ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan akan air bersih akan terus menerus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun akibat dari pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Desa Jelarai Selor adalah salah satu desa yang juga mengalami pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan seiring dengan perkembangan desa itu sendiri yang juga berdampak terhadap meningkatnya kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kebutuhan air bersih yang dibutuhkan masyarakat Desa Jelarai Selor hingga 10 tahun yang akan datang. Dalam penelitian ini, penulis akan memperkirakan kebutuhan air bersih berdasarkan data sekunder dan primer yang ada dan membandingkannya terhadap dalam tugas akhir ini, diprediksikan untuk menghitung proyeksi penduduk dalam analisis kebutuhan air bersih menggunakan tiga metode yaitu Metode Aritmatik, Metode Geometri dan Metode Least Square. Dari hasil analisis proyeksi penduduk 10 tahun didapatkan jumlah penduduk dengan metode yang terpilih yaitu metode aritmatik sebesar 9.892 jiwa pada tahun 2032. Jumlah kebutuhan air bersih yang dicapai di tahun 2032 yaitu 8,18 L/dtk beroleh dari berdasarkan kebutuhan air domestik sebesar 7,44 L/dtk dan kebutuhan air non domestik sebesar 0,74 L/dtk. Untuk kebutuhan air yang diolah pada tahun 2032 yaitu sebesar 11,779 L/dtk, ketersediaan air bersih bersumber dari PDAM Bulungan dengan sebesar 35 L/dtk. Selisih perbandingan ketersediaan dengan kebutuhan air bersih pada tahun 2032 yaitu 23,221 L/dtk sehingga dengan jumlah produksi air tersebut dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk 10 tahun mendatang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Desa Panca Agung terletak di Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan yang saat ini belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PDAM. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari masyarakat mengandalkan air hujan dan air sumur, namun pada musim hujan sumur warga menjadi keruh sedangkan pada musim kemarau sumur warga menjadi kering. Desa ini memiliki potensi mata air yang cukup, tetapi belum dimanfaatkan karena jarak yang akan ditempuh cukup jauh serta medan yang sulit untuk dilalui. Sehingga perlu dibuat suatu sistem penyediaan air bersih yang baik dan bisa melayani masyarakat. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penduduk dan pengembangan wilayah 10 tahun ke depan, mengetahui jumlah debit air yang dibutuhkan di Desa Panca Agung, dan merencanakan bangunan broncaptering yang mampu melayani kebutuhan masyarakat Desa Panca Agung, serta merencanakan diameter pipa sesuai dengan kebutuhan pelayanan di Desa Panca Agung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data, yaitu pengumpulan data primer dan sekunder. Proyeksi pertumbuhan penduduk untuk 10 tahun ke depan dihitung menggunakan metode geometrik, diperoleh sebanyak 2.953 jiwa. Sehingga didapatkan kebutuhan air bersih Desa Panca Agung yaitu 3,101 liter/detik hingga tahun 2031. Dari debit mata air yang tersedia sebesar 123 liter/detik. Maka dapat dipastikan bahwa kebutuhan air dapat dipenuhi. Perencanaan sistem air bersih dilakukan dengan cara menangkap air dari mata air dengan menggunakan bangunan penangkap mata air (broncaptering) kemudian disalurkan dengan sistem gravitasi (gravity system) ke reservoir distribusi, selanjutnya air didistribusikan ke penduduk melalui hidran umum dengan sistem gravitasi. Ukuran broncaptering yang direncanakan untuk menangkap mata air adalah (3 x 2 x 1,5) meter dengan jenis pipa yang digunakan adalah HDPE. Untuk menganalisis dan mendesain sistem penyediaan air bersih perpipaan menggunakan program Software Epanet 2.0.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Air Tanah merupakan salah satu sumber air di Daerah Pemukiman Transmigran SP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru Desa Salimbatu yang mempunyai fungsi untuk kebutuhan pokok rumah tangga. Dari hal ini perlu di lakukan penelitian tetang kualitas air tanah di desa tersebut, karena belum dilakukan kajian tentang kualitas air dan baku mutu air sehingga diperlukan metode-metode penentuan status mutu air. Skripsi ini bertujuan untuk Mengetahui ketersediaan danikualitas iair itanah jenis sumur yangidigunakan imasyarakat iuntuk ikebutuhan isehari-hari Daerah Permukiman Transmigran ISP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru IDesa ISalimbatu Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Storet, dan menentukan kelas status mutu air tanah berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001. Populasi dalam penelitian adalah air tanah dangkal dan sumur gali yang digunakan masyarakat Daerah Pemukiman Transmigran SP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru Desa Salimbatu sebagai sumber air bersih, adapun pengambilan sampel air dilakukan di 1 titik dengan 3 kali sampling. Menentukan ketersediaan air yaitu menghitung kebutuhan domestik dengan hasil 0,524 L/detik, dan untuk kehilangan air hasilnya 0.104 %, kebutuhan total air bersih hasilnya 0.628 L/ detik dan ketersediaan yang diolah hasilnya 0.753 L/detik. Data parameter kualitas air yang diperoleh meliputi parameter fisika yaitu Suhu dan TDS sedangkan parameter kimia yaitu (pH, BOD, COD) yang selanjutnya akan dianalisa setiap sampelnya dengan menggunakan Metode Storet. Berdasarkan hasil pengukuran dan hasil analisa sampel air sumur, diketahui bahwa status mutu air sumur yang ada di Daerah Pemukiman Transmigran SP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru Desa Salimbatu dihitung menggunakan Metode Storet dengan hasil skor -28 yaitu kelas C tercemar sedang.ABSTRAK Air Tanah merupakan salah satu sumber air di Daerah Pemukiman Transmigran SP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru Desa Salimbatu yang mempunyai fungsi untuk kebutuhan pokok rumah tangga. Dari hal ini perlu di lakukan penelitian tetang kualitas air tanah di desa tersebut, karena belum dilakukan kajian tentang kualitas air dan baku mutu air sehingga diperlukan metode-metode penentuan status mutu air. Skripsi ini bertujuan untuk Mengetahui ketersediaan danikualitas iair itanah jenis sumur yangidigunakan imasyarakat iuntuk ikebutuhan isehari-hari Daerah Permukiman Transmigran ISP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru IDesa ISalimbatu Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Storet, dan menentukan kelas status mutu air tanah berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001. Populasi dalam penelitian adalah air tanah dangkal dan sumur gali yang digunakan masyarakat Daerah Pemukiman Transmigran SP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru Desa Salimbatu sebagai sumber air bersih, adapun pengambilan sampel air dilakukan di 1 titik dengan 3 kali sampling. Menentukan ketersediaan air yaitu menghitung kebutuhan domestik dengan hasil 0,524 L/detik, dan untuk kehilangan air hasilnya 0.104 %, kebutuhan total air bersih hasilnya 0.628 L/ detik dan ketersediaan yang diolah hasilnya 0.753 L/detik. Data parameter kualitas air yang diperoleh meliputi parameter fisika yaitu Suhu dan TDS sedangkan parameter kimia yaitu (pH, BOD, COD) yang selanjutnya akan dianalisa setiap sampelnya dengan menggunakan Metode Storet. Berdasarkan hasil pengukuran dan hasil analisa sampel air sumur, diketahui bahwa status mutu air sumur yang ada di Daerah Pemukiman Transmigran SP 5 RT 01 Gang Jalur 1 Baru Desa Salimbatu dihitung menggunakan Metode Storet dengan hasil skor -28 yaitu kelas C tercemar sedang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan akan air bersih akan terus menerus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun akibat dari pertumbuhan penduduk yang sangat pesat. Desa Bumi Rahayu adalah salah satu desa yang juga mengalami pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan seiring dengan perkembangan desa itu sendiri yang juga berdampak terhadap meningkatnya kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kebutuhan air bersih yang dibutuhkan masyarakat Desa Bumi Rahayu hingga 10 tahun yang akan datang dan mengetahui perbandingan antara kebutuhan dan ketersediaan air yang ada mencukupi atau tidak. Dalam penelitian ini, penulis akan memperkirakan kebutuhan air bersih berdasarkan data sekunder dan primer yang ada dan membandingkannya terhadap dalam tugas akhir ini, diprediksikan untuk menghitung proyeksi penduduk dalam analisis kebutuhan air bersih menggunakan tiga metode yaitu Metode Airtmatik, Metode Geometri dan Metode Least Square. Dari hasil analisis proyeksi penduduk 10 tahun didapatkan jumlah penduduk pada tahun 2030 sebesar 1.707 jiwa. Jumlah kebutuhan air bersih yang dicapai yaitu 17,62 L/dtk berupa 14,02 L/dtk kebutuhan air domestik dan 3,60 L/dtk untuk kebutuhan air non domestik. Untuk ketersediaan air yang diolah pada tahun 2030 yaitu sebesar 25,376 L/dtk. Selisih perbandingan ketersediaan dengan kebutuhan air bersih pada tahun 2030 yaitu 4,23 L/dtk.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha peningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan merupakan program pemerintah yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. Kebutuhan air Irigasi yang sudah disiapkan pemerintah salah satunya yang terletak di Kabupaten Bulungan, Desa Kelubir Kecamatan Tanjung Palas Utara. Tetapi juga masih belum dirasa optimal oleh sebagian besar petani nya, Hal itu karena pada sawah yang telah aktif digunakan pemenuhan kebutuhan airnya masih sangat minim, walaupun jaringan irigasi sudah dibangun, tetapi pada kenyataannya masih belum berfungsi secara maksimal. Analisa yang di gunakan mengunakan untuk menncari kebutuhan air dengan Metode Penman Modifikasi dari hasil analisis didapatkan debit kebutuhan air untuk persiapan lahan pertanian, kebutuhan air lahan, dari musim pra taman hingga panen. Serta untuk pengukuran debit kebutuhan saluran pada irigasi mengunakan Analisa Hidrolika Efesiensi kebutuhan air irigasi, dimana bertujuan untuk menganalisa debit (Q) yang dapat di aliri oleh saluran irigasi. Berdasarkan perhitungan, kebutuhan air untuk sawah pada periode tanam pertama NFR max 0,14 l/dt/ha dan periode ke dua NFR max 0,29 l/dt/ha. Dan debit jaringan irigasi sudah mampu melayani kebutuhan Air untuk kebutuhan sawah dimana debit air yang di hasilkan saluran 1 (satu) 6,55 m3/det, saluran 2 (dua) 11,50 m3/det dan saluran 3 (tiga) 14,34 m3/det dengan efisiensi saluaran 92 %. Dalam hal ini saluran dapat menampung dan menyalurkan air pada persawahan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Irigasi merupakan usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian. Daerah penelitian berada di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Desa Gunung Putih merupakan salah satu desa yang memiliki letak geografis dekat dengan Kecamatan Tanjung palas. Berdasarkan luas wilayah daerah irigasi Desa Gunung Putih Desa berkisar ±74 Ha. Pada daerah irigasi Desa Gunung Putih permasalahan yang terjadi yaitu di mana kebutuhan air serta luas lahan persawahan yang akan di tanami padi tidak teraliri dengan baik. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui debit air yang ada pada saluran sekunder Desa Gunung Putih, desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif bersifat deskriptif yaitu menjelaskan keadaan kebutuhan pemberian air di Desa Gunung Putuih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Data yang digunakan dalam analisis adalah kecepatan aliran air (VAv), luas penampang saluran (A), debit aliran di saluran (Q), kebutuhan air untuk tanaman dan kebutuhan air tiap area irigasi, dan efisiensi pemberian air irigasi pada setiap saluran (E). Hasil dari penelitian ini debit di saluran irigasi sekunder saluran 1 dan saluran 2 sudah memenuhi kebutuhan air di area irigasi dan saluran 3 belum mencukupi kebutuhan air di area irigasi di Desa Gunung Putih.