Abstrak
Dalam proyek pembangunan, ada beberapa hal sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan kegagalan suatu proyek, yaitu tepat waktu, biaya dan mutu. Tolak ukur keberhasilan suatu proyek biasanya dilihat dari waktu penyelesaian yang singkat dengan biaya yang minimal tanpa melupakan mutu dan kualitas hasil dari pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung perubahan biaya dan waktu pelaksanaan proyek dengan variasi penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan tenaga kerja. Data-data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari Kontraktor Pelaksana. Penentuan lintasan kritis menggunakan program Microsoft Project serta melakukan perhitungan penerapan Metode Time Cost Trade Off di bantu Program Microsoft Excel. Diketahui biaya untuk proyek dalam kondisi normal sebesar Rp 7.517.149.834,81 dengan durasi pelaksanaan proyek selama 198 hari kerja. Dari hasil perhitungan waktu dan biaya akibat penambahan jam kerja (lembur), didapat didapat pada umur proyek 130 hari kerja dengan total biaya proyek Rp7.010.330.880,77 dengan efisiensi waktu proyek sebanyak 68 hari (34,34%) dengan efisiensi biaya sebesar Rp Rp506.818.954,04 (6,74%). Sementara pada penambahan tenaga kerja didapat pada umur proyek 105 hari kerja dengan total biaya proyek Rp 6.704.060.825,23 dengan efisiensi waktu proyek sebanyak 93 hari (47,01%) dengan efisiensi biaya sebesar efisiensi biaya proyek sebesar 813.089.009,58 (12,13%).