Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM DI ERA DIGITAL (Studi pada Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis strategi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Provinsi Kalimantan Utara di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Fokus analisis dalam penelitian ini didasarkan pada empat indikator utama pengembangan UMKM sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Pasal 16 ayat (1), yaitu aspek produksi dan pengolahan, pemasaran, Sumber Daya Manusia (SDM), serta desain dan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disperindagkop Provinsi Kalimantan Utara telah mengimplementasikan berbagai program strategis untuk memajukan UMKM lokal di era digital. Pada aspek produksi dan pengolahan, dinas telah memberikan berbagai pelatihan kompetensi serta memfasilitasi legalitas usaha seperti penerbitan izin edar BPOM, PIRT, dan sertifikasi halal guna meningkatkan daya saing produk lokal. Pada aspek pemasaran, pengembangan dilakukan melalui keikutsertaan dalam bazar dan pameran skala lokal, nasional (seperti di Mall Sarinah Jakarta), hingga internasional, serta penguatan kelas ekspor dan promosi digital. Pada aspek SDM, pembinaan dilakukan melalui program Bimbingan Teknis (Bimtek) manajerial, pelatihan olahan bahan baku lokal, hingga penyuluhan bantuan hukum. Terakhir, pada aspek desain dan teknologi, langkah progresif telah dilakukan melalui peresmian Gedung Rumah Kemasan untuk memperbaiki estetika produk, fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), serta digitalisasi sistem pembayaran menggunakan QRIS yang bekerja sama dengan pihak perbankan.
Dampak ekonomi festival budaya Birau terhadap perekonomian daerah Kabupaten Bulungan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Dampak Ekonomi Festival Budaya Birau Terhadap Perekonomian Daerah Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif sederhana melalui kuesioner skala Likert. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival budaya memberikan dampak ekonomi yang signifikan terhadap perekonomian daerah. Secara langsung, festival mampu meningkatkan jumlah pelanggan, pendapatan, dan keuntungan usaha, dengan tingkat persetujuan responden mencapai lebih dari 80%. Selain itu, festival juga berperan dalam memperluas pasar, meningkatkan promosi dan reputasi usaha, serta membuka peluang kerja sama dan jaringan bisnis baru. Dampak tidak langsung yang dihasilkan meliputi peningkatan kapasitas usaha, inovasi produk, serta penguatan ekonomi lokal melalui efek pengganda (multiplier effect). Dalam jangka panjang, festival budaya terbukti mampu mendukung keberlangsungan usaha, meningkatkan permintaan produk, serta memperkuat identitas dan daya tarik daerah. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti fasilitas, penataan lokasi, dan manajemen penyelenggaraan agar dampak ekonomi yang dihasilkan dapat lebih optimal. Dengan demikian, festival budaya dalam perayaan HUT Kabupaten Bulungan tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Peran pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi pedesaan melalui pembangunan UMKM
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran pemerintah desa dalam memberdayakan ekonomi pedesaan melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah desa memiliki peran strategis sebagai fasilitator, regulator, dan katalisator dalam membantu pelaku UMKM untuk tumbuh dan menjadi lebih mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di Desa Tengkakap. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah melakukan berbagai upaya seperti memberikan pelatihan, memfasilitasi perizinan usaha, serta membantu dalam pemasaran dan akses pendanaan. Namun, pelaksanaan peran tersebut masih belum optimal karena keterbatasan sumber daya dan kurangnya koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Pengaruh Perkembangan Ekonomi Digital dan Inovasi Produk Terhadap Pendapatan Pelaku UMKM pada kafe di Tanjung Selor
Yusran, Pengaruh Perkembangan Ekonomi Digital dan Inovasi Produk Terhadap Pendapatan UMKM Pada Kafe Di Tanjung Selor Mahasiswa Berkuliah di Universitas Kaltara di bawah Bimbingan Bapak Mahmud Al Amrie, S.E. M.Pd. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada Pengaruh Perkembangan Ekonomi Digital dan Inovasi Produk Terhadap Pendapatan UMKM Pada Kafe Di Tanjung Selor. Metode yang digunakan penelitian ini adalah Metode Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Pelaku Usaha UMKM pada kafe Di Tanjung Selor. Jumlah responden yang diteliti adalah 30 responden. pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda, uji asumsi klasik, uji hipotesis dan koefisien determinasi, dan alat yang digunakan untuk megolah data pada penelitian ini adalah SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Terdapat pengaruh positif tapi tidak signifikan Perkembangan Ekonomi Digital terhadap Pendapatan pelaku usaha kafe di Tanjung Selor. (2) Terdapat pengaruh positif tapi tidak signifikan Inovasi Produk terhadap Pendapatan pelaku usaha kafe di Tanjung Selor. (3) Terdapat pengaruh secara Simultan Perkembangan Ekonomi Digital dan Inovasi Produk terhadap Pendapatan pada kafe di Tanjung Selor.
