Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

28 hasil
Subjek: budaya
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Dampak ekonomi festival budaya Birau terhadap perekonomian daerah Kabupaten Bulungan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Dampak Ekonomi Festival Budaya Birau Terhadap Perekonomian Daerah Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif sederhana melalui kuesioner skala Likert. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival budaya memberikan dampak ekonomi yang signifikan terhadap perekonomian daerah. Secara langsung, festival mampu meningkatkan jumlah pelanggan, pendapatan, dan keuntungan usaha, dengan tingkat persetujuan responden mencapai lebih dari 80%. Selain itu, festival juga berperan dalam memperluas pasar, meningkatkan promosi dan reputasi usaha, serta membuka peluang kerja sama dan jaringan bisnis baru. Dampak tidak langsung yang dihasilkan meliputi peningkatan kapasitas usaha, inovasi produk, serta penguatan ekonomi lokal melalui efek pengganda (multiplier effect). Dalam jangka panjang, festival budaya terbukti mampu mendukung keberlangsungan usaha, meningkatkan permintaan produk, serta memperkuat identitas dan daya tarik daerah. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti fasilitas, penataan lokasi, dan manajemen penyelenggaraan agar dampak ekonomi yang dihasilkan dapat lebih optimal. Dengan demikian, festival budaya dalam perayaan HUT Kabupaten Bulungan tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran pemerintah desa dalam melestarikan budaya pesta panen di desa long telenjau kecamatan peso hilir kabupaten bulungan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Menjadi perhatian sendiri bagi pemerintah desa bahwa upaya pelestarian dan kemajuan kebudayaan juga menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal atau kearifan lokal. Sehingga tujuan penelitian adalah bagaimana peran pemerintah desa dapat melestarikan budaya pesta panen didesa long telenjau kecamatan peso hilir kabupaten Bulungan serta seperti apa bentuk atau kegiatan yang dapat melestarikan budaya pesta panen agar tetap eksis dan berlangsung.

7 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PELESTARIAN TRADISI DI KABUPATEN BULUNGAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi tentang pelestarian tradisi budaya sekaligus mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung implementasi kebijakan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan tentang pelestarian tradisi di Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kualitatif. Fokus penelitian yang di lakukan berfokus pada implementasi tentang pelestarian tradisi budaya Informan penelitian berjumlah 18 orang yang terdiri dari Sekretaris, Kepala Bidang Kebudayaan, Dan Staf bagian kebudayaan di Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Bulungan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data yang dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pelestarian tradisi budaya di kabupaten bulungan sudah berjalan dengan cukup baik dan sudah berpatokan dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 10 tahun 2014 tentang pelestarian tradisi

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MELESTARIKAN BUDAYA BIDUK BEBANDUNG (Studi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah daerah dalam melestarikan budaya Biduk Bebandung dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten bulungan. Bagaimana peran pemerintah daerah dalam melestarikan budaya Biduk Bebandung dengan kebijakan,strategi dan fasilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pemerintah dalam melestarikan budaya Biduk Bebandung sudah melakukan peran untuk melestarikan budaya Biduk Bebandung dengan menerbitkan peraturan bupati sebagai landasan untuk menyelengarakan acara Biduk Bebandung di dalam perayaan birau, pemerintah juga telah melakukan strategi untuk melestarikan budaya Biduk Bebandung dengan melakukan sosialisasi dan mengajak komunitas-komunitas untuk mempromosikan budaya Biduk Bebandung dan juga peran pemerintah dalam memfasilitaskan acara Biduk Bebandung dengan menyiapkan bahan meterial dan anggaran untuk menbuat Biduk Bebandung. Dengan kebijakan pemerintah dalam melestarikan budaya Biduk Bebandung menerbitkan Peraturan Bupati Bulungan nomor 19 tahun 2023 tentang persetujuan hari jadi pemerintah juga mempromosikan adalah Biduk Bebandung dengan cara mensosialisasikan di setiap kecamatan yang ada di Tanjung Selor dan mengajak komunitas-komunitas yang ada di Tanjung Selor dan pemerintah memfasilitasi bahan untuk pembuatan Biduk Bebandung yang telah di siapkan dan berkerjasama dengan masyarakat.