ESTIMASI BIAYA TAHAP KONSEPTUAL DENGAN METODE FUZZY LOGIC PADA KONSTRUKSI GEDUNG PERKANTORAN DI TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
ABSTRAK Pembangunan gedung perkantoran di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan wilayah sebagai pusat pemerintahan. Namun, pada tahap awal perencanaan, estimasi biaya konstruksi sering kali menghadapi ketidakpastian akibat keterbatasan informasi desain dan teknis. Oleh karena itu, estimasi biaya pada tahap konseptual menjadi aspek penting karena berperan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi dan perencanaan anggaran proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel-variabel dominan yang memengaruhi biaya konstruksi serta membangun model estimasi biaya tahap konseptual pada proyek gedung perkantoran di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fuzzy Logic Mamdani yang mampu memodelkan data tidak pasti dan ambigu secara adaptif. Berdasarkan hasil penelitian, data diperoleh melalui kuesioner kepada pakar dan survei data historis terhadap 24 proyek gedung perkantoran, dengan variabel yang dianalisis meliputi luas total bangunan, jumlah tingkat bangunan, ketinggian bangunan, durasi proyek, serta variabel lokasi proyek dan tahun pembangunan yang digunakan dalam proses normalisasi data. Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson menunjukkan bahwa luas total bangunan, durasi proyek, jumlah tingkat bangunan, dan ketinggian bangunan merupakan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap biaya konstruksi. Model estimasi biaya dikembangkan melalui tiga tahap iterasi menggunakan perangkat lunak MATLAB R2021a untuk mengoptimalkan fungsi keanggotaan dan aturan IF– THEN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Fuzzy Logic MATLAB memiliki tingkat akurasi yang baik dengan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 12,34% pada data pembentuk model dan sebesar 1,45% pada tahap validasi. Tingkat akurasi tersebut memenuhi standar estimasi biaya konseptual menurut American Association of Cost Engineers (AACE) kelas 4–5 dengan rentang akurasi −20% hingga +30%, sehingga model yang dikembangkan layak digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan dalam perencanaan anggaran proyek konstruksi di wilayah Kalimantan Utara.