Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Perkerasan Lentur
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS PERBANDINGAN KONDISI KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE INTERNATINAL ROUGHNEES INDEX (IRI) DAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) RUAS JALAN BATAS BULUNGAN - TANJUNG SELOR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu Ruas Jalan Nasional di Provinsi Kalimantan Utara sekaligus jalan penghubung dengan Provinsi Kalimantan Timur yaitu Jalan Batas Bulungan – Tanjung Selor, saat ini banyak dijumpai dalam kondisi rusak. Adanya retakan, pengelupasan, lubang dan amblesan pada permukaan jalan merupakan bukti bahwa jalan tersebut telah mengalami penurunan tingkat pelayanan atau jalan tersebut dalam kondisi rusak. Pengguna jalan umumnya mengutamakan kerataan atau kenyamanan jalan, sehingga perlu dilakukan pengecekan kondisi secara berkala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kerusakan jalan dan penanganan kerusakan jalan, sehingga didapatkan kategori pemeliharaan. Penelitian dilakukan dengan dua metode untuk melihat kondisi kerusakan jalan yaitu IRI dan PCI. Metode International Roughness Index (IRI) menilai kerusakan dengan melihat ketidakrataan permukaan jalan menggunakan irimeter, dengan range 0 sampai lebih dari 12. Metode Pavement Condition Index (PCI) digunakan untuk melihat kondisi kerusakan jalan langsung dengan rentang nilai 0-100. Metode IRI diperoleh dari Satker P2JN Kalimantan Utara, sedangkan metode PCI dilakukan secara visual. Hasil data metode IRI pada segmen 1 STA. 12+000 hingga 13+000 dari 9,67 dengan kerusakan kecil dan segmen 2 STA. 15+200 hingga 16+200 sebesar 8,26 dengan kerusakan ringan, sedangkan metode PCI pada segmen 1 adalah 30,11 dengan kondisi buruk dan pada segmen 2 adalah 33,04 dengan kondisi buruk. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perawatan perawatan pada segmen ini menggunakan metode IRI dan metode PCI dalam kondisi sedikit rusak dan sama-sama menggunakan pemeliharaan berkala.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ALTERNATIF PERENCANAAN PERKERASAN JALAN BERDASARKAN PERBANDINGAN ESTIMASI HARGA BIAYA SATUAN (Studi Kasus Jalan Meranti Tanjung Selor Kabupaten Bulungan)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Jalan Meranti terletak di Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kecamatan Tanjung Selor KabupatenBulungan Provinsi Kalimantan Utara.Jalan inimerupakan akses jalan ke beberapa Fasilitas umum antara lain, PLTMG Tanjung selor, PLTU Buluh perindu, PLTU Tanjung selor dan sektor perekonomian sertapermukiman penduduk yang ada di sekitarnya. Jalan tersebut masih belum mengalami peningkatan yang dapat dikataka jalan yang sudah cukup layak untuk digunakan. Dengan adanya ketertarikan pada ruas jalan ini maka penelitian ini bertujuan untukmembandingan perkerasan yang cocok digunakan untukmeningkatkan dan perbaikan kerusakan yang ada pada ruas jalan meranti,dengan metode analisis perbandingan biaya antara konruksi perkerasan kaku dengan kontruksi perkerasan lentur. Pengamatan yang dilakukan pada ruas Jalan Meranti Kelurahan Tanjung Selor hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dengan panjang jalan1.022 meter dan lebar jalan 8 meter ini bertujuan untuk melakukan penilaian kondisi jalan dengan membagi ruas jalan dalam beberapa area sampel dan setiap area sampel berjarak 50 meter, Dari hasil perhitungan perencanaan perkerasan kaku maka di depat ketebalan pelat beton yang di rencanakan yaitu tebal sebesar 25 cm. sedangkan Dari hasil data yang di dapat selisih Rencana Anggaran Biaya (RAB) antara Konstruksi Perkerasan Kaku dengan Konstruksi Perkerasan Lentur dapat dilihat perbedaan selisih dari setiap item pekerjaan, mulai dari item pekerjaan persiapan, item pekerjaan badan jalan sampai item pekerjaan bahu jalan yang memiliki selisih biaya yang cukup jauh, yang dimana dalam perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) di atas menunjukkan bahwa untuk Konstruksi Perkerasan Kaku lebih mahal dari berbagai item pekerjaan jika dilihat dari segi biayanya. Tapi jika di tinjau dari segi pemeliharaan Konstruksi Perkerasan Jalan, untuk Perawatan Konstruksi Perkerasan Lentur dan Perawatan Konstruksi Perekerasan Kaku masa perawatan untuk Perkerasan lentur lebih panjang dibandingkan perkerasan kaku dengan masa pemeliharaan untuk konstruksi kaku 5 tahun sedangkan untuk konstruksi lentur 10 tahun

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Tebal Lapis Perkerasan Lentur Menggunakan Metode Analisis Komponen SKBI 1987 Pada Ruas Jalan Cendana Tanjung Selor Kabupaten Bulungan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ruas jalan Cendana Tanjung Selor merupakan jalan Kabupaten yang berada di daerah Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Kondisi jalan cendana tanjung selor kabupaten Bulungan belum dilakukan pelaksanaan pekerjaan pengaspalan dan masih berupa tanah yang dihamparkan agregat sehingga jika musim kemarau jalan berdebu, maka perlu dilakukan perencanaan tebal lapis perkerasan lentur pada STA 0+500 sampai STA 1+1712. Metode yang digunakan Analisis Komponen SKBI 1987. Dari hasil perhitungan didapat tebal lapis perkerasan lentur sebagai berikut : Lapis Permukaan Laston MS 744 Kg= 7,5 cm, Lapis Pondasi Atas Batu Pecah Kelas A = 20 cm, Lapis Pondasi Bawah Sirtu / Pirtun Kelas C = 9,1 cm.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA ANTARA KONTRUKSI PERKERASAN KAKU DENGAN KONTRUKSI PERKERASAN LENTUR PADA PEMBUATAN JALAN BARU (Studi Kasus Jalan Semangka Tanjung Selor Kabupaten Bulungan)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jalan Semangka terletak di Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Jalan ini merupakan akses jalan ke beberapa sektor pendidikan, sektor militer dan sektor perekonomian serta permukiman penduduk yang ada di sekitarnya. Jalan tersebut masih banyak mengalami kerusakan pada badan jalan, contohnya seperti adanya penurunan pada badan jalan lalu adanya genangan air yang mengakibatkan terjadinya banjir pada ruas jalan. Dengan adanya ketertarikan pada ruas jalan ini maka penelitian ini bertujuan untuk membandingan perkerasan yang cocok digunakan untuk meningkatkan perbaikan kerusakan yang ada pada ruas jalan semangka,dengan metode analisis perbandingan biaya antara konruksi perkerasan kaku dengan kontruksi perkerasan lentur pada pembuatan jalan baru. Pengamatan yang dilakukan pada ruas Jalan Semangka Kelurahan Tanjung Selor hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dengan panjang jalan 1.400 meter dan lebar jalan 5 meter ini bertujuan untuk melakukan penilaian kondisi perkerasan jalan dengan membagi ruas jalan dalam beberapa area sampel dan setiap area sampel berjarak 50 meter, Dari hasil Rencana Anggaran Biaya (RAB), masing- masing kontruksi untuk lapis perkerasan Lentur sebesar Rp. 4,921,787,000.00dan untuk lapis perkerasan kaku sebesar Rp. 5,058,115,000.00 sudah termasuk PPN 10%. Dengan memperhatikan perbandingan kedua perkerasan tersebut, memiliki perbedaan yang signifikan pada proses suatu pekerjaan kontruksi perkerasan kaku dengan kontruksi perkerasan lentur. Maka dapat kita ketahui perbedaan dari pekerjaan kontruksi perkerasan kaku, yaitu dapat kita lihat di table 4.4 untuk pekerjaan penghamparan beton K-225 dengan tebal 25 cm (Ready mix) kuantitas 1,750.00 M3 dengan jumlah harga sebesar Rp 3,405,884,562.50. Maka kita bandingkan pada proses pekerjaan kontruksi perkerasan lentur di table 4.6 dapat kita lihat pada pekerjaan laston lapis antara AC-BC tebal 6 cm kuantitas 966.00 ton dengan jumlah harga sebesar Rp. 2,042,571,045.48.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Tebal Perkerasan Lentur Dengan Metode AASHTO 1993 (studi kasus ruas jalan simpang tanah kuning desa apung)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jalan merupakan prasaran transportasi darat yang meliputi segala bagian area darat, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntuhkan bagi lalulintas, yang berada pada permukaan tanah. Sehingga perlu adanya jalan baik untuk menunjang jalur transportasi yang lancar dan nyaman. Apabila kondisi jalan rusak dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan, yang memberikan dampak waktu tempu perjalanan menjadi lebih lama. Jalan yang baik membutuhkan struktur perkerasan yang baik, sehingga dapat mendukung jalan tersebut untuk menompang berat kendaraan yang melintasinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tebal perkerasan lentur dengan menggunakan metode AASHTO 1993 Dari hasil analisa menggunakan metode AASHTO 1993 didapatkan volume lalulintas sebesar 3,0 x 〖10〗^4 dan beban gandar tunggal standar komulatif (Wt) sebesar 3,78 x 〖10〗^6. Bahan lapis permukaan menggunakan laston 744 kg. bahan lapis pondasi atas menggunakan agregat kelas A dan bahan lapis pondasi bawah menggunakan agregat kelas B. dari material tersebut kemudian didapatkan hasil perhitungan tebal lapis perkerasan sebesar 10 cm untuk lapis permukaan, 15 cm untuk lapis pondasi atas, 20 cm untuk lapis pondasi bawah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS PERKERASAN LENTUR JALAN DENGAN METODE KOMPONEN SKBI 1987 DAN METODE AASHTO 1993

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ruas Jalan Pembangunan Desa Gunung Sari Km 12 merupakan Jalan Kabupaten yang berada di daerah Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Jalan Pembangunan Desa Gunung Sari Km 12 sudah dalam kondisi yang rusak maka harus dilakukan peningkatan. Tujuan penelitian untuk membandingkan lapisan perkerasan lentur jalan dengan Metode Komponen SKBI 1987 dan AASHTO 1993 pada jalan Pembangunan Desa Gunung Sari Km 12 Kecamatan Tanjung Selor STA 0+000 sampai STA 3+900. Metode yang digunakan untuk menganalisa data yaitu metode Komponen SKBI 1987 dan AASHTO 1993. Dari hasil analisis penelitian yang telah dilakukan pada umur rencana 10 tahun kedepan diketahui bahwa tebal lapis permukaan (surface course) dengan Metode Komponen SKBI 1987 lebih besar dibandingkan dengan metode AASHTO 1993 dengan menggunakan LASTON MS 744 kg untuk Lapisan Permukaan (surface course) sebesar 5 cm, lapisan pondasi atas (Base Course) menggunakan Batu Pecah (Kelas C) sebesar 20 cm dan untuk lapis pondasi bawah (SubBase Course) menggunakan Kepasiran sebesar 20 cm, sedangkan untuk metode AASHTO 1993 dengan menggunakan bahan lapis perkerasan yang sama dihasilkan tebal lapisan permukaan (surface course) sebesar 5 cm, lapis pondasi atas (Base Course) sebesar 4 cm, dan lapis pondasi bawah (SubBase Course) sebesar 16 cm. Pada penelitian ini menunjukan bahwa Lapisan Permukaan Atas dan Lapisan Permukaan Bawah dimana Metode Komponen SKBI 1987 lebih tebal dibandingkan dengan Metode AASHTO 1993, sedangkan untuk Lapisan Permukaan sama.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS KUALITAS PERKERASAN LENTUR BERDASARKAN KOMPOSISI ASPAL BETON DENGAN UJI MARSHALL

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jalan raya sebagai sarana transportasi memegang peranan penting bagi pengembangan suatu daerah. Berbagai keluhan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kondisi kerusakan jalan mengakibatkan lumpuhnya perekonomian, meningkatnya biaya transportasi dan meningkatnya jumlah kecelakan lalu lintas kendaraan karena kondisi jalan berlubang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penentuan komposisi campuran aspal beton sebelum pengujian Marshall dan mengetahui pengaruh kualitas jalan dengan variasi kadar aspal berdasarkan komposisi aspal beton dengan pengujian Marshall. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode ekperimen yaitu dengan menggunakan komposisi campuran aspal agregat kasar 38 %, pasir 9 % dan abu batu 53 % dengan variasi kadar aspal 4 %, 4.5 %, 5 %, 5.5 %, 6 %, 6.5 %. Dengan campuran ini diuji parameter Marshall dengan spesifikasi Bina Marga 2010. Dari hasil pengujian parameter Marshall yang memenuhi spesifikasi Bina Marga 2010 kadar aspal 6 % dan 6.5 % didapat rongga dalam campuran (VIM) sebesar 4.902 % dan 4.330 %, rongga udara diantara butiran agregat (VMA) 15.047 % dan 15.911 %, rongga terisi aspal (VFA) 67.829 % dan 72.967 %, stabilitas 974.427 kg dan 807.013 kg, flow (kelelehan) 4 mm dan 3 mm, Marshall quotient 254.953 kg/mm dan 256.013 kg/mm. Dari hasil pengujian Marshall didapat kadar aspal optimum (KAO) sebesar 6.25 %.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail