat individual. (b) Gaya hidup kebarat-baratan, modernisasi memberikan dampak kepada generasi mudah yang lebih gaya kebarat-baratan baik dari segi penampilan dan perkataan. Gaya tersebut mempengaruhi mereka untuk terlibat dalam kegiatan gotong royong karena mereka tidak mau terlihat seperti orang susa dan lebih mementingkan diri sendiri yang dengan gaya yang modis, (3) Dampak modernisasi dari kesenjangan sosial dapat mempengaruhi tingkat kehadiran masyarakat dalam kegiatan gotong royong. Rata-rata masyarakat yang memiliki penghasilan besar kurang terlibat dalam kegiatan gotong royong ..