ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kuliner tepi kayan (KULTEKA) merupakan salah satu landmark kuliner ditanjung selor yang cukup terkenal bagi masyarakat, banyak aktifitas yang dilakukan di area kuliner tepi kayan (KULTEKA) seperti penjualan kuliner dengan berbagai macam jenis, sebagai pelabuhan speed boat, pemberentihan perahu nelayan, penjual buah musiman, akan tetapi masih banyak fasilitas yang belum memadahi bagi bangunan, sistem utilitas yang membuat bangunan terlihat kumuh. pada awalnya bangunan kuliner tepi kayan (KULTEKA) di tujukan untuk pelabuhan bongkar muat ikan dari nelayan yang dialih fungsikan menjadi tempat kuliner sehingga sistem kemanan pada area KULTEKA juga kurang baik untuk pengunjung dikarnakan tidak adanya pagar pada beberapa area bangunan, dengan berbagai masalah pada bangunan dan keinginan menjadikan kuliner tepi kayan (KULTEKA) menjadi lanmark tanjung selor, diperlukan redesain pada bangunan memberikan fasilitas dan utilitas yang baik bagi bangunan. arsitektur industrial dirasa sesuai diterapkan menjadi tema pada bangunan, arsitektur industrial sendiri adalah tema yang menampilkan fasad non finishing dengan tetapi tetap melihat sisi estetika bangunan. Metode yang dipilih adalah Metode Perancangan menurut C.J Jones. Adapun langkah perancangan dimulai dari sebuah gagasan yang di lengkapi dengan informasi yang memperkuat gagasan tersebut. Semua informasi di analisis, lalu di sintesiskan untuk menghasilkan konsep-konsep tertentu sesuai gagasan awal dan kemudian di evaluasi. Tahap evaluasi akan menjadi pijakan untuk melakukan optimalisasi hingga ke desain perancangan. Zoning pada bangunan menghasilkan selasar bagi pedagang dan pengunjung di bedakan untuk kenyamanan penguna bangunan, pelabuhan yang ada ditengah dipindahkan pada kanan site berdekatan dengan area penjual buah. analisis pada site menghasilkan beberapa konsep bentuk yang digunakan pada bangunan dengan menyesuaikan matrial yang sesuai dengan tema perancangan yaitu arsitektur industrial, bangunan menggunkan struktur baja wf yang di ekspose dengan berbagai jenis sesuai penempatan pada bangunan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak
Redesain Museum Kesultanan Bulungan
dengan pendekatan Arsitektur Extending Tradition
Museum Kesultanan Bulungan di Tanjung Palas merupakan Museum yang menyimpan benda-benda peningalan dari Kesultanan Bulungan, saat ini Museum Kesultanan Bulungan tersebut sudah terlihat kurang menarik untuk masa kini, oleh sebab itu peneliti bermaksud untuk meredesain atau merancang ulang Museum Kesultanan Bulungan ini bertujuan untuk meningkatkan pungsi Museum Kesultanan Bulungan, yang nantinya Musiem Kesultanan Bulungan ini tidak hanya sebagai obyek wisata namun Museum Kesultanan Bulungan ini menjadi wadah petunjukan seni dan kebudaaan Bulungan. Dalam perancangan ulang Museum Kesultanan Bulungan ini mengunakan Pendekatan Arsitektur Extending tradition. PendekatanExtending Traditionini mengutip dari bentukan masa lampau, baik dari arsitektur, budaya, dan filosofi, hal ini dapatmemunculkan wajah SejarahdanbudayaKesultananBulungan. Manfaat perancangan ini dapat menjadi refrensi bagi masyarakat ataupun intansi yang berkaitan dalam perencanaan Museum Kesultanan Bulungan nantinya.
Kata kunci : Museum Kesultanan Bulungan, Redesain, Extending Tradition
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
Angganita Sthefhanie F, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Kaltara Tanjung Selor, Januari 2020. Redesain Pasar Induk Kota Tanjung Selor dengan Pendekatan Arsitektur Tropis. Dosen Pembimbing : Eko Wahyudi, M.T.
Kata kunci : Redesain, Pasar Induk Kota Tanjung Selor, Arsitektur Tropis
Permasalahan yang melatarbelakangi redesain ini adalah masih kurangnya sarana prasarana penunjang, pola penzoningan tidak beraturan, drainase tidak beroperasional dengan baik, sirkulasi kendaraan dimanfaatkan sebagai area parkiran, keberagaman tampak fasade kurang serasi, bukaan pada bangunan utama menimbulkan efek pencahayaan yang berlebihan (silau) dan rembesan saat hujan.
Tujuan dalam redesain ini adalah merancang ulang desain Pasar induk Kota Tanjung Selor yang mampu mewadahi kebutuhan masyarakat, sesuai dengan fungsinya sebagai pasar tradisional, dengan pendekatan Arsitektur Tropis.
Tema yang digunakan dalam redesain ini adalah pendekatan arsitektur tropis. Arsitektur tropis dipilih karena karakteristik konsep arsitektur tropis mampu beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan beriklim tropis sehingga nyaman digunakan bagi pengguna bangunan.
Bangunan yang direncanakan adalah bangunan utama pasar induk yang mampu menampung aktivitas, baik aktivitas pasar (pasar basah, semi basah dan kering) maupun aktivitas sarana pendukung (ATM Center, toko, gerai makanan, pos kesehatan, perbankan, dll), area parkiran, arus sirkulasi dalam tapak. Pasar unggas, tempat pembuangan sampah sementara dan musholla terpisah dari bangunan utama.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Redesain Gedung Kampus Baru Unikaltar Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Oleh Joko Ridowan (201511016) Lorong atau koridor di lantai satu gedung kampus Unikaltar pada siang hari lampu dihidupkan untuk membantu penerangan karena kurang pencahayaan alami. Lantai dua berbeda dengan kondisi lantai satu. Pada siang dan sore hari, suhu ruang perkuliahan terus meningkat. Salah satu faktor yang mempengaruhi suhu ruangan perkuliahan menjadi naik adalah efek bayang yang ditimbulkan sun shading kurang optimal. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mereview ulang gedung Universitas Kaltara sehingga gedung kampus lebih tanggap terhadap iklim dimana bangunan tersebut berdiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, metode ini banyak menggunakan angka dan sejumlah perhitungan. Upaya dalam menangani pendistribusian cahaya alami kedalam gedung dapat menggunakan tabung cahaya dengan diameter 30 cm lengkap dengan penutupnya. Dalam upaya mengurangi itensitas cahaya matahari agar tidak langsung mengenai gedung serta mengalirkan udara kedalam gedung kampus dengan mengaplikasikan sun shading vertikal dari bahan aluminium dengan lebar 30 cm, disusun berongga dengan sudut kemiringan 30°. Kata Kunci : Redesain, Gedung, Kampus, Unikaltar, Arsitektur, Tropis, Sun Shading, Tabung Cahaya