ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Pelabuhan Penyeberangan Ancam adalah jalur lintas penghubung antara Pulau Tanjung Selor dan Pulau Tarakan. Dengan perannya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi antar pulau, diharapkan kelancaran pergerakan penumpang dan barang dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Dengan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin dan penerapan manajemen yang baik, maka akan mengurangi waktu dan banyaknya antrean karena harus menunggu kapal ferry yang sedang bongkar muat. Bongkar muat yang lama/melebihi ketentuan akan membuat jarak tempuh/waktu tempuh menjadi panjang/lama. Oleh karena itu optimalisasi dari waktu bongkar muat perlu dilakukan untuk memperlancar arus penyeberangan dan antrean kendaraan. Dan juga perlunya penyeragaman kendaraan yang masuk ke dalam kapal agar tata letak kendaraan di dalam kapal menjadi mudah dan cepat sehingga efisien terhadap waktu. Kata kunci : Bongkar Muat, Port time, Kapal Ferry,penumpang , Abstrack The Ancam Crossing Harbor is a connecting lane between the islands Tanjung Selor and Tarakan Island. With its role as a driver of inter-island economic growth, it is expected that the smooth movement of passengers and goods can take place effectively and efficiently. By utilizing as much time as possible and implementing good management, it will reduce the time and the number of queues because they have to wait for the ferry that is loading and unloading. Long loading / unloading / exceeding provisions will make the mileage / travel time to be long / long. Therefore, optimization of loading and unloading time needs to be done to smooth the flow of crossings and vehicle queues. And also the need for uniformity of vehicles entering the ship so that the vehicle layout is on in the ship becomes easy and fast so it is efficient with time. Keywords: Unloading, Port time, Passenger,Ferry
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Terminal penumpang bandar udara adalah prasarana transportasi di kawasan lapangan terbang di daratan dan/ atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang dan/ atau pos, dan tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi. Tujuan dari penulisan in diharapkan dapat terwujudnya perencanaan dan perancangan terminal penumpang bandar udara yang sesuai dengan standar dan fungsinya, serta dapat mengaplikasikan konsep arsitektur metafora yang mempunyai daya tarik dan keindahan tersendiri bagi pengguna. Dengan harapan agar dapat meningkatakan standar fasilitas sarana dan prasarana terminal penumpang dengan skala domestik. Metode yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan terminal penumpang bandar udara yaitu metode deskriptif adalah metode penulisan yang digunakan untuk membahas suatu permasalahan, menginterprensikan, hal yang ditulis dengan pembahasan yang teratur sistematis, ditutup dengan kesimpulan dan pemberian saran sesuai kebutuhan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanjung Selor merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki satu Bandar udara Kelas III yaitu Bandar udara Tanjung Harapan, dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU). Terminal bandar udara Tanjung Harapan dioperasikan seluas 720 m2 dengan kapasitas penumpang 150 orang. Pergerakan penumpang waktu sibuk kondisi eksisting yaitu sebanyak 76 penumpang datang dan 78 penumpang berangkat. Setelah dilakukan analisa diperoleh sebanyak 2 buah check – in counter dan check – in area dengan luas 23,6 m2. Untuk luas ruang tunggu kondisi eksisting 80 m2 sedangkan yang diperoleh dari analisa yaitu 111,57 m2, dapat disimpulkan untuk check – in counter dan check – in area kondisi eksisting masih mampu untuk melayani jumlah penumpang pada waktu sibuk, untuk luas ruang tunggu tidak memenuhi standar SKEP/77/VI/2005 dan SNI 03-7046-2004. Untuk hasil analisa forecasting 10 tahun kedepan yaitu pada tahun 2027 diperoleh jumlah total penumpang sebanyak 79.449 penumpang, dengan penumpang waktu sibuk sebanyak 9.534 penumpang dan luas terminal penumpang sebesar 32.225 m2.