Analisis perbandingan strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing bisnis di kota Tanjung Selor ( Studi kasus Coklat Bultiya dan Coklat Kayan Coa )
Muhammad Pardi (2025), Universitas Kaltara Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen. Analisis Perbandingan Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Daya Saing Bisnis (Studi Kasus Coklat Bultiya dan Coklat Kayan Coa di Kota Tanjung Selor). Dibawah Bimbingan Ibu Rina Sri Wahyuni, S.E., M.Acc. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh dua pelaku usaha cokelat lokal, Coklat Bultiya dan Coklat Kayan Coa, menilai keunggulan dan kelemahan masing-masing strategi dalam meningkatkan daya saing bisnis, serta mengidentifikasi faktor eksternal yang memengaruhi daya saing kedua merek tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persaingan UMKM di sektor olahan kakao di Tanjung Selor yang semakin ketat, sehingga dibutuhkan strategi pemasaran yang efektif dan adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Narasumber utama dalam penelitian ini adalah pemilik Coklat Bultiya (Bapak Agus Yahya) dan pengelola Coklat Kayan Coa (Ibu Mardiatin), serta konsumen dan pihak distributor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Coklat Bultiya mengandalkan strategi berbasis harga terjangkau dan pendekatan kultural lokal dalam branding dan distribusi, sedangkan Coklat Kayan Coa menekankan kualitas premium, inovasi rasa, dan pemasaran digital untuk menyasar segmen menengah ke atas. Keunggulan Coklat Bultiya terletak pada kedekatan dengan konsumen lokal dan fleksibilitas harga, namun masih lemah dalam hal promosi digital dan inovasi produk. Sebaliknya, Coklat Kayan Coa unggul dalam citra produk, kualitas bahan, dan pemanfaatan platform digital, namun memiliki tantangan pada keterjangkauan harga dan distribusi ke segmen ekonomi bawah. Faktor eksternal yang memengaruhi daya saing kedua brand meliputi fluktuasi harga bahan baku, tren preferensi konsumen terhadap produk lokal dan sehat, perkembangan teknologi digital, serta dukungan dari pemerintah atau CSR perusahaan besar. Penyesuaian strategi terhadap lingkungan usaha dan karakteristik pasar menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing kedua merek
Analisis Strategi Pemasaran UKM Pada Usaha Kerajinan Ibu Siti Hawa Di Desa Gunung Seriang
Raden Sanjaya, analisis strategi pemasaran pada kerajinan tangan pandon penatik desa gunung seriang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan pada usaha Kerajinan Tangan Pandon Penatik di Desa Gunung Seriang, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk merumuskan strategi pemasaran yang tepat dalam pengembangan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha memiliki kekuatan dalam ketersediaan bahan baku lokal, nilai budaya yang tinggi, dan harga produk yang terjangkau. Namun, terdapat kelemahan seperti minimnya promosi digital, skala produksi yang terbatas, dan kurangnya inovasi desain. Peluang yang dapat dimanfaatkan antara lain dukungan dari pemerintah serta tren pasar terhadap produk ramah lingkungan. Adapun ancaman yang dihadapi meliputi persaingan produk massal dan minimnya regenerasi pengrajin. Berdasarkan analisis SWOT, strategi yang dapat diterapkan adalah strategi SO (Strength–Opportunity), WO (Weakness–Opportunity), ST (Strength–Threat), dan WT (Weakness–Threat) guna mengoptimalkan potensi usaha dan mengurangi hambatan yang ada.
PERSEPSI DAN INTENSI PELAKU USAHA (UMKM) TERHADAP PENGGUNAAN QRIS SEBAGAI SISTEM PEMBAYARAN TRANSAKSI DIGITAL PASCA PANDEMI COVID-19 DI BULUNGAN
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan intensi UMKM terhadap penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran berbasis digital di Kabupaten Bulungan. Pendekatan penelitian kualitatif digunakan untuk menguraikan fenomena tersebut. Teknik yang digunakan berupa triangulasi data yakni dengan menggabungkan sumber data yang didapat dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Sampel penelitian sebanyak 7 UMKM di Kabupaten Bulungan yang telah menggunakan QRIS sebagai proses pembayaran secara digital. Indikator yang digunakan untuk melihat persepsi pada pelaku UMKM ditinjau dari persepsi manfaat, pengaruh eksternal, persepsi hambatan, persepsi kemudahan, dan pemahaman akan QRIS. Adapun intensi pelaku UMKM terhadap QRIS juga dibentuk dari ketiga persepsi tersebut disertai kendala atau pun hambatan dan faktor eksternal yang mempengaruhinya. Penelitian ini megindikasikan bahwa pelaku UMKM memiliki persepsi positif terhadap QRIS sehingga bisa membentuk intensi yang kuat bagi mereka untuk menerapkan sistem pembayaran secara digital melalui QRIS.
STRATEGI DALAM MENGEMBANGKAN USAHA INDUSTRI RUMAHAN (HOME INDUSTRY) UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN UMKM RIMIKAS DI TANJUNG SELOR
Indonesia merupakan Negara berkembang dimana perekonomian menjadi masalah utama yang harus dihadapi oleh Negara berkembang dan ekonomi global yang selalu berubah-ubah membuat Negara berkembang harus siap untuk menghadapinya. Salah satu cara yang saat ini dapat dilakukan oleh Negara Indonesia dalam mengatasi masalah tersebut adalah fokus terhadap usaha mikro ekonomi. Home Industry adalah salah satu dari usaha mikro yang dapat dijalankan oleh siapa saja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan dalam mengembangkan usaha industri rumahan (home industry) dalam meningkatkan pendapatan UMKM RIMIKAS. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang terdiri dari observasi dan wawancara dengan pemilik, dan data sekunder yang terdiri dari jurnal, buku, laporan hasil penelitian, dan lain-lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Strategi mengembangkan usaha yang dilakukan rumah produksi RIMIKAS untuk meningkatkan pendapatan UMKM dengan cara meningkatkan kualitas produk , menetapkan harga yang terjangkau, mempromosikan produk dengan mengandalkan relasi, kenalan, atau teman, dan mendistribusikan produk keluar kota. 2) Campur tangan pemerintah dalam menjalankan usaha berupa pelatihan, bantuan alat produksi, dan perijinan buat usaha.
STRATEGI PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA TERHADAP UMKM PADA MASA PEMULIHAN EKONOMI PASCA PANDEMI
Penelitian ini bertujuan untuk melihat strategi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terhadap UMKM dimasa pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19 dan bagaimana dampaknya terhadap UMKM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan 30 pelaku usaha sebagai respondennya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah mengeluarkan beberapa kebijakan terkait perlambatan ekonomi akibat pandemi covid-19 yaitu dengan memberikan bantuan stimulus dan pengembangannya berupa bantuan modal UMKM dan pelatihan. Bantuan modal usaha yang diberikan kepada pelaku usaha di Kalimantan Utara sejumlah Rp. 2.500.000/orang. Adapun pelatihan yang dilaksanakan selama tahun 2021 diantaranya adalah pelatihan kewirausahaan, keamanan pangan dan manajemen usaha, pelatihan pengembangan dan pemasaran produk home decor dan handicraft untuk ekspor, pelatihan kewirausahaan bagi wirausaha pemula, dan pelatihan pengurusan legalitas usaha. Bantuan modal usaha dan pelatihan telah dimanfaatkan oleh pelaku usaha dengan baik dan dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas usaha.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENDAMPINGAN PUSAT LAYANAN UNIT TERPADU KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH TERHADAP PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (Studi kasus Pada PLUT-KUMKM Kabupaten Bulungan)
Fokus kajian penelitian ini diarahkan pada layanan pendampingan yang dilakukan PLUT-KUMKM dalam pendampingan pelaku usaha mikro kecil dan menengah dan untuk mengindetifikasi kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta upaya yang dilakukan Oleh PLUT-KUMKM di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif, data-data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan sekunder yaitu melalui observasi lapangan, wawancara langsung dengan konsultan bidang layanan pendampingan maupun pelaku usaha, serta beberapa dokumen yang diberikan kepada peneliti, Sampel pada penelitian diperoleh dengan teknik sampling purposive dengan jumlah informan penelitian sebanyak 9 (sembilan) orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Layanan pendampingan yang dilakukan PLUT-KUMKM melalui 5 (lima) bidang Konsultan yaitu (a) Konsultan bidang kelembagaan (b) Konsultan bidang sumber daya manusia (c) Konsultan bidang (d) Konsultan bidang pembiayaan (e) Konsultan bidang pemasaran (2) identifikasi kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha kecil dan menengah serta Upaya yang dilakukan Oleh PLUT-KUMKM
MANFAAT DIGITALISASI BAGI PELAKU USAHA UMKM DIKABUPATEN BULUNGAN
Teknologi saat ini terus berkembang dan manfaat penggunaan internet terasa bagi para pemakainya. Beberapa orang merasa ketergantungan dengan adanya internet, termasuk aktivitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk menjalankan usahanya khususnya pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tujuan penelitian ini secara umum mendeskripsikan dampak digital marketing terhadap volume penjualan bagi pelaku UMKdi kota Batam. Penelitian ini berjenis kualitatif, dengan menggunakan model triangulasi, yang menggabungkan metode wawancara terstruktur, wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaku UMKM yang terdaftar aktif di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pasar – Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kota. Dari hasil penelitian diketahui bahwa digital marketing memudahkan pelaku UMKM untuk memberikan informasi dan berinteraksi secara langsung dengan konsumen, memperluas pangsa pasar, meningkatkan awareness dan meningkatkan penjualan bagi pelaku UKM.
PENGARUH USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH ( UMKM) DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) DI INDONESIA
ABSTRACT UMKM actors seem very important to increase per capita income or improve the economy of a region. UMKM players are required to be able to participate in developing the country's economy and compete globally in economic integration activities between ASEAN countries. The main data in this study used secondary data from the Central Bureau of Statistics, Kemenkop and UMKM as well as various other sources and literature studies related to this research. The dependent variable in this study is Indonesia's Gross Domestic Product (GDP), the independent variable used is the variable number of UMKMs and the number of UMKM workers. The purpose of this study was to analyze the effect of the number of UMKMs and the number of UMKM workers on the Indonesian economy (GDP). From the research results, it is known that the number of UMKMs and the number of workers is a significant influence on the GDP variable. In total the UMKM sector can influence Indonesia's economic development.
PENGARUH COVID-19 TERHADAP PENDAPATAN UMKM DI KABUPATEN BULUNGAN
Covid-19 adalah wabah yang menyerang dunia dan juga Indonesia, hampir seluruh bidang dilumpuhkan karena covid-19 salah satunya yaitu UMKM. Menurut Kemenkop UKM sekitar 37.000 UMKM telah melaporkan bahwa mereka telah terdampak sangat serius akibat pandemic ini yang meliputi sekitar 56% telah melaporkan terjadi penurunan penjualan, 22% melaporkan permasalahan terhadap aspek pembiayaan, 15% melaporkan terkait dengan masalah distribusi barang dan 4% melaporkan kesulitan dalam memenuhi bahan baku. Dalam penelitian ini yang akan dibahas adalah pengaruh covid-19 terhadap pendapatan UMKM di Kabupaten Bulungan. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif yang digunakan untuk mengidentifikasi pengaruh pandemic covid-19 terhadap UMKM dan pendapatan UMKM di Kabupaten Bulungan. Jumlah UMKM yang ada di Kabupaten Bulungan berdasarkan data binaan PLUT Kabupaten Bulungan adalah sekitar 191 usaha. Sampel yang didapat yaitu 2 wawancara secara langsung dan 14 hasil dari penyebaran kuisioner online. Kesimpulan yang didapatkan dari hasil penelitian yaitu pandemic sangat berpengaruh dengan pendapatan UMKM yang ada di Kabupaten Bulungan.
STRATEGI PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI PENINGKATAN PRODUKSI USAHA SEBAGAI SALAH SATU PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN BULUNGAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemberdayaan UMKM dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bulungan .serta manfaatnya untuk masyarakat yaitu mendapatkan pembinaan serta pelatihan dari pemerintah dalam mengembangkan usaha UKM maupun home industri metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu pengolahan data atau informasi yang diperoleh dilapangan bedasarkan hasil wawancara dan pengamatan.lokasi penelitian ini dilakukan di Disperidagkop Bulungan,PLUT,Kominfo dan pemilik pemilik usaha kecil mnengah (UKM).