ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERANAN PEMERINTAH DAERAH MELALUI BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH DALAM MEMPUBLIKASIKAN PRODUK HUKUM DAERAH DI KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAKSI Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan pemerintah daerah melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah dalam mempublikasikan produk hukum daerah di Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi oleh pemerintah daerah melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah dalam mempublikasikan produk hukum daerah di Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk membantu memperoleh data-data yang ada di lapangan. Informan di dalam penelitian ini berjumlah 15 (lima belas) yang terdiri dari 3 (tiga) orang Pemerintah Daerah Kabupaten Bulungan, dan 12 (dua belas) orang Masyarakat Kabupaten Bulungan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Peranan Pemerintah Daerah Melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah Dalam Mempublikasikan Produk Hukum Daerah Di Kabupaten Bulungan dinilai masih kurang maksimal dikarenakan masih banyak masyarakat Kabupaten Bulungan yang belum mengetahui dan memahami produk hukum daerah yang telah ditetapkan. Selain itu ada beberapa kendala yang dihadapi oleh Bagian Hukum seperti sumber daya manusia yang kurang memadai, minimnya anggaran yang tersedia, keterbatasan waktu dan tenaga, serta jaringan internet yang belum stabil dan belum menjangkau ke seluruh daerah di Kabupaten Bulungan. Kata Kunci : Peranan, Publikasi, Produk Hukum Daerah
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Pelabuhan Penyeberangan Ancam adalah jalur lintas penghubung antara Pulau Tanjung Selor dan Pulau Tarakan. Dengan perannya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi antar pulau, diharapkan kelancaran pergerakan penumpang dan barang dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Dengan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin dan penerapan manajemen yang baik, maka akan mengurangi waktu dan banyaknya antrean karena harus menunggu kapal ferry yang sedang bongkar muat. Bongkar muat yang lama/melebihi ketentuan akan membuat jarak tempuh/waktu tempuh menjadi panjang/lama. Oleh karena itu optimalisasi dari waktu bongkar muat perlu dilakukan untuk memperlancar arus penyeberangan dan antrean kendaraan. Dan juga perlunya penyeragaman kendaraan yang masuk ke dalam kapal agar tata letak kendaraan di dalam kapal menjadi mudah dan cepat sehingga efisien terhadap waktu. Kata kunci : Bongkar Muat, Port time, Kapal Ferry,penumpang , Abstrack The Ancam Crossing Harbor is a connecting lane between the islands Tanjung Selor and Tarakan Island. With its role as a driver of inter-island economic growth, it is expected that the smooth movement of passengers and goods can take place effectively and efficiently. By utilizing as much time as possible and implementing good management, it will reduce the time and the number of queues because they have to wait for the ferry that is loading and unloading. Long loading / unloading / exceeding provisions will make the mileage / travel time to be long / long. Therefore, optimization of loading and unloading time needs to be done to smooth the flow of crossings and vehicle queues. And also the need for uniformity of vehicles entering the ship so that the vehicle layout is on in the ship becomes easy and fast so it is efficient with time. Keywords: Unloading, Port time, Passenger,Ferry
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Banyak hal yang dapat terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi yang dapat menyebabkan keterlambatan durasi proyek. Maka dari itu dibutuhkan suatu percepatan yang dapat mengatasi keterlambatan proyek dengan memperhitungkan faktor kenaikan biaya terhadap durasi percepatan. Banyak metode yang dapat digunakan dalam melakukan percepatan durasi. Dalam penelitian ini akan dilakukan perbandingan efisiensi biaya dengan menggunakan metode Least Cost Analysis dan metode Time Cost Trade off. Dengan membandingkan keduanya akan didapatkan metode mana yang lebih efisien.Penelitian dilakukan dengan melakukan analisis data. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer berupa hasil analisa meliputi daftar bahan dan upah tenaga kerja, Rendana Anggaran Biaya (RAB), time schedule, estimasi waktu dalam program Microsoft Project, data biaya langsung dan biaya tidak langsung proyek. Rencana awal kegiatan Pembanguan Gedung PIP2B ini membutuhkan waktu 169 hari kerja dengan biaya sebesar Rp. 6.477.047.000 . Hasil penelitian ini didapatkan hasil perbandingan biaya percepatan deng an menambah jam lembur yang paling optimal adalah metode Least Cost Analysis. Metode tersebut menghasilkan dengan penambahan jam lembur selama 3 jam didapatkan hasil pengurangan durasi sebesar 150 hari dengan biaya total Rp. 6.410.558.995,06. Hasil tersebut lebih murah sebesar Rp. 66.488.004,94 dari biaya normal. Sedangkan hasil paling optimal secara keseluruhan adalah dengan metode Time Cost Trade Off dengan penambahan 3 tukang dan 3 pekerja dengan hasil durasi Crashing 150,22 hari dengan biaya total sebesar Rp. 6.348.320.400,00 , hasil tersebut dapat menghemat biaya sebesar Rp. 128.726.600 dari biaya normal. Kata Kunci : Least Cost Analysis, Time Cost Trade Off, Percepatan Durasi