Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: pelestarian
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran pemerintah desa dalam melestarikan budaya pesta panen di desa long telenjau kecamatan peso hilir kabupaten bulungan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Menjadi perhatian sendiri bagi pemerintah desa bahwa upaya pelestarian dan kemajuan kebudayaan juga menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal atau kearifan lokal. Sehingga tujuan penelitian adalah bagaimana peran pemerintah desa dapat melestarikan budaya pesta panen didesa long telenjau kecamatan peso hilir kabupaten Bulungan serta seperti apa bentuk atau kegiatan yang dapat melestarikan budaya pesta panen agar tetap eksis dan berlangsung.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA PELESTARIAN KAWASAN HUTAN MANGROVE OLEH BADAN USAHA MILIK DESA MEKAR BAGU (Hutan Mangrove Desa Tideng Pale Timur Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung) (Studi Kasus Desa Tideng Pale Timur Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hutan mangrove di Desa Tidung Pale Timur, yang menjadi habitat penting bagi berbagai spesies, mengalami degradasi akibat kegiatan berlebihan seperti pengambilan kayu dan pembuatan tambak. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berperan dalam pelestarian, namun terbatas oleh kerusakan dan kurangnya pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pelestarian mangrove oleh BUMDes. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Analisis data menggunakan model interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pelestarian mangrove oleh BUMDes di Desa Tidung Pale Timur telah memberikan hasil positif. Keterlibatan berbagai pihak, terutama masyarakat, menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya mangrove secara ekologis dan ekonomi. Penanaman mangrove berhasil dengan partisipasi aktif masyarakat. Meskipun pemahaman lebih mendalam tentang kebijakan dan manfaat mangrove masih perlu ditingkatkan, perizinan usaha perlu mempertimbangkan prinsip konservasi agar pengembangan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi.Peningkatan pengetahuan konservasi melalui kearifan lokal didukung oleh BUMDes, pemerintah desa, dan pengelola kawasan. Pendapatan masyarakat pesisir berpotensi meningkat, meskipun tantangan dalam merata-manfaatkan program masih ada. Program komunikasi konservasi berhasil mengedukasi dan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif. Penegakan hukum melibatkan kerjasama antara BUMDes, aparat desa, pemerintah kabupaten, dan masyarakat. Perbaikan ekosistem pesisir secara terpadu efektif menangani abrasi, rehabilitasi, dan kualitas air dengan dukungan dari pemerintah dan LSM. Faktor pendukung meliputi kesadaran masyarakat, dukungan pemerintah, kerjasama dengan LSM, dan bantuan pelatihan, bibit, serta pendanaan, sedangkan penghambat meliputi kurangnya pemahaman, keterbatasan dana, dan partisipasi terbatas. Kata Kunci : Upaya, Pelestarian, Hutan Mangrove

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA PELESTARIAN KAWASAN HUTAN MANGROVE OLEH BADAN USAHA MILIK DESA Mekar Bagu (Hutan Mangrove Desa Tideng Pale Timur Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hutan mangrove di Desa Tidung Pale Timur, yang menjadi habitat penting bagi berbagai spesies, mengalami degradasi akibat kegiatan berlebihan seperti pengambilan kayu dan pembuatan tambak. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berperan dalam pelestarian, namun terbatas oleh kerusakan dan kurangnya pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pelestarian mangrove oleh BUMDes. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Analisis data menggunakan model interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pelestarian mangrove oleh BUMDes di Desa Tidung Pale Timur telah memberikan hasil positif. Keterlibatan berbagai pihak, terutama masyarakat, menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya mangrove secara ekologis dan ekonomi. Penanaman mangrove berhasil dengan partisipasi aktif masyarakat. Meskipun pemahaman lebih mendalam tentang kebijakan dan manfaat mangrove masih perlu ditingkatkan, perizinan usaha perlu mempertimbangkan prinsip konservasi agar pengembangan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi.Peningkatan pengetahuan konservasi melalui kearifan lokal didukung oleh BUMDes, pemerintah desa, dan pengelola kawasan. Pendapatan masyarakat pesisir berpotensi meningkat, meskipun tantangan dalam merata-manfaatkan program masih ada. Program komunikasi konservasi berhasil mengedukasi dan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif. Penegakan hukum melibatkan kerjasama antara BUMDes, aparat desa, pemerintah kabupaten, dan masyarakat. Perbaikan ekosistem pesisir secara terpadu efektif menangani abrasi, rehabilitasi, dan kualitas air dengan dukungan dari pemerintah dan LSM. Faktor pendukung meliputi kesadaran masyarakat, dukungan pemerintah, kerjasama dengan LSM, dan bantuan pelatihan, bibit, serta pendanaan, sedangkan penghambat meliputi kurangnya pemahaman, keterbatasan dana, dan partisipasi terbatas. Kata Kunci : Upaya, Pelestarian, Hutan Mangrove

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PELESTARIAN TRADISI DI KABUPATEN BULUNGAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi tentang pelestarian tradisi budaya sekaligus mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung implementasi kebijakan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan tentang pelestarian tradisi di Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kualitatif. Fokus penelitian yang di lakukan berfokus pada implementasi tentang pelestarian tradisi budaya Informan penelitian berjumlah 18 orang yang terdiri dari Sekretaris, Kepala Bidang Kebudayaan, Dan Staf bagian kebudayaan di Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Bulungan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data yang dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pelestarian tradisi budaya di kabupaten bulungan sudah berjalan dengan cukup baik dan sudah berpatokan dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 10 tahun 2014 tentang pelestarian tradisi

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA PELESTARIAN SENI TARI KUDA LUMPING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PAGUYUBAN TURONGGO JOYO MULYO (Studi Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Upaya pelestarian warisan budaya lokal berarti upaya memelihara warisan budaya Tradisional untuk waktu yang sangat lama. Karena upaya pelestarian merupakan upaya memelihara untuk waktu yang sangat lama maka perlu dikembangkan pelestarian sebagai upaya yang berkelanjutan. Jadi bukan pelestarian yang hanya mode sesaat, berbasis proyek, berbasis donor dan elitis (tanpa akar yang kuat di masyarakat). Pelestarian tidak akan dapat bertahan dan berkembang jika tidak didukung oleh masyarakat luas dan tidak menjadi bagian nyata dari kehidupan kita. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Kualitatif yang menggambarkan mengenai upaya pelestarian seni tari kuda lumping masa pandemi covid-19 di Paguyuban Turonggo Joyo Mulyo (studi kasus di Desa Bumi Rahayu). Informan dalam penelitian ini diantaranya adalah Kepala Desa Bumi Rahayu, Ketua Paguyuban Turonggo Joyo Mulyo, Satgas Covid-19 Desa Bumi Rahayu, Ketua BPD Bumi Rahayu, anggota Paguyuban serta masyarakat Desa Bumi Rahayu. Dari hasil penelitian ini adapun beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Paguyuban Turonggo Joyo Mulyo dan oleh Pemerintah Desa Bumi Rahayu ini antara lain adalah dengan akan dilakukan inovasi-inovasi baru terhadap kesenian tari ini dan peran Pemerintah Desa yang sangat membantu berkembangnya kembali kesenian tari ini yang sebelumnya sempat hilang. Serta tidak lepas dari partisipasi masyarakat yang turut memeriahkan dan memeberikan semangat tampil kepada Paguyuban ini. Adapun faktor yang mempengaruhi upaya pelesarian ini yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Adapun faktor yang mendukung yaitu kekompakan anggota Paguyuban itu sendiri, Peran Pemerintah Desa serta partisipasi masyarkat Desa Bumi Rahayu.Adapun faktor penghambatnya antara lain yaitu adanya Pandemi Covid-19 ini dan perbedaan pendapat antar anggotanya. Kata kunci : upaya pelestarian, paguyuban dan pemerintah desa

