EKSISTENSI BUDAYA PEDIBAI DALAM PEMIKIRAN SOSIAL BUDAYA (Studi Kelurahan Tanjung Palas Hulu Kecamatan Tanjung Palas)
EKSISTENSI BUDAYA PEDIBAI DALAM PEMIKIRAN SOSIAL BUDAYA ABSTRAK Kearifan local adalah sesuatu hal yang telah melekat pada masyarakat dan telah menjadi cirri khas di daerah tertentu yang mana secara turun temurun telah diakui oleh masyarakat luas, begitu pula dengan budaya Pedibai pada masyarakat Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Palas Hulu Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Penelitian ini memakai metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dan wawancara secara langsung dengan nara sumber dan arsip pemerintah setempat. Dalam penelitian ini, Nara sumbera dalah Fatimah (Sinas Sulu) di Kelurahan Tanjung Palas Hulu yang menjadi sasaran penelitian dan kelompok keluarga yang melakukan budaya pedibai. Dan cara penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini secara kuota sampling. Data-data yang telah didapat kemudian di analisis dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian berdasarkan data yang diperoleh menunjukan bahwa eksistensi budaya Pedibai masih tetap bertahan hingga sekarang walaupun sudah mulai menghilang dimasyarakat Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Budaya Pedibai tetap bertahan karena 1) factor pendukung yaitu pemerintah ingin memelihara nilai-nilai yang terkandung dalam budaya tersebut, 2) masyarakat Tanjung Palas masih tetap melakukan dan mempertahankan keberadaan budaya Pedibai hingga kini, walaupun banyak perubahan yang terjadi dalam masyarakat yang mengakibatkan pudar atau bahkan hilangnya suatu budaya. 3) masyarakat harus mempertahankan budayanya karena suatu budaya akan tetap bertahan apabila pelaku budaya atau masyarakat tetap mempertahankan eksistensi kebudayaan mereka, dan tidak terpengaruhi oleh globalisasi. Kata Kunci :Eksistensi Pedibai dan Sosial Budaya