Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Lahan Pertanian
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis sebaran Spasial Indeks potensi Lahan Pertanian menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Kabupaten Bulungan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AGUS SANTOSO. 201831018. ANALISIS SEBARAN SPASIAL INDEKS POTENSI LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KABUPATEN BULUNGAN Indeks potensi lahan merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi dari suatu lahan. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam pengelolaan berkelanjutan pada lahan, sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada pada lahan tersebut. Penentuan indeks potensi lahan ini tentu akan lebih efisien jika disajikan dalam bentuk spasial. Kabupaten Bulungan merupakan kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara dengan luas 13.181,92 Km persei. Wilayah administrasi Kabupaten Bulungan terdiri atas 10 (sepuluh) kecamatan. Kecamatan Peso merupakan kecamatan terbesar dengan luas 3.142,79 Km persegi dari total wilayah Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis indeks potensi lahan dengan lima parameter penyusun, yaitu kemiringan lereng, litologi, jenis tanah, dan curah hujan serta faktor pembatas yaitu kerawanan bencana banjir. Parameter yang sudah dilakukan pengskoran kemudian di overlay dan dikelaskan sesuai dengan klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas indeks potensi lahan (IPL) di Kabupaten Bulungan terbagi menjadi 4 kelas, yaitu kelas tinggi dengan nilai IPL 14,9 – 18,9, kelas sedang dengan nilai IPL 10,8 – 14,8, kelas rendah dengan nilai IPL 6,7 – 10,7, dan kelas sangat rendah dengan nilai IPL 2,5 – 6,6. Untuk potensi lahan pertanian tingkat tinggi di Kabupaten Bulungan yang dapat direkomendasikan kepada pemerintah dan masyarakat berada di Kecamatan Bunyu dengan luas 269,8 Ha, Kecamatan Peso Hilir dengan luas 31,7 Ha, Kecamatan Sekatak dengan luas 3.030,8 Ha, Kecamatan Tanjung Palas dengan luas 4,8 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Barat dengan luas 1.220,8 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Tengah dengan luas 503,2 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Timur dengan luas 4.145,7 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Utara dengan luas 997,0 Ha, dan Kecamatan Tanjung Selor dengan luas 562,4 Ha. Kata Kunci : Indeks Potensi lahan, Lahan pertanian, Sistem Informasi Geografis

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

EVALUASI PENYALURAN AIR DERAH IRIGASI DESA KELUBIR TANJUNG PALAS UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usaha peningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan merupakan program pemerintah yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. Kebutuhan air Irigasi yang sudah disiapkan pemerintah salah satunya yang terletak di Kabupaten Bulungan, Desa Kelubir Kecamatan Tanjung Palas Utara. Tetapi juga masih belum dirasa optimal oleh sebagian besar petani nya, Hal itu karena pada sawah yang telah aktif digunakan pemenuhan kebutuhan airnya masih sangat minim, walaupun jaringan irigasi sudah dibangun, tetapi pada kenyataannya masih belum berfungsi secara maksimal. Analisa yang di gunakan mengunakan untuk menncari kebutuhan air dengan Metode Penman Modifikasi dari hasil analisis didapatkan debit kebutuhan air untuk persiapan lahan pertanian, kebutuhan air lahan, dari musim pra taman hingga panen. Serta untuk pengukuran debit kebutuhan saluran pada irigasi mengunakan Analisa Hidrolika Efesiensi kebutuhan air irigasi, dimana bertujuan untuk menganalisa debit (Q) yang dapat di aliri oleh saluran irigasi. Berdasarkan perhitungan, kebutuhan air untuk sawah pada periode tanam pertama NFR max 0,14 l/dt/ha dan periode ke dua NFR max 0,29 l/dt/ha. Dan debit jaringan irigasi sudah mampu melayani kebutuhan Air untuk kebutuhan sawah dimana debit air yang di hasilkan saluran 1 (satu) 6,55 m3/det, saluran 2 (dua) 11,50 m3/det dan saluran 3 (tiga) 14,34 m3/det dengan efisiensi saluaran 92 %. Dalam hal ini saluran dapat menampung dan menyalurkan air pada persawahan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Ekonomi usaha Tani Pada lahan Pertanian Tradisional Di Kabupaten Bulungan

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS EKONOMI USAHA TANI PADA LAHAN PERTANIAN TRADISIONAL DI KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Peningkatan konversi lahan pertanian yang terjadi saat ini semakin mendapat perhatian dari para ahli maupun pemerintah terutama pengambil kebijakan masalah pangan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui tingkat konversi lahan pertanian di Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui nilai ekonomi usahatani kegiatan usahatani secara spasial di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini mencakup kegiatan berupa analisis data sekunder dan terutama data primer yang diperoleh dari wawancara petani mengenai kegiatan usahatani. Penentuan lokasi dan responden didasarkan pada data konversi lahan pertanian yang diperoleh BPS berupa data time series dan juga overley peta penggunaan lahan digital Kabupaten Bulungan. Lokasi penelitian dibagi menjadi 3 zone wilayah menurut luas lahan sawah yang terkonversi berdasarkan klasifikasi menurut Starguss. Hasil penelitian menunjukkan terjadi variasi konversi lahan pertanian di kabupaten Bulungan. Terdapat 7 Kecamatan dengan tingkat konversi tinggi dan rendah dan 2 kecamatan konversi sedang. Kata Kunci: Analisis ekonomi, usahatani, lahan pertanian tradisional ANALYSIS OF ECONOMIC ECONOMY IN AGRICULTURE TRADITIONAL IN BULUNGAN DISTRICT ABSTRACT The increasing conversion of agricultural land that is currently happening is getting more attention from experts and the government, especially policy makers on food issues. This study aims to determine the conversion rate of agricultural land in Bulungan Regency and to determine the economic value of farming in spatial farming activities in Bulungan Regency. This research includes activities in the form of secondary data analysis and especially primary data obtained from farmer interviews regarding farming activities. Location determination and respondents are based on data on conversion of agricultural land obtained by BPS in the form of time series data and also overley maps of digital land use in Bulungan Regency. The study location was divided into 3 regional zones according to paddy field area which were converted based on classification according to Starguss. The results showed a variation in conversion of agricultural land in Bulungan district. There are 7 sub-districts with high and low conversion rates and 2 medium conversion sub-districts. Keywords: Economic analysis, farming, traditional agricultural land

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail