ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan untuk mengtahui peran Kepala Desa Dalam Peningkatan Kinerja Perangkat Desa Mara Hilir Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat peran Kepala Desa Dalam Peningkatan Kinerja Perangkat Desa Mara Hilir Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan.. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu a. Kepala Desa Mara Hilir, Sekertaris Desa Mara Hilir, Staf Desa Mara Hilir Ketua RT Desa Mara Hilir.Masyarakat Desa, dan anggota BPD. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu 1. Peran kepala desa Mara Hilir dalam meningkatkan kinerja perangkat desa Mara Hilir yaitu (1) Sebagai Motivator memberikan motivasi kepada staf desa, menjalin komunikasi, melakukan sosialisasi, rapat, pembinaan, pengawasan, dorongan serta motivasi kepada perangkat Desa. (2) Sebagai fasilitator yaitu menyediakan fasilitas kantor untuk menunjang kinerja dan memfasilitasi perangkat desa mengikuti kegiatan pelatihan. (3) Sebagai Mobilisator yaitu memberikan contoh teladan, mengajak mereka untuk lebih produktif, disiplin, mengarakah dan menggerakan aparat desa mengikuti pelatihan. 2.Faktor pendukung dan penghambat peran kepala desa dalam peningkatan kinerja perangkat desa Mara Hilir yaitu (1) faktor pendukung: (a) Adanya motivasi dari kepala desa untuk meningkatkan kompetensi, (b) Adanya kemampuan dasr yang dimiliki aparat desa dalam pemanfaatan teknologi informasi, (c) Adanya motivasi aparat desa Mara Hilir dalam penigkatan kinerja. (2) faktor penghambat yaitu : (a) Keterbatasan dan desa, (b) Keterbatasan sarana dan prasarana desa yang dimanfaatkan dalam rangka peningkatan kinerja aparat desa, (c) Kegiatan pelatihan yang dirasakan masih kurang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan untuk mengetahui peran kepala desa dalam meningkatkan motivasi kerja perangkat desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu perangkat desa beserta kepala desa Gunung Putih. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu peran Kepala desa dalam meningkatkan motivasi kerja perangkat Desa Gunung Putih Peran Kepala Desa sebagai fasilitator sudah dijalankan dengan memberikan arahan dan petunjuk kepada para perangkat desa selain itu perangkat desa dalam kegiatan maupun pengambilan keputusan, perangkat desa sudah difasilitasi peralatan dan perlengkapan kantor untuk menunjang kegiatan kerja yang dilakukan. Peran Kepala Desa sebagai motivator sudah dijalankan dengan memberikan motivasi kepada perangkat desa berupa penghargaan pujian yang menjalankan tugasnya dengan sangat baik kemudian untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai dengan memberikan teguran maupun hukuman, Kepala Desa menciptakan kondisi yang kondusif dan nyaman dengan cara merangkul seluruh perangkat desa dan serta menciptakan suasana kerja yang nyaman. Peran kepala desa sebagai mobilisator sudah dijalankan dengan cara mengaja dan menggerakan aparat desa supaya termotivasi untuk menjalankan tugas dan fungsi mereka. Faktor penghambat kepala Desa Gunung Putih dalam meningkatkan motivasi kinerja perangkat desa yaitu: dana desa yangterbatas untuk memberikan penghargaan atas prestasi perangkat desa, terbatasnya kegiatan pelatihan terkait dengan tugas dan fungsi, terbatasnya akses jaringan informasi dan teknologi, kemampuan sumber daya manusia dalam penyesuaian dengan tugas dan program yang baru diterapkan pemerintah, dan kurangnya penghargaan terhadap kinerja perangkat desa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan untuk mengetahui peran kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada pembangunan desa pentian, kecamatan sekatak, kabupaten bulungan, kalimantan utara serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat peran kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada pembangunan desa. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskritif dengan mengunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian yaitu masyarakat yang memahami keadaan desa, masyarakat yang sudah lama tinggal di desa, masyarakat yang mau di wawancarai dan perhatian mereka pada pembangunan desa. Taknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data meliputi reduksi data, display, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu peran kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada pembangunan desa : (1) kepala desa sebagai motivator ; (2) kepala desa sebagai fasilitator ; (3) kepala desa sebagai mobilisator. Faktor pendukung dan faltor penghambat peran kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada pembangunan desa. Faktor pendukung (1) Adapun faktor pendukungnya semua aparatur desa bekerja sama untuk meningkatkan mutu dan kualitas masyarakatnya agar dapat memahami semua kegiatan yang dilakukan oleh kepala desa terhadap partisipasi masyarakat pada pembangunan desa; faktor penghambat (2) Semua aparatur desa bekerja sama untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar terciptanya kepedulian masyarakat terhadap desa Pentian.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa dan faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa didesa lubakan kecamatan sembakung kabupaten nunukan tahun 2021. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Data-data yang digunakan penelitian ini diperoleh dengan Teknik observasi berdasarkan keadaan dilapangan serta Teknik wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Desa, Staf Desa, Ketua BPD, Ketua Panitia Pilkades, Panitia Pilkades dan Tokoh Masyarakat. Sedangkan sampel penelitian yang digunakan sebanyak 12 (dua belas) orang dengan Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa bagaimana partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa. Dalam negara demokrasi rakyat diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam politik secara aktif. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa di desa lubakan dilihat dalam berbagai bentuk yaitu partisipasi masyarakat dalam pencalonan, partisipasi masyarakat dalam mengikuti kampanye dan partisipasi masyarakat dalam memberikan hak suara. Dilihat dari partisipasi masyarakat dalam pencalonan sangat tinggi, dan partisipasi masyarakat dalam memberikan hak suara cukup tinggi. Berbeda dengan partisipasi masayarakat dalam mengikuti kampanye dilihat kurang aktif dalam kegiatan kampanye nya. Padahal ini sangat penting untuk mengenal program kerja pemimpin untuk mewujudkan desa yang desa yang Makmur dan sejahtera.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan salah satu sumber pendapatan desa yang memiliki peranan penting dalam pelaksaan pembangunan desa. Desa Bumi Rahayu mempunyai jumlah penduduk 1.412 orang, yang terdiri dari laki - laki 760 orang, perempuan 652 orang dan 422 KK, yang tebagi dalam 2 (Dua) Rukun Warga dan 7 (Tujuh) wilayah Rukun Tetangga (RT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kepala desa dalam pengelolaan alokasi dana desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yang dilakukan bahwa Adapun tahapan dari pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Bumi Rahayu terdiri dari mekanisme penerimaan Alokasi Dana Desa (ADD), tahap persiapan, tahap pengusulan atau pengajuan kegiatan, tahap penerimaan Alokasi Dana Desa, penggunaan ADD, pertanggungj jawaban dan pelaporan ADD, serta pengawasan ADD. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi Alokasi Dana Desa di Desa Bumi Rahayu yaitu faktor partisipasi masyarakat dan keterbatasan sumber daya manusia yang berkualitas.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PELESTARIAN KESENIAN TARIAN TUNGGAL DI DESA LEPAK ARU KECAMATAN PESO HULU KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran pemerintah desa dalam pelestarian kesenian Tarian Tunggal di Desa Lepak Aru Kecamatan Peso Hulu Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu Kepala Desa Lepak Aru, Sekertaris Desa, Bendahara, Kepala Urusan Pembangunan (Kaur Pembangunan), Ketua RW, Ketua RT, pengurus adat, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil Peran pemerintah desa dalam pelestarian kesenian Tarian Tunggal di Desa Lepak Aru Kecamatan Peso Hulu Kabupaten Bulungan dilakuakn dengan cara: 1). Dilakukan dengan pembinaan dan pelatihan-pelatihan tari ketika ada even yang diselenggarakan di desa ataupun di luar desa. Pembinaan ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi anak-anak muda di desa Lepak aru agar kesenian kesenian tarian tunggal tetap dibudayakan dari generasi kegenerasi. 2). Meningkatkan partisipasi masyarakat dengan cara mengadakan kegiatan perlombaan dan mengadakan pentas kesenian ketika ada acara hari besar agama. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diundang turut berpartisipasi untuk menyaksikan dan memperagakan kesenian Tarian Tunggal. 3), Melakukan kerjasama dengan para pelaku kesenian, lembaga adat dan masyarakat dengan maksud agar kesenian Tarian Tunggal bisa tetap dilestarikan serta bisa dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Bentuk kerjasamanya yaitu dengan mengadakan sebuah festival seni tradisional, diantaranya yaitu festival kesenian Tarian Tunggal, kesenian tarian tubong, tarian piring, tarian angklung, tarian parang, dan tarian tunggal laki-laki, juga tarian tunggal perempuan bahkan termasuk tarian gerak sama. Kerja sama pemeritah desa Lepak aru dalam pelestarian kesenian Tarian Tunggal yaitu: 1. Mempasilitasi, peran pemerintah desa Lepak Aru dalam memfasilitasi yaitu membuat pentas kesenian, membuat perlombaan serta pemyediaan tempat kegiatan, memberikan fasilitas berupa peralatan dan perlengkapan seperti baju tari peralatan musik tari. 2. Pembiayaan, pemerintah desa Lepak Aru mengalokasikan dana desa (DD) untuk kegiatan kesenian, baik dalam bentuk perlombaan kesenian, ataupun pengadaan peralatan dan perlengkapan kesenian. viii THE ROLE OF THE VILLAGE GOVERNMENT IN THE PRESERVATION OF THE SINGLE DANCE ART IN LEPAK ARU VILLAGE, PESO HULU DISTRICT, BULUNGAN REGENCY ABSTRACT The research objective was to identify and describe the role of the village government in the preservation of the Singular Dance in Lepak Aru Village, Peso Hulu District, Bulungan Regency. This type of qualitative descriptive research. Research informants are the Head of Lepak Aru Village, Village Secretary, Treasurer, Head of Development Affairs (Kaur Pembangunan), Head of RW, Head of RT, customary administrators, and the community. Data collection techniques are interview observation and documentation. While data analysis techniques include: data reduction, data display and drawing conclusions. Results The role of the village government in the preservation of the single dance art in Lepak Aru Village, Peso Hulu District, Bulungan Regency is carried out by: 1). Performed with coaching and dance training when there are events held in the village or outside the village. This guidance is carried out to increase the motivation of young people in Lepak Aru village so that the art of single dance is still cultivated from generation to generation. 2). Increase community participation by holding competition activities and holding art performances when there are religious holidays. In this activity, the community is invited to participate to watch and demonstrate the single dance art. 3), Collaborating with art actors, traditional institutions and communities with the aim that the single dance art can be preserved and can be developed according to the times. The form of cooperation is by holding a traditional art festival, including the solo dance festival, tubong dance, plate dance, angklung dance, parang dance, and male solo dance, as well as single female dances even including the same motion dance. The cooperation of the Lepak Aru village government in the preservation of the single dance art, namely: 1. Facilitating, the role of the Lepak Aru village government in facilitating, namely making art performances, making competitions and providing a place for activities, providing facilities in the form of equipment and supplies such as dance clothes, dance music equipment. 2. Funding, the village government of Lepak Aru allocates village funds (DD) for artistic activities, either in the form of art competitions, or the procurement of art equipment and supplies. Keywords: The role of the village head, conservation, art, single dance ix
