ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan Gedung serba guna Polda Kaltara merupakan salah satu proyek strategis yang berfungsi mendukung kegiatan porasional dan kedinasan kepolisian. Dalam pelakanaanya proyek ini menglami keterlambatan yang di sebabkan oleh berbagai faktor, sperti cuaca yang tidak menentu, keterbatasan tenaga kerja, serta keterlambatan material, sehingga berdampak pada waktu penyelesaiaan proyek. Oleh karena itu, diperlukan upaya percepatan pekerjaan agar proyek dapat diselesaiakan sesuai dengan target rencana
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bersarnya percepatan waktu dan biaya proyek Pembangunan Gedung serba guna Polda Kaltara dengan menggunakan metode time cost trade off (TCTO). Analisis dilakukan pada pekerjaan struktur dengan menfokuskan pada aktifitas yang berada pada jalur kritis. Percepatan dilakukan melalui penembahan jam kerja menjadi 3 (tiga) shift kerja, sedangkan harga satuan pekerjaan dianggap tetap selama pelaksanaan proyek. Pengolaan data dan penjadwalan proyek dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Project.
Hasi Analisa menunjukkan bahwa penerapan metode time cost trade off (TCTO) mampu memberikan alternatif percepatan waktu pelaksanaan dari 118 hari menjadi 87 hari dengan kata lain diperoleh percepatan sebesar 31 hari dengan penambahan biaya langsung sebesar Rp 123.142.920 dari total biaya sebelumnya sebesar Rp. 2.350.800.000,00 menjadi Rp 2.462.858.406 yang masi dapat di kendalikan. Metode ini efektif dalam menentukan kombinasi waktu dan biaya yang optimal, sehingga keterlmbatan proyek dapat di minimalkan secara makimal. Dengan demikian metode time cost trade off (TCTO) dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan manajemen proyek yang efisien dalam menangani keterlambatan pda proyek kontruksi
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proyek konstruksi dapat diukur dari biaya yang menguntungkan dan waktu penyelesaian yang tepat sebagai salah satu faktor keberhasilan suatu proyek. Untuk mengantisipasi resiko seperti keterlambatan yaitu dengan mengoptimalkan biaya dan waktu pada proyek. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui waktu dan biaya serta alternatif percepatan yang paling optimum pada proyek Revitalisasi Tugu Cinta Damai setelah dilakukan percepatan. Metode yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pengelolaan biaya dan waktu pada proyek tersebut adalah metode Time Cost Trade Off (TCTO) yang memungkinkan manajer proyek untuk memilih alternatif waktu dan biaya terbaik dengan menganalisis penambahan biaya proyek akibat pengurangan durasi pelaksanaan, sehingga didapatkan kondisi biaya dan waktu optimum. Pada metode ini dibantu dengan Microsoft Project untuk mencari lintasan kritis dengan menentukan hubungan antar kegiatan pekerjaan (Predecessors & Successors) dan Microsoft Excel untuk membantu dalam perhitungan data maupun percepatan pada metode ini. Pada alternatif penambahan jam kerja 1 jam, 2 jam, dan 3 jam, didapatkan alternatif yang paling optimum yaitu penambahan jam kerja 2 jam dengan total durasi proyek adalah 63 hari kerja dengan total biaya sebesar Rp711.959.216,54, menghasilkan efisiensi waktu proyek sebanyak 35 hari (35,71%) dan efisiensi biaya proyek sebesar Rp12.137.717,90 (1,68%). Jadi, dari ketiga alternatif percepatan tersebut, alternatif yang paling optimum adalah penambahan jam kerja 2 jam, dengan selisih durasi 35 hari.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam proyek pembangunan, ada beberapa hal sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan kegagalan suatu proyek, yaitu tepat waktu, biaya dan mutu. Tolak ukur keberhasilan suatu proyek biasanya dilihat dari waktu penyelesaian yang singkat dengan biaya yang minimal tanpa melupakan mutu dan kualitas hasil dari pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung perubahan biaya dan waktu pelaksanaan proyek dengan variasi penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan tenaga kerja. Data-data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari Kontraktor Pelaksana. Penentuan lintasan kritis menggunakan program Microsoft Project serta melakukan perhitungan penerapan Metode Time Cost Trade Off di bantu Program Microsoft Excel. Diketahui biaya untuk proyek dalam kondisi normal sebesar Rp 7.517.149.834,81 dengan durasi pelaksanaan proyek selama 198 hari kerja. Dari hasil perhitungan waktu dan biaya akibat penambahan jam kerja (lembur), didapat didapat pada umur proyek 130 hari kerja dengan total biaya proyek Rp7.010.330.880,77 dengan efisiensi waktu proyek sebanyak 68 hari (34,34%) dengan efisiensi biaya sebesar Rp Rp506.818.954,04 (6,74%). Sementara pada penambahan tenaga kerja didapat pada umur proyek 105 hari kerja dengan total biaya proyek Rp 6.704.060.825,23 dengan efisiensi waktu proyek sebanyak 93 hari (47,01%) dengan efisiensi biaya sebesar efisiensi biaya proyek sebesar 813.089.009,58 (12,13%).