Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: kebudayaan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PELESTARIAN TRADISI DI KABUPATEN BULUNGAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi tentang pelestarian tradisi budaya sekaligus mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung implementasi kebijakan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan tentang pelestarian tradisi di Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara kualitatif. Fokus penelitian yang di lakukan berfokus pada implementasi tentang pelestarian tradisi budaya Informan penelitian berjumlah 18 orang yang terdiri dari Sekretaris, Kepala Bidang Kebudayaan, Dan Staf bagian kebudayaan di Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Bulungan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data yang dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pelestarian tradisi budaya di kabupaten bulungan sudah berjalan dengan cukup baik dan sudah berpatokan dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 10 tahun 2014 tentang pelestarian tradisi

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MELESTARIKAN BUDAYA BIDUK BEBANDUNG (Studi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah daerah dalam melestarikan budaya Biduk Bebandung dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten bulungan. Bagaimana peran pemerintah daerah dalam melestarikan budaya Biduk Bebandung dengan kebijakan,strategi dan fasilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pemerintah dalam melestarikan budaya Biduk Bebandung sudah melakukan peran untuk melestarikan budaya Biduk Bebandung dengan menerbitkan peraturan bupati sebagai landasan untuk menyelengarakan acara Biduk Bebandung di dalam perayaan birau, pemerintah juga telah melakukan strategi untuk melestarikan budaya Biduk Bebandung dengan melakukan sosialisasi dan mengajak komunitas-komunitas untuk mempromosikan budaya Biduk Bebandung dan juga peran pemerintah dalam memfasilitaskan acara Biduk Bebandung dengan menyiapkan bahan meterial dan anggaran untuk menbuat Biduk Bebandung. Dengan kebijakan pemerintah dalam melestarikan budaya Biduk Bebandung menerbitkan Peraturan Bupati Bulungan nomor 19 tahun 2023 tentang persetujuan hari jadi pemerintah juga mempromosikan adalah Biduk Bebandung dengan cara mensosialisasikan di setiap kecamatan yang ada di Tanjung Selor dan mengajak komunitas-komunitas yang ada di Tanjung Selor dan pemerintah memfasilitasi bahan untuk pembuatan Biduk Bebandung yang telah di siapkan dan berkerjasama dengan masyarakat.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STUDI KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT NELAYAN KELURAHAN TANJUNG PALAS HULU KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami kehidupan sosial budaya masyarakat nelayan di Kelurahan Tanjung Palas Hulu dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan sosial budaya masyarakat nelayan Kelurahan Tanjung Palas Hulu Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. sumber data penelitian berasal dari informan terkait dengan judul. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah stakeholder yang terkait yaitu dinas perikanan dan kelautan Kabupaten Bulungan, Kelurahan Tanjung Palas Hulu, serta masyarakat nelayan dan masyarakat umum. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kehidupan sosial masyarakat nelayan begitu tinggi, interaksi yang mereka lakukan bukan hanya sesama nelayan saja tetapi dengan penjaga tambak juga, dengan interaksi tersebutlah dapat memudahkan bagi nelayan dalam proses penangkapan ikan dan udang. Sebagian nelayan juga masih kental dengan kebudayaannya yang biasa dijadikan ajang hiburan dan silaturahmi. Adapun faktor yang mempengaruhi kehidupan sosial bagi masyarakat nelayan yaitu ada faktor pendukung yang didalamnya terdapat kemajuan teknologi, hasil tangkapan dan pendapatan. Sedangkan faktor penghambat yang berisikan pendidikan, keadaan alam, dan resiko kerja.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

SILSILAH ETNIS TIONGHOA DI TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Andi Muizz Annafi 201451041. Silsilah Etnis Tionghoa Di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui untuk mengtahui silsila etnisTionghoa di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalaha metode kualitatif, penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati dari fenomena yang terjadi. Lebih lanjut Moleong mengemukan bahwa penelitian deskriptif menekankan pada data berupa kata-kata gambar, dan bukan angka-angka yang disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Selain itu semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah yang diteliti. Pengambilan sempel atau sumber data pada penelitian ini dilakukan secara puposive dan untuk ukuran sempel tersebut ditentukan secara snowball teknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan), Berdasarkan hasil penelitian, Berdasarkan hasil wawancara di lapangan di dapatkan data bahwa, terkait dengan Silsila etnis tionghoo di Tanjung Selor terdapat tiga Etnis yaitu Tenglang (Hokkien), Tengnang (Tiochiu) dan Thouguyin (Hakka). (wawancara dengan Ku’ Ahia (Adhi Chandra, 2021). Disebut Tangren dikarenakan sesuai dengan kenyataan bahwa orang Tionghoa-Indonesia mayoritas berasal dari Tiongkok selatan yang menyebut diri mereka sebagai orang Tang, sementara orang Tiongkok utara menyebut diri mereka sebagai orang Han. Kata Kunci: Silsilah Etnis Tionghoa, kebudayaan

2 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN KETUA ADAT DALAM MELESTARIKAN KESENIAN JEPIN PAGUN DI DESA SALIMBATU KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran Kepala Adat Dalam Melestarikan Kesenian Jepin Pagun Di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan Oleh:kamaruddin NIM.201451022 ABSTRAK Kepala Adat di dalam segala tindakannya dan dalam memegang adat itu ia selalu memperhatikan perubahan perubahan. Kepala Adat mempunyai pengertian adalah seorang pemimpin yang memimpin kebiasaan yang normatif dan telah mewujudkan aturan tingkah laku yang berlaku dalam daerah atau wilayah hukum adat yang dipertahankan secara terus menerus. Kepala Adat tentunya juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian kesenian daerah sepert halnya kesenian Jepin Pagun.. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui peran Kepala Adat dalam melestarikan kesenian Jepin Pagun di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan, dan (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat bagi Kepala Adat melestarikan kesenian Jepin Pagun di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Apabila dilihat dari jenis datanya maka penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan analisis kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran Kepala Adat dalam upaya pelestarian kesenian daerah Jepin Pagun sudah dinilai cukup baik. Upaya pelestarian dilakukan oleh Kepala Adat dengan mensosialisasikan kesenian ini kepada masyarakat. Namun demikian, masih ada kekurangan yang dinilai dalam upaya pelestarian kesenian Jepin Pagun yang dilaksanakan oleh Kepala Adat. Hal ini disebabkan karena Kepala Adat belum banyak melakukan upaya memperkenalkan kesenian Jepin Pagun kepada pihak luar, (2) Faktor pendukung dalam pelestarian budaya kesenian Jepin Pagun adalah adanya sarana dan prasarana berupa alat musik. Namun demikian, sarana dan prasarana ini dinilai masih kurang untuk dapat dikembangkan lebih lanjut. Faktor pendukungnya adalah adanya motivasi dan semangat dari generasi muda terutama penggiat seni dalam berupaya memperkenalkan kesenian Jepin Pagun. Tantangan bagi pelestarian kesenian daerah Jepin Pagun adalah kurangnya minat sebagian masyarakat, kurangnya dukungan dari pemerintah, pendanaan, serta kurangnya pelatih yang berpengalaman untuk mengajarkan tentang sejarah serta nilai kebudayaan dan kesenian daerah..

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL BUS TIPE A DI TANJUNG SELOR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Kualitas infrastruktur serta sarana dan prasarana transportasi darat yang memadai, merupakan aspek kelancaran pembangunan. Salah-satunya adalah terminal, terminal merupakan suatu sarana fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia berkaitan dengan transportasi darat. Sebagai ibukota dari provinsi baru, Tanjung Selor tidak lepas dari kebudayaan yang berlimpah, suku-suku serta adat-istiadat yang beragam, menjadikan kota ini kaya akan kebudayaan. Bisa ditinjau dari beragamnya tradisi, budaya, hingga bangunan yang mencirikan setiap suku yang ada. Berdasarkan hal itu, konsep Neo Vernakular merupakan konsep yang cocok diusung pada perancangan ini karena sesuai dengan perkembangan dan kemajuan pada zaman sekarang, serta tidak melupakan unsur kebudayaan setempat. Metode yang dipilih adalah metode penulisan deskriptif analitis, dan metode perancangan C.J Jones. Merupakan suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Dari segi perancangan, semua informasi di analisis, lalu di sintesiskan untuk menghasilkan konsep-konsep tertentu sesuai gagasan awal dan kemudian di evaluasi. Tahap evaluasi akan menjadi pijakan untuk melakukan optimalisasi hingga ke desain perancangan. Tujuan dari karya tulis ini adalah bagaimana menyelesaikan masalah dalam sudut pandang arsitektur. Dapat ditinjau dari isu diperlukan nya sarana dan prasarana transportasi darat. Disisi lain juga unsur kebudayaan juga tidak bisa di lewatkan begitu saja, maka dari itu, hasil akhir karya tulis ini adalah merencanakan dan merancang terminal bus karena merupakan aspek utama pembangunan dari segi transportasi darat, dengan pendekatan arsitektur neo-vernakular agar sesuai dengan perkembangan zaman serta tidak melupakan unsur kebudayaan yang ada.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BULUNGAN DALAM MELESTARIKAN SENI TARI JEPEN (Studi pada Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Bagaimana Peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam Melestarikan Seni Tari Jepen dan untuk mengetahui Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat dalam Melestarikan Seni Tari Jepen. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Informan penelitian yaitu Kepala dinas, Kepala Seksi kebudayaan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Bulungan, Kepengurusan Group Tari Jepen, dan masyarakat Kecamatan Tanjung Palas. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil peran yaitu Peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam melestarikan seni tari Jepen di Kecamatan Tanjung Palas yaitu (1) melakukan pembinaan Sejarah dengan cara menceritakan perkembangan tarian Jepen, pentas kesenian tarian Jepen, pembentukan sanggar seni tarian Jepen. (2) Pelestarian tradisi Jepen dilakukan dengan cara membuat kegiatan pestival/perlombaan tarian Jepen, memberikan batuan dana, pembentukan group seni tari Jepen, memberikan batuan peralatan dan perlengkapan musik kesenian tarian Jepen. Melakukan pembinaan melalui group seni tari Jepen. Faktor Pendukung peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam melestarikan seni tari Jepen di Kecamatan Tanjung Palas yaitu masyarakat memiliki motivasi dan bakat dalam memperagakan kesenian tarian Jepen. Motivasi masyarakat di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan untuk melestarikan tarian Jepen dan adanya support dari pemerintah seperti memberikan bantuan bentuk uang kepada pengelola sanggar seni, dan memberikan kebutuhan fasilitas untuk kegiatan kesenian tarian Jepen. Faktor penghambat dalam pelestarian budaya kesenian tarian Jepen di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan yaitu kurangnya dana sehingga berdampak pada kegiatan pestival pentas kesenian tarian Jepen dan berdampak pada perlombaan kesenian tarian jepan, serta berdampak pada kelengkapan sarana dan prasarana group seni tari Jepen, dan adanya pengaruh modernisasi sangat berdampak pada budaya-budaya tradisional seperti musik tradisional dan tarian tradisional yang dimiliki masyarakat di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

UPAYA MELESTARIKAN KEBUDAYAAN KESULTANAN BULUNGAN SETELAH INDONESIA MERDEKA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya melestarikan kebudayaan kesultanan bulungan setelah indonesia merdeka di kecamatan tanjung palas dan untuk mengetahui hambatan apa saja yang dialami oleh masyarakat dalam melestarikan kebudayaan di kecamatan tanjung palas kabupaten bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Deskriptif kualitatif. Metode Penelitian Deskriptif ini berusaha menggambarkan suatu, peristiwa yang terjadi pada saat sekarang atau masalah faktual. Informan penelitian yaitu Ketua Hasil penelitian ini upaya masyarakat dalam melestarikan kebudayaan kesultanan bulungan setelah indonesia merdeka khususnya masyarakat bulungan, tanjung palas sangat sangatlah berperan penting. Dalam melestarikan melestarikan kebudayaan kesultanan dengan mempertahankan tradisi yang ada di kabupaten bulungan khususnya kecamatan tanjung palas bukan saja persoalan birau tetapi juga seperti acara adat, penyambutan tamu, musyawarah besar, pernikahan. Hambatan yang dialami masyarakat dalam melestarikan melestarikan kebudayaan kesultanan bulungan yaitu : kurangnya anggaran yang diberikan dari pemerintah dan partisipasi dari kalangan masyarakat lainnya.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

EKSISTENSI SUKU PUNAN DESA WONOMULYO DI KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EKSISTENSI SUKU PUNAN DESA WONOMULYO DI KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi Suku Punan Desa Wonomulyo di Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi berdasarkan keadaan dilapangan serta teknik wawancara. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat Suku Dayak Punan Desa Wonomulyo di Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Metode penelitian bersifat kualitatif, data yang diperoleh berdasarkan jawaban wawancara. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Suku Punan Desa Wonomulyo sudah sudah tidak eksis lagi. Hal ini dapat kita lihat dari kebudayaan Suku Punan Desa Wonomulyo yang sudah mulai mengikuti zaman atau modern, seperti: 1). Rumah adat Suku Punan yang sudah tidak ada lagi. 2). Acara ritual Suku Punan yang sudah tidak dilaksanakan lagi. 3). Masyarakat Suku Punan sudah modern sehingga menggunakan baju adat dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak lagi di gunakan. Hal ini peneliti jumpai juga pada saat peneliti langsung ke tempat lokasi. 4). Upacara Adat Suku Punan juga sudah tidak dilaksanakan lagi. Suku Punan hanya sebagai penonton dari upacara adat Suku Dayak lainnya yang ada di sekitar. Suku Punan sudah tidak eksis lagi dikarenakan kehidupan suku Punan Desa Wonomulyo berdampingan dengan suku lainnya di Desa Wonomulyo seperti Suku Jawa, Suku Bugis dan Suku Tidung. Hal tersebut menyebabkan Suku Punan beradaptasi mengikuti perkembangan di sekitar tempat tinggal (modern) Kata Kunci : Eksistensi, Kebudayaan Suku Punan

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail