ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkiraan biaya suatu proyek konstruksi dapat didasarkan pada rencana anggaran biaya konstruksi atau disebut dengan bentuk RAB. RAB (Rencana Anggaran Biaya) merupakan perhitungan biaya bangunan yang didasarkan pada gambar bangunan dan spesifikasi pekerjaan konstruksi yang akan dibangun, sehingga RAB dapat dijadikan acuan pelaksanaan pekerjaan. Sedangkan RAP (Rencana Anggaran Biaya Pelaksanaan) merupakan rincian kebutuhan material dan tenaga kerja untuk menyelesaikan suatu bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya selisih dan komponen-komponen yang menjadi persamaan dan perbedaan antara RAB dengan RAP. Pada tahap pengerjaan dilakukan pengumpulan informasi proyek, meliputi rencana tapak dasar proyek, serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 28/2023 tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Umum, analisis perhitungan dapat dilakukan setelah semua informasi terisi. Hasil survei dan analisis data diperoleh perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp17.863.218,01 dan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) sebesar Rp14.993.096,17 dengan selisih pekerjaan sebesar Rp2.870.121,84.Komponen yang menjadi perbedaan dan persamaan dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) terhadap Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) Dalam pekerjaan footplat
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Jalan Meranti terletak di Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kecamatan Tanjung
Selor KabupatenBulungan Provinsi Kalimantan Utara.Jalan inimerupakan akses
jalan ke beberapa Fasilitas umum antara lain, PLTMG Tanjung selor, PLTU
Buluh perindu, PLTU Tanjung selor dan sektor perekonomian sertapermukiman
penduduk yang ada di sekitarnya. Jalan tersebut masih belum mengalami
peningkatan yang dapat dikataka jalan yang sudah cukup layak untuk digunakan.
Dengan adanya ketertarikan pada ruas jalan ini maka penelitian ini bertujuan
untukmembandingan perkerasan yang cocok digunakan untukmeningkatkan dan
perbaikan kerusakan yang ada pada ruas jalan meranti,dengan metode analisis
perbandingan biaya antara konruksi perkerasan kaku dengan kontruksi
perkerasan lentur.
Pengamatan yang dilakukan pada ruas Jalan Meranti Kelurahan Tanjung Selor
hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dengan panjang jalan1.022
meter dan lebar jalan 8 meter ini bertujuan untuk melakukan penilaian kondisi
jalan dengan membagi ruas jalan dalam beberapa area sampel dan setiap area
sampel berjarak 50 meter,
Dari hasil perhitungan perencanaan perkerasan kaku maka di depat ketebalan
pelat beton yang di rencanakan yaitu tebal sebesar 25 cm. sedangkan Dari hasil
data yang di dapat selisih Rencana Anggaran Biaya (RAB) antara Konstruksi
Perkerasan Kaku dengan Konstruksi Perkerasan Lentur dapat dilihat perbedaan
selisih dari setiap item pekerjaan, mulai dari item pekerjaan persiapan, item
pekerjaan badan jalan sampai item pekerjaan bahu jalan yang memiliki selisih
biaya yang cukup jauh, yang dimana dalam perhitungan Rencana Anggaran
Biaya (RAB) di atas menunjukkan bahwa untuk Konstruksi Perkerasan Kaku
lebih mahal dari berbagai item pekerjaan jika dilihat dari segi biayanya. Tapi
jika di tinjau dari segi pemeliharaan Konstruksi Perkerasan Jalan, untuk
Perawatan Konstruksi Perkerasan Lentur dan Perawatan Konstruksi Perekerasan
Kaku masa perawatan untuk Perkerasan lentur lebih panjang dibandingkan
perkerasan kaku dengan masa pemeliharaan untuk konstruksi kaku 5 tahun
sedangkan untuk konstruksi lentur 10 tahun
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rencana anggaran biaya merupakan perkiraan biaya yang nantinya akan digunakan untuk pelaksanaan suatu kegiatan baik bisnis, proyek atau event, perencanaan anggaran merupakan dokumen yang wajib ada untuk melihat besaran biaya yang dikeluarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan analisis perhitungan anggaran biaya pekerjaan mengunakan metode SNI dan Software Microsoft Project pada pekerjaan drainase batu gunung dan untuk mengetahui anggaran biaya pekerjaan menggunakan metode SNI dan Software Microsoft Project, dan analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode SNI dan metode Software Microsoft Project. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah gambar kerja, rencana anggaran biaya, laporan harian/mingguan, harga satuan pokok pekerjaan provinsi kalimantan utara 2021. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini didapatkan anggaran biaya pekerjaan Drainase Batu Gunung Di Polda Kaltara Tahun 2021 dengan mengunakan Metode SNI sebesar Rp.588.589.892,83 dan Software Microsoft Project sebesar Rp.562.291.995,00.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jalan Semangka terletak di Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Jalan ini merupakan akses jalan ke beberapa sektor pendidikan, sektor militer dan sektor perekonomian serta permukiman penduduk yang ada di sekitarnya. Jalan tersebut masih banyak mengalami kerusakan pada badan jalan, contohnya seperti adanya penurunan pada badan jalan lalu adanya genangan air yang mengakibatkan terjadinya banjir pada ruas jalan. Dengan adanya ketertarikan pada ruas jalan ini maka penelitian ini bertujuan untuk membandingan perkerasan yang cocok digunakan untuk meningkatkan perbaikan kerusakan yang ada pada ruas jalan semangka,dengan metode analisis perbandingan biaya antara konruksi perkerasan kaku dengan kontruksi perkerasan lentur pada pembuatan jalan baru. Pengamatan yang dilakukan pada ruas Jalan Semangka Kelurahan Tanjung Selor hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dengan panjang jalan 1.400 meter dan lebar jalan 5 meter ini bertujuan untuk melakukan penilaian kondisi perkerasan jalan dengan membagi ruas jalan dalam beberapa area sampel dan setiap area sampel berjarak 50 meter, Dari hasil Rencana Anggaran Biaya (RAB), masing- masing kontruksi untuk lapis perkerasan Lentur sebesar Rp. 4,921,787,000.00dan untuk lapis perkerasan kaku sebesar Rp. 5,058,115,000.00 sudah termasuk PPN 10%. Dengan memperhatikan perbandingan kedua perkerasan tersebut, memiliki perbedaan yang signifikan pada proses suatu pekerjaan kontruksi perkerasan kaku dengan kontruksi perkerasan lentur. Maka dapat kita ketahui perbedaan dari pekerjaan kontruksi perkerasan kaku, yaitu dapat kita lihat di table 4.4 untuk pekerjaan penghamparan beton K-225 dengan tebal 25 cm (Ready mix) kuantitas 1,750.00 M3 dengan jumlah harga sebesar Rp 3,405,884,562.50. Maka kita bandingkan pada proses pekerjaan kontruksi perkerasan lentur di table 4.6 dapat kita lihat pada pekerjaan laston lapis antara AC-BC tebal 6 cm kuantitas 966.00 ton dengan jumlah harga sebesar Rp. 2,042,571,045.48.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Bulungan khususnya Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bulungan melaksanakan Program Transmigrasi berdasarkan dana sharing APBD dari Provinsi Jawa Timur untuk pembangunan permukiman transmigrasi di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah sebanyak 100 KK di UPT. Tanjung Buka SP. 10. Sebagai dasar pelaksanaan proyek pembangunan permukiman transmigrasi diperlukan perhitungan banyaknya biaya bahan dan upah, serta biaya tidak langsung yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan yang dikenal dengan sebutan Rencana Anggaran Biaya (RAB). sebelum pengajuan tender, kontraktor dapat membuat Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP). Berdasarkan penjelasan di atas dibutuhkan sebuah penelitian agar dilakukan studi analisa perbandingan antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pembangunan permukiman transmigrasi dengan perbandingan harga satuan di lapangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbandingan antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan nilai harga satuan pekerjaan di lapangan (biaya nyata) antara upah dan bahan. Dari hasil wawancara, analisa data dan perhitungan, terdapat selisih biaya yang cukup signifikan antara RAP dan RAB, dimana rencana anggaran pelaksanaan (RAP) lebih kecil dari pada rencana anggaran biaya (RAB) berdasrkan Standar Satuan Harga (SSH) Daerah Kabupaten Bulungan dengan selisih harga sebesar Rp9.314.000,00. Berdasarkan identifikasi biaya menggunakan metode diagram pareto’s dapat diketahui bahwa pekerjaan yang menyebabkan pengeluaran biaya terbesar yaitu Pekerjaan Rangka Kayu.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemerintah melalui Menteri Perhubungan mulai menggiatkan sebuah konsep spirit zero accident disemua moda transportasi terutama pada angkutan lalu lintas jalan, karena jumlah kecelakaan lalu lintas jalan lebih tinggi jika dibandingkan dengan lalu lintas air dan udara. Ruas Jalan Nasional Transkaltara yaitu salah satu jalan yang belum semua dilengkapi rambu lalu lintas jalan, dalam hal tersebut perlu suatu perencanaan rambu lalu lintas jalan untuk dapat menjaga keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan saat melintasi ruas jalan tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Jumlah dan jenis rambu lalu lintas yang diperlukan dan untuk mengetahui jumlah anggaran biaya yang dibutuhkan. Dari hasil perencanaan sepanjang 9,092 KM diperlukan rambu peringatan sebanyak 72 buah rambu dengan ukuran 75x75 cm, rambu larangan sebanyak 2 buah dengan ukuran 75x75 cm dan rambu petunjuk sebanyak 3 buah rambu dengan ukuran 75x75 cm sebanyak 2 buah dan ukuran 120x180 cm sebanyak 1 buah, dari perencanaan tersebut dapat direncanakan anggaran biaya sebesar Rp. 146,863,748 (seratus empat puluh enam juta delapan ratus enam puluh tiga ribu tujuh ratus empat puluh delapan rupiah). Jumlah belum termasuk pajak.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ruas Jalan Budiman Arifin merupakan Jalan Kabupaten yang berada di daerah Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Jalan ini sudah dalam kondisi yang rusak berat maka harus dilakukan rekonstruksi ulang. Tujuan penelitian untuk mencari nilai kerusakan pada STA 0+000 sampai STA 1+100 dan ternyata mengalami kerusakan berat dan harus di rekonstruksi ulang. Metode yang digunakan untuk penilaian kerusakan yaitu metode Surface Distress Index (SDI) dan untuk perencanaan menggunakan Analisis Komponen SKBI 1978 kemudian Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dari hasil analisis penelitian yang di peroleh penilaian kerusakan tersebut rata-rata mengalami rusak berat dan menurut Permen PU No.13/PRT/M/2011 tentang Tata Cara Pemeliharaan dan Penilikan Jalan maka jalan tersebut harus di rekonstruksi ulang, kemudian melakukan perencanaan ulang jalan menggunakan metode analisis komponen SKBI 1978 dan didapatkan tebal perkerasan. Dan setelah didapatkan tebal perkerasan maka hasil akhir dari penelitian ini dimasukkan ke dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan menggunakan AHS 2019 Dinas PUPR-PERKIM Bidang Bina Marga Provinsi Kalimantan Utara untuk mengetahui berapa besar biaya perencanaan tersebut.