Abstrak
Pembangunan Gedung serba guna Polda Kaltara merupakan salah satu proyek strategis yang berfungsi mendukung kegiatan porasional dan kedinasan kepolisian. Dalam pelakanaanya proyek ini menglami keterlambatan yang di sebabkan oleh berbagai faktor, sperti cuaca yang tidak menentu, keterbatasan tenaga kerja, serta keterlambatan material, sehingga berdampak pada waktu penyelesaiaan proyek. Oleh karena itu, diperlukan upaya percepatan pekerjaan agar proyek dapat diselesaiakan sesuai dengan target rencana Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bersarnya percepatan waktu dan biaya proyek Pembangunan Gedung serba guna Polda Kaltara dengan menggunakan metode time cost trade off (TCTO). Analisis dilakukan pada pekerjaan struktur dengan menfokuskan pada aktifitas yang berada pada jalur kritis. Percepatan dilakukan melalui penembahan jam kerja menjadi 3 (tiga) shift kerja, sedangkan harga satuan pekerjaan dianggap tetap selama pelaksanaan proyek. Pengolaan data dan penjadwalan proyek dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Project. Hasi Analisa menunjukkan bahwa penerapan metode time cost trade off (TCTO) mampu memberikan alternatif percepatan waktu pelaksanaan dari 118 hari menjadi 87 hari dengan kata lain diperoleh percepatan sebesar 31 hari dengan penambahan biaya langsung sebesar Rp 123.142.920 dari total biaya sebelumnya sebesar Rp. 2.350.800.000,00 menjadi Rp 2.462.858.406 yang masi dapat di kendalikan. Metode ini efektif dalam menentukan kombinasi waktu dan biaya yang optimal, sehingga keterlmbatan proyek dapat di minimalkan secara makimal. Dengan demikian metode time cost trade off (TCTO) dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan manajemen proyek yang efisien dalam menangani keterlambatan pda proyek kontruksi