ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan untuk mengtahui peran Kepala Desa Dalam Peningkatan Kinerja Perangkat Desa Mara Hilir Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat peran Kepala Desa Dalam Peningkatan Kinerja Perangkat Desa Mara Hilir Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan.. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu a. Kepala Desa Mara Hilir, Sekertaris Desa Mara Hilir, Staf Desa Mara Hilir Ketua RT Desa Mara Hilir.Masyarakat Desa, dan anggota BPD. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu 1. Peran kepala desa Mara Hilir dalam meningkatkan kinerja perangkat desa Mara Hilir yaitu (1) Sebagai Motivator memberikan motivasi kepada staf desa, menjalin komunikasi, melakukan sosialisasi, rapat, pembinaan, pengawasan, dorongan serta motivasi kepada perangkat Desa. (2) Sebagai fasilitator yaitu menyediakan fasilitas kantor untuk menunjang kinerja dan memfasilitasi perangkat desa mengikuti kegiatan pelatihan. (3) Sebagai Mobilisator yaitu memberikan contoh teladan, mengajak mereka untuk lebih produktif, disiplin, mengarakah dan menggerakan aparat desa mengikuti pelatihan. 2.Faktor pendukung dan penghambat peran kepala desa dalam peningkatan kinerja perangkat desa Mara Hilir yaitu (1) faktor pendukung: (a) Adanya motivasi dari kepala desa untuk meningkatkan kompetensi, (b) Adanya kemampuan dasr yang dimiliki aparat desa dalam pemanfaatan teknologi informasi, (c) Adanya motivasi aparat desa Mara Hilir dalam penigkatan kinerja. (2) faktor penghambat yaitu : (a) Keterbatasan dan desa, (b) Keterbatasan sarana dan prasarana desa yang dimanfaatkan dalam rangka peningkatan kinerja aparat desa, (c) Kegiatan pelatihan yang dirasakan masih kurang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Dwi Septiani. 2026. Peran Pemerintah Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan
Kompetensi Anggota PKK di Desa Punan Dulau Sekatak. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu
upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kompetensi anggota PKK melalui pemanfaatan potensi lokal.
Namun, peningkatan kompetensi anggota PKK di Desa Punan Dulau Sekatak belum sepenuhnya optimal
sehingga diperlukan peran pemerintah desa dalam melaksanakan program pemberdayaan yang
berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pemerintah desa dalam pemberdayaan
masyarakat untuk meningkatkan kompetensi anggota PKK di Desa Punan Dulau Sekatak serta
mengidentifikasi faktor yang memengaruhi peningkatan kompetensi anggota PKK. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian berjumlah 7
orang yang terdiri atas Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua PKK, Sekretaris PKK, Bendahara PKK, dan
dua anggota PKK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi,
sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah
melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program berbasis potensi lokal. Pemerintah desa
juga berperan sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan dinamisator dalam pelaksanaan programprogram tersebut. Pemberdayaan yang dilaksanakan menghasilkan peningkatan kompetensi anggota PKK
yang ditunjukkan melalui bertambahnya pengetahuan mengenai pemanfaatan potensi lokal, meningkatnya
keterampilan dalam mengolah produk berbasis sumber daya desa, serta terbentuknya sikap yang lebih aktif,
percaya diri, dan partisipatif dalam mengikuti kegiatan pemberdayaan. Meskipun demikian, masih terdapat
kendala berupa perbedaan tingkat pemahaman anggota, keterbatasan pemasaran produk, belum optimalnya
pendampingan dan pelatihan lanjutan, serta belum berkembangnya hasil pelatihan menjadi usaha produktif
yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemerintah desa telah
menjalankan perannya dengan baik dalam pemberdayaan masyarakat melalui program-program berbasis
potensi lokal sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi anggota PKK pada aspek
pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Namun, efektivitas program pemberdayaan masih perlu ditingkatkan
melalui pendampingan yang berkelanjutan, penguatan pemasaran produk, serta penyelenggaraan pelatihan
yang lebih sesuai dengan kebutuhan anggota PKK agar kompetensi yang dimiliki dapat berkembang
menjadi usaha produktif yang berkelanjutan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengaruh Peran Pemerintah Terhadap Kinerja Usaha Dengan Intervening Kompetensi SDM (Studi Kasus Pelaku Usaha Mikro Di Tideng Pale Dan Tideng Pale Timur). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Peran Pemerintah terhadap Kinerja Usaha dengan intervening Kompetensi SDM pelaku usaha mikro di Tideng Pale dan Tideng Pale Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 264 pelaku usaha mikro dan sampel yang digunakan berjumlah 160 pelaku usaha mikro di Tideng Pale dan Tideng Pale Timur. Pengumpulan data berupa kuesioner, Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah SPSS dan SEM AMOS. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Peran Pemerintah berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Kinerja Usaha. (2) Peran Pemerintah berpengaruh positif signifikan terhadap Kompetensi SDM. (3) Kompetensi SDM berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Usaha. (4) Peran Pemerintah terhadap Kinerja Usaha melalui Kompetensi SDM berpengaruh positif signifikan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul Peran Pemerintah Desa dalam Meningkatkan Manajemen Sumber Daya Manusia terhadap Kualitas Pelayanan Masyarakat Desa Mentun Sajau Km 57. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Desa, Pak Sekdes, Ketua RT, dan masyarakat. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan display data reduksi data, dan pengambilan kesimpulan.keabsahan data mengunakan tringulasi teknik/ observasi partisipatif, wawancara, Dokumentasi, dan Sumber Data. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Peran Pemerintah di Desa dalam meningkatkan manajemen Sumber daya Manusia terhadap kualitas pelayanan masyarakat Desa Mentun Sajau Km 57 Dengan meningkatkan manajemen SDM dan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dengan melakukan pembangunan prasarana dan prasarana non fisik, dengan indicator peran pemerintah desa dalam meningkatkan manajemen sumber daya manusia di kantor desa mentun sajau dengan melakukan pembinaan staf desa dengan meningkatkan SDM pemerintah desa memfasilitasi pelatihan megadakan pelatihan, sehingga staf desa memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan pelayana kepada masyarakat. Dan pemerintah desa dalam koordinasi pembangunan secara partisipasif yang meliputi membangun jalan, kesehatan, air bersi,sekolah. Sasaran menyediakan pelayanan kepada masyarakat dengan peningkatan standar layanan, prinsip layanan, meningkatkan ketepatan waktu dalam melayani masyarakat, dan menikankan kualitas dan kuantitas dalam melayani masyarakat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan untuk mengetahui peran kepala desa dalam meningkatkan motivasi kerja perangkat desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu perangkat desa beserta kepala desa Gunung Putih. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu peran Kepala desa dalam meningkatkan motivasi kerja perangkat Desa Gunung Putih Peran Kepala Desa sebagai fasilitator sudah dijalankan dengan memberikan arahan dan petunjuk kepada para perangkat desa selain itu perangkat desa dalam kegiatan maupun pengambilan keputusan, perangkat desa sudah difasilitasi peralatan dan perlengkapan kantor untuk menunjang kegiatan kerja yang dilakukan. Peran Kepala Desa sebagai motivator sudah dijalankan dengan memberikan motivasi kepada perangkat desa berupa penghargaan pujian yang menjalankan tugasnya dengan sangat baik kemudian untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai dengan memberikan teguran maupun hukuman, Kepala Desa menciptakan kondisi yang kondusif dan nyaman dengan cara merangkul seluruh perangkat desa dan serta menciptakan suasana kerja yang nyaman. Peran kepala desa sebagai mobilisator sudah dijalankan dengan cara mengaja dan menggerakan aparat desa supaya termotivasi untuk menjalankan tugas dan fungsi mereka. Faktor penghambat kepala Desa Gunung Putih dalam meningkatkan motivasi kinerja perangkat desa yaitu: dana desa yangterbatas untuk memberikan penghargaan atas prestasi perangkat desa, terbatasnya kegiatan pelatihan terkait dengan tugas dan fungsi, terbatasnya akses jaringan informasi dan teknologi, kemampuan sumber daya manusia dalam penyesuaian dengan tugas dan program yang baru diterapkan pemerintah, dan kurangnya penghargaan terhadap kinerja perangkat desa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan untuk mengetahui peran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalimantan Utara dalam menyelesaikan pelanggaran administrasi pada pemilihan umum dan kendala yang dihadapi oleh badan pengawas pemilihan umum Kalimantan Utara dalam penyelesaian pelanggaran administrasi pada pemilihan umum. Adapun bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif deskripstif. Sumber data yaitu Ketua KPU Provisi Kalimantan Utara besera jajaran dan staf. Teknik pengumpulan data mencakup Teknik observasi, Teknik wawancara, dan Teknik dokumentasi . Teknik analisis data menggunakan model dari Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu Peran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalimantan Utara Dalam Menyelesaikan Pelanggaran Administrasi Pada Pemilihan Umum yaitu: Wewenang Bawaslu yaitu menemukan dan memeriksa laporanapakah pelanggaran tersebut sebagai pelanggaran. Objek Pelanggaran Administratif Pemilu berupa perbuatan atau tindakan yang melanggar tata cara, prosedur, atau mekanisme. Penemu pelanggaran yaitu Bawaslu Provinsi, pelapor dugaan pelanggaran Administratif Pemilu yaitu warga negara Indonesia, Peserta Pemilu dan Pemantau Pemilu. Terlapor yaitu Partai Politik, Calon pemilu, tim kampanye . Temuan dan Laporan merupakan hasil kajian awal yang merupakan dugaan Pelanggaran Administratif Pemilu. Temuan dan Laporan yang telah memenuhi syarat formal dan materiel. Pemeriksaan dilakukan Majelis Pemeriksa, Sekretaris Pemeriksa, Asisten Pemeriksa, dan Perisalah. Pemeriksanaan dilakukan atas temuan dan pelaporan pelanggaran. Pemutusan dilakukan dengan mempertimbangkan alat bukti yang dikemukakan dalam pemeriksaan. Putusan diputuskan dalam rapat pleno pengambilan keputusan yang bersifat tertutup. Putusan dibacakan dalam sidang yang bersifat terbuka, dan selanjutnya. Kendala yang dihadapi oleh badan pengawas pemilihan umum Kalimantan Utara dalam penyelesaian pelanggaran administrasi pada pemilihan umum yaitu lebih kepada partisipasi masyarakat yang tidak berani memberikan penjelasan terkait dengan laporan yang disampaikan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Mengacu pada permasalahan tentang peran kepemimpinan sub bagian bidang pengembangan aparatur dalam meningkatkan kinerja pegawai pada maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini untuk mengetahui peran kepemimpinan sub bagian bidang pengembangan aparatur dalam meningkatkan kinerja pegawai pada kantor badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia kabupaten bulungan. Apabila dilihat dari jenis datanya maka penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan membahas obyek yang diteliti secara mendalam. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah di mana peneliti berperan sebagai instrumen kunci, dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan secara gabungan dan analisis data bersifat induktif guna memperoleh hasil penelitian yang lebih menekankan makna daripada generalisasi. Kepemimpinan yang baik dalam mengelola sebuah kantor pemerintahan diperlukan adanya pengetahuan, kedisiplinan, ketegasan dan keuletan bagi pimpinannya. Karena pemimpin yang cerdas akan mampu mengembangkan lembaganya menjadi lebih baik. Seorang pemimpin kantor pemerintahan untuk dapat meningkatkan kualitas kerja di sebuah lembaga pemerintahan, harus mampu mengimplementasikan dirinya secara langsung dalam lembaga tersebut. Diharapkan sebagai seorang pimpinan dalam sebuah lembaga maupun organisasi kedepannya harus mampu menjaga kualitas kerja yang paling utama. karena kualitas kerja didasarkan atas pimpinan dan pengikut-pengikutnya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DI DESA PEJALIN KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN Oleh: Betris Farida NPM. 201751038 Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kaltara ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pemerintah Desa dalam pemberdayaan kelompok tani di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran Pemerintah desa dalam Pemberdayaan kelompok tani di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif. Sumber data penelitian berasal dari informan yang terkait terhadap judul. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi berdasarkan keadaan di lapangan serta teknik wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pihak yang terkait yakni Pemerintah Desa Pejalin, ketua kelompok tani dan masyarakat Desa Pejalin yang berjumlah 20 orang. Dari hasil penelitian ini diketahui peran Pemerintah desa sebagai regulator pemerintah desa pejalin tidak mampu menjelaskan aturan/kebijakan yang berlaku dalam pemberdayaan kelompok tani, peran Pemerintah desa sebagai dinamisator pemerintah desa tidak mampu menjadi agen yang memberikan bimbingan dan arahan dalam pemberdayaan kelompok tani, peran Pemerintah Desa sebagai fasilitator pemerintah desa belum mampu untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan kelompok tani, sedangkan faktor pendukung dalam peran pemerintah desa dalam pemberdayaan kelompok tani ini yakni peran serta masyarakat yang ikut terlibat dalam kelompok tani dan faktor penghambat terdiri atas kurangnya pendampingan pemerintah desa kepada kelompok tani dan anggaran untuk pemberdayaan yang terbatas.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERAN MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN BUDAYA TARI JEPEN SUKU TIDUNG DESA SALIMBATU KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah Uuntuk mengetahui dan menganalisa Peran Masyarakat Dalam Melestarikan Budaya Tari Jepen Suku Tidung Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Untuk mengetahui upaya-upaya apa saja yang telah dilakukan masyarakat dalam melestarikan budaya asli di desa salimbatu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris. Peneliti mendeskripsikan pemilihan informan adalah Kepala Desa, Ketua Adat, Kantor Camat, Kepala Masyarakat dan Tokoh Masyarakat yang ada di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengan Kabupaten Bulungan. Analisis data yang penulis gunakan di peneltian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dengan baik melalui wawancara dan pengamatan secara langsung dapat disimpulkan bahwa Peran masyarakat Desa Salimbatu dalam pengembangan Budaya Tari Jepen di Salimbatu sangat baik dan menjaganya. Masyarakat Desa Salimbatu mampu tetap menjaga dan melestarikan adat tari jepen tersebut, hal ini dapat kita lihat pada agenda pernikahan yang dilakukan selalu menampilkan jepen dimalam-malam tertentu dan baiasanya dilakukan selama beberapa hari yang hamper diikuti seluruh masyarakat yang hadir. Masyarakat Desa Salimbatu memberikan pujian dan rasa bangga yang luar biasa Tarian Jepen yang menjadi ciri khas Suku Tidung di Kabupaten Bulungan. Rasa bangga tersebut juga disampaikan oleh Bapak Hasanudin,SE selaku sesepuh Pembina tari jepen suku tidung.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui peran kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan di Desa Karang Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan , dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi peran kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan di Desa Karang Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Informen penelitian yaitu Kepala Desa Karang Agung Ketua dan anggota BPD Desa Karang Agung, Ketua RW/RT Desa Karang Agung, Ketua RT Desa Karang Agung, dan Tokoh-tokoh masyarakat Desa Karang Agung orang.Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu Peranan kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan di Desa Karang Agung (1) Peran sebagai motivator yaitu kepala Desa memberikan motivasi kepada warga desa melalui ketua RW, ketua RT dan tokoh masyarakat pada saat rapat dengan harapan agar masyarakat terlibat kerja bakti, mampu menjaga kebersihan lingkungan dengan cara membuang sampah dan memperbaiki jalan yang rusak (2) Peran sebagai mobilisator yaitu mengajak dan menggerakan swadaya masyarakat desa Karang Agung untuk bekerja sama dalam menjaga kesehatan lingkungan dengan cara kerja bakti dan membuang sampah pada tempatnya. Kepala desa mengajak masyarakat dengan menggerakan ketua RT dan ketua RW. (3) Peran sebagai mediator yaitu kerja sama dengan puskesmas untuk penyuluhan tentang kesehatan lingkungan dan membuang sampah organik dan anorganik, mengelola air bersih dan mendapatkan pelayanan program fogging. (4) Peran sebagai fasilitator belum maksimal karena tidak terdapat fasilitas yang memadai bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan. Faktor yang mempengaruhi peran kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan di Desa Karang Agung yaitu (1) Keterbatasan dana, dana yang terbatas menyebabkan program di bidang kesehatan lingkungan masyarakat mengalami kendala, yang seharusnya bisa memperbaiki paret, penyediaan tong sampah, dan mengalokasikan dana untuk kerja bakti. (2) Partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan desa Karang Agung belum maksimal karena kesibukan pribadi, tidak mau bekerja bakti, dan membuang sampah sembarangan. (3) Sarana dan prasarana kurang memadai berupa penyediaan tempat sampah, irigasi/paret yang tidak berfungsi, dan mesin rumput yang terbatas
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERAN KEPALA DESA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMBANGUNAN INSFRASTRUKTUR BADAN JALAN DESA ANTUTAN KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN Rumusan masalah penelitian yaitu Bagaimana peran kepala desa dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur badan jalan di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Faktor apa saja yang mempengaruhi peran kepala desa dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur badan jalan di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu Kepala Desa, Sekertaris Desa dan staf desa, Badan Pemusyawaratan Desa, toko masyarakat desa. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu Peran kepala desa dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur badan jalan di Desa Antutan dapat terlihat dari perannya sebagai fasilitator dalam mempasilitasi masyarakat saat bermusyawarah di kantor desa, memfasilitasi dana pembangunan dan memfasilitasi peralatan yang digunakan dalam pembangunan badan jalan desa. Peran kepala desa sebagai motivator yaitu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk pembangunan badan jalan di desa mulai dari musyawarah sampai pelaksanaan dan pengawasan. Peran kepala desa sebagai mobilisator yaitu menggerakkan masyarakat untuk terlibat/berpartisipasi dalam pembangunan jalan dan mengundang masyarakat untuk musyawarah. Faktor yang mempengaruhi peran kepala desa dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur badan jalan di Desa Antutan yaitu faktor pendukung (1) Pemerintah Kabupaten Bulungan sangat berpengaru dalam melaksanakan pembanguan di desa pemerintah Kabupaten mempasilitasi dan memberikan bantuan data desa (2) Sumber daya aparatur desa memiliki komitmen, bertanggung jawab, saling berkoordinasi dan bekerja sama, (3) Partisipasi masyarakat dalam pembangunan badan jalan desa bisa dikatakan baik, bahwa masyarakat sudah terlibat dari penyusunan rencana dan sampai dengan pelaksanaan pembangunan jalan. Faktor penghambat berupa (1) Dana desa masih terbatas untuk melakukan kegiatan pembangunan, (2) Kurang pengawasan dari masyarakat untuk menjaga dan memelihara jalan tersebut, (3) Pendidikan aparatur desa masih rendah, tingkat pendidikan yang relatif masih rendah dan mempengaruhi kinerja dari aparatur pemerintah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggapan Pelaku Usaha mengenai Peran Pemerintah dalam Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Kinerja Usaha Kecil dan Menengah di Kabupaten Bulungan. Serta untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Peran Pemerintah Terhadap Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Kinerja Pelaku Usaha Kecil dan Menengah. Objek penelitian dalam penelitian ini yaitu Pelaku Usaha Kecil dan Menengah yang ada di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan jumlah sampel 90 orang teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah roscoe. Hasil penelitian menunjukan Peran Pemerintah berpengaruh positif (searah) tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Usaha Kecil dan Menengah, Kompetensi Sumber Daya Manusia berpengaruh positif (searah) dan signifikan terhadap Kinerja Usaha Kecil dan Menengah, Peran Pemerintah berpengaruh positif (searah) dan signifikan terhadap Kompetensi Sumber Daya Manusia. Adapun hubungan tidak langsung antara peran pemerintah terhadap kinerja Usaha Kecil dan Menengah, melalui variabel mediasi (intervening) Kompetensi Sumber Daya Manusia pengaruh positif searah tidak signifikan.