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada pelaksanaan proyek konstruksi terkadang terjadi berbagai hal yang tidak sesuai rencana salah satunya yaitu bertambahnya waktu pelaksanaan dan penyelesaian proyek menjadi terlambat.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu dan biaya optimum proyek Rehabilitasi Berat Gedung Kantor Kelurahan Tanjung Palas Tengah setelah dilakukan percepatan. Metode yang digunakan untuk menganalisis data pada penelitian ini adalah analisis pertukaran waktu dan biaya (time cost trade off ) dengan alternatif percepatan menggunakan penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan tenaga kerja. Metode ini salah satu metode yang digunakan untuk mempercepat watu penyelesaian proyek dengan cara mengurangi durasi rencana pada pekerjaan yang berada pada lintasan kritis untuk mendapatkan waktu dan biaya proyek yang lebih menguntungkan. Setelah dilakukan analisis percepatan waktu pada pekerjaan struktur beton didapatkan hasil waktu dan biaya optimum pada alternatif penambahan tenaga kerja dengan total durasi 15 hari kerja dengan total biaya proyek sebesar Rp 1.235.030.631,42 dengan efisiensi waktu proyek sebanyak 50 hari (76,97%) dari durasi normalnya yaitu 65 hari kerja dan efisiensi biaya proyek sebesar Rp 157.715.386,09 (11,32%) dari total biaya normalnya yaitu Rp 1.392.746.017,51.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Waktu dan biaya merupakan elemen utama yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu proyek. Suatu proyek dikatakan berhasil apabila memiliki waktu penyelesaian yang singkat dengan biaya yang minimum tanpa mengabaikan mutu hasil pekerjaan. Pada penelitian ini dimulai dengan mencari lintasan kritis menggunakan Microsoft Project, selanjutnya item pekerjaan yang berada di lintasan kritis akan dilakukan percepatan dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off. Diketahui biaya untuk proyek dalam kondisi normal sebesar Rp 1,589,179,805.06 dengan durasi pelaksanaan proyek selama 132 hari kerja. Dari hasil waktu dan biaya akibat penambahan jam kerja (lembur) didapat pada umur proyek 110 hari kerja dengan total biaya proyek sebesar Rp 1,566,830,260.57 dengan efisiensi waktu proyek sebanyak 22 hari (16,67%) dan efisiensi biaya proyek sebesar Rp 24,949,809.67 (1,41%).Sedangkan waktu dan biaya akibat penambahan tenaga kerja didapat pada umur proyek 108 hari kerja dengan total biaya proyek sebesar Rp 1,559,242,626.67 dengan efisiensi waktu proyek sebanyak 24 hari (18,18%) dan efisiensi biaya proyek sebesar Rp. 29.937,178.39 (1,88%).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Banyak hal yang dapat terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi yang dapat menyebabkan keterlambatan durasi proyek. Maka dari itu dibutuhkan suatu percepatan yang dapat mengatasi keterlambatan proyek dengan memperhitungkan faktor kenaikan biaya terhadap durasi percepatan. Banyak metode yang dapat digunakan dalam melakukan percepatan durasi. Dalam penelitian ini akan dilakukan perbandingan efisiensi biaya dengan menggunakan metode Least Cost Analysis dan metode Time Cost Trade off. Dengan membandingkan keduanya akan didapatkan metode mana yang lebih efisien.Penelitian dilakukan dengan melakukan analisis data. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer berupa hasil analisa meliputi daftar bahan dan upah tenaga kerja, Rendana Anggaran Biaya (RAB), time schedule, estimasi waktu dalam program Microsoft Project, data biaya langsung dan biaya tidak langsung proyek. Rencana awal kegiatan Pembanguan Gedung PIP2B ini membutuhkan waktu 169 hari kerja dengan biaya sebesar Rp. 6.477.047.000 . Hasil penelitian ini didapatkan hasil perbandingan biaya percepatan deng an menambah jam lembur yang paling optimal adalah metode Least Cost Analysis. Metode tersebut menghasilkan dengan penambahan jam lembur selama 3 jam didapatkan hasil pengurangan durasi sebesar 150 hari dengan biaya total Rp. 6.410.558.995,06. Hasil tersebut lebih murah sebesar Rp. 66.488.004,94 dari biaya normal. Sedangkan hasil paling optimal secara keseluruhan adalah dengan metode Time Cost Trade Off dengan penambahan 3 tukang dan 3 pekerja dengan hasil durasi Crashing 150,22 hari dengan biaya total sebesar Rp. 6.348.320.400,00 , hasil tersebut dapat menghemat biaya sebesar Rp. 128.726.600 dari biaya normal. Kata Kunci : Least Cost Analysis, Time Cost Trade Off, Percepatan Durasi