KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PEMBUATAN SURAT KETERANGAN TIDAK MAMPU (SKTM) PADA BAGIAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI KANTOR KECAMATAN TANJUNG
Sedang proses
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Sedang proses
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan publik pembuatan surat keterangan tidak mampu pada bagian kesejahteraan sosial di Kantor Kecamatan Tanjung Selor serta untuk mengetahui apa saja kendala dalam pelayanan publik mengenai pengurusan surat keterangan tidak mampu di Kantor Kecamatan Tanjung Selor kabupaten bulungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mana untuk mendeskripsikan permasalahan yang diteliti. Sumber data primer dalam sebuah penelitian diperoleh langsung dari sumbernya dengan melakukan pengukuran, menghitung sendiri dalam bentuk angket, observasi, wawancara, dan lain sebagainya. Adapun untuk data sekunder dapat diperoleh secara tidak langsung dari orang lain,kantor yang berupa sebuah laporan, profil, buku pedoman,atau pustaka. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yaitu data yang diperoleh langsung melalui wawancara dan kajian dokumen. Kesimpulan dalam penelitian ini, bahwa kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Tanjung Selor kabupaten bulungan dalam meningkatkan pelayanan publik sudah berjalan dengan baik, dapat dilihat dari beberapa dimensi,yaitu Tangible (berwujud), Reliability (kehandalan), Responsiveness (daya tanggap), Assurance (jaminan) dan Empathy (empati). Adapun kendala atau hambatan yang dihadapi dalam pelayanan publik mengenai pengurusan surat keterangan tidak mampu di kantor Kecamatan Tanjung Selor, antara lain, sumber daya manusia, regulasi dan kesadaran masyarakat.
SAWAL MUSA. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor Tahun 2023, Estimasi Sebaran Kebakaran Lahan. Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 Formula NBR (Dibimbing oleh Bapak Adymas Putro Utomo, S.P., M.T.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa luas areal dampak dari kebakaran lahan dengan menggunakan metode Citra Satelit Landsat 8 dan dikombinasi dengan Formula Normalized Burn Ratio (NBR). Pengambilan data dilakukan di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Data yang diperoleh akan digunakan sebagai data acuan untuk mengetahui areal sebaran kebakaran lahan melalui citra satelit landsat 8. Pengolahan data dilakukan di laboratorium Pedologi Pengindraan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis (PPJSIG) Fakultas Pertanian Universitas Kaltara. Kata kunci: Pemetaan area terbakar dengan metode Normalized Burn Ratio (NBR) menggunakan data landsat 8 di Kecamatan Tanjung Selor.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kinerja anggota dan organisasi Badan Permusyawaratan Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa (Studi pada Desa Gunung Sari Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan). Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif deskriptif dengan alat analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal utama dalam menganalsis data, yaitu : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Berdasarkan hasil analisis hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kinerja Anggota Badan Permusyawaratan Desa Gunung Sari Kecamatan Tanjung Selor secara keseluruhan tergolong baik dan maksimal yang diukur dengan sejumlah indikator penilaian kinerja yaitu : kualitas kerja, kuantitas kerja/pekerjaan yang dihasilkan, kerjasama, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Sedangkan kinerja organisasi/lembaga Badan Permusyawaratan Desa Gunung Sari Kecamatan Tanjung Selor secara komprehensif diukur dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya sebagai representasi masyarakat desa yang meliputi : fungsi BPD Gunung Sari dalam Menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, fungsi BPD Gunung Sari dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, dan tugas BPD Gunung Sari dalam melaksanakan pengawasan. Lebih lanjut diketahui bahwa pelaksanaan fungsi BPD Gunung Sari dalam merumuskan dan/atau Menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa belum berjalan efektif yang dibuktikan dari sebagian besar rancangan Peraturan Desa yang ditetapkan oleh BPD Gunung Sari berasal dari usulan/rancangan Pemerintah Desa. Pelaksanaan fungsi BPD Gunung Sari dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa berjalan efektif yang dibuktikan dengan banyaknya keluhan dan/atau aspirasi masyarakat yang ditampung dan ditindaklanjuti oleh BPD Gunung Sari Kecamatan Tanjung Selor. Sedangkan pelaksanaan tugas BPD Gunung Sari dibidang pengawasan dilakukan pada pelaksanaan Peraturan Desa, dan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (ABPDes).
usaha tani padi ladang di desa apung kecamatan tanjung selor kabupaten bulungan
Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan Studi Tentang Peran Kepala Adat Dalam Pembangunan Desa di Desa Jelarai Selor Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yang bertujuan memberikan gambaran secara jelas suatu fenomena atau kenyataan sosial yang berkenaan dengan masalah yang diteliti. Informan penelitian yaitu Kepala Adat Jelarai Selor, BPD (Badan Permusyrawatan Desa), dan Tokoh Masyarakat. Teknik pengumpulan yaitu observasi yaitu pengamatan dan pencacatan secara langsung gejala yang terjadi pada subyek penelitian, interview yaitu merupakan cara mendapatkan data dengan melakukan tanya jawab dengan orang-orang yang mengetahui dan memiliki berita , dan dokumentasi yaitu mengumpulkan data berdasarkan hasil laporan dan dokumen yang ada. Sedangkan teknik analisa data meliputi: pengumpulan data yaitu Merupakan kegiatan awal yang berupa mengumpulakan data mentah dari suatu penelitian, reduksi data yaitu proses pemilihan, memfokuskan, menyederhanakan dengan membuat abstraksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan yaitu berupa menguraikan atau memaparkan data yang telah tersusun, merupakan tahap terakhir analisa, yang berisikan tentang hasil kesimpulan. Hasil penelitian peran kepala adat dalam pembangunan desa di desa jelarai selor yaitu, Kepala Adat sebagai pembina dan pemimpin dalam masyarakat, dimana Kepala Adat berkewajiban memberikan jaminan rasa aman dan bebas dari rasa takut dalam rangka terwujudnya kesejahteraan umum kerukunan dalam lingkungan masyarakat itu sendiri, Kepala Adat sebagai hakim perdamaian dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat, mempunyai kewenangan secara adat untuk mengatur ketentraman dan ketertiban masyarakat, seperti mendamaikan konflik yang terjadi dalam masyarakat. Konflik yang dimaksud disini merupakan konflik yang terjadi antar internal anggota suku, bahkan konflik dengan anggota suku lainnya. Kata Kunci: Peran Kepala Adat, Dalam Pembangunan Desa
UPAYA PEMERINTAH DESA GUNUNG SERIANG DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS HIDUP MASYARAKAT NELAYAN (STUDI TERHADAP MASYARAKAT DESA GUNUNG SERIANG KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN
Evaluasi Kelas Kesesuaian Lahan untuk pengembangan tanaman Jagung (Zea mays L) dengan Sistem Informasi Georgafis (SIG) dikecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.
STUDI TENTANG PEMEKARAN DESA JELARAI TENGAH PADA DESA INDUK DESA JELARAI SELOR KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN
Ria, 2018. Estimasi Tingkat Kekritisan Lahan dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus : Kecamatan Tanjung Selor). Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara, Tanjung Selor. Bimbingan : Adymas Putro Utomo, S.P., M.P Berdasarkan data yang diperoleh dari Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Kalimantan Utara tahun 2016 mencatat, luas lahan kritis di provinsi Kalimantan Utara mencapai 124.993,532 Hektar (Ha). Jumlah tersebut menyumbang sekitar 0,53 persen dari jumlah lahan kritis nasional yang mencapai 24 juta Ha. Luas lahan kritis di Kabupaten Bulungan seluas 7.398,22 Ha, dan memiliki lahan dengan status sangat kritis yakni seluas 232,68 Ha. Hal ini menunjukan bahwa lahan kritis telah terjadi hampir diseluruh wilayah Kabupaten Bulungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sebaran luasan tingkat kekritisan lahan di daerah Kecamatan Tanjung Selor. Metode yang digunakan yaitu analisis spasial atas berbagai parameter dengan menggunakan sistem informasi geografis. Hasil pemetaan kelas kekritisan lahan di Kecamatan Tanjung Selor diperoleh bahwa Lahan Kritis 33,96 Ha (0.06%), Lahan Agak Kritis 4,747.49 Ha (8.87%), Lahan Potensial Kritis 39,860.11 Ha (74.45%) dan Lahan Tidak Kritis 8,898 Ha (16.62%).
ABSTRAK Agus, 2018. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Penentuan Kelas Kesesuaian Lahan Tanaman Lada di Kecamatan Tanjung Selor. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor. Di bawah bimbingan Adymas Putro Utomo Telah dilakukan Penelitian mengenai Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Penentuan Kelas Kesesuaian Lahan Tanaman Lada di Kecamatan Tanjung Selor. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesesuaian lahan di Kecamatan Tanjung Selor menggunakan analisis spasial maupun non spasial dan pencocokan anatara karakteristik lahan dengan syarat tumbuh tanaman Lada. Penelitian ini menggunakan aplikasi GIS yaitu Arcview . 3.3, untuk menggolah data baik dalam proses tumpeng susun data (Overlay) maupun pencocokan data (Matching) sampai tahap penyajian berbagai peta tematik, peta karakteristik lahan, dan peta kesesuaian lahan untuk tanaman Lada. Selain itu pengguna dapat mengakses informasi mengenai luas kelas kesesuaian lahan serta informasi karakteristik lahan di Kecamatan Tanjung Selor. Dengan demikian baik pihak pengambilan kebijakan maupun pihak masyarakat dapat menjadikanya salah satu dasar dalam perencanaan tata guna lahan, khususnya di komoditi Lada. Kata Kunci : Sistem Informasi Geografis, Kesesuain Lahan, Lada.