ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam perencanaan desa mandiri melalui program ketahanan pangan Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Tahun 2020 dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam perencanaan desa mandiri melalui program ketahanan pangan Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. dengan informan yaitu Kepala Desa Bumi Rahayu, BPD Desa Bumi Rahayu, Pemimpin Organisasi Kemasyarakatan, dan masyarakat Desa Bumi Rahayu. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, Observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian yaitu partisipasi masyarakat dalam perencanaan desa mandiri melalui program ketahanan pangan Desa Bumi Rahayu Tahun 2020 dapat dilihat dari aktiviaatas masyarakat mencakup (1) Kecukupan ketersediaan pangan di desa, (2) Stabilitas ketersediaan pangan di Desa Bumi Rahayu tetap stabil mengingat kebutuhan masyarakat selalu terpenuhi, (3) aksesibilitas/keterjangkauan pangan di Desa Bumi Rahayu sangat mudah dijangkau oleh masyarakat desa., (4) Kualitas ketahanan pangan di Desa Bumi Rahayu cukup baik untuk dijual kembali dan dikonsumsi masyarakat desa. Faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam perencanaan desa mandiri melalui program ketahanan pangan Desa Bumi Rahayu Tahun 2020 yaitu (1) faktor pendukung yaitu adanya bantuan pemerintah, adanya dukungan dari masyarakat Desa Bumi Rahayu, kemampuan masyarakat dalam pengelolaan bantuan, dan ketersediaan lahan masyarakat Desa Bumi Rahayu. (2) Faktor penghambat yaitu fasilitas untuk menjual hasil produksi terbatas, harga hasil produksi masih sangat rendah, pemborang atau pengepul di desa belum ada, dan bantuan modal dari pemerintah desa belum merata.. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data yang dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan, bimtek studi banding dan juga diklat sudah sering dilakukan hanya saja tidak ada perubahan atau pun kemajuan administrasi yang ada di kantor desa. Selain itu pelayanan yang ada di kantor desa juga masih perlu melakukan perbaikan-perbaikan lagi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini membahas tentang upaya pemerintah desa dalam penyediaan sarana air bersih di Desa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas, Kabuaten Bulungan. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang penting bagi masyarakat, namun masih banyak desa di Indonesia yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses terhadap air bersih yang layak dan aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam menyediakan sarana air bersih di Desa Antutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kulatitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi,wawancara,dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa antutan telah melakukan beberapa upaya dalam penyediaan sarana air bersih. Upaya tersebut meliputi penampungan air di profil, Instalasi pompa air,program penyediaan air minum sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS), dan jaringan distribusi air bersih kesetiap rumah di desa. Pemerintah desa juga melakukan bekerja sama dengan pihak terkait seperti dinas terkait,lembaga swadaya masyarakat dan perusahaan swasta untuk mendapatkan dukungan teknis dan finansial dalam penyediaan sarana air bersih. Meskipun pemerintah desa telah mengimplementasikan upaya dalam penyediaan sarana air bersih, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Tantangan tersebut antara lain keterbatasan anggaran,pemeliharaan dan perawatan air bersih yang kurang optimal, sumber mata air yang cukup jauh sulit untuk di jangkau.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian ini untuk mengetahui peran kepemimpinan ketua adat dalam menjaga dan melestarikan hutan adat di desa Long Peso Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan. Tujuan akhir dari hutan pengelola adalah kesejahteraan warga dan hutan pelaku, serta hutan lingkungan itu sendiri apabila tujuan pengelolaan untuk mensejahterakan dan menjadikan harmonisasi hubungan dengan alam maka perubahan ini akan mengancam kelestarian hutan apabila tujuan pengelolaan untuk mensejahterakan dan menjadikan harmonisasi hubungannya apabila tidak berjalan dengan baik melalui faktor kehutanan. Metode penelitian yang digunakan pada studi ini adalah metode kualitatif. Data primer, dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari pengamatan (observasi) langsung di lapangan dan atau wawancara dengan informan yang dipilih, Dengan demikian data primer sebagai data yang tidak menggunakan perantara orang lain. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yaitu data yang diperoleh langsung melalui wawancara dan kajian dokumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan obyek penelitian dengan mengintepretasikan berdasarkan kerangka teori yang ada untuk memperoleh suatu kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian peran ketua adat sangat penting dalam hal pengelolaan hutan adat sesuai dengan fungsi masing-masing hutan yaitu menjaga hutan, mempertahankan hak ulayat dan memberi izin membuka lahan baru, ketua adat dalam merencanakan penyadaran mengamankan dan melestarikan hutan adat membuat kesepakatan bersama Lembaga adat secara musyawarah untuk merencanakan hal yang perlu dilakukan agar masyarakat adatnya sadar tentang kelestarian hutan dan ketua adat dalam membuat pesan penyadaran mengamankan dan melestarikan hutan adat ketua adat bisa berperan sebagai penasehat masyarakat adat dalam pidatonya beliau menyelipkan pesan agar masyarakat tetap menjaga kelestarian hutan yang ada di Desa Long Peso.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini mendeskripsikan model kemitraan yang dilakukan di Objek Wisata Pantai Desa Tanah Kuning Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan dan Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pengelolaan Objek Wisata Desa Tanah Kuning Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif teknik wawancara dan observasi lapangan. Jenis penelitian bersifat deskriptif, yaitu untuk mendeskripsikan serta mengkaji data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam (indepth interview), observasi, maupun data dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil Penelitian menunjukkan model Kemitraan Partnership yang cocok dikembangkan dalam pengelolaan Wisata Pantai Desa Tanah Kuning. Kemitraan Pemerintah dan Kelompok Masyarakat membuat sebuah kebijakan untuk peningkatan kebersihan dan keindahan di objek wisata Pantai Tanah Kuning. Pemerintah dan Kelompok Masyarakat menghimbau kepada seluruh jajaran yang ikut berpartisipasi dalam pengembangan Objek wisata Pantai Tanah Kuning ini untuk lebih meningkatkan lagi kualitas kerjanya sesuai dengan Visi dan Misi. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam pengelolaan wisata pantai tanah kuning berupa letak pantai tanah kuning yang dekat dari jalan raya dan berada tepat di pesisir kota kabupaten bulungan, kesadaran masyarakat yang mulai tumbuh akan pentingnya menjaga kebersihan, terjalinnya komunikasi antara dinas pariwisata dengan instansi lain yang terkait, lahan yang masih kurang mengakibatkan sarana dan prasarana di pantai tanah kuning ini belum memadai.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan untuk mengtahui peran Kepala Desa Dalam Peningkatan Kinerja Perangkat Desa Mara Hilir Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat peran Kepala Desa Dalam Peningkatan Kinerja Perangkat Desa Mara Hilir Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan.. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu a. Kepala Desa Mara Hilir, Sekertaris Desa Mara Hilir, Staf Desa Mara Hilir Ketua RT Desa Mara Hilir.Masyarakat Desa, dan anggota BPD. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu 1. Peran kepala desa Mara Hilir dalam meningkatkan kinerja perangkat desa Mara Hilir yaitu (1) Sebagai Motivator memberikan motivasi kepada staf desa, menjalin komunikasi, melakukan sosialisasi, rapat, pembinaan, pengawasan, dorongan serta motivasi kepada perangkat Desa. (2) Sebagai fasilitator yaitu menyediakan fasilitas kantor untuk menunjang kinerja dan memfasilitasi perangkat desa mengikuti kegiatan pelatihan. (3) Sebagai Mobilisator yaitu memberikan contoh teladan, mengajak mereka untuk lebih produktif, disiplin, mengarakah dan menggerakan aparat desa mengikuti pelatihan. 2.Faktor pendukung dan penghambat peran kepala desa dalam peningkatan kinerja perangkat desa Mara Hilir yaitu (1) faktor pendukung: (a) Adanya motivasi dari kepala desa untuk meningkatkan kompetensi, (b) Adanya kemampuan dasr yang dimiliki aparat desa dalam pemanfaatan teknologi informasi, (c) Adanya motivasi aparat desa Mara Hilir dalam penigkatan kinerja. (2) faktor penghambat yaitu : (a) Keterbatasan dan desa, (b) Keterbatasan sarana dan prasarana desa yang dimanfaatkan dalam rangka peningkatan kinerja aparat desa, (c) Kegiatan pelatihan yang dirasakan masih kurang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Dwi Septiani. 2026. Peran Pemerintah Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan
Kompetensi Anggota PKK di Desa Punan Dulau Sekatak. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu
upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kompetensi anggota PKK melalui pemanfaatan potensi lokal.
Namun, peningkatan kompetensi anggota PKK di Desa Punan Dulau Sekatak belum sepenuhnya optimal
sehingga diperlukan peran pemerintah desa dalam melaksanakan program pemberdayaan yang
berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pemerintah desa dalam pemberdayaan
masyarakat untuk meningkatkan kompetensi anggota PKK di Desa Punan Dulau Sekatak serta
mengidentifikasi faktor yang memengaruhi peningkatan kompetensi anggota PKK. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian berjumlah 7
orang yang terdiri atas Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua PKK, Sekretaris PKK, Bendahara PKK, dan
dua anggota PKK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi,
sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah
melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program berbasis potensi lokal. Pemerintah desa
juga berperan sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan dinamisator dalam pelaksanaan programprogram tersebut. Pemberdayaan yang dilaksanakan menghasilkan peningkatan kompetensi anggota PKK
yang ditunjukkan melalui bertambahnya pengetahuan mengenai pemanfaatan potensi lokal, meningkatnya
keterampilan dalam mengolah produk berbasis sumber daya desa, serta terbentuknya sikap yang lebih aktif,
percaya diri, dan partisipatif dalam mengikuti kegiatan pemberdayaan. Meskipun demikian, masih terdapat
kendala berupa perbedaan tingkat pemahaman anggota, keterbatasan pemasaran produk, belum optimalnya
pendampingan dan pelatihan lanjutan, serta belum berkembangnya hasil pelatihan menjadi usaha produktif
yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemerintah desa telah
menjalankan perannya dengan baik dalam pemberdayaan masyarakat melalui program-program berbasis
potensi lokal sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi anggota PKK pada aspek
pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Namun, efektivitas program pemberdayaan masih perlu ditingkatkan
melalui pendampingan yang berkelanjutan, penguatan pemasaran produk, serta penyelenggaraan pelatihan
yang lebih sesuai dengan kebutuhan anggota PKK agar kompetensi yang dimiliki dapat berkembang
menjadi usaha produktif yang berkelanjutan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menganalisis strategi pengembangan agribisnis pengolahan biji kakao oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Desa Antutan, Kabupaten Bulun-gan, melalui penggabungan metode SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Data dikumpulkan melalui survei dan wawancara dengan anggota KWT Mawar. Hasil evaluasi mengidentifikasi kekuatan utama KWT Mawar yang terletak pada ketersediaan lahan, kemampuan fermentasi berkualitas, legalitas produk, serata keterampilan anggota, manajemen yang masih sederhana, promosi terbatas, dan kapasitas mesin yang minim. Di sisi lain, peluang pengembangan ter-buka lebar berkat dukungan Pemerintah, kelimpahan bahan baku lokal, tren per-mintaan musiman, potensi kemitraan pusat oleh-oleh, dan pengembangan agrow-isata edukasi, ancaman perubahan iklim, fluktuasi harga, kendala logistik, per-saingan pasar, serta hama penyakit tanaman. Berdasarkan analisis QSPM, Strategi S-O (Strengths-Opportunities) terpilih sebagai prioritas utama dengan skor Sum Total Attractiveness Score (STAS) tertinggi. Strategi ini memfokuskan pemanfaatan kualitas produk dan keterampilan anggota untuk mengoptimalkan dukungan pemerintah, memperluas kemitraan pemasaran, serta mengembangkan agrowisata edukasi. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat daya saing KWT Mawar dan mendorong kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di Desa Antutan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui disiplin kerja dan faktor pendukung serta faktor penghambat disiplin kerja perangkat desa di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh dari kepala desa, perangat desa, dan masyarakat desa sesuai dengan fokus penelitian. Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi teknik, sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja perangkat desa di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan dapat dilihat dari tanggung jawab perangkat desa seperti tanggung jawab pelayanan, tanggung jawab administrasi, dan tanggung jawab moral. Penggunaan waktu secara efektif, misalnya tepat waktu melayani masyarakat dan tepat waktu mengerjakan administrasi dengan baik. Selain itu, Ketaatan terhadap peraturan-peraturan di antaranya: 1) Peraturan Perundang-undangan; 2) UU No. 6 Tahun 2014 mengenai tata kelola desa; 3) Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati, Peraturan Desa (Perdes) & Peraturan Kepala Desa (Perkades), serta aturan internal yang disepakati di tingkat desa mengenai tata tertib kantor, dan pembagian piket. Faktor pendukung disiplin kerja perangkat desa di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan, yaitu kepemimpinan yang tegas dan teladan, kesejahteraan yang layak, kepastian penghasilan tetap, sanksi dan penghargaan yang jelas, fasilitas kantor yang memadai, dan pelatihan dan pembinaan berkala. Sedangkan faktor penghambat disiplin kerja perangkat desa di Desa Pejalin, yaitu budaya kekeluargaan, lemahnya pengawasan: sering kali kepala desa atau sekretaris desa, dan tidak adanya sanksi efek jera.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemekaran desa merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat, dan pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan. Desa Persiapan Jelarai Merudung merupakan hasil pemekaran dari Desa Jelarai Selor yang sedang dalam proses menjadi desa definitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemekaran Desa Persiapan Jelarai Merudung menuju desa definitif berdasarkan Pembentukan desa sebagaimana pasal 8 dalam Undang-Undang No.06 Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari Kepala Desa Jelarai Selor, Pengurus Desa Persiapan, Ketua RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Kasi Pemerintahan Kecamatan Tanjung Selor, tokoh adat, dan masyarakat Desa Jelarai Merudung. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemekaran telah memenuhi pemenuhan persyaratan dasar desa persiapan untuk rencana pemekaran. Penelitian ini memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai proses pembentuka desa persiapan jelarai merudung mulai dari proses pembentukan desa melalui musyawarah yang telah dilaksanakan dan pemenuhan persyaratan pembentukan desa yang sudah terpenuhi berupa proposal desa persiapan. Namun, masih terdapat kendala, yaitu belum adanya kesepakatan mengenai belum terselesaikannya proses evaluasi sebagai syarat penetapan desa definitif dikarenakan kebijakan moratorium pemerintah. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dan percepatan penyelesaian tahapan evaluasi agar Desa Persiapan Jelarai Merudung dapat segera ditetapkan menjadi desa definitif.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas pelayanan publik merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Namun, pelayanan di bidang kesejahteraan Desa Mangkupadi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta gangguan Sistem Informasi Desa (SID). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Kepala Seksi Kesejahteraan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dilakukan melalui perbaikan fasilitas, penerapan prosedur pelayanan, peningkatan daya tanggap, pemberian jaminan pelayanan yang profesional, serta sikap empati kepada masyarakat berdasarkan lima dimensi SERVQUAL. Meskipun demikian, masih terdapat hambatan berupa keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta gangguan SID. Disimpulkan bahwa kualitas pelayanan publik di Desa Mangkupadi telah berjalan dengan baik, namun masih perlu ditingkatkan agar pelayanan menjadi lebih efektif, cepat, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran pemerintah desa dalam meningkatkan kinerja organisasi pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi PKK. Penelitian ini didasarkan pada status PKK sebagai mitra strategis pemerintah desa yang memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat melalui 10 program pokok PKK. Kondisi ini sangat bergantung pada dukungan pemerintah desa dan kinerja yang baik dari PKK itu sendiri.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Landasan teori yang digunakan berfokus pada empat indikator peran menurut Muh Nurdin, dkk (2014), yaitu peran pemerintah desa sebagai regulator, dinamisator, fasilitator, dan katalisator.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum peran pemerintah desa sebagai regulator, dinamisator, fasilitator, dan katalisator sudah berjalan cukup baik melalui penerbitan SK kepengurusan kader PKK, memberikan motivasi dan arahan, pemberian bantuan alat untuk kelompok UMKM dan anggaran operasional untuk menunjang program kerja kader PKK serta penyampaian informasi kepada masyarakat melalui pelatihan dan sosialisasi ditingkat desa dan kecamatan. Adapun faktor pendukung kinerja PKK adalah tingginya motivasi kader PKK dan kerja sama yang baik dengan pemerintah desa. Kemudian faktor penghambat yaitu keterlambatan distribusi pencairan anggaran, keterbatasan kemampuan kader PKK, dan kurangnya tingkat partisipasi masyarakat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja aparatur desa dalam pelayanan administrasi di Kantor Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau serta faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat kinerja aparatur desa dalam pelayanan administrasi di Kantor Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mana untuk mendeskripsikan permasalahan yang diteliti dengan pendekatan penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, penelusuran online. Pengujian keabsahan data atau uji validitas data dilakukan melalui triangulasi. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, yaitu data yang diperoleh langsung melalui wawancara dan kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukan aparatur desa Tanjung Lapang dalam memberikan layanan administrasi sudah cukup baik, hal ini dapat dilihat dari kualitas pelayanan yang dibuktikan dengan efisiensi dan kepuasan masyarakat dalam memohon layanan administrasi, dan kuantitas aparatur pemerintah desa yang dapat menyelesaikan pekerjaanya sesuai dengan SOP dan kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan waktu dan sumber daya, serta pelaksanaan tugas yang diselesaikan tepat waktu tanpa melihat status sosial. Adapun faktor penghambat selain tingkat pendidikan yaitu adanya beberapa perangkat desa yang tidak bisa mengoperasikan komputer, dan juga adanya masyarakat yang terkendala dalam melengkapi persyaratan saat ingin melakukan pengurusan administrasi sehingga pengguna layanan menjadi terhambat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah desa dalam pelayanan pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelayanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu kepala desa, sekretaris desa, kasi pelayanan, kasi kesejahteraan sosial, serta ketua RT/RW. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan SKTM di Desa Mara Satu secara umum telah berjalan cukup baik. Hal ini ditinjau dari indikator kualitas pelayanan yaitu reliability, responsiveness, tangibles, attention, assurance, dan empathy. Pada aspek reliability, pelayanan telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Pada aspek responsiveness, aparat desa menunjukkan respon yang cepat terhadap kebutuhan masyarakat. Pada aspek tangibles, sarana pelayanan sudah tersedia namun masih terbatas. Pada aspek attention, dapat dikatakan berjalan cukup baik, meskipun masih diperlukan peningkatan dalam aspek penyediaan informasi dan penguatan sistem pelayanan. Pada aspek assurance, pelayanan telah memberikan kepastian waktu dan melalui proses verifikasi yang cukup baik. Sedangkan pada aspek empathy, aparat desa menunjukkan sikap ramah dan membantu masyarakat dalam proses pelayanan. Faktor pendukung pelayanan meliputi koordinasi antar aparat desa, peran aktif RT, kedekatan sosial dengan masyarakat, serta komitmen aparat dalam memberikan pelayanan. Sementara itu, faktor penghambat meliputi ketidaklengkapan dokumen masyarakat, ketidaksesuaian data dengan kondisi riil, keterbatasan sarana administrasi, serta kesulitan dalam menentukan status masyarakat tidak mampu.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kinerja anggota dan organisasi Badan Permusyawaratan Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan di Desa Long bang hulu. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif deskriptif dengan alat analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal utama dalam menganalsis data, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Berdasarkan hasil analisis hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kinerja Anggota Badan Permusyawaratan Desa Long bang hulu kecamatan peso hilir secara keseluruhan tergolong baik dan maksimal yang diukur dengan sejumlah indikator penilaian kinerja yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja/pekerjaan yang dihasilkan, kerjasama, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Sedangkan kinerja organisasi/lembaga Badan Permusyawaratan Desa long bang hulu kecamatan peso hilir secara komprehensif diukur dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya sebagai representasi masyarakat desa yang meliputi fungsi BPD Long bang hulu dalam Menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, fungsi BPD long bang hulu dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, dan tugas BPD Long bang hulu dalam melaksanakan pengawasan. Lebih lanjut diketahui bahwa pelaksanaan fungsi BPD Long bang hulu dalam merumuskan dan/atau Menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa belum berjalan efektif yang dibuktikan dari sebagian besar rancangan Peraturan Desa yang ditetapkan oleh BPD Long bang hulu berasal dari usulan/rancangan Pemerintah Desa. Pelaksanaan fungsi BPD long bang hulu dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa berjalan efektif yang dibuktikan dengan banyaknya keluhan dan/atau aspirasi masyarakat yang ditampung dan ditindaklanjuti oleh BPD long bang hulu. Sedangkan pelaksanaan tugas BPD long bang hulu dibidang pengawasan dilakukan pada pelaksanaan Peraturan Desa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis upaya pemerintah desa di Long Bang Hulu dalam meningkatkan disiplin kerja perangkat desa, sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Urgensi dari penelitian ini adalah agar pemerintah desa dan pihak terkait dapat memahami langkahlangkah efektif yang telah diupayakan, serta menemukan solusi atas kendala yang menghambat peningkatan disiplin kerja perangkat desa demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan keberlangsungan pembangunan desa yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang melibatkan wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Data dianalisis secara interaktif menggunakan pendekatan Miles dan Huberman, dengan teori disiplin kerja dan peran pemerintah desa sebagai dasar analisis. Kerangka konseptual juga mengacu pada teori-teori tentang disiplin kerja, kepatuhan terhadap aturan, serta strategi manajemen sumber daya manusia di tingkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemerintah desa dalam meningkatkan disiplin kerja telah berjalan cukup baik melalui pemberian arahan, motivasi, dan budaya kerja sama. Namun, terdapat kendala seperti minimnya sistem sanksi dan penghargaan yang tegas, serta kurangnya komunikasi dan pengawasan dari kepala desa. Diskusi menunjukkan bahwa keberhasilan peningkatan disiplin sangat bergantung pada pembangunan budaya tanggung jawab pribadi dan penguatan pengawasan formal maupun informal. Secara umum, hasil ini mengindikasikan perlunya langkah-langkah strategis yang berkelanjutan untuk mencapai disiplin kerja perangkat desa yang optimal demi pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menjadi perhatian sendiri bagi pemerintah desa bahwa upaya pelestarian dan kemajuan kebudayaan juga menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal atau kearifan lokal. Sehingga tujuan penelitian adalah bagaimana peran pemerintah desa dapat melestarikan budaya pesta panen didesa long telenjau kecamatan peso hilir kabupaten Bulungan serta seperti apa bentuk atau kegiatan yang dapat melestarikan budaya pesta panen agar tetap eksis dan berlangsung.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengelolaan dana desa pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat didesa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Serta untuk mengetahui faktor penghambat Pengelolaan dana desa pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat didesa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, penelitian kualitatif merupakan suatu penelitian dengan mengumpulkan data di lapangan dan menganalisis serta menarik kesimpulan dari data. Dalam penelitian ini data primer merupakan data yang didapatkan langsung dari hasil observasi, dokumentasi, wawancara dengan informan yang telah ditentukan. Adapun metode atau teknik pengumpulan data adalah, observasi,wawancara, dokumentasi, penelusuran online, Kepustakaan. Uji validitas data dilakukan melalui triangulasi. Teknik analisa data yang dipergunakan adalah teknik analisa deskriptif. Kesimpulan pengelolaan dana desa pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat didesa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan bahwa dana yang dikucurkan untuk pembangunan desa yaitu sebesar Rp.2.545.460.759. Terkait pengelolaan dana desa bahwa pelaporan pengelolaan alokasi dana desa pada desa salimbatu dari tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban telah sesuai dengan permendagri nomor 20 tahun 2018 pengganti Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 . Faktor penghambat Pengelolaan dana desa pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat didesa salimbatu kecamatan tanjung palas tengah pemerintahan desa belum professional dalam menjalankan pemerintahannya peraturan yang kurang tersosialisakan dan kurangnya perhatian pemerintah Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan di Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan yang berlangsung pada bulan mei 2025 hingga selesai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelayanan publik di Kantor Desa Long Beluah dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas pelayanan di Kantor Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. peneliti mengunakan metode penelitian deskriptif kualitatif Adapun sumber data yang digunakan adalah mengunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi kepada pihak desa dan masyarakat. Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa efektivitas pelayanan publik di Kantor Desa Long Beluah masih terbilang kurang baik dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat karena tidak sesuai dari indikator efektivitas pelayanan publik berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Pasal 8 ayat 1, bahwa pihak desa kurang terbuka kepada masyarakat. Adapun pihak desa secara pemahaman dalam melakukan pelayanan dan pemahaman di masing-masing bidang masih terbilang cukup rendah dalam melayani kepentingan masyarakat. Faktor yang menghambat efektivitas pelayanan publik di Kantor Desa Long Beluah yaitu karena rendahnya SDM pada pegawai desa, kurangnya sarana-prasarana di kantor desa dan yang paling sulit untuk mengakses informasi susah untuk mengakses jaringan internet di Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan dan kurangnya pemahaman pegawai desa dalam mengunakan aplikasi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KINERJA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DIDALAM PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA (Studi Kasus Desa Siduung Indah Kecamatan Segah Kabupaten Berau) Oleh: Hesrontio Charles Mentan Chris NPM. 202151017 Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Kaltara ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya dalam menjalankan tiga fungsi utama sebagaimana diatur dalam Permendagri No. 110 Tahun 2016, yaitu fungsi legislasi, fungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta fungsi pengawasan terhadap kinerja kepala desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis SWOT, yang dilaksanakan di Desa Siduung Indah, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja BPD Desa Siduung Indah masih belum optimal. Dalam fungsi legislasi, BPD telah berpartisipasi dalam musyawarah desa, namun keterlibatan masyarakat masih terbatas dan proses legislasi belum sepenuhnya partisipatif. Pada fungsi aspirasi, belum terdapat mekanisme yang terstruktur untuk menampung suara masyarakat, yang menyebabkan rendahnya efektivitas BPD dalam menjembatani kebutuhan warga. Fungsi pengawasan juga masih bersifat administratif dan belum menyentuh evaluasi substansial terhadap kinerja kepala desa. Secara umum, kelemahan utama BPD terletak pada rendahnya kapasitas sumber daya manusia, budaya politik yang pasif, dan kurangnya sistem kerja internal yang mendukung fungsi representatif dan partisipatif. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas anggota, penguatan sistem aspirasi, transparansi pengawasan, dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi rekomendasi penting untuk meningkatkan kualitas kinerja BPD ke depan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bulungan yang berlangsung pada bulan april 2025 hingga selesai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Makmur di Desa Tengkapak Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara langsung kepada beberapa masyarakat. Peneliti menggunakan metode penelitian jenis Kulitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu : 1) Profesional dalam pengelolaan BUMDes ini belum berjalan dengan baik dikarenakan tidak adanya pelatihan terhadap pengurus BUMDes. 2) Terbuka dan bertanggungjawab. Dalam pengelolaan BUMDes ini belum berjalan dikarenakan seluruh informasi keuangan dan informasi terkait BUMDes tidak tranparan. 3) Partisipatif terkait pengelolaan BUMDes di Desa Tengkapak sudah berjalan namun belum maksimal dikarenakan masyarakat sibuk dengan pekerjaan masing-masing. 4) Prioritas Sumber Daya Lokal dalam pengelolaan BUMDes ini belum berjalan sesuai yang diharapkan dikarenakan tidak adanya sumber daya alam yang bisa diolah dan dikembangkan. 5) Berkelanjutan terkait pengelolaan Badan Usaha Milik Desa ini masih belum bisa di lanjutkan dikarenakan keterbatasan dana. Faktor penghambat dan pendukung dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Makmur di Desa Tengkapak (1) Faktor penghambat yaitu kurangnya pelatihan, kurangnya keterbukaan informasi terkait BUMDes, tidak adanya sumber daya yang bisa di manfaatkan, minimnya dana untuk melanjutkan usaha BUMDes. (2) Faktor pendukung yaitu: adanya pengurus yang memahami pengelolaan BUMDes sehingga BUMDes ini bisa berjalan, didukung dengan adanya pelaporan hasil keuangan BUMDes, didukung dengan sumber dana awal, sehingga dana ini yang digunakan untuk membangun kandang usaha BUMDes yang ad di Desa Tengkapak.