ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
- Pemanfaatan kulit kakao (mesocarp) sebagai bahan pembuatan kerupuk merupakan alternatif untuk pengurangan limbah kulit kakao khususnya di daerah Kalimantan Utara Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang paling disukai masyarakat dalam pembuatan kerupuk dengan menggunakan bahan tepung kulit kakao. Rancangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 2 kali ulangan. Perlakuan A1 (80% tepung tapioca + 20% tepung terigu), A2 (50% tepung tapioka + 20% tepung terigu + 30% tepung kulit kakao), A3 ( 40% tepung tapioka + 20% tepung terigu + 40% tepung kulit kakao), A4 (50% tepung kulit kakao). Pengamatan yang dilakukan meliputi uji organoleptik. Di analisis dengan menggunakan sidik ragam anova dengan microsoft excel dan aplikasi spss untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pada setiap perlakuan jika berpengaruh nyata maka di lanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian pada uji organoleptic tidak berbeda nyata di perlakuan A2,A3,A4. Tetapi berbeda nyata pada perlakuan A1 dikarenakan pengaruh tidak ada penambahan tepung kulit kakao dalam perlakuan. Formulasi kerupuk kulit kakao yang di sukai panelis pada perlakuan A2 dengan parameter uji kesukaan dan uji deskriptif pada kerupuk kulit kakao dengan nilai rata-rata 3,53 suka, dengan karakteristik warna coklat, rasa asin, beraroma kakao, dan tekstur renyah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-Permen jelly merupakan permen yang terbuat dari sari-sari buah, dengan tekstur yang kenyal karena mengandung bahan pembentuk gel, baik alami maupun pengenyal tambahan seperti gelatin, karagenan, CMC (Carboxy Methyl Cellulosa) dan agar. Ubi jalar orange dan rosella berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan permen jelly, dikarenakan mengandung pektin yang berfungsi sebagai pembentuk gel alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan dan bungan rosella terhadap sifat organoleptik dan juga ingin mengetahui formulasi pembuatan permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan bunga rosella yang disukai oleh konsumen. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan, dengan 3 kali pengulangan. Formulasi permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan ekstrak rosella terhadap pH dan kadar air 5% (p>0,05). Namun tidak memberikan pengaruh terhadap sifat organoleptik, melalui 4 (empat) perlakuan kkarakteristik tekstur, warna, aroma dan rasa secara organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi pembuatan permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan ekstrak rosella formulasi yang disukai oleh konsumen adalah pada perlakuan U1R4 dengan campuran 20% bubur ubi jalar orange dan 80% ekstrak rosella, dengan karakteristik tekstur agak kenyal, warna agak kuning, aroma cukup khas ubi, dan rasa agak manis
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-Permen jelly merupakan permen yang terbuat dari sari-sari buah, dengan tekstur yang kenyal karena mengandung bahan pembentuk gel, baik alami maupun pengenyal tambahan seperti gelatin, karagenan, CMC (Carboxy Methyl Cellulosa) dan agar. Ubi jalar orange dan rosella berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan permen jelly, dikarenakan mengandung pektin yang berfungsi sebagai pembentuk gel alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan bunga rosella terhadap sifat organoleptik dan juga ingin mengetahui formulasi pembuatan permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan bunga rosella yang disukai oleh konsumen. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan, dengan 3 kali pengulangan. Formulasi permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan ekstrak rosella terhadap pH dan kadar air 5% (p>0,05). Namun tidak memberikan pengaruh terhadap sifat organoleptik, melalui 4 (empat) perlakuan karakteristik tekstur, warna, aroma dan rasa secara organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi pembuatan permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan ekstrak rosella formulasi yang disukai oleh konsumen adalah pada perlakuan U1R4 dengan campuran 20% bubur ubi jalar orange dan 80% ekstrak rosella, dengan karakteristik tekstur agak kenyal, warna agak kuning, aroma cukup khas ubi dan rasa agak manis.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengolahan nanas madu menjadi es krim dapat meningkatkan nilai jual, meningkatkan mutu olahan produk dan dapat memperpanjang umur simpan buah nanas, dimana dalam proses pengolahannya perlu menambahkan bahan penstabil seperti CMC (Carboxy Methyl Celllose) agar diperoleh bentuk dan tekstur yang lembut, memperlambat atau mengurangi kristal es yang berkembang selama penyimpanan, memperbaiki keseragaman produk serta menambah ketahanan perlelehan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi CMC terhadap sifat fisik dan sifat organoleptik es krim dan menentukan konsentrasi CMC yang tepat sehingga diperoleh es krim nanas madu berkualitas baik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan untuk pengujian overrun, resistensi dan stabilitas emulsi, sedangkan untuk pengujian organoleptik (tekstur, warna, aroma dan rasa) es krim nanas madu dengan menggunakan uji deskriptif dan uji kesukaan terhadap 25 panelis tidak terlatih. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu, P0: penambahan CMC 0%, P1: penambahan CMC 0,6%, P2: penambahan CMC 0,9%, P3: penambahan CMC 1,2%, P4: penambahan CMC 1,5%, P5: penambahan CMC 1,8%. Hasil uji Duncan Multiple Range Test(DMRT) bahwa penggunaan CMC memberikan responberbeda nyata terhadap sifatfisik resistensi, namun tidak berbeda nyata terhadap overrundan stabilitas emulsi. Serta penggunaan CMC juga memberikan respon yang berbeda nyata terhadap sifat organoleptik deskriptif tekstur, rasa dan tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur, aroma dan rasa, tetapi tidak berbeda nyata terhadap deskriptif warna, aroma dan kesukaan panelis terhadap warna. Es krim nanas madu dengan penambahan bahan penstabil CMC konsentrasi terbaik adalah 0,6% (P1) dengan nilai overrun32,38%, resistensi26,31 menit, stabilitas emulsi 67,30%, tekstur lembut (3,53), berwarna putih kekuningan (2,49), aroma agak khas nanas (2,35) dan rasa cukup manis (2,81).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MUHAMMAD HARDIANSYAH. 201931002. PEMBUATAN SELAI CEMPEDAK (Arthocarpus champeden) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) Selai merupakan produk makanan dengan konsisten gel atau semi padat yang dibuat dari bubur buah cempedak dengan penambahan ekstrak bunga kecombrang (Etlingera elatior). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kosentrasi penambahan ekstrak bunga kecombrang yang optimal serta pengaruhnya pada pembuatan selai. Penelitian ini dilaksanakan pada pada bulan September hingga bulan Desember 2023 di Laboratorium Pangan dan Pasca Panen Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan satu faktor yaitu penambahan ekstrak bunga kecombrang yang terdiri dari 5 perlakuan dan 2 ulangan. Adapun perlakuan yaitu A (100:0) cempedak, B (85:15) penambahan ekstrak bunga kecombrang, C (70:30) penambahan ekstrak bunga kecombrang, D (55:45) penambahan ekstrak bunga kecombrang, E (40:60) penambahan ekstrak bunga kecombrang. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan ekstrak bunga kecombrang yang optimal (Terbaik) pada proses pembuatan selai cempedak adalah pada formula B (85:15). Serta penambahan ekstrak bunga kecombrang pada proses pembuatan selai berpengaruh terhadap warna, rasa, aroma, daya oles, kadar air, vitamin C, dan total fenol.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MUHAMAD MUSTAKIM. 201931017. OPTIMASI SUHU DAN KONSENTRASI ENZIM Glucoamilase PADA PROSES SAKARIFIKASI TERHADAP PRODUKSI GULA CAIR LIMBAH KULIT SINGKONG (Manihot Esculenta) Gula cair kulit singkong merupakan salah satu jenis gula alternatif pengganti gula pasir yang diolah dari kulit singkong (manihot esculenta). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi suhu dan konsentrasi penambahan enzim glucoamilase yang optimal serta pengaruhnya pada pembuatan gula cair kulit singkong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga bulan Desember 2022 di Laboratorium Pangan dan Pasca Panen Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan pada penilitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan dua faktor yaitu optimasi suhu dan konsentrasi enzim glucoamilase yang terdiri dari 16 perlakuan dan 2 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu T1E1 (45°C:1ml), T1E2 (45°C:1,5ml), T1E3 (45°C:2ml), T1E4 (45°C:2,5ml), T2E1 (50°C:1ml), T2E2 (50°C:1,5ml), T2E3 (50°C:2ml), T2E4 (50°C:2,5ml), T3E1 (55°C:1ml), T3E2 (55°C:1,5ml), T3E3 (55°C:2ml), T3E4 (55°C:2,5ml), T4E1 (60°C:1ml), T4E2 (60°C:1,5ml), T4E3 (60°C:2ml), dan T4E4 (60°C:2,5ml) Hasil penelitian diperoleh bahwa kombinasi perlakuan suhu dan konsentrasi enzim glucoamilase yang optimal (terbaik) pada proses pembuatan gula cair kulit singkong adalah perlakuan T4E4 (60°C:2,5ml). Serta kombinasi perlakuan suhu dan konsentrasi enzim glucoamilase pada proses pembuatan gula cair kulit singkong tidak berpengaruh terhadap rasa gula cair kulit singkong. Sementara pada warna, tingkat kemanisan dan kadar air berpengaruh terhadap gula cair kulit singkong. Kata Kunci : Kulit Singkong, gula cair, Suhu Sakarifikasi, Enzim Glucoamilase, Organoleptik,
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tepung merupakan bahan pangan yang bertekstur lembut dan sangat halus. Tepung umumnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan berbagai produk pasta. Jenis pasta yang terkenal di Indonesia salah satunya adalah makaroni. Bentuk makaroni yang umumnya beredar di pasaran adalah makaroni elbow atau chifferi, bentuk elbow cocok untuk berbagai jenis makanan, seperti sup, salad dan macaroni schotel. Terdapat tiga bahan pangan lokal yang tumbuh baik di daerah Kalimantan Utara yaitu ubi kayu, ubi jalar ungu dan beras hitam, selain sebagai sumber karbohidrat juga dapat diolah menjadi tepung dengan kandungan gizi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaannya terhadap karakteristik sifat fisik dan organoleptik berdasarkan bentuk, warna, tekstur, aroma dan rasa pasta makaroni. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 taraf perlakuan formulasi dengan tiga kali ulangan. Menggunakan perbandingan tepung mocaf : 30%, 40%, 50%, 60% dan 70%, tepung ubi jalar ungu : 60%, 50%, 40%, 30% dan 20% dan tepung beras hitam 10%. Karakteristik fisik pada makaroni menunjukkan bahwa semakin tinggi komposisi mocaf dan semakin rendah komposisi tepung ubi jalar ungu maka semakin menurun kadar air pada makaroni, namun waktu pemasakan semakin lama, daya serap air semakin meningkat begitu pula dengan berat masak yang dihasilkan. Daya serap air berkaitan dengan berat masak (cooking weight), dimana semakin banyak air yang terserap maka nilai berat masak semakin bertambah tinggi sementara nilai cooking loss semakin rendah dan semakin berpengaruh terhadap bentuk dan warna pada makaroni mentah, begitupun terhadap bentuk, warna, tekstur dan rasa makaroni matang yang dihasilkan setelah perebusan, namun tidak berpengaruh terhadap aroma makaroni, kriteria bentuk makaroni semakin mendekati kontrol, warna semakin pudar, tekstur semakin kenyal, agak beraroma dan rasa semakin tidak bertepung. Sementara itu, penggunaan tepung beras hitam tidak memberikan pengaruh karena komposisi sama pada semua perlakuan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
NURLINA. 201731023. “KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BUBUK TEH JELAI (Coix Lacryma-Jobi.L) DAN SEDUHANNYA DENGAN PERLAKUAN WAKTU DAN SUHU ROASTING YANG BERBEDA” Teh merupakan minuman yang umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Umumnya teh berasal dari tanaman Camellia sinensis. Selain itu, tanaman lain yang dapat diolah menjadi teh adalah jelai. Teh jelai merupakan teh yang bebas dari kafein sehingga jika dikonsumsi secara berlebih tidak menimbulkan dampak negatif pada kesehatan. Teh jelai termasuk ke dalam kategori teh herbal karena berasal dari biji-bijian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bubuk teh jelai dan mengetahui kualitas organoleptik teh jelai setelah di roasting dengan menggunakan waktu dan suhu yang berbeda. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 3 (tiga) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan dengan waktu dan suhu roasting yang berbeda. Karakteristik bubuk teh jelai yang telah di roasting menunjukkan semakin tinggi suhu yang digunakan maka semakin menurun kadar air pada bubuk teh jelai, obrix akan meningkat akibat proses pemanasan, jika kadar air semakin menurun maka presentase total gula akan meningkat. pH akan menurun jika suhu roasting yang digunakan semakin tinggi. Daya serap air berkaitan dengan kadar air, semakin rendah kadar air, maka semakin tinggi daya serap air yang dihasilkan. Organoleptik bubuk teh dan seduhan teh jelai menunjukkan bahwa semakin lama waktu dan suhu roasting yang digunakan, maka semakin berpengaruh terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa yang dihasilkan. Semakin tinggi suhu yang digunakan, maka semakin gelap warna yang akan dihasilkan akibat terjadinya proses karamelisasi. Aroma dan rasa yang diberikan akan semakin hangus akibat suhu roasting yang tinggi. Suhu roasting yang tinggi memberikan pengaruh pada tekstur bubuk jelai akibat penggunaan suhu tinggi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
NOVI YULITA SARI. 201731021. PENGARUH PENAMBAHAN PEPPERMINT OIL (Mentha piperita L) TERHADAP TINGKAT PENERIMAAN SENSORIS PERMEN KERAS BAWANG DAYAK (Eleutherine americana)
Umbi bawang dayak merupakan tanaman yang memiliki antosiani dan flavanoid yang cukup tinggi sehingga berpotensi untuk dikembangkan kedalam produk olahan pangan salah satunya adalah permen. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan peppermint oil terhadap sifat sensoris permen bawang dayak serta mengetahui jumlah konsentrasi peppermint terhadap daya terima konsumen. Penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu penelitian pendahuluan dan utama dimana penelitian pendahuluan merupakan untuk mencari formulasi perbandingan antara sukrosa dan sirup glukosa, sedangkan penelitian utama untuk mencari formula penambahan peppermint. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan dengan konsentrasi peppermint oil yang berbeda yaitu 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%. Hasil organoleptik permen keras bawang dayak menunjukkan bahwa jumlah penambahan peppermint oil yang terbaik yaitu sebesar 4%, dalam pembuatan permen bawang dayak berpengaruh terhadap perubahan warna, aroma, rasa, dan tekstur terhadap tingkat kesukaan dan penerimaan konsumen serta penambahan peppermint terhadap tingkat penerimaan konsumen terhadap permen keras bawang dayak sangat berpengaruh. Dimana formula yang disukai dan diterima konsumen pada formula F5 yaitu dengan konsentrasi 0,4%.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DEBI PERMATA AYU. 201831010. KAJIAN PEMBUATAN MINYAK GORENG DARI KELAPA (COCOS NUCIFERA L.) DENGAN PROSES BASAH SECARA KIMIAWI MENGGUNAKAN ASAM SITRAT (C6H8O7) Minyak goreng kelapa merupakan salah satu jenis minyak nabati yang diekstrak dari daging buah kelapa tua (Cocos nucifera L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi penambahan asam sitrat yang optimal serta pengaruhnya pada pembuatan minyak goreng kelapa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan Agustus 2022 di Laboratorium Pangan dan Pasca Panen Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan pada penilitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan satu faktor yaitu penambahan asam sitrat yang terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu 0% asam sitrat, 1% asam sitrat, 2% asam sitrat, 3% asam sitrat, 4% asam sitrat, 5% asam sitrat dan 6% asam sitrat. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan asam sitrat yang optimal (terbaik) pada proses pembuatan minyak goreng kelapa adalah sebanyak 2%. Serta penambahan asam sitrat pada proses pembuatan minyak goreng kelapa berpengaruh terhadap warna minyak goreng kelapa. Sementara pada rasa dan aroma minyak goreng kelapa penambahan asam sitrat tidak berpengaruh.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FORMULASI DAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK SNACK BAR BERBASIS TEPUNG UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS) DAN TEPUNG JELAI (HORDEUM VULGARE)
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hardianti.201531005.Pembuatan Beras Analog dari Mocaf SingkongbdanbTepungbJagung.Dibawah Bimbingan Siti Masithah Fiqtinovri, S.TP.M.Sc.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Surtinawati npm : 201431027, karakterisasi fisiologi dan organoleptik mie kering subtitusi tepung ubi jalar (ipomoea batatas) orange, Pembimbingan Siti Masitha F. STP., MSc. (Ipomoea batatas L) merupakan salah satu sumber karbohidrat, memiliki kandungan indeks glikemik rendah, dan memiliki harga yang murah produk mie kering berbahan subtitusi tepung ubi jalar digunakan dengan tujuan untuk menimalisirkan pengunaan tepung terigu, selain meminimalisir penggunaan tepung terigu, tepung ubi jalar juga berfungsi untuk memberikan warna alami pada mie. Penelitian ini bertujuan untuk mengelola hasil pertanian dalam bentuk produk yaitu mie kering berbahan substitusi tepung ubi jalar Orange. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tepung ubi jalar (15 gram, 20 gram, 25 gram) dan dilakukan tiga kali ulangan. Analisa mie kering meliputi uji organoleptik kesukaan dan deskriptif dengan memberikan kuesioner kepada penelis yang jumlah nya 30 orang tidak terlatih, parameter uji meliputi rasa, aroma, tekstur dan warna dan analisa fisik meliputi uji KPAP (kehilangan padatan akibat pemasakan) dan kadar air. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara statistik terdapat perbedaan nyata uji organoleptik kesukaan pada parameter perlakuan terbaik terdapat pada 25 gr tepung ubi jalar dan 75 gr tepung terigu rata- rata nilai 3 (suka) warna (orange tua) dan aroma (cukup khas ubi jalar) rasa (cukup bertepung) dan tekstur (agak kenyal) dengan nilai KPAP (12,33%) dan Kadar air (11,98%). Pada uji organoleptik kesukaan berbeda nyata antara parameter warna dan aroma namun pada parameter rasa dan tekstur tidak berbeda nyata pada deskriptif tidak terdapat berbeda nyata antara parameter warna, tektur, aroma dan rasa. Pada uji fisik kehilangan padatan akibat pemasakan (KPAP) tidak terdapat beda nyata antar perlakuan, sedangkan uji kadar air terdapat beda nyata antar perlakuan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Substitusi Tepung Ubi Jalar Orange (Ipomoea Batatas L) pada pembuatan Roti Tawar ABSTRAK Sri Rahayu, 201431020. Substitusi tepung ubi jalar orange (Ipomeae batatas L) pada pembuatan roti tawar, dibawah bimbingan ibu Siti Masitha F. STP., MSc. Roti tawar merupakan produk yang dihasilkan dari sumber karbohidrat yang berasal dari gandum, produk dari sumber karbohidrat seperti roti tawar telah diterima secara luas di kebanyakan negara, termasuk negara bukan penghasil terigu seperti Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui subtitusi tepung ubi jalar orange pada pembutan roti tawar. Rancangan yang digunakan dalam penilitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan dan 2 (dua) kali ulangan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah uji daya kembang, uji organoleptik dan uji deskriptif. Uji daya kembang diperoleh hasil beda nyata dari 4 perlakuan. uji kesukaan yang disukai oleh panelis terdapat pada perlakuan 75 gram tepung terigu : 25 gram tepung ubi jalar orange pada kontrol dengan rata-rata 3 yaitu suka, dengan parameter warna (orange muda), aroma (cukup harum), tekstur (agak lembut) dan rasa (agak manis). Kata kunci: Ubi jalar, roti, daya kembang, organoleptik, deskriptif