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STUDI BUDAYA POLITIK PADA GENERASI MILENIAL KOMUNITAS YOUTH BETHANY DI KABUPATEN BULUNGAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kehidupan Generasi Millennial sangat bergantung akan penggunaan teknologi. Kedekatan akan informasi dan teknologi ahkirnya menciptakan sebuah perubahan karakter, sikap, sudut pandang, pola pikir, serta nilai-nilai tatanan sosial yang membedakan generasi Millennial dengan generasi sebelumnya . perubahan tersebut mempengaruhi cara Millennial menentukan politiknya. Komunitas Youth Bethany Di Kabupaten Bulungan memiliki andil besar dalam partisipasi politik yang terjadi di ruang lingkup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Budaya Politik yang terdapat pada Generasi Milenial Komunitas Youth Bethany Di Kabupaten Bulungan. Metode penelitian menggunakan Penelitian Kualitatif dengan menggunakan jenis data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara dan dokumentasi data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Generasi Milenial Komunitas Youth Bethany termasuk ke dalam ciri Budaya Politik Partisipan, sekalipun Komunitas Youth Bethany berorganisasi di bawah naungan pemimpin agama Kristen, namun mereka tetap objektif dengan tidak mencampur aduk agama dengan Politik. Di temukan dalam hasil penelitian bahwa Komunitas Youth Bethany tidak secara langsung terlibat dalam Politik Praktis, karena aktifitas Politik terhadap Komunitas Youth Bethany belum terbangun.  

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN LEMBAGA ADAT DESA MARITAM DALAM PELESTARIAN BUDAYA TARIAN GUDOT SUKU DAYAK BELUSU DI DESA MARITAM KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui peran lembaga adat Desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot suku Dayak Belusu. Mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung lembaga adat desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot suku Dayak Belusu.. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. dengan informan yaitu kepala Lembaga Adat Desa Maritam Kecamatan Sekatak, Ketua Adat Desa Maritam Kecamatan Sekatak, Kepala Desa Maritam Kecamatan Sekatak, dan Masyarakat Desa Maritam Kecamatan Sekatak. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, Observasi, dan dokumentasi/Catatan Lapangan. Teknik analiis data yaitu pengumpulan data, reduksi data (penyederhanaan data), penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian yaitu peran lembaga adat Desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot suku Dayak Belusu mencakup pembinaan kepada generasi muda, memberikan motivasi kepada generasi muda. Selain itu lembaga adat melestarikan budaya dan adat istiadat dengan cara bekerja sama dengan masyarakat dan meningkatkan partisipasi masyarakat Desa dalam kegiatan kesenian tarian Gudot. Selanjutnya lembaga adat melakukan kerjasama dengan pemerintah desa Maritam dalam rangka pelestarian tarian Gudot. Faktor penghambat dan pendukung lembaga adat desa Maritam dalam pelestarian budaya tarian Gudot Suku Dayak Belusu mencakup (a) Faktor penghambat yaitu kurangnya motivasi generasi muda terhadap tarian Gudot, dan pengarunya perkembangan teknologi informasi pada masyarakat desa Maritam. (b) Faktor pendukung yaitu adanya kerjasama lembaga adat desa Maritam dengan pemerintah desa di bidang budaya dan adanya dukungan dari Masyarakat Desa Maritam dalam pelestarian tarian Gudot

