Abstrak
ABSTRAK Jalan Meranti terletak di Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kecamatan Tanjung Selor KabupatenBulungan Provinsi Kalimantan Utara.Jalan inimerupakan akses jalan ke beberapa Fasilitas umum antara lain, PLTMG Tanjung selor, PLTU Buluh perindu, PLTU Tanjung selor dan sektor perekonomian sertapermukiman penduduk yang ada di sekitarnya. Jalan tersebut masih belum mengalami peningkatan yang dapat dikataka jalan yang sudah cukup layak untuk digunakan. Dengan adanya ketertarikan pada ruas jalan ini maka penelitian ini bertujuan untukmembandingan perkerasan yang cocok digunakan untukmeningkatkan dan perbaikan kerusakan yang ada pada ruas jalan meranti,dengan metode analisis perbandingan biaya antara konruksi perkerasan kaku dengan kontruksi perkerasan lentur. Pengamatan yang dilakukan pada ruas Jalan Meranti Kelurahan Tanjung Selor hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dengan panjang jalan1.022 meter dan lebar jalan 8 meter ini bertujuan untuk melakukan penilaian kondisi jalan dengan membagi ruas jalan dalam beberapa area sampel dan setiap area sampel berjarak 50 meter, Dari hasil perhitungan perencanaan perkerasan kaku maka di depat ketebalan pelat beton yang di rencanakan yaitu tebal sebesar 25 cm. sedangkan Dari hasil data yang di dapat selisih Rencana Anggaran Biaya (RAB) antara Konstruksi Perkerasan Kaku dengan Konstruksi Perkerasan Lentur dapat dilihat perbedaan selisih dari setiap item pekerjaan, mulai dari item pekerjaan persiapan, item pekerjaan badan jalan sampai item pekerjaan bahu jalan yang memiliki selisih biaya yang cukup jauh, yang dimana dalam perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) di atas menunjukkan bahwa untuk Konstruksi Perkerasan Kaku lebih mahal dari berbagai item pekerjaan jika dilihat dari segi biayanya. Tapi jika di tinjau dari segi pemeliharaan Konstruksi Perkerasan Jalan, untuk Perawatan Konstruksi Perkerasan Lentur dan Perawatan Konstruksi Perekerasan Kaku masa perawatan untuk Perkerasan lentur lebih panjang dibandingkan perkerasan kaku dengan masa pemeliharaan untuk konstruksi kaku 5 tahun sedangkan untuk konstruksi lentur 10 tahun