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Adapaun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Pembangunan (Studi Di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat dan pendukung dalam Kepemimpinan Kepala Desa dalam pelaksanaan pembangunan Desa Salimbatu. Secara umum jenis penelitian ini dapat dikelompokkan menurut, tujuan, pendekatan, tingkat eksplanasi, dan jenis data. Menurut tujuannya, penelitian ini termasuk jenis penelitian terapan yang bertujuan untuk mempergunakan pengetahuan ilmiah yang telah diketahui untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis. Kemudian menurut pendekatannya, penelitian ini termasuk jenis penelitian Policy Research yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya deapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan hal-hal sebagai berikut : Pembangunan desa adalah sebagai upaya untuk peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Dalam rangka hal tersebut maka pemerintah desa harusn menyusun perencanaan Pembangunan Desa mendasarkan pada kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta memanfaatkan seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki mendasarkan kewenangannya dengan mencacu pada perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui peran kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan di Desa Karang Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan , dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi peran kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan di Desa Karang Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Informen penelitian yaitu Kepala Desa Karang Agung Ketua dan anggota BPD Desa Karang Agung, Ketua RW/RT Desa Karang Agung, Ketua RT Desa Karang Agung, dan Tokoh-tokoh masyarakat Desa Karang Agung orang.Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu Peranan kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan di Desa Karang Agung (1) Peran sebagai motivator yaitu kepala Desa memberikan motivasi kepada warga desa melalui ketua RW, ketua RT dan tokoh masyarakat pada saat rapat dengan harapan agar masyarakat terlibat kerja bakti, mampu menjaga kebersihan lingkungan dengan cara membuang sampah dan memperbaiki jalan yang rusak (2) Peran sebagai mobilisator yaitu mengajak dan menggerakan swadaya masyarakat desa Karang Agung untuk bekerja sama dalam menjaga kesehatan lingkungan dengan cara kerja bakti dan membuang sampah pada tempatnya. Kepala desa mengajak masyarakat dengan menggerakan ketua RT dan ketua RW. (3) Peran sebagai mediator yaitu kerja sama dengan puskesmas untuk penyuluhan tentang kesehatan lingkungan dan membuang sampah organik dan anorganik, mengelola air bersih dan mendapatkan pelayanan program fogging. (4) Peran sebagai fasilitator belum maksimal karena tidak terdapat fasilitas yang memadai bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan. Faktor yang mempengaruhi peran kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan di Desa Karang Agung yaitu (1) Keterbatasan dana, dana yang terbatas menyebabkan program di bidang kesehatan lingkungan masyarakat mengalami kendala, yang seharusnya bisa memperbaiki paret, penyediaan tong sampah, dan mengalokasikan dana untuk kerja bakti. (2) Partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan desa Karang Agung belum maksimal karena kesibukan pribadi, tidak mau bekerja bakti, dan membuang sampah sembarangan. (3) Sarana dan prasarana kurang memadai berupa penyediaan tempat sampah, irigasi/paret yang tidak berfungsi, dan mesin rumput yang terbatas
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERAN KEPALA DESA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMBANGUNAN INSFRASTRUKTUR BADAN JALAN DESA ANTUTAN KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN Rumusan masalah penelitian yaitu Bagaimana peran kepala desa dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur badan jalan di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Faktor apa saja yang mempengaruhi peran kepala desa dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur badan jalan di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu Kepala Desa, Sekertaris Desa dan staf desa, Badan Pemusyawaratan Desa, toko masyarakat desa. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu Peran kepala desa dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur badan jalan di Desa Antutan dapat terlihat dari perannya sebagai fasilitator dalam mempasilitasi masyarakat saat bermusyawarah di kantor desa, memfasilitasi dana pembangunan dan memfasilitasi peralatan yang digunakan dalam pembangunan badan jalan desa. Peran kepala desa sebagai motivator yaitu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk pembangunan badan jalan di desa mulai dari musyawarah sampai pelaksanaan dan pengawasan. Peran kepala desa sebagai mobilisator yaitu menggerakkan masyarakat untuk terlibat/berpartisipasi dalam pembangunan jalan dan mengundang masyarakat untuk musyawarah. Faktor yang mempengaruhi peran kepala desa dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur badan jalan di Desa Antutan yaitu faktor pendukung (1) Pemerintah Kabupaten Bulungan sangat berpengaru dalam melaksanakan pembanguan di desa pemerintah Kabupaten mempasilitasi dan memberikan bantuan data desa (2) Sumber daya aparatur desa memiliki komitmen, bertanggung jawab, saling berkoordinasi dan bekerja sama, (3) Partisipasi masyarakat dalam pembangunan badan jalan desa bisa dikatakan baik, bahwa masyarakat sudah terlibat dari penyusunan rencana dan sampai dengan pelaksanaan pembangunan jalan. Faktor penghambat berupa (1) Dana desa masih terbatas untuk melakukan kegiatan pembangunan, (2) Kurang pengawasan dari masyarakat untuk menjaga dan memelihara jalan tersebut, (3) Pendidikan aparatur desa masih rendah, tingkat pendidikan yang relatif masih rendah dan mempengaruhi kinerja dari aparatur pemerintah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EFEKTIVITAS KEPALA DESA DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA STUDY KASUS DESA TERAS BARU KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Pembangunan infrastruktur dalam merekonstruksi desa harus mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat, menerapkan peran aktif masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat agar tetap bersama sebagai warga desa. Pemerintah memiliki wewenang untuk mengelola kepentingan masyarakat, tetapi kegiatan infrastruktur yang telah direalisasikan dalam Teras Baru masih dipercayakan kepada sektor swasta sebagai pelaku. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas kepala desa dalam membangun infrastruktur di Teras baru, Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan. juga, faktor lain yang menghambat proses. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi analisis kualitatif. data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. data primer diperoleh dari observasi dan wawancara beberapa responden yang tepat dan data sekunder diperoleh dari studi perpustakaan. itu juga menggunakan purposive sampling dalam menentukan sampel. Hasil penelitian ini adalah efektivitas infrastruktur bangunan di Teras baru belum cukup baik. Itu bisa dilihat dari realisasi bangunan yang direncanakan hanya dilakukan dua macam. faktor-faktor yang mempengaruhi pemantauan adalah tanggung jawab dan kesadaran tentang pembangunan infrastruktur, kurangnya pembangun, dan sulit untuk mencapai lokasi. jadi, saran dalam hal ini adalah, karena lebih sedikit dana, perlu untuk memberikan pembagian kerja dengan jelas, transparansi antara pemerintah dan pihak lain yang terlibat dalam kebutuhan masyarakat. juga, mengoptimalkan perencanaan tentang pembangunan infrastruktur. pemerintah dapat memberikan penjelasan yang jelas tentang infrastruktur, sehingga kecamatan dapat mengontrol pemeliharaan infrastruktur.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran Kepala Desa Dalam Meningkatkan Swadaya Masyarakat Desa Di Desa Wonomulyo Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan ABSTRAK Keberhasilan pembangunan desa salah satunya dipengaruhi oleh peran Kepala Desa, dengan demikian maka peran Kepala Desa menjadi penting yang sangat diperlukan dalam proses pembangunan desa guna untuk memperlancar pembangunan serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa. Hal ini menyoroti tentang Peran Kepala Desa terhadap swadaya masyarakat dalam pembangunan desa di Desa Monomulyo Kecamatan Tanjung selor Kabupaten Bulungan. Temuan menunjukan bahwa Kepala Desa sangat berperan dalam memberikan motivasi, fasilitas dan menggerakkan warga disetiap kegiatan-kegiatan pembangunan desa. Dalam perannya temuan juga menunjukan bahwa peran Kepala Desa yang peling sering terlihat yaitu Kepala Desa sebagai fasilitator hal ini terlihat bahwa Kepala Desa sering memfasilitasi setiap kegiatan-kegiatan pembangunan desa di Desa penelitian yaitu di Desa Monomulyo. Faktor pendukung dan penghambat peran Kepala Desa dalam menggalang swadaya masyarakat juga di bahas dalam penelitian ini. Dalam perannya untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur, temuan juga menunjukan Kepala Desa dalam meningkatkan swadaya masyarakat sangat penting dalam mengadakan pendekatan dan menumbuhkan serta mengembangkan swadaya gotong-royong masyarakat untuk dapat merealisasikan pelaksanaan pembangunan yang telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Tanjung Agung Desa Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Kepemimpinan merupakan kemampuan seorang pemimpin untuk mempengaruhi, menggerakkan dan mengarahkan orang lain agar dengan penuh pengertian, kesadaran, dan senang hati mengikuti kehendaknya tersebut untuk mewujudkan suatu tujuan bersama. Gaya kepemimpinan adalah salah satu cara yang dipergunakan dan mengendalikan perilaku orang lain untuk mencapai suatu tujuan Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian yang dilakukan berfokus pada analisis gaya kepemimpinan kepala desa dalam pelaksanaan tugas pemerintahan desa. Dengan memilih informan yaitu perangkat desa, BPD, RT dan karang taruna dan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawncara, studi pustaka, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bawha gaya kepemimpinan kepala desa tanjung agung kecamatan tanjung palas timur kabupaten bulungan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan cenderung pada tipe/gaya kepemimpinan yang demokratis.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan peranan kepala desa dalam memberdayaan masyarakat Desa Long Buang Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan; (2) Mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi peranan kepala desa dalam memberdayakan masyarakat Desa Long Buang Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala desa, kabag umum, kabag kemasyarakatan, ketua PKK, ketua karang taruna, ketua BPD, kepala dusun, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan display data, reduksi data, dan pengambilan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan tringulasi teknik/ metode, sumber data dan waktu. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Peranan Kepala Desa dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Long Buna adalah pemberdayaan masyarakat di dalam pembangunan prasarana fisik dan prasarana non fisik, dengan indikator peranan kepala desa dalam pembinaan masyarakat dan peranan kepala desa dalam koordinasi pembangunan secara partisipasif yang meliputi bidang ekonomi, kesehatan, sosial, dan politik. Sasaran pemberdayaan masyarakat mengarah pada pembinaan generasi muda dan perbaikan ibu hamil dan balita. (2) Faktor -faktor yang mempengaruhi peranan kepala desa dalam pemberdayaan masyarakat terdiri dari faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung peranan kepala desa adalah keturunan, kewibawaan, dan kekuasaan. Faktor penghambat peranan kepala desa adalah kondisi penduduk, partisipasi penduduk, dan fasilitas atau peralatan. Pembinaan kehidupan masyarakat dilakukan oleh kepala desa dengan konsep kesadaran dan kemauan masyarakat melalaui koordinasi secara partisipasif dari masyarakat sehingga peranan kepala desa dalam pemberdayaan masyarakat berjalan efektif
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Juleha M, 2019. Persepsi masyarakat dalam Pemilihan kepala Desa Pejalin Periode 2019-2025 Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Skripsi Jurusan Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik. Universitas Unikaltar Tanjung Selor. Pembimbing Utama: Syaini, S.soS.M.IP. Kata Kunci: Persepsi, masyarakat, Kepala Desa, Pengertian Desa Subjek Penelitian ini adalah Kepala desa, BPD, RT dan Masyarakat desa yang merupakan bagian dari masyrakat desa Pejalin yang memegang peran penting di lingkungan masyarakat terutama dibidang Pelayanan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan persepsi masyarakat terhadap pemilihan Kepala Desa Pejalin untuk periode 2019-2025 Kabupaten Bulungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada aspek Kognitif, hampir seluruh informan menyatakan bahwa mengetahui sosok calon kepala desa yang akan dipilih, mendukung serta memandang positif untuk penyelenggaraan pesta demokrasi pemilihan kepala desa Pejalin untuk masa jabatan 6 tahun sekali.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KEPEMIIMPINAN KEPALA DESA DAALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA GUNUNG PUTIH KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN