ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Albertha Siska. Program Sarjana Universitas Kaltara Tanjung Selor Analisis Usahatani Jagung Pipil Di Desa Kelubir Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan Dibawah Bimbingan Dr.Didi Adriansyah, S.TP, MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Biaya dan penerimaan usahatani jagung pipil di Desa Kelubir. 2) Pendapatan usahatani jagung pipil di Desa Kelubir. Penelitian ini dilakukan di Desa Kelubir Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan pada bulan September hingga Oktober 2021. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan metode wawancara atau teknik survei terjun langsung ke lokasi penelitian menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sample responden tingkat umur yang produktif petani jagung di Desa Kelubir berada di kisaran 40-50 tahun, hal ini menunjukkan bahwa golongan umur petani di lokasi penelitian tidak menjadi hambatan dalam pengembangan usatani dimasa yang akan datang dengan status kepemilikkan lahan yang terbanyak adalah lahan milik pribadi dan tenaga kerja yang digunakan terbanyak yaitu tenaga kerja keluarga memungkinkan petani memiliki pengeluaran lebih sedikit lalu hasil analisis B/C ratio > 1 maka usahatani jagung di Desa Kelubir layak di jalankan serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat Desa Kelubir dalam menambah pendapatan ekonomi keluarga. Kata kunci : Kelubir,Usahatani Jagung, Biaya, Penerimaan dan Pendapatan .
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Saat ini kebutuhan pangan masyarakat Indonesia sangat tinggi, salah satunya adalah jagung. Tanaman jagung termasuk dalam komoditas pangan penting setelah padi, karena banyak dibutuhkan untuk bahan pangan, pakan ternak, dan industry (Kartono dalam andriany,et al, 2013 ). Salah satu penanganan untuk meningkatkan produksi jagung adalah dengan melakukan perencanaan tata guna lahan dan memperhatikan kondisi fisik serta lingkungan. Mendapatkan hasil yang baik dalam budidaya suatu komoditas tentunya perlu upaya evaluasi kelas kesesuaian lahan dalam menentukan lokasi yang sesuai untuk melakukan budidaya komoditas tersebut. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan aplikasinya yang mendukung yaitu aplikasi Arcview 3.3. Terdapat dua tujuan utama pada penelitian ini yaitu yang pertama untuk Mengetahui Kelas kesesuaian Tanaman Jagung di Kecamatan Tanjung Selor dan yang kedua 2 untuk mengetahui Sebaran Kelas Kesesuaian Tanaman Jagung Secara Spasial. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pedologi, Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geogafis (SIG) Universitas Kaltara Tanjung Selor. Setelah melakukan analisis data, maka mendapatkan hasil yaitu sebuah kelas Kesesuaian lahan dimana masing- masing kelas tersebut memiliki nilai yang berbeda-beda. Kata Kunci : Sistem Informasi Geografis, Kesesuaian Lahan, Jagung
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS JAGUNG DI DESA KELUBIR KECAMATAN TANJUNG PALAS UTARA
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian ZPT air kelapa dan ekstrak jagung terhadap karakteristik dan mutu buah tomat (Lycopersicum Esculentum Mill). Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian yang dilakukan oleh saudara SOFIAN YUSUF dengan judul penelitiannya iyalah “Pengaruh Pemberian ZPT Air Kelapa dan Ekstrak Jagung Pada Produksi Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.). Proses penanaman dilaksanakan di jalan kemayoran (belakang pasar induk) Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara dari Juli sampai dengan September 2017 dan proses penelitian lanjutan dilakukan pada September 2017 sampai dengan Januari 2018 di Lab Kultur jaringan Universitas Kaltara Kota Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah air kelapa yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa air kelapa(K0), air kelapa 50 ml (K1), air kelapa 100 ml (K2) dan air kelapa 150 ml (K3). Faktor kedua adalah ekstrak jagung yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa ekstrak jagung (J0), ekstrak jagung 50 ml (J1), ekstrak jagung 100 ml (J2), dan ekstrak jagung 150 ml (J3). Hasil data sidik ragam diperoleh bahwa pemberian Ekstrak Jagung berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan jumlah biji, tingkat kekerasan, tingkat kemanisan dan panjang buah. Perlakuan air kelapa berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan tingkat kemanisan buah. Interaksi kedua perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan jumlah biji, tingkat kekerasan, tingkat kemanisan, jumlah lokus dan panjang buah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hardianti.201531005.Pembuatan Beras Analog dari Mocaf SingkongbdanbTepungbJagung.Dibawah Bimbingan Siti Masithah Fiqtinovri, S.TP.M.Sc.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Respon Pemberian ZPT Ekstrak Jagung dan Tomat terhadap Produksi Kedelai (Glycine MAX L)
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi Kelas Kesesuaian Lahan untuk pengembangan tanaman Jagung (Zea mays L) dengan Sistem Informasi Georgafis (SIG) dikecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK SOFIAN YUSUF. Pengaruh Pemberian ZPT Air Kelapa dan Ekstrak Jagung Pada Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill). Dibawah bimbingan Ibu Tati Hariyati SP, MP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian ZPT air kelapa dan ekstrak jagung pada produksi tanaman tomat (Lycopersicum Esculentum Mill). Penelitian dilaksanakan di jalan kemayoran (belakang pasar induk) Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara dari Juli sampai dengan September 2017. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah air kelapa yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa air kelapa(K0), air kelapa 50 ml (K1), air kelapa 100 ml (K2) dan air kelapa 150 ml (K3). Faktor kedua adalah ekstrak jagung yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa ekstrak jagung (J0), ekstrak jagung 50 ml (J1), ekstrak jagung 100 ml (J2), dan ekstrak jagung 150 ml (J3). Hasil data sidik ragam diperoleh bahwa pemberian air kelapa tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan umur panen, jumlah buah, berat buah, diameter buah dan tebal daging buah. Perlakuan ekstrak jagung juga tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan umur panen, jumlah buah, berat buah, diameter buah dan tebal daging buah. Interaksi pemberian air kelapa tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan umur panen, jumlah buah, berat buah, diameter buah dan tebal daging buah. Kata kunci : Air Kelapa, Ekstrak Jagung, Injeksi, Tanaman Tomat
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TEBUN SAUL. NPM. 2013 31 021. Aplikasi Sistem Jajar Legowo Dan Metode Pengendalian Gulma Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Manis (Zeamays). Dibawah bimbingan Sabarudin, SP, MM. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh jarak tanam jajar legowo terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, Untuk mengetahui pengaruh metode pengendalian gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dan untuk mengetahui pengaruh interaksi sistem tanam jajar legowo dan metode pengendalian gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan mulai Januari sampai dengan Maret 2017, terhitung mulai persiapan lahan sampai dengan pengolahan data. Bertempatan di Selimau Kelurahan Tanjung Selor Timur Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor Pertama adalah sistem pengendalin gulma (G) yang terdiri dari 3 taraf yaitu Tanpa pengendalian Gulma (G0), = Bebas Gulma sepanjang musim tanam (G1) Pengendalian dengan Herbisida (G2), Faktor Kedua adalah sistem jajar legowo (J) yang terdiri dari 2 taraf, yaitu (J1 ) jajar legowo 2:1dan (J2) jajar legowo 4:1. Parameter yang diamati adalah Tinggi tanaman (cm) pada umur 2, 4, 6, 8 minggu setelah tanam (MST), Berat tongkol berkelobot (g), Panjang tongkol, Diameter tongkol tanpa kelobot (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian gulma (G) dan Sistem Jajar Legowo (J) berpengaruh tidak berbeda nyata pada tinggi tanaman, kemudian berpengaruh sangat berbeda nyata pada berat tongkol berkelobot dan panjang tongkol tanpa kelobot sedangkan pada diameter tongkol tanpa kelobot berpengaruh sangat berbeda nyata pada perlakuan sistem pengendalian gulma (G) dan berpengaruh tidak berbeda nyata pada perlakuan Sistem Jajar Legowo (J). Interaksi antara sistem pengendalian gulma (G) dan Sistem Jajar Legowo (J) terdapat pengaruh tidak berbeda nyata baik pada pertumbuhan maupun pada hasil tanaman jagung manis.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUMARTINI. NPM.2013 31 020. Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt). Dibawah bimbingan Sabarudin, SP, MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaplikasian Pupuk Organik Cair (POC) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays sachhrata Sturt). Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai bulan Februari 2017, terhitung mulai persiapan tanam sampai panen dan pengolahan data. Lokasi Penelitian di jalan Selimau 3 Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 (empat) perlakuan dan diulang sebanyak 6 (enam) kali. Sehingga didapat 24 satuan percobaan. Faktor pertama adalah Pupuk Limbah Pasar Padat (P) dan factor kedua adalah Pupuk Limbah Pasar Cair (C). Perlakuan yang digunakan adalah pupuk organik cair terdiri dari 4 (empat) level dosis, yaitu 0 mL/ L (P0), 2 mL/ L (P1), 4 mL/L (P2), 6 mL/L(P3). Parameter yang diamati adalah Tinggi Tanaman (cm), Panjang tongkol (cm), Diameter tongkol (cm), Berat tongkol (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Perlakuan Pupuk Organik Cair (POC) berpengaruh sangat nyata terhadap parameter pertumbuhan yaitu parameter tinggi tanaman minggu ke-4 dan minggu ke-6. (2). Perlakuan Pupuk Organik Cair (POC) berpengaruh sangat nyata terhadap parameter hasil yaitu parameter panjang tongkol panen, diameter tongkol panen, berat tongkol panen.