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PARTISIPASI KAUM PEREMPUAN DALAM MEMBANGUN BUDAYA POLITIK DI DESA ANTUTAN KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PARTISIPASI KAUM PEREMPUAN DALAM MEMBANGUN BUDAYA POLITIK DI DESA ANTUTAN KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui partisipasi kaum perempuan dalam membangun budaya politik di desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu Kepala desa Antutan, Sekertris desa Antutan, Kaur Pemerintah, ketua RT, Tokoh masyarakat, dan masyarakat desa Antutan.Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu partisipasi kaum perempuan dalam membangun budaya politik di desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan sebagai berikut : (1) Partisipasi Aktif, kaum perempuan dalam membangun budaya politik di desa Antutan ditunjukan dengan cara menggunakan hak suara dalam kegiatan pemilihan. (2) Partisipasi Pasif, partisipasi kaum perempuan di desa Antutan belum perna menjadi calon legislator, Kepala Desa, dan saat kegiatan rapat desa kaum perempuan tidak terlihat. Tetapi lebih cenderung menerima dan menjalankan kebijakan pemerintah. (3) Golongan Putih, dalam kegiatan politik terutama saat kegiatan pemilihan, kaum perempuan di desa Antutan turut berpartisipasi dalam menggunakan hak suara untuk memilih pilihan mereka. Oleh karena itu, kaum perempuan di desa Antutan jarang sekali yang Golput. Partisipasi kaum perempuan dalam membangun budaya politik di desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan dilihat dari beberapa budaya politik sebagai berikut: (1) Budaya Politik Parokial, Kaum perempuan dalam membangun budaya politik di desa Antutan cenderung bersifat budaya politik parokial. (2) Budaya Politik Subjek, Kaum perempuan dalam membangun budaya politik subjektif belum terlihat karena kaum perempaun hanya sebatas berpartisipasi dalam kegiatan pemilihan. (3) Budaya Politik Partisipan, partisipasi kaum perempuan di desa Antutan dalam membangun budaya politik partisipan bisa dikatakan belum kaksimal dalam peran-peran politik, peran partisipasi kaum perempuan di desa Antutan dapat terlihat pada saat pemilihan umum, pemilihan kepala daerah, pileg dan pemilihan kepala desa Antutan..

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STUDI KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT NELAYAN KELURAHAN TANJUNG PALAS HULU KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami kehidupan sosial budaya masyarakat nelayan di Kelurahan Tanjung Palas Hulu dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan sosial budaya masyarakat nelayan Kelurahan Tanjung Palas Hulu Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. sumber data penelitian berasal dari informan terkait dengan judul. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah stakeholder yang terkait yaitu dinas perikanan dan kelautan Kabupaten Bulungan, Kelurahan Tanjung Palas Hulu, serta masyarakat nelayan dan masyarakat umum. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kehidupan sosial masyarakat nelayan begitu tinggi, interaksi yang mereka lakukan bukan hanya sesama nelayan saja tetapi dengan penjaga tambak juga, dengan interaksi tersebutlah dapat memudahkan bagi nelayan dalam proses penangkapan ikan dan udang. Sebagian nelayan juga masih kental dengan kebudayaannya yang biasa dijadikan ajang hiburan dan silaturahmi. Adapun faktor yang mempengaruhi kehidupan sosial bagi masyarakat nelayan yaitu ada faktor pendukung yang didalamnya terdapat kemajuan teknologi, hasil tangkapan dan pendapatan. Sedangkan faktor penghambat yang berisikan pendidikan, keadaan alam, dan resiko kerja.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

SILSILAH ETNIS TIONGHOA DI TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Andi Muizz Annafi 201451041. Silsilah Etnis Tionghoa Di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui untuk mengtahui silsila etnisTionghoa di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalaha metode kualitatif, penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati dari fenomena yang terjadi. Lebih lanjut Moleong mengemukan bahwa penelitian deskriptif menekankan pada data berupa kata-kata gambar, dan bukan angka-angka yang disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Selain itu semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah yang diteliti. Pengambilan sempel atau sumber data pada penelitian ini dilakukan secara puposive dan untuk ukuran sempel tersebut ditentukan secara snowball teknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan), Berdasarkan hasil penelitian, Berdasarkan hasil wawancara di lapangan di dapatkan data bahwa, terkait dengan Silsila etnis tionghoo di Tanjung Selor terdapat tiga Etnis yaitu Tenglang (Hokkien), Tengnang (Tiochiu) dan Thouguyin (Hakka). (wawancara dengan Ku’ Ahia (Adhi Chandra, 2021). Disebut Tangren dikarenakan sesuai dengan kenyataan bahwa orang Tionghoa-Indonesia mayoritas berasal dari Tiongkok selatan yang menyebut diri mereka sebagai orang Tang, sementara orang Tiongkok utara menyebut diri mereka sebagai orang Han. Kata Kunci: Silsilah Etnis Tionghoa, kebudayaan

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN BUDAYA TARI JEPEN SUKU TIDUNG DESA SALIMBATU KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH KABUPATEN BULUNGAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERAN MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN BUDAYA TARI JEPEN SUKU TIDUNG DESA SALIMBATU KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah Uuntuk mengetahui dan menganalisa Peran Masyarakat Dalam Melestarikan Budaya Tari Jepen Suku Tidung Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Untuk mengetahui upaya-upaya apa saja yang telah dilakukan masyarakat dalam melestarikan budaya asli di desa salimbatu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris. Peneliti mendeskripsikan pemilihan informan adalah Kepala Desa, Ketua Adat, Kantor Camat, Kepala Masyarakat dan Tokoh Masyarakat yang ada di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengan Kabupaten Bulungan. Analisis data yang penulis gunakan di peneltian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dengan baik melalui wawancara dan pengamatan secara langsung dapat disimpulkan bahwa Peran masyarakat Desa Salimbatu dalam pengembangan Budaya Tari Jepen di Salimbatu sangat baik dan menjaganya. Masyarakat Desa Salimbatu mampu tetap menjaga dan melestarikan adat tari jepen tersebut, hal ini dapat kita lihat pada agenda pernikahan yang dilakukan selalu menampilkan jepen dimalam-malam tertentu dan baiasanya dilakukan selama beberapa hari yang hamper diikuti seluruh masyarakat yang hadir. Masyarakat Desa Salimbatu memberikan pujian dan rasa bangga yang luar biasa Tarian Jepen yang menjadi ciri khas Suku Tidung di Kabupaten Bulungan. Rasa bangga tersebut juga disampaikan oleh Bapak Hasanudin,SE selaku sesepuh Pembina tari jepen suku tidung.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Eksistensi Baloi Buat Pada Suku Dayak Bulusu (studi Desa Sedulun Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung}

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EKSISTENSI BALOI BUAT PADA SUKU DAYAK BULUSU (Studi Desa Sedulun Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung ABSTRAK Rumah adat Baloi Buat merupakan salah satu bentuk budaya yang memiliki nilai penting bagi sejarah suku Dayak seiring dengan perkembangan zaman Baloi buat sudah tidak lagi dijadikan tempat tinggal, melainkan untuk kegiatan adat dan juga kegiatan pemerintahan yang membutuhkan ruangan yang cukup luas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini eksistensi dari rumah adat Baloi Buat di desa sedulun masih tetap eksis walaupun sudah tidak digunakan oleh masyarakat sebagai tempat tinggal melainkan sebagai tempat untuk melangsungkan upacara adat seperti upacara kematian dan upacra pernikahan dan juga tempat untuk bermusyawarah masyarakat desa sedulun jika ada warga yang melanggar aturan adat desa sedulun. Selain itu rumah Adat ini juga digunakan untuk kegiatan pemerintah seperti kegiatan pelatihan dan penyuluhan. Kata Kunci : eksistensi, budaya, dan rumah adat.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

DAMPAK MODERNISASI TERHADAP BUDAYA GOTONG ROYONG MASYARAKAT DI DESA JELARAI SELOR KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk Dampak Modernisasi Terhadap Budaya Gotong Royong Masyarakat Di Desa Jelarai Selor Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian yaitu Ketua Adat Desa Jelarai Selor, Kepala Desa Jelarai Selor, Sekdes Desa Jelarai Selor, Tokoh agama Desa, Tokoh Masyarakat, Ketua dan anggota Karang Taruna, Ketua Rt. dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil yaitu dampak modernisasi terhadap budaya gotong royong masyarakat di Desa Jelarai Selor Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara (1) Dampak Positif : (a) Perubahan tata nilai dan sikap, masyarakat mengalami perubahan tata nilai dan tata sikap karena didukung dengan informasi yang begitu cepat sehingga masyarakat pun bergerak cepat dalam kegiatan gotong royong dengan menggunakan peralatan mesin, (b) Modernisasi membawa perubahan baik dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak positif dalam pelaksanaan kegiatan gotong royong di desa Jelarai Selor. Dimana kegiatan gotong royong yang dilakukan lebih menggunakan peralatan teknologi, atau mesin pada saat gotong royong, (c) Tingkat kehidupan yang lebih baik turut dirasakan karena adanya pola pikir yang berbeda terutama dalam pemanfaatan peralatan berupa mesin dalam kegiatan gotong royong. (2) Dampak Negatif yaitu (a) Sikap Individualistik, modernisasi menawarkan berbagai macam kebutuhan masyarakat sehingga masyarakat merasa dimanjakan dengan peralatan tersebut sehingga memiliki sifat individual. (b) Gaya hidup kebarat-baratan, modernisasi memberikan dampak kepada generasi mudah yang lebih gaya kebarat-baratan baik dari segi penampilan dan perkataan. Gaya tersebut mempengaruhi mereka untuk terlibat dalam kegiatan gotong royong karena mereka tidak mau terlihat seperti orang susa dan lebih mementingkan diri sendiri yang dengan gaya yang modis, (3) Dampak modernisasi dari kesenjangan sosial dapat mempengaruhi tingkat kehadiran masyarakat dalam kegiatan gotong royong. Rata-rata masyarakat yang memiliki penghasilan besar kurang terlibat dalam kegiatan gotong royong ..

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Budaya Organisasi dan Semangat Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate di Kabupaten Bulungan Pada Saat Pandemi Covid-19

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ivan Irwanto, Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Budaya Organisasi dan Semangat Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate di Kabupaten Bulungan pada saat Pandemi Covid-19. Dibawah bimbingan ibu Dewi Qomariah Imelda, M.M.,Ak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Budaya Organisasi Dan Semangat Organisasi anggota PSHT di Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Waktu pelaksanaan dilakukan selama enam (6) bulan atau satu (1) semester. Populasi pada penelitian ini adalah anggota Persaudaraan Setia hati Terate di Kabupaten Bulungan yang berjumlah 153 dari tahun 2018, 2019, dan 2020 tahun bergabung organisasi. Rumus Slovin digunakan untuk menentukan jumlah sampel yang digunakan dari keseluruhan populasi pada penelitian ini. Didapat jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 110 orang anggota. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan dalan penelitian ini yaitu metode kuesioner, wawancara dan studi pustaka. Teknik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan program AMOS 23 dan SPSS 23. Terdapat dua pengujian data yang dilakukan dalam Uji instrumen penelitian, yaitu Uji Validitas dan Uji Reliabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Gaya Kepemimpinan berpengaruh Positif Segnifikan terhadap Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan tidak berpengaruh Positif Segnifikan terhadap Semangat Organisasi dan Budaya Organisasi berpengaruh Positif Segnifikan terhadap Semangat Organisasi. Variabel Gaya Kepemimpinan dan variabel Budaya Organisa mempengaruhi variasi sebesar 40%, selebihnya 60% dipengaruhi faktor lain di luar dari faktor dalam penelitian ini. Sedangkan pengaruh variabel Budaya Organisasi mempengaruhi variasi data pada variabel Semangat Organisasi sebesar 02% selebihnya 58% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN KETUA ADAT DALAM MELESTARIKAN KESENIAN JEPIN PAGUN DI DESA SALIMBATU KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran Kepala Adat Dalam Melestarikan Kesenian Jepin Pagun Di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan Oleh:kamaruddin NIM.201451022 ABSTRAK Kepala Adat di dalam segala tindakannya dan dalam memegang adat itu ia selalu memperhatikan perubahan perubahan. Kepala Adat mempunyai pengertian adalah seorang pemimpin yang memimpin kebiasaan yang normatif dan telah mewujudkan aturan tingkah laku yang berlaku dalam daerah atau wilayah hukum adat yang dipertahankan secara terus menerus. Kepala Adat tentunya juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian kesenian daerah sepert halnya kesenian Jepin Pagun.. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui peran Kepala Adat dalam melestarikan kesenian Jepin Pagun di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan, dan (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat bagi Kepala Adat melestarikan kesenian Jepin Pagun di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Apabila dilihat dari jenis datanya maka penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan analisis kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran Kepala Adat dalam upaya pelestarian kesenian daerah Jepin Pagun sudah dinilai cukup baik. Upaya pelestarian dilakukan oleh Kepala Adat dengan mensosialisasikan kesenian ini kepada masyarakat. Namun demikian, masih ada kekurangan yang dinilai dalam upaya pelestarian kesenian Jepin Pagun yang dilaksanakan oleh Kepala Adat. Hal ini disebabkan karena Kepala Adat belum banyak melakukan upaya memperkenalkan kesenian Jepin Pagun kepada pihak luar, (2) Faktor pendukung dalam pelestarian budaya kesenian Jepin Pagun adalah adanya sarana dan prasarana berupa alat musik. Namun demikian, sarana dan prasarana ini dinilai masih kurang untuk dapat dikembangkan lebih lanjut. Faktor pendukungnya adalah adanya motivasi dan semangat dari generasi muda terutama penggiat seni dalam berupaya memperkenalkan kesenian Jepin Pagun. Tantangan bagi pelestarian kesenian daerah Jepin Pagun adalah kurangnya minat sebagian masyarakat, kurangnya dukungan dari pemerintah, pendanaan, serta kurangnya pelatih yang berpengalaman untuk mengajarkan tentang sejarah serta nilai kebudayaan dan kesenian daerah..

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL BUS TIPE A DI TANJUNG SELOR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Kualitas infrastruktur serta sarana dan prasarana transportasi darat yang memadai, merupakan aspek kelancaran pembangunan. Salah-satunya adalah terminal, terminal merupakan suatu sarana fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia berkaitan dengan transportasi darat. Sebagai ibukota dari provinsi baru, Tanjung Selor tidak lepas dari kebudayaan yang berlimpah, suku-suku serta adat-istiadat yang beragam, menjadikan kota ini kaya akan kebudayaan. Bisa ditinjau dari beragamnya tradisi, budaya, hingga bangunan yang mencirikan setiap suku yang ada. Berdasarkan hal itu, konsep Neo Vernakular merupakan konsep yang cocok diusung pada perancangan ini karena sesuai dengan perkembangan dan kemajuan pada zaman sekarang, serta tidak melupakan unsur kebudayaan setempat. Metode yang dipilih adalah metode penulisan deskriptif analitis, dan metode perancangan C.J Jones. Merupakan suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Dari segi perancangan, semua informasi di analisis, lalu di sintesiskan untuk menghasilkan konsep-konsep tertentu sesuai gagasan awal dan kemudian di evaluasi. Tahap evaluasi akan menjadi pijakan untuk melakukan optimalisasi hingga ke desain perancangan. Tujuan dari karya tulis ini adalah bagaimana menyelesaikan masalah dalam sudut pandang arsitektur. Dapat ditinjau dari isu diperlukan nya sarana dan prasarana transportasi darat. Disisi lain juga unsur kebudayaan juga tidak bisa di lewatkan begitu saja, maka dari itu, hasil akhir karya tulis ini adalah merencanakan dan merancang terminal bus karena merupakan aspek utama pembangunan dari segi transportasi darat, dengan pendekatan arsitektur neo-vernakular agar sesuai dengan perkembangan zaman serta tidak melupakan unsur kebudayaan yang ada.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BULUNGAN DALAM MELESTARIKAN SENI TARI JEPEN (Studi pada Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Bagaimana Peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam Melestarikan Seni Tari Jepen dan untuk mengetahui Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat dalam Melestarikan Seni Tari Jepen. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Informan penelitian yaitu Kepala dinas, Kepala Seksi kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Bulungan, Kepengurusan Group Tari Jepen, dan masyarakat Kecamatan Tanjung Palas. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil peran yaitu Peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam melestarikan seni tari Jepen di Kecamatan Tanjung Palas yaitu (1) melakukan pembinaan Sejarah dengan cara menceritakan perkembangan tarian Jepen, pentas kesenian tarian Jepen, pembentukan sanggar seni tarian Jepen. (2) Pelestarian tradisi Jepen dilakukan dengan cara membuat kegiatan pestival/perlombaan tarian Jepen, memberikan batuan dana, pembentukan group seni tari Jepen, memberikan batuan peralatan dan perlengkapan musik kesenian tarian Jepen. Melakukan pembinaan melalui group seni tari Jepen. Faktor Pendukung peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam melestarikan seni tari Jepen di Kecamatan Tanjung Palas yaitu masyarakat memiliki motivasi dan bakat dalam memperagakan kesenian tarian Jepen. Motivasi masyarakat di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan untuk melestarikan tarian Jepen dan adanya support dari pemerintah seperti memberikan bantuan bentuk uang kepada pengelola sanggar seni, dan memberikan kebutuhan fasilitas untuk kegiatan kesenian tarian Jepen. Faktor penghambat dalam pelestarian budaya kesenian tarian Jepen di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan yaitu kurangnya dana sehingga berdampak pada kegiatan pestival pentas kesenian tarian Jepen dan berdampak pada perlombaan kesenian tarian jepan, serta berdampak pada kelengkapan sarana dan prasarana group seni tari Jepen, dan adanya pengaruh modernisasi sangat berdampak pada budaya-budaya tradisional seperti musik tradisional dan tarian tradisional yang dimiliki masyarakat di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA LEMBAGA ADAT KESULTANAN BULUNGAN DALAM PELESTARIAN BUDAYA PERAHU KEMBAR (BIDUK BEBANDUNG) DI KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UPAYA LEMBAGA ADAT KESULTANAN BULUNGAN DALAM PELESTARIAN BUDAYA PERAHU KEMBAR (BIDUK BEBANDUNG) DI KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan upaya Lembaga Adat Kesultanan Bulungan dalam pelestarian budaya Perahu Kembar (Biduk Bebandung) di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan, dan untuk mengetahui prosesi pelaksanaan budaya Perahu Kembar (Biduk Bebandung) di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu Ketua Adat Bulungan, Wakil Kepala Adat, Anggota Adat, Pegawai Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara, Tokoh masyarakat , dan Karang Taruna. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil peran yaitu upaya Lembaga Adat Kesultanan Bulungan dalam pelestarian budaya Biduk Bebandung di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan yaitu; (1)Menumbukan dan meningkatkan kesadaran budaya bagi generasi muda ataupun generasi penerus. Menumbuhkan kesadaran masyarakat melalui sosialisai. (2) Melibatkan masyarakat untuk menyaksikan kegatan budaya Biduk Bebandung dan mengajak penerus kesultanan untuk aktif terlibat dalam kegiatan budaya Biduk Bebandung. (3)memperlajari dan ikut mensosialisaikan kepada orang lain kebudayaan itu sanggat penting. Prosesi Budaya Perahu Kembar (Biduk Bebandung) di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan yaitu (1) membuat penduduk / perahu kecil, dalam perahu kecil ini terdapat berbagai macam makanan yang diturunkan sebagai syarat ucapan tolak bala dan doa selamat agar prosesi penurunan yang di laksanakan berjalan dengan lancar. (2) Nasi Ketan berbentuk Buaya dengan 4 warna yaitu Kuning, Putih. (3) Menyerahkan sesajian, untuk diberikan kepada mahluk sungai yang kita tidak lihat, dan sesajian itu pun diartikan meberikan makan kepada mahluk alam lain. (4) Baca doa selamat, setelah penurunan perahu ke sungai, masyarakat dan pemangku adat akan baca doa selamat.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Budaya Organisasi Terhadap Semangat Kerja Guru (Studi Kasus di SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 Tanjung Selor)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yunita, Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Budaya Organisasi (studi kasus SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 Tanjung Selor) dibawah bimbingan Ibu Dewi Qomariah Imelda S.E,,Ak,.MM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah gaya kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh terhadap semangat kerja guru. Serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap semangat kerja guru. Metode ini yang digunakan penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 Tanjung Selor, pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Jumlah responden yang diteliti adalah sebanyak 75 responden. Pengumpulan data berupa kuisioner, teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah SPSS 20 dan strucrual equation modeling (SEM). Hasil penelitian ini adalah pertama, terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap semangat kerja dengan nilai koefisien 0,69 dan nilai probabillity *** variabel gaya kepemimpinan lebih terlihat dari adil dengan nilai loading faktor sebesar 0.92. Kedua ditemukan bahwa terdapat hubungan antara budaya organisasi berpengaruh positif sangat signifikan terhadap semangat kerja dengan nilai koefisien sebesar 0,22 dan nilai probabillity 0.018 variabel budaya organisasi lebih terlihat dari indikator aturan dengan nilai loading faktor sebesar 0.90

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN STRES KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION DOSEN DAN KARYAWAN DI UNIVERSITAS KALTARA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Budaya Organisasi terhadap Turnover Intention dosen di Universitas Kaltara bahkan untuk mengetahui pengaruh Budaya Organisasi terhadap Stres Kerja dosen di Universitas Kaltara dan mengetahui pengaruh stres kerja terhadap Turnover Intention dosen di Universitas Kaltara. Objek penelitian ini adalah para tenaga kependidikan dan pendidik di Universitas Kaltara Tanjung Selor. Jadi penelitian ini merupakan bagian dari upaya untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja pegawai di Universitas Kaltara Tanjung Selor.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS KALTARA DALAM MEMBANGUN BUDAYA AKADEMIK MAHASISWA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran badan eksekutif mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas kaltara dalam membagun budaya akademik mahasiswa. Jenis penelitian yang di lakuakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis data model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal utama dalam menganalisis data yaitu : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil analisis hasil peneltian yang di lakukan di ketahui bahwa peran badan eksekutif mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas kaltara dalam membagun budaya akademik mahasiswa secara keseluruhan sudah berjalan sesuai peran BEM FISIP dalam membangun budaya akademik, yang di ukur dengan sebuah indikator keberhasilan telah menajalankan budaya akademik, dengan ini peran BEM FISIP sebagai representasi mahasiswa meliputi : peran BEM FISIP sebagai wadah keilmuan, peran BEM FISIP sebagai pengembangan budaya akademik, lebih lanjud di ketahui bahwa pelaksanaan peran BEM FISIP sebagai wadah dan membangun budaya akademik yang di buktikan dari sebagaian besar meralisasikan sesuai kepentingan dan kebutuhan mahasiswa yang di tuangkan dari sebuah program BEM FISIP.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail