ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan Gedung serba guna Polda Kaltara merupakan salah satu proyek strategis yang berfungsi mendukung kegiatan porasional dan kedinasan kepolisian. Dalam pelakanaanya proyek ini menglami keterlambatan yang di sebabkan oleh berbagai faktor, sperti cuaca yang tidak menentu, keterbatasan tenaga kerja, serta keterlambatan material, sehingga berdampak pada waktu penyelesaiaan proyek. Oleh karena itu, diperlukan upaya percepatan pekerjaan agar proyek dapat diselesaiakan sesuai dengan target rencana
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bersarnya percepatan waktu dan biaya proyek Pembangunan Gedung serba guna Polda Kaltara dengan menggunakan metode time cost trade off (TCTO). Analisis dilakukan pada pekerjaan struktur dengan menfokuskan pada aktifitas yang berada pada jalur kritis. Percepatan dilakukan melalui penembahan jam kerja menjadi 3 (tiga) shift kerja, sedangkan harga satuan pekerjaan dianggap tetap selama pelaksanaan proyek. Pengolaan data dan penjadwalan proyek dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Project.
Hasi Analisa menunjukkan bahwa penerapan metode time cost trade off (TCTO) mampu memberikan alternatif percepatan waktu pelaksanaan dari 118 hari menjadi 87 hari dengan kata lain diperoleh percepatan sebesar 31 hari dengan penambahan biaya langsung sebesar Rp 123.142.920 dari total biaya sebelumnya sebesar Rp. 2.350.800.000,00 menjadi Rp 2.462.858.406 yang masi dapat di kendalikan. Metode ini efektif dalam menentukan kombinasi waktu dan biaya yang optimal, sehingga keterlmbatan proyek dapat di minimalkan secara makimal. Dengan demikian metode time cost trade off (TCTO) dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan manajemen proyek yang efisien dalam menangani keterlambatan pda proyek kontruksi
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pembangunan gedung perkantoran di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi
Kalimantan Utara, mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan wilayah sebagai
pusat pemerintahan. Namun, pada tahap awal perencanaan, estimasi biaya konstruksi
sering kali menghadapi ketidakpastian akibat keterbatasan informasi desain dan teknis.
Oleh karena itu, estimasi biaya pada tahap konseptual menjadi aspek penting karena
berperan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi dan perencanaan anggaran
proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel-variabel dominan yang
memengaruhi biaya konstruksi serta membangun model estimasi biaya tahap konseptual
pada proyek gedung perkantoran di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi
Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fuzzy Logic
Mamdani yang mampu memodelkan data tidak pasti dan ambigu secara adaptif.
Berdasarkan hasil penelitian, data diperoleh melalui kuesioner kepada pakar dan survei
data historis terhadap 24 proyek gedung perkantoran, dengan variabel yang dianalisis
meliputi luas total bangunan, jumlah tingkat bangunan, ketinggian bangunan, durasi
proyek, serta variabel lokasi proyek dan tahun pembangunan yang digunakan dalam
proses normalisasi data. Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson menunjukkan
bahwa luas total bangunan, durasi proyek, jumlah tingkat bangunan, dan ketinggian
bangunan merupakan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap biaya konstruksi.
Model estimasi biaya dikembangkan melalui tiga tahap iterasi menggunakan perangkat
lunak MATLAB R2021a untuk mengoptimalkan fungsi keanggotaan dan aturan IF–
THEN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Fuzzy Logic MATLAB memiliki
tingkat akurasi yang baik dengan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar
12,34% pada data pembentuk model dan sebesar 1,45% pada tahap validasi. Tingkat
akurasi tersebut memenuhi standar estimasi biaya konseptual menurut American
Association of Cost Engineers (AACE) kelas 4–5 dengan rentang akurasi −20% hingga
+30%, sehingga model yang dikembangkan layak digunakan sebagai alat bantu
pengambilan keputusan dalam perencanaan anggaran proyek konstruksi di wilayah
Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-ABSTRAK Welli. Program Sarjana Universitas Kaltara Tanjung Selor Analisis Pendapatan Pedagang Sayur Di Pasar Induk Kota Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Dibawah Bimbingan Dr. Didi Adriansyah, S.TP, MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Berapakah biaya dan penerimaan pedagang sayur di Pasar Induk Kota Tanjung Selor. 2) Berapakah pendapatan pedagang sayur di Pasar Induk Kota Tanjung Selor. Penelitian ini dilakukan di Pasar Induk Kota Tanjung Selor, pada bulan Juni hingga bulan Juli 2024. Pada penelitian ini menggunkan metode pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan observasi survei atau terjun langsung ke lokasi penelitian dengan pedagang sayur di Pasar Induk sebagai responden serta menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Responden ditentukan secara sengaja dan bersedia diwanwancara sejumlah 31 responden yang terdiri dari pedagang sayur kangkung, bayam, sawi dan kubis. Selanjutnya data penelitian dianalisis dengan analisis biaya dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya yang diperlukan pedagang sayur sebesar Rp. 19.371.000,- yang meliputi biaya tetap dan biaya tidak tetap. Biaya tetap meliputi biaya sewa dan restribusi, biaya iuran listrik dan biaya kebersihan. Sedangkan penerimaan yang di peroleh sebesar Rp. 23.850.000,- yang meliputi total penerimaan dari jumlah sayur yang terjual dengan harga jual persayur tersebut. Sedangkan pendapatan pedagang sayur di Pasar Induk tersebut merupakan selisih antara penerimaan pedagang dan total pembiayaan yang diperoleh sebesar Rp. 4.479.000,. pebulan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perancah adalah konstruksi dari batang kayu, atau pipa baja yang didirikan ketika suatu gedung sedang dibangun untuk menjamin tempat kerja yang aman bagi pekerja yang membangun suatu gedung, memasang sesuatu, atau mengadakan pekerjaan pemeliharaan. Dalam penelitian ini jenis bahan perancah yang akan diteliti untuk perbandingan adalah jenis bahan perancah konvensional kayu dan jenis bahan perancah dari baja (scaffolding). Perhitungan biaya material untuk jenis bahan perancah konvensional (kayu) berdasarkan harga dari material tersebut, sedangkan perancah dari baja (scaffolding) berdasarkan harga sewa. Adapun rumusan masalahnya bagaimana hasil dari perbandingan biaya dan waktu antara scaffolding (steiger) dengan perancah konvensional (kayu) pada pekerjaan struktur plat dan balok beton Pembangunan Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pembendaharaan Kalimantan Utara. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil dari perbandingan biaya dan waktu antara penggunaan Scaffolding (Steiger) dengan perancah konvensional (kayu) pekerjaan struktur plat dan balok beton pembangunan Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pembendaharaan Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode komparatif, kemudian sumber data penelitian adalah data primer dan data sekunder. Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara langsung. Dengan menggunakan dua perbandingan yaitu dari segi waktu dan biaya maka dihasilkan data menggunakan perbandingan perhitungan waktu dari dua penggunaan perancah yang pertama scaffholding (steiger) durasi waktu pemasangan scaffolding (steiger) lantai 1 Pembangunan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pembendaharaan Kalimantan Utara dari hasil perhitungan di atas di peroleh ± 9 hari kerja. dan kedua konvensional (kayu) durasi waktu pemasangan konvensional (kayu) lantai 1 Pembangunan Kantor Wilayah) Direktorat Jenderal Pembendaharaan Kalimantan Utara dari hasil perhitungan di atas di peroleh ±11 hari kerja, dan juga menggunakan perbandingan perhitungan biaya dari dua penggunaan perancah, pertama menggunakan Scaffholding (Steiger) dengan biaya Rp 94.080.000 sedangkan yang kedua menggunakan perancah kayu dengan biaya Rp 104.346.000,-.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkiraan biaya suatu proyek konstruksi dapat didasarkan pada rencana anggaran biaya konstruksi atau disebut dengan bentuk RAB. RAB (Rencana Anggaran Biaya) merupakan perhitungan biaya bangunan yang didasarkan pada gambar bangunan dan spesifikasi pekerjaan konstruksi yang akan dibangun, sehingga RAB dapat dijadikan acuan pelaksanaan pekerjaan. Sedangkan RAP (Rencana Anggaran Biaya Pelaksanaan) merupakan rincian kebutuhan material dan tenaga kerja untuk menyelesaikan suatu bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya selisih dan komponen-komponen yang menjadi persamaan dan perbedaan antara RAB dengan RAP. Pada tahap pengerjaan dilakukan pengumpulan informasi proyek, meliputi rencana tapak dasar proyek, serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 28/2023 tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Umum, analisis perhitungan dapat dilakukan setelah semua informasi terisi. Hasil survei dan analisis data diperoleh perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp17.863.218,01 dan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) sebesar Rp14.993.096,17 dengan selisih pekerjaan sebesar Rp2.870.121,84.Komponen yang menjadi perbedaan dan persamaan dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) terhadap Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) Dalam pekerjaan footplat
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gedung DPRD merupakan wadah wakil – wakil rakyat untuk dapat menyalurkan aspirasinya sehingga diharapkan adanya ketersediaan bangunan untuk dapat melaksanakan tugas wakil – wakil rakyat tersebut. Pembangunan yang dilakukan pada prinsipnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya. Dengan begitu pembangunanan dilaksanakan secara terus menerus sebagai suatu proses agar mampu tercapai keadaan masyarakat yang semakin baik.. Kegiatan pelaksanaan konstruksi memiliki masa pelaksanaan dalam pekerjaan seperti single years (tahun tunggal) dan multiyear (tahun jamak). Pada penelitian ini peneliti melakukan Analisa pada beberapa faktor yang menjadi faktor keberhasilan pelaksanaan proyek di Pembangunan kantor DPRD Kalimantan Utara. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kemajuan pelaksaan pekerjaan di Pembangunan khususnya di kantor DPRD Kalimantan Utara karena jika kita mengetahui factor apa saja yang mempengaruhi, maka kita dapat melaksanakan proyek terbut dengan lancar dan minim kendala. Beberapa kriteria yang digunakan untuk menilai keberhasilan keterlaksanaan proyek adalah waktu, biaya, K3, dan beberapa faktor lainnya yang tidak diketahui. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan observasi dan wawancara beserta kuisioner yang kemudian data tersebut di lakukan uji regresi linier berganda. Dari hasil analis data didapatkan bahwa faktor bahan menjadi yang paling berpengaruh dengan prsentase sebesar 23,3% dan memeliki presentase pengaruh paling banyak dibandikan faktor lain. Adapun besar pengaruh faktor lain seperti faktor tenaga kerja 22,7%, mutu 22,5%, K3L 22% dan 15,8% dari faktor lainnya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Albertha Siska. Program Sarjana Universitas Kaltara Tanjung Selor Analisis Usahatani Jagung Pipil Di Desa Kelubir Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan Dibawah Bimbingan Dr.Didi Adriansyah, S.TP, MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Biaya dan penerimaan usahatani jagung pipil di Desa Kelubir. 2) Pendapatan usahatani jagung pipil di Desa Kelubir. Penelitian ini dilakukan di Desa Kelubir Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan pada bulan September hingga Oktober 2021. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan metode wawancara atau teknik survei terjun langsung ke lokasi penelitian menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sample responden tingkat umur yang produktif petani jagung di Desa Kelubir berada di kisaran 40-50 tahun, hal ini menunjukkan bahwa golongan umur petani di lokasi penelitian tidak menjadi hambatan dalam pengembangan usatani dimasa yang akan datang dengan status kepemilikkan lahan yang terbanyak adalah lahan milik pribadi dan tenaga kerja yang digunakan terbanyak yaitu tenaga kerja keluarga memungkinkan petani memiliki pengeluaran lebih sedikit lalu hasil analisis B/C ratio > 1 maka usahatani jagung di Desa Kelubir layak di jalankan serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat Desa Kelubir dalam menambah pendapatan ekonomi keluarga. Kata kunci : Kelubir,Usahatani Jagung, Biaya, Penerimaan dan Pendapatan .
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Biaya operasional kendaraan adalah biaya yang di keluarkan untuk pengelolaan kendaraan angkutan setiap tahunnya, menurut (Widari S, 2010) menyatakan pembicaraan suatu biaya tidak lepas membahas dua hal pokok yaitu sumber yang harus menanggung biaya baik secara langsung maupun tidak langsung dan jumlah yang harus ditanggung. Biaya operasional kendaraan adalah biaya yang di keluarkan untuk pengelolaan kendaraan angkutan setiap tahunnya. Dengan diketahuinya biaya operasional suatu angkutan setiap tahunnya maka dapat ditentukan berapa tarif yang harus dibayarkan oleh pengguna jasa angkutan umum per penumpang. Besarnya tarif angkutan umum berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan yaitu sebesar Rp 5.941,88/km. untuk sekali berangkat dari Tanjung Selor ke Malinau damri mengeluarkan biaya sebanyak Rp 1.970.153. dengan harga tiket yang ditetapkan dari Perum Damri dengan trayek Tanjung Selor ke Malinau sebesar Rp. 150.000/orang dengan jumlah penumpang rata – rata sebanyak 8 orang maka pendapatan dari bus sekali berangkat yaitu Rp. 1.200.000. maka Perum Damri mengalami kerugian sebesar Rp. 770.153 untuk sekali berangkat dari Tanjung Selor ke Malinau. Apabila damri ingin mengurangi kerugian maka pihak damri harus mencari 6 penumpang sehingga total penumpang sebanyak 14 orang untuk sekali berangkat dari tanjung selor ke malinau dengan pendapatan sebesar Rp. 2.100.000 untuk sekali jalan dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 129.847.untuk sekali berangkat dari Tanjung Selor ke Malinau. Tarif per Km/orangnya sebesar Rp. 666,67, load faktor 34,78% yang didapat dari jumlah penumpang dibagi dengan jumlah tempat duduk dikali dengan 100% .
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Jalan Meranti terletak di Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kecamatan Tanjung
Selor KabupatenBulungan Provinsi Kalimantan Utara.Jalan inimerupakan akses
jalan ke beberapa Fasilitas umum antara lain, PLTMG Tanjung selor, PLTU
Buluh perindu, PLTU Tanjung selor dan sektor perekonomian sertapermukiman
penduduk yang ada di sekitarnya. Jalan tersebut masih belum mengalami
peningkatan yang dapat dikataka jalan yang sudah cukup layak untuk digunakan.
Dengan adanya ketertarikan pada ruas jalan ini maka penelitian ini bertujuan
untukmembandingan perkerasan yang cocok digunakan untukmeningkatkan dan
perbaikan kerusakan yang ada pada ruas jalan meranti,dengan metode analisis
perbandingan biaya antara konruksi perkerasan kaku dengan kontruksi
perkerasan lentur.
Pengamatan yang dilakukan pada ruas Jalan Meranti Kelurahan Tanjung Selor
hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dengan panjang jalan1.022
meter dan lebar jalan 8 meter ini bertujuan untuk melakukan penilaian kondisi
jalan dengan membagi ruas jalan dalam beberapa area sampel dan setiap area
sampel berjarak 50 meter,
Dari hasil perhitungan perencanaan perkerasan kaku maka di depat ketebalan
pelat beton yang di rencanakan yaitu tebal sebesar 25 cm. sedangkan Dari hasil
data yang di dapat selisih Rencana Anggaran Biaya (RAB) antara Konstruksi
Perkerasan Kaku dengan Konstruksi Perkerasan Lentur dapat dilihat perbedaan
selisih dari setiap item pekerjaan, mulai dari item pekerjaan persiapan, item
pekerjaan badan jalan sampai item pekerjaan bahu jalan yang memiliki selisih
biaya yang cukup jauh, yang dimana dalam perhitungan Rencana Anggaran
Biaya (RAB) di atas menunjukkan bahwa untuk Konstruksi Perkerasan Kaku
lebih mahal dari berbagai item pekerjaan jika dilihat dari segi biayanya. Tapi
jika di tinjau dari segi pemeliharaan Konstruksi Perkerasan Jalan, untuk
Perawatan Konstruksi Perkerasan Lentur dan Perawatan Konstruksi Perekerasan
Kaku masa perawatan untuk Perkerasan lentur lebih panjang dibandingkan
perkerasan kaku dengan masa pemeliharaan untuk konstruksi kaku 5 tahun
sedangkan untuk konstruksi lentur 10 tahun
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Good cost control is expected to be able to assist project implementation in accordance with the planned costs to achieve project objectives without any cost deviations. This study aims to analyze the cost of implementing the project as well as the advantages and disadvantages of costs in the project implementation of the Tanjung Selor Flood Control Canal Development Phase V. The method used in this study is the method of analysis of yield value. The data obtained from the project include the project Time Schedule , Budget Plan, and Project Weekly Reports. This method provides information on Yield Value (EV), Actual Cost (AC), Cost Performance Index (CPI) and Cost Variance (CV) which will be used for analysis. Project work data for 20 weeks of reporting. The results obtained from this study using the value analysis method, the project implementation costs are lower than the contract value indicated by theActual Cost (ACcumulative) of the 20th week of Rp. 1,297.305.118. In working on this project the contractor earns a profit of Rp. 145.876.882 indicated by thevalue of CV (Cost Variance) cumulative week 20 which the result was positive and the CPI index = 1.11 > 1 which indicated that the expenditure was smaller than the budget.Key words :Control, Cost, Analysis, Earned Value, Earned Value Analysis
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rencana anggaran biaya merupakan perkiraan biaya yang nantinya akan digunakan untuk pelaksanaan suatu kegiatan baik bisnis, proyek atau event, perencanaan anggaran merupakan dokumen yang wajib ada untuk melihat besaran biaya yang dikeluarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan analisis perhitungan anggaran biaya pekerjaan mengunakan metode SNI dan Software Microsoft Project pada pekerjaan drainase batu gunung dan untuk mengetahui anggaran biaya pekerjaan menggunakan metode SNI dan Software Microsoft Project, dan analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode SNI dan metode Software Microsoft Project. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah gambar kerja, rencana anggaran biaya, laporan harian/mingguan, harga satuan pokok pekerjaan provinsi kalimantan utara 2021. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini didapatkan anggaran biaya pekerjaan Drainase Batu Gunung Di Polda Kaltara Tahun 2021 dengan mengunakan Metode SNI sebesar Rp.588.589.892,83 dan Software Microsoft Project sebesar Rp.562.291.995,00.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hidroponik memberi solusi untuk pertanian yang diusahakan pada lahan yang sempit. Hal ini mulai dilakukan masyarakat Tanjung Selor yang tinggal di perkotaan untuk memanfaatkan lahan dengan bertani hidroponik. Tanaman pakcoy, selada, dan seledri dipilih karena memiliki banyak peminat dan harga jual yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan kelayakan usahatani sayuran hidroponik. Penelitian ini dilakukan di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 6 responden yang mengusahakan pertanian hidroponik secara aktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan untuk sayuran hidroponik dalam 1 tahun dengan frekuensi 10 kali panen adalah untuk responden 1 senilai Rp. 19.902.000, responden 2 senilai Rp. 21.320.000, responden 3 senilai Rp. 16.937.000. responden 4 senilai Rp. 14.255.000. responden 5 senilai Rp. 7.635.000 responden 6 senilai Rp. 5.050.000. Keuntungan usaha, yang mampu menutupi modal dan biaya yang dikeluarkan dalam satu tahun dari ke enam responden, hanya responden 3 dan keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp. 23.063.000. Usahatani sayuran hidroponik yang dijalankan dapat menguntungkan dengan nilai R/C ratio 1,3
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jalan Semangka terletak di Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Jalan ini merupakan akses jalan ke beberapa sektor pendidikan, sektor militer dan sektor perekonomian serta permukiman penduduk yang ada di sekitarnya. Jalan tersebut masih banyak mengalami kerusakan pada badan jalan, contohnya seperti adanya penurunan pada badan jalan lalu adanya genangan air yang mengakibatkan terjadinya banjir pada ruas jalan. Dengan adanya ketertarikan pada ruas jalan ini maka penelitian ini bertujuan untuk membandingan perkerasan yang cocok digunakan untuk meningkatkan perbaikan kerusakan yang ada pada ruas jalan semangka,dengan metode analisis perbandingan biaya antara konruksi perkerasan kaku dengan kontruksi perkerasan lentur pada pembuatan jalan baru. Pengamatan yang dilakukan pada ruas Jalan Semangka Kelurahan Tanjung Selor hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dengan panjang jalan 1.400 meter dan lebar jalan 5 meter ini bertujuan untuk melakukan penilaian kondisi perkerasan jalan dengan membagi ruas jalan dalam beberapa area sampel dan setiap area sampel berjarak 50 meter, Dari hasil Rencana Anggaran Biaya (RAB), masing- masing kontruksi untuk lapis perkerasan Lentur sebesar Rp. 4,921,787,000.00dan untuk lapis perkerasan kaku sebesar Rp. 5,058,115,000.00 sudah termasuk PPN 10%. Dengan memperhatikan perbandingan kedua perkerasan tersebut, memiliki perbedaan yang signifikan pada proses suatu pekerjaan kontruksi perkerasan kaku dengan kontruksi perkerasan lentur. Maka dapat kita ketahui perbedaan dari pekerjaan kontruksi perkerasan kaku, yaitu dapat kita lihat di table 4.4 untuk pekerjaan penghamparan beton K-225 dengan tebal 25 cm (Ready mix) kuantitas 1,750.00 M3 dengan jumlah harga sebesar Rp 3,405,884,562.50. Maka kita bandingkan pada proses pekerjaan kontruksi perkerasan lentur di table 4.6 dapat kita lihat pada pekerjaan laston lapis antara AC-BC tebal 6 cm kuantitas 966.00 ton dengan jumlah harga sebesar Rp. 2,042,571,045.48.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengendalian waktu dan biaya diperlukan agar suatu proyek tidak mengalami keterlambatan dan kelebihan biaya dari rencana awal proyek, Konsep nilai hasil (Earned Value) merupakan konsep yang mengintegrasikan waktu dan biaya. Konsep nilai hasil memiliki tiga komponen penting diantaranya yaitu rencana penyerapan biaya (Budget Cost), biaya aktual yang sudah dikeluarkan (Actual Cost), dan suatu nilai yang didapatkan dari biaya yang sudah dikeluarkan yang disebut nilai akhir (Earned Value). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan nilai hasil dalam memperkirakan waktu dan biaya akhir penyelesaian proyek setiap minggunya. Studi ini menghasilkan proyek SPBP POLDA Kaltara mengalamai keterlambatan waktu kerja pada minggu ke-1 dan minggu ke-2 proyek terlambat dari waktu yang telah direncanakan namun pada minggu ke-3 hingga minggu ke-11 proyek berjalan lebih cepat dari rencana, dan pada minggu ke-12 hingga minggu ke- 15 proyek mengalami keterlambatan kembali, pada minggu terakhir proyek selesai tepat waktu.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jumedi Dosen Pembimbing NPM : 201512040 Enny Harviyanti S.T., M.T. Departemen Teknik Sipil ANALISIS PERBANDINGAN METODE KERJA DAN BIAYA PELAKSANAAN PEMBUATAN PELAT LANTAI BETON DENGAN MENGGUNAKAN METODE PELAT BOUNDECK DAN METODE PELAT KONVENSIONAL (Studi Kasus Rehab Gedung Kantor BMKG Tanjung Harapan) ABSTRAK Tanjung Selor sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara termuda di Indonesia, kedepannya tak akan bisa lepas dari pembangunan gedung-gedung besar bertingkat. Kehadiran pelat boundeck, bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat dalam pelaksanaan pembuatan pelat lantai beton pada gedung bertingkat, dimana pelat boundeck memiliki fungsi ganda yaitu sebagai bahan pengganti bekisting kayu (bekisting tetap) sekaligus pengganti besi tulangan positif. Untuk mengetahui apakah penggunaan metode boundeck ini lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan pelat konvensional yang selama ini banyak digunakan. Oleh karena itu, perlu adanya analisis perbandingan mengenai efektifitas metode kerja dan efisiensi biaya dari kedua metode tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan metode kerja dan biaya pelaksanaan pembuatan pelat lantai beton dengan menggunakan metode pelat boundeck dan metode pelat konvensional. Sedangkan manfaat yang diperoleh adalah memberikan informasi tentang pelat boundeck dan pelat konvensional serta metode-metode pelaksanaan pekerjaan pelat lantai beton, sehingga dapat dijadikan referensi kedepannya dalam memilih metode pelaksanaan pekerjaan pelat lantai beton sesuai dengan fungsi bangunannya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dimana analisis penyelidikan dilakukan secara mendalam terhadap metode kerja dan biaya pelaksanaan pekerjaan pelat lantainya yang berpatokan kepada AHS Cipta Karya Kementrian PUPR No 28 Tahun 2016, dengan asusmsi adanya perbedaan yang signifikan. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pelaksanaan pekerjaan pelat lantai beton seluas 216,5 m² pada rehab gedung BMKG Tanjung Harapan bahwa metode/cara pelaksanaan pekerjaan pembuatan pelat lantai beton dengan menggunakan metode boundeck memang lebih efektif, hal ini dilihat dari kemudahan tahap pembuatan perancah sampai pembongkarang bekisting pendukung, begitupun analisis perbandingan biaya pelaksanaan, juga diperoleh hasil bahwa metode boundeck jauh lebih efisien, dimana jumlah biaya pelat boundeck hanya Rp 145.185.589,13 sedangkan jumlah biaya pelat konvensional jauh lebih tinggi sebesar Rp 201.474.026,03. Perbedaan efisiensi biayanya mulai dari pekerjaan tulangan ( wiremesh / ulir biasa ), bekisting/boundeck, pembetonan, dan pembongkaran bekisting pendukung. Dengan demikian menggunakan pelat boundeck efisiensi biaya per m² terhadap pelat konvensional sebesar Rp. 259.992,78 , atau efisiensi 27,94 %.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Bulungan khususnya Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bulungan melaksanakan Program Transmigrasi berdasarkan dana sharing APBD dari Provinsi Jawa Timur untuk pembangunan permukiman transmigrasi di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah sebanyak 100 KK di UPT. Tanjung Buka SP. 10. Sebagai dasar pelaksanaan proyek pembangunan permukiman transmigrasi diperlukan perhitungan banyaknya biaya bahan dan upah, serta biaya tidak langsung yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan yang dikenal dengan sebutan Rencana Anggaran Biaya (RAB). sebelum pengajuan tender, kontraktor dapat membuat Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP). Berdasarkan penjelasan di atas dibutuhkan sebuah penelitian agar dilakukan studi analisa perbandingan antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pembangunan permukiman transmigrasi dengan perbandingan harga satuan di lapangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbandingan antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan nilai harga satuan pekerjaan di lapangan (biaya nyata) antara upah dan bahan. Dari hasil wawancara, analisa data dan perhitungan, terdapat selisih biaya yang cukup signifikan antara RAP dan RAB, dimana rencana anggaran pelaksanaan (RAP) lebih kecil dari pada rencana anggaran biaya (RAB) berdasrkan Standar Satuan Harga (SSH) Daerah Kabupaten Bulungan dengan selisih harga sebesar Rp9.314.000,00. Berdasarkan identifikasi biaya menggunakan metode diagram pareto’s dapat diketahui bahwa pekerjaan yang menyebabkan pengeluaran biaya terbesar yaitu Pekerjaan Rangka Kayu.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemerintah melalui Menteri Perhubungan mulai menggiatkan sebuah konsep spirit zero accident disemua moda transportasi terutama pada angkutan lalu lintas jalan, karena jumlah kecelakaan lalu lintas jalan lebih tinggi jika dibandingkan dengan lalu lintas air dan udara. Ruas Jalan Nasional Transkaltara yaitu salah satu jalan yang belum semua dilengkapi rambu lalu lintas jalan, dalam hal tersebut perlu suatu perencanaan rambu lalu lintas jalan untuk dapat menjaga keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan saat melintasi ruas jalan tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Jumlah dan jenis rambu lalu lintas yang diperlukan dan untuk mengetahui jumlah anggaran biaya yang dibutuhkan. Dari hasil perencanaan sepanjang 9,092 KM diperlukan rambu peringatan sebanyak 72 buah rambu dengan ukuran 75x75 cm, rambu larangan sebanyak 2 buah dengan ukuran 75x75 cm dan rambu petunjuk sebanyak 3 buah rambu dengan ukuran 75x75 cm sebanyak 2 buah dan ukuran 120x180 cm sebanyak 1 buah, dari perencanaan tersebut dapat direncanakan anggaran biaya sebesar Rp. 146,863,748 (seratus empat puluh enam juta delapan ratus enam puluh tiga ribu tujuh ratus empat puluh delapan rupiah). Jumlah belum termasuk pajak.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ruas Jalan Budiman Arifin merupakan Jalan Kabupaten yang berada di daerah Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Jalan ini sudah dalam kondisi yang rusak berat maka harus dilakukan rekonstruksi ulang. Tujuan penelitian untuk mencari nilai kerusakan pada STA 0+000 sampai STA 1+100 dan ternyata mengalami kerusakan berat dan harus di rekonstruksi ulang. Metode yang digunakan untuk penilaian kerusakan yaitu metode Surface Distress Index (SDI) dan untuk perencanaan menggunakan Analisis Komponen SKBI 1978 kemudian Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dari hasil analisis penelitian yang di peroleh penilaian kerusakan tersebut rata-rata mengalami rusak berat dan menurut Permen PU No.13/PRT/M/2011 tentang Tata Cara Pemeliharaan dan Penilikan Jalan maka jalan tersebut harus di rekonstruksi ulang, kemudian melakukan perencanaan ulang jalan menggunakan metode analisis komponen SKBI 1978 dan didapatkan tebal perkerasan. Dan setelah didapatkan tebal perkerasan maka hasil akhir dari penelitian ini dimasukkan ke dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan menggunakan AHS 2019 Dinas PUPR-PERKIM Bidang Bina Marga Provinsi Kalimantan Utara untuk mengetahui berapa besar biaya perencanaan tersebut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rahmadani, analisis peningkatan hasil tambak ikan terhadap pendapatan pembudidaya di desa binai. ( dibimbing oleh Machmud Al Amrie ). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ttingkat pendapatan pembudidaya tambak ikan di Desa Binai. Penelitian ini menggunakan data purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang dapat dilakukan dengan kriteria-kriteria tertentu berdasarkan tujuan penelitian. Metode penelitian yang di gunakan yaitu metode deskriftif analisis dimana untuk menelitih status kelompok manusia dalam berpola piker untuk masa yang sekarang dan akan dating. Serta mencari analisis biaya total/variable, analisis penerimaan serta analisis pendapatan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Untuk mengatasi masalah tersebut adalah kita dapat menerapkan metode, salah satu metode yang digunakan untuk mencari biaya yang optimal adalah metode EOQ. Metode Economic Order Quantity (EOQ) adalah jumlah kuantitas barang yang dapat diperoleh dengan biaya yang minimal atau sering dikatakan sebagai jumlah pembelian yang optimal. Tujuan penelitian berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah persediaan bahan baku, safety stock dan reoder point yang optimal di Home Industri Natasoya dengan metode EOQ. Pada penelitian ini, akan dilakukan dengan menggunakan metode EOQ dan diselesaikan bebantu software Maple. Berdasarkan hasil penelitian, di dapat hasil Home Industri tidak menerapkan adanya persediaan pengamanan (SS) dalam kebijakannya, sedangkan dalam metode EOQ persediaan pengamanan pada tahun 2016 sebesar kg, pada tahun 2017 dengan sebesar kg, dan pada tahun 2018 dengan sebesar kg. Menurut metode EOQ, Home Industri harus melakukan pemesanan kembali (ROP) saat persediaan berada pada titik jumlah pada tahun 2016 sebesar , pada tahun 2017 sebesar kg dan pada tahun 2018 sebesar kg.