ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumah sakit merupakan lembaga pelayanan publik yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan untuk menyediakan layanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jumlah kendaraan yang datang ke rumah sakit khususnya pada gedung Poliklinik BLUD Rumah Sakit Daerah (RSD) Dr.H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor untuk hari-harinya sangat ramai hal ini justru tidak seimbang dengan kapasitas ruang parkir yang ada sehingga sering terjadi penumpukan kendaraan mobil dan motor. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendraan yang bersifat sementara karena ditinggal oleh pengemudinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggetahui kebutuhan ruang parkir kendaraan mobil dan motor pada lokasi studi yaitu Poliklinik BLUD Rumah Sakit Daerah (RSD) Dr.H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung selor berupa : akumulasi parkir, durasi parkir, turnover, indeks parkir dan volume parkir. Analisis menunjukkan bahwa luas 300 m2 mampu menampung 24 kendaraan mobil dan luas 300 m2 mampu menampung 200 kendaraan sepeda motor. Saran kepada pihak manajemen rumah sakit agar dilakukan perluasan lahan parkir dan memisahkan tempat parkir antara karyawan dan pengunjung dikarenakan karyawan lebih lama parkir dari pada pengunjung.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelabuhan Kayan II merupakan salah satu gerbang utama untuk masuk di Tanjung Selor. Aktifitas di Pelabuhan Kayan II ini yang terkadang cukup tinggi pasti akan berpengaruh pada pergerakan kendaraan khususnya yang memarkir di parkiran Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor. Dan ini menimbulkan permasalahan khususnya di kondisi parkir dan karakteristik pada parkiran Pelabuhan Kayan II. Tujuan dari penelitian untuk menganalisanya kondisi parkir dan karakteristik petak parkir. Dalam karakteristik parkir digunakan pehitungan yakni akumulasi parkir,durasi parkir,volume parkir,pergantian parkir,dan indeks parkir. Dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder serta dalam pengolahan data menggunakan metode survei inventarisasi parkir dan metode survei kebutuhan parkir. Total luas untuk lahan parkir motor adalah 565,m2 sedangkan untuk lahan parkir mobil total luas lahannya adalah 1.792,56 m2. Dalam penelitian ini berdasarkan analisa untuk akumulasi parkir tertinggi untuk motor adalah 82 kendaraan sedangkan mobil 40 kendaraan, durasi parkir diambil pada saat puncak tertinggi untuk motor pada hari Senin adalah 27 kendaraan dengan rentang waktu dari 121-180 menit sedangkan mobil pada hari Kamis adalah 12 kendaraan dengan rentan waktu dari 301-360 menit, volume parkir motor kendaraan tertinggi sebanyak 111 kendaraan sedangkan volume parkir mobil tertinggi sebanyak 40 kendaraan, turnover parking motor tertinggi adalah 1,121 kend./petak/jam sedangkan untuk mobil 0,625 kend./petak/jam. Dan indeks parkir yang parkir motor yang terbesar adalah 82% dan indeks parkir mobil yang terbesar adalah 40% ini menunjukkan bahwa untuk untuk kapasitas petak parkir motor masih tersedia 18% sedangkan untuk kapasitas petak parkir mobil masih tersedia 60%.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Banyak hal yang dapat terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi yang dapat menyebabkan keterlambatan durasi proyek. Maka dari itu dibutuhkan suatu percepatan yang dapat mengatasi keterlambatan proyek dengan memperhitungkan faktor kenaikan biaya terhadap durasi percepatan. Banyak metode yang dapat digunakan dalam melakukan percepatan durasi. Dalam penelitian ini akan dilakukan perbandingan efisiensi biaya dengan menggunakan metode Least Cost Analysis dan metode Time Cost Trade off. Dengan membandingkan keduanya akan didapatkan metode mana yang lebih efisien.Penelitian dilakukan dengan melakukan analisis data. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer berupa hasil analisa meliputi daftar bahan dan upah tenaga kerja, Rendana Anggaran Biaya (RAB), time schedule, estimasi waktu dalam program Microsoft Project, data biaya langsung dan biaya tidak langsung proyek. Rencana awal kegiatan Pembanguan Gedung PIP2B ini membutuhkan waktu 169 hari kerja dengan biaya sebesar Rp. 6.477.047.000 . Hasil penelitian ini didapatkan hasil perbandingan biaya percepatan deng an menambah jam lembur yang paling optimal adalah metode Least Cost Analysis. Metode tersebut menghasilkan dengan penambahan jam lembur selama 3 jam didapatkan hasil pengurangan durasi sebesar 150 hari dengan biaya total Rp. 6.410.558.995,06. Hasil tersebut lebih murah sebesar Rp. 66.488.004,94 dari biaya normal. Sedangkan hasil paling optimal secara keseluruhan adalah dengan metode Time Cost Trade Off dengan penambahan 3 tukang dan 3 pekerja dengan hasil durasi Crashing 150,22 hari dengan biaya total sebesar Rp. 6.348.320.400,00 , hasil tersebut dapat menghemat biaya sebesar Rp. 128.726.600 dari biaya normal. Kata Kunci : Least Cost Analysis, Time Cost Trade Off, Percepatan Durasi