ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Muliana.201531002. ANALISIS USAHATANI SAWI PADA KECAMATAN TANJUNG PALAS, KALIMANTAN UTARA. Dibawah bimbingan Sabaruddin, SP. MM Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA).Sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia telah melakukan aktivitas bertani. Salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan oleh para petani adalah sawi. Di Indonesia sendiri juga terdapat banyak sekali jenis masakan atau panganan yang menggunakan bahan daun sawi, baik sebagai bahan dasar maupun sebagai bahan pelengkap, hal tersebut menunjukkan bahwa dari aspek sosial, masyarakat sudah menerima kahadiran tanaman sawi untuk dikonsumsi sehari-hari. Tanaman sawi sangat digemari oleh masyarakat baik dari golongan kelas atas, kelas menengah, maupun kelas bawah. Terdapat aneka hidangan yang menggunakan bahan sawi yaitu diantaranya seperti capcay, campuran mie ayam, dan sebagai bahan pelengkap makanan bakso, hal inilah yang membuat tanaman sawi masih terus dibudidayakan oleh para petani sampai saat ini. Berdasarkan data yang di dapatkan dari BPS diketahui bahwa dari tahun 2018 sampai dengan 2020 yang tertera pada lampiran, terjadi peningkatan produksi tanaman sawi, peningkatan produksi tersebut tentu saja tidak terlepas dari tingginya tingkat permintaan konsumen yang semakin tahun kian bertambah. sehingga diperlukan budidaya tanaman sawi dengan baik dan benar untuk meningkatkan hasil produksi sawi. Budidaya tanaman sawi meliputi benih yang unggul, penanaman atau pembibitan yang tepat, serta pemeliharaan dan pengolahan tanah yang baik. Tanah yang dapat digunakan untuk menanam sawi yaitu tanah yang mempunyai unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan tanaman sawi, sehingga dapat tumbuh dan berproduksi secara maksimal sesuai dengan harapan. Kesuburan tanah ditentukan oleh mikroorganisme yang terkandung didalamnya. Bagi lingkungan hidup seperti tanah, adanya mikroorganisme dapat menentukan tingkat kesuburan tanah dan memperbaiki kondisi tanah. Metode pemupukan dalam pertanian organik sebenarnya bertumpu pada peran mikroorganisme.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pembemberian Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Tanaman Cabai Merah Besar (capsicum annuum L.) Penelitian dilaksanakan di Tanjung Selor (Perum Korpri). Tanjung Selor, Kebupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara dari Maret sampai dengan Juli 2021. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengakap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan 3 ulangan . faktor pertama Konsentrasi larutan pupuk organik Cair ( POC) Terdiri dari 4 Perlakuan yaitu : (P0) tanpa perlakuan, (P1) 1:10, (P2) 1:20, (P3) 1:30 , faktor kedua : Dosis pada Bibit Tanaman Cabai (D) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu :(D0) tanpa perlakuan , (D1) 5 ml, (D2) 10 ml, (D3)12 ml Hasil data Sidik ragam diperoleh bahwa pemberian pupuk pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah cabang umur bunga, jumlah buah, berat buah. Interaksi pemberian poc pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah cabang umur bunga, jumlah buah dan berat buah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum.L) adalah tanaman perdu dengan rasa buah pedas yang disebabkan oleh kandungan capsaicinoids yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman cabai merah adalah meningkatkan kesuburan tanah yaitu dengan pemupukan dengan menggunakan Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) terhadap hasil tanaman cabai merah dan untuk memperoleh konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) yang terbaik untuk meningkatkan hasil pada tanaman Cabai Merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2021 di Tanjung Selor (Perumahan Korpri), Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dan 3 ulangan terdiri dari 4 taraf perlakuan konsentrasi larutan POC yaitu kontrol, 1 : 10, 2 : 20, dan 3 : 30 dan frekuensi penyemprotan dengan 4 taraf yaitu kontrol, 1x, 2x, dan 3x. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian pupuk organik cair terhadap hasil tanaman cabai merah dengan hasil terbaik adalah menggunakan konsentrasi 1 : 10 dan pada frekuensi 3x penyemprotan pupuk organik cair.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pupuk Organik Cair Air Cucian Beras Padi Lokal di Kapbupaten Bulungan dengan menggunakan Effective MICROORGANISM 4
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUMARTINI. NPM.2013 31 020. Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt). Dibawah bimbingan Sabarudin, SP, MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaplikasian Pupuk Organik Cair (POC) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays sachhrata Sturt). Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai bulan Februari 2017, terhitung mulai persiapan tanam sampai panen dan pengolahan data. Lokasi Penelitian di jalan Selimau 3 Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 (empat) perlakuan dan diulang sebanyak 6 (enam) kali. Sehingga didapat 24 satuan percobaan. Faktor pertama adalah Pupuk Limbah Pasar Padat (P) dan factor kedua adalah Pupuk Limbah Pasar Cair (C). Perlakuan yang digunakan adalah pupuk organik cair terdiri dari 4 (empat) level dosis, yaitu 0 mL/ L (P0), 2 mL/ L (P1), 4 mL/L (P2), 6 mL/L(P3). Parameter yang diamati adalah Tinggi Tanaman (cm), Panjang tongkol (cm), Diameter tongkol (cm), Berat tongkol (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Perlakuan Pupuk Organik Cair (POC) berpengaruh sangat nyata terhadap parameter pertumbuhan yaitu parameter tinggi tanaman minggu ke-4 dan minggu ke-6. (2). Perlakuan Pupuk Organik Cair (POC) berpengaruh sangat nyata terhadap parameter hasil yaitu parameter panjang tongkol panen, diameter tongkol panen, berat tongkol panen.