ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evapotranspirasi Potensial (ETo) merupakan parameter kunci dalam analisis neraca air, perencanaan irigasi, dan perancangan infrastruktur keairan. Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang terletak di garis khatulistiwa memiliki karakteristik iklim tropis basah dengan aktivitas evapotranspirasi yang sangat dinamis. Namun, analisis hidrometeorologi regional di wilayah ini dihadapkan pada tantangan keterbatasan, ketidakberlanjutan (missing data), serta distribusi stasiun pantau cuaca bumi (BMKG) konvensional yang tidak merata di atas luasan wilayah sebesar 75.000 km2. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi dan memetakan distribusi spasial-temporal nilai ETo bulanan di seluruh kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara menggunakan integrasi teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan data reanalisis satelit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode empiris standar internasional Penman-Modifikasi (FAO-24). Input parameter klimatologi jangka panjang (periode 10 tahun, 2016–2025) meliputi temperatur udara (T, Tmax, Tmin), kelembapan relatif (RH), kecepatan angin (u2), dan radiasi matahari gelombang pendek bersih (Rs) yang diakuisisi dari data berbasis grid platform NASA POWER (asimilasi model atmosfer global MERRA-2). Visualisasi dan pemetaan distribusi spasial dilakukan memanfaatkan teknik interpolasi berbasis SIG. Hasil penelitian ini menyajikan peta sebaran spasial-temporal ETo kontinu tingkat provinsi yang informatif guna mengidentifikasi wilayah dengan tingkat kehilangan air permukaan tertinggi di Kaltara. Berdasarkan pemetaan tersebut, nilai ET_0 tertinggi tercatat di Tarakan pada bulan April sebesar 5,23 mm/hari, sedangkan nilai terendah teridentifikasi di Bulungan pada bulan Januari sebesar 3,70 mm/hari. Secara praktis, luaran penelitian ini berkontribusi sebagai basis data hidrometeorologi sekunder yang valid bagi perencana infrastruktur sipil dalam menghitung debit andalan, mendesain kapasitas tampung waduk/bendungan, sistem drainase, serta manajemen alokasi air irigasi regional pada wilayah tropis basah yang minim infrastruktur pemantauan darat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AGUS SANTOSO. 201831018. ANALISIS SEBARAN SPASIAL INDEKS POTENSI LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KABUPATEN BULUNGAN Indeks potensi lahan merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi dari suatu lahan. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam pengelolaan berkelanjutan pada lahan, sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada pada lahan tersebut. Penentuan indeks potensi lahan ini tentu akan lebih efisien jika disajikan dalam bentuk spasial. Kabupaten Bulungan merupakan kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara dengan luas 13.181,92 Km persei. Wilayah administrasi Kabupaten Bulungan terdiri atas 10 (sepuluh) kecamatan. Kecamatan Peso merupakan kecamatan terbesar dengan luas 3.142,79 Km persegi dari total wilayah Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis indeks potensi lahan dengan lima parameter penyusun, yaitu kemiringan lereng, litologi, jenis tanah, dan curah hujan serta faktor pembatas yaitu kerawanan bencana banjir. Parameter yang sudah dilakukan pengskoran kemudian di overlay dan dikelaskan sesuai dengan klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas indeks potensi lahan (IPL) di Kabupaten Bulungan terbagi menjadi 4 kelas, yaitu kelas tinggi dengan nilai IPL 14,9 – 18,9, kelas sedang dengan nilai IPL 10,8 – 14,8, kelas rendah dengan nilai IPL 6,7 – 10,7, dan kelas sangat rendah dengan nilai IPL 2,5 – 6,6. Untuk potensi lahan pertanian tingkat tinggi di Kabupaten Bulungan yang dapat direkomendasikan kepada pemerintah dan masyarakat berada di Kecamatan Bunyu dengan luas 269,8 Ha, Kecamatan Peso Hilir dengan luas 31,7 Ha, Kecamatan Sekatak dengan luas 3.030,8 Ha, Kecamatan Tanjung Palas dengan luas 4,8 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Barat dengan luas 1.220,8 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Tengah dengan luas 503,2 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Timur dengan luas 4.145,7 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Utara dengan luas 997,0 Ha, dan Kecamatan Tanjung Selor dengan luas 562,4 Ha. Kata Kunci : Indeks Potensi lahan, Lahan pertanian, Sistem Informasi Geografis
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Saat ini kebutuhan pangan masyarakat Indonesia sangat tinggi, salah satunya adalah jagung. Tanaman jagung termasuk dalam komoditas pangan penting setelah padi, karena banyak dibutuhkan untuk bahan pangan, pakan ternak, dan industry (Kartono dalam andriany,et al, 2013 ). Salah satu penanganan untuk meningkatkan produksi jagung adalah dengan melakukan perencanaan tata guna lahan dan memperhatikan kondisi fisik serta lingkungan. Mendapatkan hasil yang baik dalam budidaya suatu komoditas tentunya perlu upaya evaluasi kelas kesesuaian lahan dalam menentukan lokasi yang sesuai untuk melakukan budidaya komoditas tersebut. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan aplikasinya yang mendukung yaitu aplikasi Arcview 3.3. Terdapat dua tujuan utama pada penelitian ini yaitu yang pertama untuk Mengetahui Kelas kesesuaian Tanaman Jagung di Kecamatan Tanjung Selor dan yang kedua 2 untuk mengetahui Sebaran Kelas Kesesuaian Tanaman Jagung Secara Spasial. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pedologi, Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geogafis (SIG) Universitas Kaltara Tanjung Selor. Setelah melakukan analisis data, maka mendapatkan hasil yaitu sebuah kelas Kesesuaian lahan dimana masing- masing kelas tersebut memiliki nilai yang berbeda-beda. Kata Kunci : Sistem Informasi Geografis, Kesesuaian Lahan, Jagung
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
january 2021. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Penentuan Kelas Kesesuaian Lahan Tanaman padi sawa di desa sp 6b Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor. Di bawah bimbingan Adymas Putro Utomo .Telah dilakukan Penelitian mengenai Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Penentuan Kelas Kesesuaian Lahan Tanaman padi sawa di desa sp 6b. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesesuaian lahan di desa sp 6b menggunakan analisis spasial maupun non spasial dan pencocokan anatara karakteristik lahan dengan syarat tumbuh tanaman padi sawa. Penelitian ini menggunakan aplikasi GIS yaitu Arcgiz. 3.3, untuk menggolah data baik dalam proses tumpeng susun data (Overlay) maupun pencocokan data (Matching) sampai tahap penyajian berbagai peta tematik, peta karakteristik lahan, dan peta kesesuaian lahan untuk tanaman padi sawa. Selain itu pengguna dapat mengakses informasi mengenai luas kelas kesesuaian lahan serta informasi karakteristik lahan di desa sp 6 b. Dengan demikian baik pihak pengambilan kebijakan maupun pihak masyarakat dapat menjadikanya salah satu dasar dalam perencanaan tata guna lahan, khususnya di komoditi padi sawa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASusanti,2019. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIS) untuk Penentuan Kelas Kesesuaian Lahan Tanaman Kedelai di Kecamatan Peso Hilir. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor. di bawah bimbingan Bapak Adymas Putro Utomo Kedelai merupakan salah satu bahan pokok bagi masyarakat yang sulit ditemukan saat ini. Konsumsi kedelai yang sangat besar menyebabkan Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri. Indonesia melakukan impor kedelai untuk mencukupi kebutuhan kedelai dalam negeri, sehingga menyebabkan terjadinya kenaikan harga kedelai. Tujuan penelitian adalah menentukan kelas kesesuaian lahan untuk tanaman kedelai dengan menggunakan analisis spasial atau non spasial, kemudian dicocokan karakteristik lahan dengan data syarat tumbuh yang bersumber dari Permentan No. 79 Tahun 2013 di kombinasi dengan Hasil Penelitian Universitas Sumatera Utara. Aplikasi SIG yaitu Arcview .3.3, adalah aplikasi yang digunakan untuk mengolah dalam proses Overlay maupun Matching sampai dengan penyajian Layout. Dengan Aplikasi ini pengguna dapat menampilkan berbagai peta seperti Peta Jenis Tanah, Peta Kelerengan, Peta Suhu Udara, Peta Curah Hujan,Peta Kesesuaian Lahan Aktual, Peta Kesesuaian Lahan Potensial. Selain itu pengguna dapat mengakses informasi luasan kelas kesesuaian lahan serta serta karakteristik lahan di Kecamatan Peso Hilir. Demikian pihak pengambil kebijakan maupun masyarakat dapat menjadikannya dasar dalam perencanaan tata guna lahan, khususnya di komuniti tanaman kedelai.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ria, 2018. Estimasi Tingkat Kekritisan Lahan dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus : Kecamatan Tanjung Selor). Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara, Tanjung Selor. Bimbingan : Adymas Putro Utomo, S.P., M.P Berdasarkan data yang diperoleh dari Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Kalimantan Utara tahun 2016 mencatat, luas lahan kritis di provinsi Kalimantan Utara mencapai 124.993,532 Hektar (Ha). Jumlah tersebut menyumbang sekitar 0,53 persen dari jumlah lahan kritis nasional yang mencapai 24 juta Ha. Luas lahan kritis di Kabupaten Bulungan seluas 7.398,22 Ha, dan memiliki lahan dengan status sangat kritis yakni seluas 232,68 Ha. Hal ini menunjukan bahwa lahan kritis telah terjadi hampir diseluruh wilayah Kabupaten Bulungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sebaran luasan tingkat kekritisan lahan di daerah Kecamatan Tanjung Selor. Metode yang digunakan yaitu analisis spasial atas berbagai parameter dengan menggunakan sistem informasi geografis. Hasil pemetaan kelas kekritisan lahan di Kecamatan Tanjung Selor diperoleh bahwa Lahan Kritis 33,96 Ha (0.06%), Lahan Agak Kritis 4,747.49 Ha (8.87%), Lahan Potensial Kritis 39,860.11 Ha (74.45%) dan Lahan Tidak Kritis 8,898 Ha (16.62%).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Estimasi Sebaran Wilayah Rawan Longsor menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG)
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Alip Setiawan Susanto. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Penentuan Kelas Kesesuaian Lahan Tanaman Kedelai di Kecamatan Tanjung Palas. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor. Dibawah bimbingan Adymas Putro Utomo Telah dilakukan penelitian Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Penentuan Kelas Kesesuian Lahan Tanaman Kedelai di Kecamatan Tanjung Palas.Penelitian ini dilakuakan untuk menganalisis Kesesuaian Lahan di Kecamatan Tanjung Palas menggunakan analis spasial maupun non spasial dan pencocokan antara data karaterstik lahan dengan data syarat tumbuh tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan aplikasi Arcview, 3.3, untuk mengolah data baik dalam proses tumpang susun data (Overlay) maupun pencocokan data (Matching) sampai dengan penyajian data (Layout). Dengan aplikasi ini pengguna dapat menampilkan berbagai peta tematik, peta karaterstik lahan, dan peta kesesuaian lahan tanaman kedelai. Selain pengguna dapat mengakses informasi mengenai luas kelas kesesuaian lahan serta informasi karaterstik lahan di Kecamatan Tanjung Palas. Dengan demikian baik pihak pengambil kebijakan maupun pihak masyarakat dapat menjadikan salah satu dasar dalam perencanaaan tata guna lahan khususnya di komoditi kedelai.