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN LEMBAGA ADAT DESA MARITAM DALAM PELESTARIAN BUDAYA TARIAN GUDOT SUKU DAYAK BELUSU DI DESA MARITAM KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui peran lembaga adat Desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot suku Dayak Belusu. Mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung lembaga adat desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot suku Dayak Belusu.. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. dengan informan yaitu kepala Lembaga Adat Desa Maritam Kecamatan Sekatak, Ketua Adat Desa Maritam Kecamatan Sekatak, Kepala Desa Maritam Kecamatan Sekatak, dan Masyarakat Desa Maritam Kecamatan Sekatak. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, Observasi, dan dokumentasi/Catatan Lapangan. Teknik analiis data yaitu pengumpulan data, reduksi data (penyederhanaan data), penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian yaitu peran lembaga adat Desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot suku Dayak Belusu mencakup pembinaan kepada generasi muda, memberikan motivasi kepada generasi muda. Selain itu lembaga adat melestarikan budaya dan adat istiadat dengan cara bekerja sama dengan masyarakat dan meningkatkan partisipasi masyarakat Desa dalam kegiatan kesenian tarian Gudot. Selanjutnya lembaga adat melakukan kerjasama dengan pemerintah desa Maritam dalam rangka pelestarian tarian Gudot. Faktor penghambat dan pendukung lembaga adat desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot Suku Dayak Belusu mencakup (a) Faktor penghambat yaitu kurangnya motivasi generasi muda terhadap tarian Gudot, dan pengarunya perkembangan teknologi informasi pada masyarakat desa Maritam. (b) Faktor pendukung yaitu adanya kerjasama lembaga adat desa Maritam dengan pemerintah desa di bidang budaya dan adanya dukungan dari Masyarakat Desa Maritam dalam pelestarian tarian Gudot

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN TARIAN JEPEN BULUNGAN DI TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam melestarikan tarian jepen bulungan di Tanjung Palas Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui hambatan apa saja yang dialami oleh masyarakat dalam melestarikan tarian jepen Bulungan di Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Deskriptif kualitatif. Metode Penelitian Deskriptif ini berusaha menggambarkan suatu, peristiwa yang terjadi pada saat sekarang atau masalah faktual. Informan penelitian yaitu Pimpinan Sanggar Tari, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, masyarakat. Hasil penelitian ini partisipasi masyarakat dalam melestarikan tarian jepen Bulungan di Tanjung Palas Kabupaten Bulungan sangatlah penting. Dalam bentuk partisipasi masyarakatnya, melestarikan, tarian jepen merupakan suatu upaya mempertahan tarian jepen Bulungan. Hambatan yang dialami masyarakat dalam melestarikan tarian jepen Bulungan yaitu : kurangnya minat pada masyarakat, kurangnya juga pengetahuan tentang tarian jepen, canggihnya zaman modern sekarang sehingga anak-anak lebih tertarik main game.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PELESTARIAN KESENIAN TARIAN TUNGGAL DI DESA LEPAK ARU KECAMATAN PESO HULU KABUPATEN BULUNGAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PELESTARIAN KESENIAN TARIAN TUNGGAL DI DESA LEPAK ARU KECAMATAN PESO HULU KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran pemerintah desa dalam pelestarian kesenian Tarian Tunggal di Desa Lepak Aru Kecamatan Peso Hulu Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu Kepala Desa Lepak Aru, Sekertaris Desa, Bendahara, Kepala Urusan Pembangunan (Kaur Pembangunan), Ketua RW, Ketua RT, pengurus adat, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil Peran pemerintah desa dalam pelestarian kesenian Tarian Tunggal di Desa Lepak Aru Kecamatan Peso Hulu Kabupaten Bulungan dilakuakn dengan cara: 1). Dilakukan dengan pembinaan dan pelatihan-pelatihan tari ketika ada even yang diselenggarakan di desa ataupun di luar desa. Pembinaan ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi anak-anak muda di desa Lepak aru agar kesenian kesenian tarian tunggal tetap dibudayakan dari generasi kegenerasi. 2). Meningkatkan partisipasi masyarakat dengan cara mengadakan kegiatan perlombaan dan mengadakan pentas kesenian ketika ada acara hari besar agama. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diundang turut berpartisipasi untuk menyaksikan dan memperagakan kesenian Tarian Tunggal. 3), Melakukan kerjasama dengan para pelaku kesenian, lembaga adat dan masyarakat dengan maksud agar kesenian Tarian Tunggal bisa tetap dilestarikan serta bisa dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. Bentuk kerjasamanya yaitu dengan mengadakan sebuah festival seni tradisional, diantaranya yaitu festival kesenian Tarian Tunggal, kesenian tarian tubong, tarian piring, tarian angklung, tarian parang, dan tarian tunggal laki-laki, juga tarian tunggal perempuan bahkan termasuk tarian gerak sama. Kerja sama pemeritah desa Lepak aru dalam pelestarian kesenian Tarian Tunggal yaitu: 1. Mempasilitasi, peran pemerintah desa Lepak Aru dalam memfasilitasi yaitu membuat pentas kesenian, membuat perlombaan serta pemyediaan tempat kegiatan, memberikan fasilitas berupa peralatan dan perlengkapan seperti baju tari peralatan musik tari. 2. Pembiayaan, pemerintah desa Lepak Aru mengalokasikan dana desa (DD) untuk kegiatan kesenian, baik dalam bentuk perlombaan kesenian, ataupun pengadaan peralatan dan perlengkapan kesenian. viii THE ROLE OF THE VILLAGE GOVERNMENT IN THE PRESERVATION OF THE SINGLE DANCE ART IN LEPAK ARU VILLAGE, PESO HULU DISTRICT, BULUNGAN REGENCY ABSTRACT The research objective was to identify and describe the role of the village government in the preservation of the Singular Dance in Lepak Aru Village, Peso Hulu District, Bulungan Regency. This type of qualitative descriptive research. Research informants are the Head of Lepak Aru Village, Village Secretary, Treasurer, Head of Development Affairs (Kaur Pembangunan), Head of RW, Head of RT, customary administrators, and the community. Data collection techniques are interview observation and documentation. While data analysis techniques include: data reduction, data display and drawing conclusions. Results The role of the village government in the preservation of the single dance art in Lepak Aru Village, Peso Hulu District, Bulungan Regency is carried out by: 1). Performed with coaching and dance training when there are events held in the village or outside the village. This guidance is carried out to increase the motivation of young people in Lepak Aru village so that the art of single dance is still cultivated from generation to generation. 2). Increase community participation by holding competition activities and holding art performances when there are religious holidays. In this activity, the community is invited to participate to watch and demonstrate the single dance art. 3), Collaborating with art actors, traditional institutions and communities with the aim that the single dance art can be preserved and can be developed according to the times. The form of cooperation is by holding a traditional art festival, including the solo dance festival, tubong dance, plate dance, angklung dance, parang dance, and male solo dance, as well as single female dances even including the same motion dance. The cooperation of the Lepak Aru village government in the preservation of the single dance art, namely: 1. Facilitating, the role of the Lepak Aru village government in facilitating, namely making art performances, making competitions and providing a place for activities, providing facilities in the form of equipment and supplies such as dance clothes, dance music equipment. 2. Funding, the village government of Lepak Aru allocates village funds (DD) for artistic activities, either in the form of art competitions, or the procurement of art equipment and supplies. Keywords: The role of the village head, conservation, art, single dance ix

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN KETUA ADAT DALAM MELESTARIKAN KESENIAN JEPIN PAGUN DI DESA SALIMBATU KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran Kepala Adat Dalam Melestarikan Kesenian Jepin Pagun Di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan Oleh:kamaruddin NIM.201451022 ABSTRAK Kepala Adat di dalam segala tindakannya dan dalam memegang adat itu ia selalu memperhatikan perubahan perubahan. Kepala Adat mempunyai pengertian adalah seorang pemimpin yang memimpin kebiasaan yang normatif dan telah mewujudkan aturan tingkah laku yang berlaku dalam daerah atau wilayah hukum adat yang dipertahankan secara terus menerus. Kepala Adat tentunya juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian kesenian daerah sepert halnya kesenian Jepin Pagun.. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui peran Kepala Adat dalam melestarikan kesenian Jepin Pagun di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan, dan (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat bagi Kepala Adat melestarikan kesenian Jepin Pagun di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Apabila dilihat dari jenis datanya maka penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan analisis kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran Kepala Adat dalam upaya pelestarian kesenian daerah Jepin Pagun sudah dinilai cukup baik. Upaya pelestarian dilakukan oleh Kepala Adat dengan mensosialisasikan kesenian ini kepada masyarakat. Namun demikian, masih ada kekurangan yang dinilai dalam upaya pelestarian kesenian Jepin Pagun yang dilaksanakan oleh Kepala Adat. Hal ini disebabkan karena Kepala Adat belum banyak melakukan upaya memperkenalkan kesenian Jepin Pagun kepada pihak luar, (2) Faktor pendukung dalam pelestarian budaya kesenian Jepin Pagun adalah adanya sarana dan prasarana berupa alat musik. Namun demikian, sarana dan prasarana ini dinilai masih kurang untuk dapat dikembangkan lebih lanjut. Faktor pendukungnya adalah adanya motivasi dan semangat dari generasi muda terutama penggiat seni dalam berupaya memperkenalkan kesenian Jepin Pagun. Tantangan bagi pelestarian kesenian daerah Jepin Pagun adalah kurangnya minat sebagian masyarakat, kurangnya dukungan dari pemerintah, pendanaan, serta kurangnya pelatih yang berpengalaman untuk mengajarkan tentang sejarah serta nilai kebudayaan dan kesenian daerah..

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA LEMBAGA ADAT KESULTANAN BULUNGAN DALAM PELESTARIAN BUDAYA PERAHU KEMBAR (BIDUK BEBANDUNG) DI KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UPAYA LEMBAGA ADAT KESULTANAN BULUNGAN DALAM PELESTARIAN BUDAYA PERAHU KEMBAR (BIDUK BEBANDUNG) DI KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan upaya Lembaga Adat Kesultanan Bulungan dalam pelestarian budaya Perahu Kembar (Biduk Bebandung) di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan, dan untuk mengetahui prosesi pelaksanaan budaya Perahu Kembar (Biduk Bebandung) di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu Ketua Adat Bulungan, Wakil Kepala Adat, Anggota Adat, Pegawai Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara, Tokoh masyarakat , dan Karang Taruna. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil peran yaitu upaya Lembaga Adat Kesultanan Bulungan dalam pelestarian budaya Biduk Bebandung di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan yaitu; (1)Menumbukan dan meningkatkan kesadaran budaya bagi generasi muda ataupun generasi penerus. Menumbuhkan kesadaran masyarakat melalui sosialisai. (2) Melibatkan masyarakat untuk menyaksikan kegatan budaya Biduk Bebandung dan mengajak penerus kesultanan untuk aktif terlibat dalam kegiatan budaya Biduk Bebandung. (3)memperlajari dan ikut mensosialisaikan kepada orang lain kebudayaan itu sanggat penting. Prosesi Budaya Perahu Kembar (Biduk Bebandung) di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan yaitu (1) membuat penduduk / perahu kecil, dalam perahu kecil ini terdapat berbagai macam makanan yang diturunkan sebagai syarat ucapan tolak bala dan doa selamat agar prosesi penurunan yang di laksanakan berjalan dengan lancar. (2) Nasi Ketan berbentuk Buaya dengan 4 warna yaitu Kuning, Putih. (3) Menyerahkan sesajian, untuk diberikan kepada mahluk sungai yang kita tidak lihat, dan sesajian itu pun diartikan meberikan makan kepada mahluk alam lain. (4) Baca doa selamat, setelah penurunan perahu ke sungai, masyarakat dan pemangku adat akan baca doa selamat.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA PEMERINTAH DESA DALAM MELESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL KUDA LUMPING PADA DESA KARANG AGUNG KECAMATAN TANJUNG PALAS UTARA KABUPATEN BULUNGAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian berfungsi untuk menetukan arah yang tepat bagi peneliti untuk menghindari kesulitan yang mungkin terjadi dalam proses penelitian, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui upaya Pemerintah Desa dalam melestariakan kesenian Tradisional Kuda Lumping dan Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam melestarikan kesenian tradisional Kuda Lumping Jenis metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis deskriftif kualitatif. Fokus penelitian yang dilakukan berfokus pada upaya Pemerintah Desa dalam melestariakan kesenian Tradisional Kuda Lumping dan Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam melestarikan kesenian tradisional Kuda Lumping. Informasi yang diperoleh dari observasi, dokumentasi dan wawancara diharapkan dapat memberikan gambaran tentang upaya Pemerintah Desa dalam melestariakan kesenian Tradisional Kuda Lumping desa Karang Agung. Hasilpenelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa upaya pemerintah desa dalam pelsetarian kesenian adalah memberikan dukungan pemebentukan kelompok, memberikan pembinaan, merencanakan kegiatan rutin, pemerintah desa menjadi mediator, dan merencanakan peraturan desa tentang kesenian.FaktorPendukung masyarakat, pemerintah dan media massa. Faktor penghambat: perkembangan teknologi, para pelaku kesenian yang kurang konsisten, dan kepercayaan yang berbeda-beda.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PELESTARIAN KESENIAN TRADISIONAL KANCET PAPATAI DI DESA TERAS NAWANG KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATENBULUNGAN (Studi Kajian Historis Terhadap Nilai-Nilai Budaya Lokal)

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian kancet pepatai di desa teras nawang dan untuk mengetahui hambatan apa saja yang dialami oleh masyarakat dalam melestarikan tarian di desa Teras Nawang kecamatan tanjung palas kabupaten bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Deskriptif kualitatif. Metode Penelitian Deskriptif ini berusaha menggambarkan suatu, peristiwa yang terjadi pada saat sekarang atau masalah faktual. Informan penelitian yaitu Ketua Adat, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat Desa Teras Nawang, Mayarakat yang mengetahui mengenai kancet pepatai. Hasil penelitian ini partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian kancet pepatai di desa teras nawang sangatlah berperan penting. Dalam bentuk uang, dan keterampilan agar berjalan sesuai apa yang di harapakan agar kancet pepatai ini tidak hilang dan juga dengan tarian yang lainnya. Dan melestarikan kancet pepatai dengan mempertahankan tradisi yang ada di desa teras nawang seperti acara adat, penyambutan tamu, musyawarah besar, pernikahan. Hambatan yang dialami masyarakat dalam melestarikan desa teras nawang yaitu : kurangnya anggaran yang diberikan dari pemerintah dan terhambat nya suatu pekerjaan dan pembangunan, kurangnya terekspos objek wisata desa teras nawang, sulitnya transportasi masyarakat di desa teras nawang sehingga masyarakat di sana juga kurang dengan fasilitas yang ada untuk sekarang.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM UPAYA PELESTARIAN SUKU DAYAK LEPO TAU’ DI DESA TERAS NAWANG KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian suku adat lepo tau di desa teras nawang dan untuk mengetahui hambatan apa saja yang dialami oleh masyarakat dalam melestarikan adat di desa Teras Nawang kecamatan tanjung palas kabupaten bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Deskriptif kualitatif. Metode Penelitian Deskriptif ini berusaha menggambarkan suatu, peristiwa yang terjadi pada saat sekarang atau masalah faktual. Informan penelitian yaitu Ketua Adat, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat Desa Teras Nawang. Hasil penelitian ini partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian suku adat lepo tau’ di desa teras nawang sangatlah berperan penting. Dalam bentuk partisipasi uang, partisipasi harta benda, partisipasi tenaga, partisipasi keterampilan. Dan melestarikan suku adat dayak lepo tau’ dengan mempertahankan tradisi yang ada di desa teras nawang seperti acara adat, penyambutan tamu, musyawarah besar, pernikahan. Hambatan yang dialami masyarakat dalam melestarikan desa teras nawang yaitu : kurangnya anggaran yang diberikan dari pemerintah dan terhambat nya suatu pekerjaan dan pembangunan, kurangnya terekspos objek wisata desa teras nawang, sulitnya transportasi masyarakat di desa teras nawang.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail