ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MUHAMMAD HARDIANSYAH. 201931002. PEMBUATAN SELAI CEMPEDAK (Arthocarpus champeden) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) Selai merupakan produk makanan dengan konsisten gel atau semi padat yang dibuat dari bubur buah cempedak dengan penambahan ekstrak bunga kecombrang (Etlingera elatior). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kosentrasi penambahan ekstrak bunga kecombrang yang optimal serta pengaruhnya pada pembuatan selai. Penelitian ini dilaksanakan pada pada bulan September hingga bulan Desember 2023 di Laboratorium Pangan dan Pasca Panen Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan satu faktor yaitu penambahan ekstrak bunga kecombrang yang terdiri dari 5 perlakuan dan 2 ulangan. Adapun perlakuan yaitu A (100:0) cempedak, B (85:15) penambahan ekstrak bunga kecombrang, C (70:30) penambahan ekstrak bunga kecombrang, D (55:45) penambahan ekstrak bunga kecombrang, E (40:60) penambahan ekstrak bunga kecombrang. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan ekstrak bunga kecombrang yang optimal (Terbaik) pada proses pembuatan selai cempedak adalah pada formula B (85:15). Serta penambahan ekstrak bunga kecombrang pada proses pembuatan selai berpengaruh terhadap warna, rasa, aroma, daya oles, kadar air, vitamin C, dan total fenol.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Syaiful Hidayat. Analisis Vitamin C Pada Selai Nenas (Ananascomosus) Dengan Fortifikasi Larutan Jahe (Zingiberofficinale). Dibawah Bimbingan Fitrah Pangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fortifikasi larutan jahe pada selai nenas berpengaruh terhadap kandungan vitamin C. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisa Kimia dan Pascapanen Agroteknologi Pertanian UNIKALTAR, pada bulan November 2017. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah larutan iodium sebagai perhitungan kandungan vitamin C. Faktor perlakuan adalah fortifikasi larutan jahe 20 ml, 30 ml, 40 ml, 50 ml. Dari hasil uji analisis vitamin C setiap perlakuan menunjukan bahwa fortifikasi pada perlakuan memberikan pengaruh tidak signifikan hasil kandungan vitamin C yang diperoleh terhadap masing-masing perlakuan. Kandungan vitamin C pada fortifikasi larutan jahe pada selai nenas tertinggi pada selai perlakuan A3 (larutan jahe 40 ml) sebanyak (5,72%). Sedangkan kandungan pada selai perlakuan A4 (larutan jahe 50 ml) sebanyak (4,4%) memiliki kandungan vitamin C terendan dan selai A0 sebagai kontrol memiliki kandungan vitamin C (4,4%).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sultan Hasanuddin, 2017, “ Fortifikasi Larutan Jahe (Zingiber officinale) Pada Selai Nanas (Ananas comosus) Terhadap Penerimaan Konsumen”. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor. Pembimbing : Fitrah Pangerang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Fortifikasi Larutan Jahe (Zingiber officinale) Pada Selai Nanas (Ananas comosus) Terhadap Penerimaan Konsumen. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Pangan dan Pasca Panen Universitas Kaltara Tanjung Selor, pada bulan November 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah Fortifikasi Larutan Jahe Pada Selai Nanas dengan 5 perlakuan dan 2 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah warna, aroma, dan rasa. fortifikasi larutan jahe pada selai nanas tidak berpengaruh nyata terhadap warna selai nanas, sedangkan fortifikasi larutan jahe pada selai nanas berpengaruh sangat nyata terhadap aroma dan rasa selai nanas. Dari hasil uji organoleptik menunjukkan yang dapat diterima sebagian besar panelis yaitu pada perlakuan A1 yaitu 20 ml larutan jahe dan A3 yaitu 40 ml larutan jahe.